gaulislam.com


“Worldview”

Posted in Opini by Abdul Shaheed on the September 7th, 2008

Jika kultur atau peradaban adalah identitas, maka identitas peradaban itu sendiri adalah worldview. Humor pun, termasuk worldview

oleh: Hamid Fahmi Zarkasy *

Adalah Samuel P.Huntington? yang menamai konflik global sekarang ini dengan clash of civilization melalui bukunya berjudul The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order (1996). Alasannya, sumber konflik ummat manusia saat ini bukan lagi ideologi, politik atau ekonomi, tapi kultural. Sebab semua orang kini cenderung mengidentifikasi diri dengan identitas kultural. Jika kultur atau peradaban adalah identitas, maka identitas peradaban itu sendiri adalah worldview. Jadi clash of civilization berindikasi clash of worldview.

Banyak yang tidak sepakat dengan Huntington. Mungkin karena superficial atau provokatif. Seakan berbeda budaya bisa berarti perang. Namun Huntington bukan tanpa pendukung. Peter Berger misalnya, setuju konflik politik sekarang ini adalah collision of consciousness (benturan kesadaran atau persepsi), kata lain dari clash of civilization. Tapi pilihan kata, clash dan collision memang vulgar, masih kalah lembut dari kata-kata al-Attas divergence of worldviews.? Tapi benarkah kini sedang terjadi clash of civilization? (more…)

Agama

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the September 4th, 2008

oleh: Hamid Fahmi Zarkasy *

Di pinggir jalan kota Manchester Inggeris terdapat papan iklan besar bertuliskan kata-kata singkat “It’s like Religion“. Iklan itu tidak ada hubungannya dengan agama atau kepercayaan apapun. Disitu terpampang gambar seorang pemain bola dengan latar belakang ribuan supporternya yang fanatik. Saya baru tahu kalau itu iklan klub sepakbola setelah membaca tulisan dibawahnya Manchester United.

Sepakbola dengan supporter fanatik itu biasa, tapi tulisan it’s like religion itu cukup mengusik pikiran saya. Kalau iklan itu di pasang di Jalan Thamrin Jakarta ummat beragama pasti akan geger. Ini pelecehan terhadap agama. Tapi di Barat agama bisa difahami seperti itu. Agama adalah fanatisme, kata para sosiolog. Bahkan ketika seorang selebritinya mengatakan My religion is song, sex, sand and champagne juga masih dianggap waras. Mungkin ini yang disinyalir al-Qur’an ara’ayta man ittakhadha ilahahu hawahu (QS.25:43). (more…)

“Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!”

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the August 27th, 2008

Kaum liberal mengidolakan kaum lesbian sebagai “pembaharu”. Kelak, anak-anak Muslim berganti idola dari Aisyah menuju kaum lesbian. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-241

Oleh: Adian Husaini

ImageSejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat Al-Quran. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan Al-Quran, sehingga tidak ada gunanya dalil Al-Quran untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya Al-Quran sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda.

Jika tafsirnya kita kritik, mereka pun tak segan-segan menyatakan, “Itu kan penafsiran anda! Penafsiran saya tidak begitu!” Mereka banyak yang sudah berpandangan bahwa hanya Tuhan saja yang tahu penafsiran yang sebenarnya. Manusia boleh menafsirkan Al-Quran semaunya, dan semuanya tidak dapat disalahkan. Karena itu, ada yang menyatakan, bahwa perbedaan antara Islam dan Ahmadiyah, hanyalah soal perbedaan tafsir saja, karena itu jangan saling menyalahkan, karena semua penafsiran adalah relatif.? Yang tahu kebenaran yang mutlak, hanya Allah saja.

Memang, soal utama antara Islam dan Ahmadiyah, adalah masalah tafsir. Tapi, ada tafsir yang salah dan ada tafsir yang benar. Semua manusia yang masih berakal (tidak gila), bisa saja menafsiran Al-Quran. Tapi, tidak semua tafsir itu benar, sebagaimana klaim kaum liberal. Ada tafsir yang salah. Misalnya, kalau ada yang menafsirkan ayat “Wa-aqimish shalaata lidzikri”, bahwa tujuan salat adalah mengingat Allah. Maka, jika sudah ingat Allah, berarti tujuan sudah tercapai, dan tidak perlu salat lagi. Tafsir semacam ini tentu saja tafsir yang salah. (more…)

Hukuman Mati: Antara Bom Bali dan Balinine

Posted in Opini by Hasna Hawwa on the August 26th, 2008

Australia menganggap “jijik” hukuman mati. Kecuali hanya diterapkan pada Amrozi dkk. Bukan warganya. Pandangan diskriminatif Australia terhadap hukum

oleh: Heru Susetyo *

ImageSenin 11 Agustus 2008, Stephen Smith, Menteri Luar Negeri Australia, menjumpai Menteri Luar Negeri Hasan Wirayudha di Jakarta. Salah satu tujuannya adalah melobi pemerintah Indonesia untuk memberikan pengampunan (clemency) terhadap tiga terpidana mati warga negara Australia yang tersangkut kasus Narkoba di Bali pada tahun? 2005 yang terkenal dengan julukan The Bali Nine.

Uniknya dalam kesempatan yang sama Menlu Australia tersebut tidak membahas sama sekali perihal hukuman mati terhadap tiga terpidana mati bom Bali (Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas) yang kini tengah menanti eksekusi mati setelah pelbagai upaya hukum mentok.? Alias, pemerintah Australia seperti rela Amrozi cs harus dieksekusi mati. (more…)

BBM Naik Demi Kapitalisme

Posted in Opini by Ahmad Jibraan on the August 25th, 2008

oleh Amran Nasution
Institute for Policy Studies.

Mengapa harga BBM naik? Jawab Pemerintah: Untuk sela-matkan APBN karena harga minyak dunia naik 130 dollar/barel. Jawaban itu jelas salah. Pertama, itu bertentangan dengan Undang Undang Dasar (UUD).

Ketika menguji Undang Undang nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi, 15 Desember 2004, Mah-kamah Konstitusi memutuskan bahwa menyerahkan harga minyak pada meka-nisme pasar bebas bertentangan dengan UUD.

Kedua, masih banyak jalan lain bisa ditempuh tanpa harus melanggar UUD, seperti menunda pembayaran utang dan bunga yang jumlahnya sepertiga APBN.? Penundaan bayar utang luar negeri di saat harga minyak dan pangan melangit seperti sekarang, bukan aib dan bukan tabu. (more…)

Negeri Liberal Menunggu Musim Paceklik

Posted in Opini by Abdul Shaheed on the August 24th, 2008

Oleh Amran Nasution
Direktur Institute Policy Studies

Entah kenapa koran arus utama terkesan memboikotnya. Promosi pun seadanya. Tapi film Ayat-Ayat Cinta (AAC) menjadi fenomena. Betul-betul ajaib, film itu mengalahkan Harry Potter dalam mengumpulkan jumlah penonton, sekaligus menorehkan sejarah sebagai film Indonesia terlaris.

AAC dibuat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazi. Seba-gaimana filmnya, novel itu pun mencetak rekor tak tertandingi. Ia sudah terjual lebih 400.000 eksemplar, dan sampai sekarang masih terus dicetak ulang. Novel lainnya dari penulis yang sama, Ketika Cinta Bertasbih, mengekor sukses AAC, dicetak berulang-ulang dan sedang disi-apkan menjadi sebuah film.

Sebagai film, sesungguhnya tak ada yang istimewa pada AAC. Plotnya mirip Catatan Si Boy, film laris di tahun 1980-an, berkisah tentang anak muda yang diperebutkan para cewek. Yang membe-dakannya ’sekaligus keistimewaannya’ AAC adalah sebuah film dengan misi dakwah. (more…)

Negara Gagal Bernama Indonesia

Posted in Opini by Amira Mehnaaz on the August 23rd, 2008

Tabloid Suara Islam EDISI 42, Tanggal 18 April - 1 Mei 2008 M/11 - 24 Rabiul Akhir 1429 H

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengenal Al Amin Nur Nasution sebagai orang baik dan ber-komitmen kepada partai. Karena itu, ia terkejut mengetahui Amin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 10 April 2008, di sebuah hotel mewah, Ritz Carlton, Jakarta.

Anggota Komisi Kehutanan DPR dan Ketua PPP Wilayah Jambi itu ditangkap bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Azirwan, menjelang? pukul 02.00 dinihari.? Selain staf Azirwan, ada seorang wanita muda bersama mereka.? KPK menuduh Amin menerima suap dari Azirwan guna mengalihkan fungsi hutan lindung di Bintan. Sebagai barang bukti disita uang Rp 71 juta dan 33.000 dollar Singapore. (more…)

Quo Vadis Amien Rais?

Posted in Opini by Hafsa Mutazz on the August 22nd, 2008

Oleh : Ahmad Sumargono, S.E, M.M (Ketua GPMI, Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan UNPAD)

Pernyataan Amien Rais dalam wawancara dengan majalah Tempo 4 Mei 2008 bertajuk : Ahmadiyah Punya Hak Hidup untuk ke sekian kalinya membuat saya terperangah. Dengan semangat membela Ahmadiyah Amien? berkata, “Saya mencium ada kelompok siluman yang melakukan semacam operasi intelijen untuk memperkeruh suasana, menghancurkan ketenangan masyarakat.” Tuduhan ini bukan alang-kepalang daya pressure nya, karena diketahui bersama komponen umat Islam terbesar, atau Islam mainstream di negeri inilah yang justru berada di balik protes-protes keras pembubaran Ahmadiyah. Wabil-khusus tentu saja MUI (Majlis Ulama Indonesia) yang telah dua kali mengeluarkan fatwa tegas bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan

Amien menyetarakan protes-protes Ahmadiyah itu dengan konflik Islam-Kristen di Ambon. Kata Amien, “Sebelumnya tidak pernah ada konflik Islam-Kristen di sana, tiba-tiba muncul.” Amien sama sekali tidak menyebut akar masalah inti konflik horizontal Islam-Kristen Ambon itu, jelas-jelas terjadi karena dimulai pertamakali dengan peristiwa penyerangan pihak Kristen terhadap kelompok Islam. Umat Islam yang baru? merayakan Idul Fitri , tiba-tiba diserbu, dibantai secara membabi-buta. Ketika konflik berlarut-larut, umat Islam semakin tersudut, dan terus-menerus dibantai, datanglah bala bantuan dari Laskar Jihad pimpinan Ust Jafar Umar Thalib. Posisi pun berubah, umat Islam bahkan banyak memenangkan peperangan dalam berbagai front yang ada di Ambon dan sekitarnya. (more…)

“Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?”

Posted in Opini by Ahmad Jibraan on the August 14th, 2008

HAMKA pernah berpendapat, melarang peredaran fatwa itu adalah hak bagi pemerintah. Sebab dia berkuasa. Tetapi kekuatannya tak akan luntur. ?Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-222

Oleh: Adian Husaini

ImageSetelah sekian lama mencari, akhirnya, di Perpustakaan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, saya menemukan tulisan Prof. Hamka yang berjudul “Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?” Tulisan ini pernah dimuat di rubrik “Dari Hati ke Hati” Majalah Panji Masyarakat No 324 tahun 1981. Di tengah hiruk pikuk dan carut-marutnya wacana kerukunan umat beragama dan meruyaknya pemikiran dan aliran sesat dalam berbagai wujudnya yang menggiurkan, ada baiknya kita menyimak tulisan Hamka tersebut.

Melalui tulisan inilah, Hamka mencetuskan perasaannya yang terdalam tentang makna kerukunan umat beragama yang cenderung disalahartikan. Untuk itulah, beliau tetap mempertahankan fatwa Haramnya Merayakan Natal Bersama dan lebih memilih mundur sebagai ketua umum MUI, daripada harus mencabut fatwa tersebut. Marilah kita ikuti tulisan Hamka berikut ini: (more…)

Dur dan Duka Palestina

Posted in Opini by Amira Mehnaaz on the August 10th, 2008

Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana.

“Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun.” (more…)

 
Page 1 of 812345»...Last »

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia     rank blog indonesia   Religion Blogs - Blog Top Sites