Menara Doa Jakarta dan Perang Salib 18

Bethany membangun Menara Doa Jakarta (MDJ) senilai Rp 2,5 T di negeri mayoritas muslim. Jika lembaga gereja tak mengambil tindakan, sulit membangun kerukunan beragama yang kondusif. Baca CAP ke-53 Adian Husaini, MA

Website Eramuslim.com, 27 April 2004, menurunkan wawancara dengan Pendeta Abraham Alex Tanusaputra dengan Warta Plus Bethany. Isinya tentang rencana pembangunan Menara Doa Jakarta (MDJ) yang menelan biaya sekitar Rp 2,5 trilyun. Pendeta Abraham Alex Tanusaputra – yang biasa dipanggil Alex – menyatakan, bahwa Menara itu memang seperti sebuah proyek mimpi.

Tetapi, katanya, ” Karena Tuhan yang menyuruh, ya saya harus melangkah. Meski banyak anak-anak rohani yang meninggalkan saya.”

Dengan biaya yang begitu fantastis, MDJ tentulah sebuah proyek raksasa kelompok Kristen Bethany ini. Tahun 2000 lalu, Bethany baru saja menyelesaikan proyek raksasa di Surabaya – Graha Bethany – yang mampu menampung sekitar 20.000 jemaat. MDJ diperkirakan memapu menampung 200.000 jemaat, atau dua kali lipat kapasitas tempat duduk lapangan sepak bola Senayan.

Menurut Pendeta Alex, pembangunan MDJ merupakan perintah Tuhan – tanpa menjelaskan, bagaimana Alex menerima perintah Tuhan itu. “Sebenarnya berulang kali saya mencoba untuk menghindar dan melupakannya. Tetapi setiap kali saya coba melupakan, timbul banyak persoalan dalam kehidupan saya. Sampai suatu ketika Tuhan menegor saya: “Kalau kamu tidak menurut, okey kamu akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Yunus. Kalau menurut perintah, kamu akan dikeluarkan dari mulut ikan, tapi jika tidak, akan keluar dari belakang (maaf anus ikan -red Warta Plus Bethany Nginden). Saya bertobat dan mulai melangkah lagi dalam proyek Menara Jakarta,” kata Pendeta Alex.

Mengapa proyek ini dinamakan Menara Doa Jakarta? Kata Pdt. Alex: “Karena itu visi yang Tuhan Yesus berikan untuk proyek ini. Dulu Namanya Menara Jakarta. Sekarang tinggal ditambah Doa, sebab memang visinya Doa bagi bangsa, Doa untuk menyongsong Indonesia Baru.” Soal dana, Alex menambahkan: “Yang back up adalah Tuhan Yesus, sebab ini proyeknya Tuhan Yesus…Saya sadar, Tuhan Yesus punya cara sendiri, ada 1001 jalan yang Dia Bisa buat untuk back up pendanaan proyek ini.”

Alex mengaku mengenal suara Tuhan. Maka, ia mengaku berjalan terus dengan rencananya, meskipun banyak yang menentangnya. Ia menyatakan, lebih mendengar suara Tuhan lebih dari suara penentang-penentangnya. “Saya mengenal suara Tuhan, suara Tuhan yang berbicara kepada saya untuk membangun gereja Mojokerto, Manyar, Nginden adalah suara yang juga berbicara kepada saya untuk Menara Doa Jakarta,” begitu kata dia. Dan konon, menurut pengakuannya, pemerintah telah memberikan respon positif. Sejak awal Pemerintah DKI Jakarta, lewat Gubernur Dan Pemerintah Pusat melalui Setneg, sangat mendukung realisasi proyek yang ditujukan untuk kebesaran Tuhan, bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Jika proyek MDJ ini lancar, maka 8,5 tahun kemudian, Indonesia akan menyaksikan sebuah Menara Doa kaum Kristen yang kabarnya memiliki ketinggian sekitar 500 meter. Untuk pa menara itu dibangun? Kata Alex: “Nama Tuhan ditinggikan, menarik banyak orang datang dan Percaya kepadaNya. Nama Tuhan dimuliakan. Kepercayaan dunia international ke Indonesia dipulihkan dan segera terwujud Indonesia Baru.”

Itulah semangat yang luar biasa dari seorang pendeta bernama Kristen untuk menjalankan misinya di Indonesia. Untuk mengenal perkembangan kelompok ini, bisa dilihat di website mereka, www.kasih.org. Tahun 1993, mereka memulai kebaktian di daerah Cinere, dengan anggota kelompok sekitar 70 orang. Pendeta Alex merintis persekutuan doa sejak 1977 di Surabaya, dengan peserta 7-10 orang. Tahun 1978, berdiri Gereja Bethany di Jalan Manyar Rejo I/29. Tahun 1989, mereka mulai membangun Graha Bethany, dan selesai tahun 2000.

Disamping terus membangun Gereja, kelompok ini juga aktif mengembangkan jaringan ke berbagai penjuru Indonesia. Tahun 1996, jumlah cabang-cabang yang ada di Indonesia dan luar negeri sekitar 100 cabang. Tahun 1977, cabang-cabang yang ada terus berkembang menjadi 254 buah. 1999, GBI Jemaat Bethany berkembang menjadi hampir 1000 cabang yang tersebar didalam dan luar negeri.

Jika kita membaca website kelompok Kristen Bethany ini, akan kita dapati sejumlah website misionaris Kristen di berbagai belahan dunia. Salah satunya, website Billy Graham, tokoh terkemuka Kristen fundamentalis AS (www.billygraham.org). Dalam website ini kita temukan banyaknya digunakan istilah “Crusade” untuk menggambarkan bahwa aktivitas misionaris Kristen di AS dan dunia lainnya merupakan satu bentuk Crusade (Perang Salib). Di dalam website itu, ditulis ungkapan sebagai berikut: “Evangelist Billy Graham has preached the Gospel to more people in live audiences than anyone else in history — over 210 million people in more than 185 countries and territories — through various meetings. Every evangelistic crusade conducted by Mr. Graham is the result of a cooperative effort involving the evangelist, his team, and many local Christians and churches.”

Jadi, Evangelis atau Misionaris Billy Graham disebutkan telah mempropagandakan Injil kepada lebih dari 210 juta orang, lebih banyak dari penginjil mana pun dalam sejarah. Setiap upaya ?Perang Salib’ yang dilakukan Billy Graham merupakan hasil kerja sama para misionaris, tim Billy Graham, dan sejumlah orang dan Gereja Kristen lokal. Kelompok Billy Graham melakukan Perang Salib adalah untuk menyeru manusia untuk melakukan penebusan dosa dan mempercayai Tuhan Jesus Kristus. (The Billy Graham Evangelistic Association continues to work diligently in calling men and women to repent of their sins and receive the Lord Jesus Christ into their hearts by faith).

Dalam tradisi Kristen dan hingga sekarang, istilah ?Crusade’ merujuk pada peristiwa Penyerbuan Besar-besaran kaum Kristen untuk merebut Jerusalem dari tangan kaum Muslim. Dalam buku Concise Dictionary of the Christian Church, (Oxford University Press, 1996) disebutkan, bahwa istilah ?Crusade’ terutama digunakan untuk menggambarkan serangkaian expedisi dari Barat ke Timur, dimulai tahun 1095, yang bertujuan untuk membebaskan Tanah Suci (Holy Land)dari tangan Muslim dan untuk mempertahankannya di tangan Kristen. Belakangan, istilah ?Crusade’ juga digunakan untuk menghadapi kekuatan Ottoman (Turki Utsmani). Jadi, istilah ?Crusade’ memang membawa kenangan khusus bagi kaum Kristen untuk melawan dan menaklukkan Islam. Istilah itulah yang digunakan oleh tokoh Misionaris terkemuka AS dan dipopulerkan diantaranya oleh kelompok Bethany yang sedang berjuang keras membangun sebuah Menara Kristen di Jakarta.

Pengaruh besar ?Crusade’ terhadap kaum Kristen di Barat dapat dibaca pada buku Karen Armstrong, berjudul Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World (1991). Perang itu dimulai pada 25 November 1095, saat Paus Urbanus II, menyerukan Perang Salib. Paus mengimbau, agar para ksatria Kristen menghentikan konflik antar mereka, dan bersatu padu menghadapi musuh Tuhan, yang mereka sebut “Turks”. “The Turks”, kata Paus, “Adalah bangsa terkutuk, dan membunuh monster seperti mereka itu adalah tindakan suci. Maka, wajib bagi kaum Kristen memusnahkan mereka dari tanah kita.” (Killing these godless monsters was a holy act: it was a Christian duty to exterminate this vile race from our lands).

Seruan Paus Urbanus mendapat sambutan luar biasa. Ratusan ribu pasukan Kristen bergabung, dengan semangat tinggi merebut Jerusalem. Dalam buku klasiknya, Islam and the West (terbit pertama tahun 1960), Norman Daniel menyebut ?semangat Crusade adalah melakukan pembantaian demi Kasih Tuhan’. (The essence of crusading was to slay for God’s love). Maka, tidak heran, jika tentara Salib kemudian melakukan pembantaian yang luar biasa sadisnya terhadap Muslim, Yahudi, dan berbagai kelompok masyarakat lain.

Tahun 1099, saat menaklukkan Jerusalem, mereka membantai sekitar 30.000 warganya. Puluhan ribu kaum Muslim yang menngungsi di atap al-Aqsha dibantai dengan sadis, tanpa pandang bulu, wanita, anak-anak, atau orang tua. Setahun sebelumnya, 1098, pasukan Salib (dikenal dengan istilah Franks/Crusaders) membantai ratusan ribu kaum Muslim di Marra’t un-Noman, Syria. Paus menjanjikan pengampunan dosa bagi siapa pun yang bergabung dalam pasukan Salib dan jaminan sorga bagi yang mati dalam perang suci itu.

Karena itu, menurut Armstrong, Crusade adalah proyek kerjasama besar-besaran Eropa di masa kegelapan mereka. Mereka dicengkeram dengan semangat Kristen yang tinggi. Jelas, Crusade merupakan jawaban terhadap kebutuhan Kristen Eropa ketika itu. (Clearly, crusading answered a deep need in the Christian of Europe).

Jadi, tidaklah mengherankan, jika Presiden George W. Bush menggunakan istilah ?Crusade’ ketika mengobarkan perang melawan teroris, sebab sasaran mereka yang utama adalah kaum Muslim yang mereka cap sebagai teroris dan mengganggu kepentingan AS, dan bukan kelompok-kelompok teroris non-Muslim, seperti kelompok Kach (Yahudi), IRA (Kristen), Aungshirinkyo (Jepang), Tamil Elan (Hindu), dan sebagainya. Karena itu, kita mesti memahami, mengapa Billy Graham dan berbagai kelompok misionaris dan fundamentalis Kristen lainnya, sangat gemar menggunakan istilah ?Crusade’ ketika mereka bermaksud menaklukkan kaum Muslim atau satu negeri Islam. Merasa mengemban misi untuk meng-Kristenkan seluruh umat manusia, kaum misionaris Kristen memang akan terus melakukan gerakannya. Mereka paham, bahwa Indonesia adalah mangsa yang empuk, dengan sekitar 170 juta Muslim, yang dikatakan Berkhof: “Indonesia adalah suatu daerah Pekabaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan.

Setelah gagalnya Musyawarah Antar Agama pada 30 November 1967, Prof. Dr. Hamka menulis sebuah kolom berjudul “Musyawarah Antar-Agama Tigak Gagal!”. Ketika itu pihak Kristen menolak usulan rumusan, agar pemeluk satu agama tidak dijadikan sasaran propaganda oleh agama lain. Tokoh Kristen, Tambunan SH, menyatakan, bahwa bagi orang Kristen menyebarkan Perkabaran Injil kepada orang yang belum Kristen adalah ?Titah Ilahi’ yang wajib dijunjung tinggi. Jika tidak melakukan gerakan misi Kristen, maka mereka akan dimurkai Tuhan Yesus. Bahkan, mereka mengancam, kalau gerak-gerik mereka dibatasi, bukan saja akan menjadi masalah nasional, malah akan menjadi masalah internasional. Hamka menulis: “Kalau bangsa penjajah dahulu telah menyatakan berulang-ulang bahwa kedatangan mereka kemari adalah membawa mission sacre, sekarang setelah penjajah tak ada lagi, kewajiban itu dilanjutkan oleh Kristen bangsa kita sendiri, dengan diberi bantuan tenaga misi dan zending dari negeri-negeri Barat itu; diberi uang dan orang.”

Kepada kaum Muslim, Hamka mengingatkan: “… dengan sikap Kristen yang demikian, mereka pun tidak boleh lagi berlalai-lalai, melainkan wajiblah mereka menghidupkan semangat jihad dalam artinya yang luas, yaitu bekerja keras, membanting tulang, dan bersedia memberikan seluruh pengorbanan dalam mempertahankan agama. Mereka tidak lagi akan bersikap masa bodoh seperti selama ini, karena merasa bilangan mereka lebih banyak. Sebab yang mereka hadapi bukanlah golongan minoritas dalam negeri sendiri, tetapi kekuatan Kristen Politik Internasional, Perang Salib Gaya Baru, yang diinstruksikan kepada teman sebangsa kita sendiri.”

Mantan Perdana Manteri RI, Dr. Mohammad Natsir pernah memberikan pringatan keras kepada kaum Nasrani yang terus berusaha meng-Kristenkan kaum Muslim Indonesia:

“Hanya satu saja permintaan kami: Isyhaduu bi anna muslimuun. Saksikanlah dan akuilah bahwa kami ini adalah Muslimin. Yakni orang-orang yang sudah memeluk agama Islam. Orang-orang yang sudah mempunyai identitas-identitas Islam. Jangan identitas kami saudara-saudara ganggu, jangan kita ganggu-mengganggu dalam soal agama ini. Agar agama-agama jangan jadi pokok sengketa yang sesungguhnya tidak semestinya begitu. Marilah saling hormat menghormati identitas kita masing-masing, agar kita tetap bertempat dan bersahabat baik dalam lingkungan “Iyalullah” keluarga Tuhan yang satu itu.

Kami ummat Islam tidak apriori menganggap musuh terhadap orang-orang yang bukan Islam. Tetapi tegas pula Allah SWT melarang kami bersahabat dengan orang-orang yang menganggu agama kami, agama Islam. Malah kami akan dianggap zalim bila berbuat demikian (almumtahinah). Dengan sepenuh hati kami harapkan supaya saudara-saudara tidaklah hendaknya mempunyai hasrat sebagaimana idam-idaman sementara golongan orang-orang Nashara yang disinyalir dalam Al Quran yang tidak senang sudah, bila belum dapat mengkristenkan orang-orang yang sedang beragama Islam. Mudah-mudahan jangan demikian, sebab kalau demikian maka akan putuslah tali persahabatan, akan putus pula tali suka dan duka yang sudah terjalin antara kita semua.

Jangan-jangan nanti jalan kita akan bersimpang dua dengan segala akibat yang menyedihkan. Baiklah kita berpahit-pahit, kadang-kadang antara saudara dengan saudara ada baiknya kita berbicara dengan berpahit-pahit, yakni yang demikian tidaklah dapat kami lihatkan saja sambil berpangku tangan.

Sebab, kalaulah ada sesuatu harta yang kami cintai dari segala-galanya itu ialah agama dan keimanan kami. Itulah yang hendak kami wariskan kepada anak cucu dan keturunan kami. Jangan tuan-tuan coba pula memotong tali warisan ini.” (Seperti dikutip oleh Prof. Umar Hubeis dalam mukaddimah buku Dialog Islam dan Kristen, karya Bey Arifin).

Lembaga-lembaga Kristen/Katolik, seperti Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) atau Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), seyogyanya segera mengambil tindakan terhadap manuver-manuver berlebihan kalangan Kristen yang sangat tidak kondusif untuk membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Wallau a’lam. (KL, 6 Mei 2004). [hidayatullah.com]

18 thoughts on “Menara Doa Jakarta dan Perang Salib

  1. roy Dec 31,2008 23:08

    gimana nih umat muslim jakarta ntar jakarta di kristenisasi.

    lagian itu menara cuma bikin tanah jakarta yang terdiri dari rawa2 ini menjadi tambah ambles tanahnya & abrasi air laut yang sudah menggerogoti jakarta.

    jujur gw udah muak dengan manusia2 serakah, mungkin bumi ini akan segera hancur. (kudoakan umat muslim dunia diampuni seluruh dosa2nya)

  2. abraham Feb 19,2009 19:51

    kalau sdr mewnerjemahkan crusade dengan perang salib, ya bego namanya. crusade itu semacam kebangunan rohani. kami oprang kristen tidak pernah ngajari orang berperang. lihat saja kerusuhuan-2 selama ini siapa yang bikiin ulah??? tdk usahy dijawab saja semua orang juga sdh tahu. anak kecil juga tahu. makanya sebelum berkomentar tanya dulu yang benar. seperti aa Gym itu lho bijaksana atau Gus Dur yang pinter tapi dan mengerti kekristenan yang sesungguhnya.

  3. tokohbaik Feb 21,2009 20:27

    ooohh. saya baru tahu ada orang bernama abraham yang bego juga (maaf, ini kenyataan).. jangan tersinggung om.. jika faktanya memang demikian

    Buktinya apa? Tuh, om malah bela2in Gus Dur segala :p
    pantas saja…… sama2 parah pikirannya…

  4. nina Mar 22,2009 10:46

    Mengapa mesti takut. Yang perlu ditakuti adalah kerja iblis. Mari kita mulai membuka mata akan pekerjaan iblis yang berupaya menghancurkan kehidupan manusia. Bukan saatnya lagi melihat kamu agama apa, melainkan lebih peka terhadap pekerjaan iblis yang akan menyerang dengan gencar di akhir perjalanan bumi ini. Tidak perlu takut yang benar akan menang.

  5. frankie Mar 25,2009 14:19

    Salam Sejahtera,

    Menurut saya hal ini tidak perlu di persulit, tidaklah baik membicarakan pembenaran2 dari masing2 pihak. Yang paling penting adalah mari kita sama-sama pikirkan membangun Bangsa dari keterpurukan. Agama itu intinya sama dan akhirnya pun sama, menurut kaum nasrani merekalah yang benar, menurut muslim merekalah yang benar. Kita tidak ada yang tau mana yang benar dan salah yang paling penting adalah bagaimana kita menjalankan dasar-dasar agama kita masing2 dengan baik dan benar. Banyak umat nasrani yang berpindah agama menjadi muslim, banyak juga umat muslim yang pindah menjadi nasrani. Kenapa harus dibesar-besarkan,biarlah mereka menanggung dosa mereka sendiri (kalau itu salah dimata Tuhan)dan satu hal lagi, tidak ada yang sempurna di mata ALLAH. Jangan menganggap salah satu agama itu benar atau salah, CUKUP! Sekarang kita harus bersatu membangun Indonesia. Ciptakan lapangan pekerjaan seluas2nya, jangan saling syirik ataupun cemburu karena itu adalah pekerjaan iblis dan setan yang ingin menghancurkan kita dengan cara mengadudomba kita. Mari kita ciptakan perdamaian dunia terutama di Indonesia ini.
    Saya mohon maaf atas masukan ini, saya hanya bosen dan capai dengan masalah seperti ini krn selalu ini masalah yang selalu diungkit dan diangkat utk menghancurkan iman dan ahlak kita.

    Thx, peace for all…

  6. ajmain Mar 28,2009 08:21

    @ frankie:
    Semua agama tidak sama, baik awal maupun tujuan akhirnya. Anda harus belajar Islam dengan benar. Karena kebenaran hanyalah Islam. Kami sudah mempelajari ajaran Kristen ternyata salah. Yuk belajar Islam dan masuk Islam agar selamat di akhirat…

  7. Firdaus Mar 29,2009 12:35

    Dear All, salam,
    ikut nimbrung…
    saya termasuk yang meyakini bahwa pada dasarnya ajaran agama manapun tentu sama2 bertujuan baik buat pengikutnya. Namun saya juga meyakini, bahwa tidak ada agama yang persis sama, antara Yahudi, Kristen, Islam yang masih serumpun, keturunan Nabi Ibrahim AS, terdapat berbagai perbedaan. perbedaan terutama dalam persepsi penganutnya.
    jika orang kristen diminta mempelajari Al Qur an, saya duga sebagian akan membacanya sesuai sudut pandang kristen. demikian pula buat yang muslim ketika diminta mempelajari Al Kitab, akan melihatnya secara berbeda.
    Saya adalah seorang architect engineer muslim, saya sering hadir dalam berbagai kesempatan, dalam komunitas Nasrani, dalam beberapa proyek.
    client saya adalah seorang pimpinan dari Persekutuan Doa yang melibatkan banyak selebrity Kristen, pendeta2 terkenal dari dalam maupun luar negri. Saya pernah bertemu dengan Pdt. Mutu, Romo Halim, Pendeta Gilbert Lumoindong, dan beberapa tokoh Nasrani lainnya.

    Saya lihat umat Nasrani adalah manusia2 yang baik, yang mengimani ajaran agamanya untuk berbuat kebajikan.

    pada suatu kesempatan, Pendeta Gilbert Lumoindong sempat berdiskusi dengan koleganya tentang orang Islam (sepertinya sang pendeta tidak tahu bahwa saya adalah muslim). apa yang menjadi persepsi sang pendeta tentang ajaran Islam sangat berbeda dengan apa yang saya pahami.
    suatu kali saya sedang mengatur dekorasi lukisan di Rumah salah seorang tokoh Nasrani. ada lukisan dengan judul “Abraham Mengorbankan Ishak”, yang menurut apa yang saya yakini sebagai muslim mestinya “Abraham Mengorbankan Ismail”. Saya sudah baca Alkitab, yang saya lihat sesuai apa yang tertulis di Alkitab yang dikorbankan adalah Putra Abraham yang sulung. setahu saya yang sulung adalah Ismail.
    ini adalah sekelumit gambaran yang saya amati.

    Tentang membangun Menara Doa Jakarta, saya terus terang sebagai Arsitek tidak tahu infonya mau di bangun di daerah mana.
    salah seorang Client saya juga punya gagasan seperti itu, yaitu membangun menara Kemuliaan Bagi Tuhan, terdiri dari lima tower apartment & Convention Center dengan kapasitas 50.000 orang jemaat.

    soal apakah akan terwujud,
    wallahualam,

    wassalam

  8. Jacson Tiago May 18,2009 19:22

    Ga udah debat kusir deh… Buktiin iman mu lewat perbuatanmu dan kuasa yang keluar dari dirimu deh. Ga usah ributin orang mo bangun apa dan lu malah curiga yang tidak2. Sering kali kita iri karena kita ga mampu. Lha lu buat masjid guede yang diarsiteki orang kristen ga diributin agama lain tuh.

    Sekarang kalo Tuhan yang lu sembah itu benar dan hidup, buktiin dari hidup lu. Lu bisa ga ngalirkah KEHIDUPAN dalam hidup orang2 disekitar mu ? Kalo lu hanya berteori, lu sedang membawa KEMATIAN

    Biar orang merasakan buah2 dari dalam hidupmu. Biar itu yang bicara. Bukan kata2mu.

  9. Mukhlis May 18,2009 19:34

    @ Jackson Tiago:

    Ya memang tak usah diributkan, karena sudah jelas, mana yang MUSLIM dan mana yang KAFIR. Mana yang BENAR dan mana yang SALAH. ISLAM lah yang BENAR.. Tempat kembali juga 2: SURGA dan NERAKA

    SURGA untuk orang yang BERIMAN
    NERAKA untuk orang yang KAFIR
    Tertlis semuanya dalam kitab kami, AL-QURAN.

  10. buds May 20,2009 17:16

    Kawan…kawan….

    Tahu kah ..anda….mungkin klu Tuhan itu manusia……
    Dia sdh menangis….melihat umat ciptaaan Nya..sdh terkotak kotak dlm perbedaan yg begitu mendalam……
    sejujurnya….Pasti lha.Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yg pd akhirnya malah menjadi.perseteruan seperti ini…..
    Kita …manusia ..yg menginterprestasikan..perbedaan..ini menjadi ego masing2…mengganggap diri nya benar..menganggap agamanya paling benar…
    Tuhan..tidak pernah..menciptakan..suatu agama apapun di dunia….ingat itu..Tuhan tidak pernah menciptakan agama apapun di dunia…..
    Kita manusia..yg sering salah menginterprestasikan..hingga malah timbul konflik..antar umat manusia…..kita sering kali ga sadar…bahwa Tuhan tiidak pernah menciptakan sesuatu yg pd akhirnya menciptakan suatu konflik….sebab klu memang Tuhan menciptakan agama yg berbeda..hingga akhirnya malah umatnya bertengkar…maka ini bukan perbuatan Tuhan……jadi ..agama..bukan lah ..ciptaan Tuhan….itu hanyalah presepsinya manusia…..mengelompokan diri sesuai perkembangan jaman….sehingga timbulah agama yg seperti ini kita kenal…
    Sekarang….
    knapa saya berani berbicara..bahwa Tuhan tidak menciptakan agama…?
    trus…klu agama islam..dan kristen hny berkisar tercipta pd 2000 thn yg lalu..kemudian..bgmn manusia yg berjuta juta banyaknya yg hidup sebelum 2000 tahun yg lalu..apa agamanya,,?dgn kitab ap mereka akn di adili…..apakah mereka masuk surga atau neraka…? klu gitu Tuhan tidak adil dong….hanya menurunkan agama pd segelintir org yg hidup setelah agama kristen dan islam itu lahir…padahal Tuhan Maha Adil kan…
    jadi saudara saudaraku…..
    sadari lah….kita bersukur dgn apa yg sdh kita terima dr Tuhan…
    mengenai perbedaan kita….biarlah itu rahasia Tuhan….janganlah..kita menghakimi..atau mendakwa…bahwa seseorang lebih dari seseorang lainnya
    Tuhan menciptakan perbedaan agar kita bisa saling menghargai..itu hakekat perbedaan…..perbedaan itu ad agar kita bisa bersatu…
    jadi.kawan ku….marilah..kita saling menghargai….tdk perlu kita sadur..at komentari pihak lain…biar mereka dgn urusannya mereka…
    tidakkah kita sadar bhw iblis sdg mencari celah di tengah perbedaan kita,,,
    Kadang kita memang terlalu naif ya,,,kita sering ga sadar..jika kt sdg menunjuk org lain dgn telunjuk kita,,,tiga jari,lainnya sdg menunjuk pada diri sendiri…?

    Salam……

  11. whatsoever Aug 24,2009 12:38

    Salam kawan2,

    Ap yg d ktakan buds benar,kta ini jgn saling menyalahkan dan menuduh yg tidak2.
    Agama itu jgn d slh prsepsikan.

    Marilah kita semua lebih baik bersatu membangun negeri kita ini saja agar lebih kuat…..

  12. Abdulah Sep 9,2009 14:47

    Ingat, BUKAN APA yang masuk kedalam mulut seseorang yang MENAJISKAN, tetapi apa yang keluar dari HATI itu yang menajiskan(HARAM), kalau kritik teman2 benar2 keluar dari HATI, hati2, teman2 sesama muslim, hargai mereka dalam ibadah mereka, PECAH BELAH adalah tipu MUSLIHAT IBLIS. Jangan MEM VONIS kesalahan mereka, karena kita tidak terlepas dari KESALAHAN, biar ALLAH yang membalasnya, tidak perlu kekuatan ANDA2.

  13. A Christian Jan 22,2010 09:06

    saya sebagai orang Kristen belum pernah mendengar rencana pembangunan menara doa jakarta. kalaupun memang ada rencana itu, saya pribadi kurang setuju dengan rencana pembangunan menara doa jakarta, dalam artian harafiah. karena (1) Banyak bangsa kita yg kelaparan. (2) mungkin arti yg benar bukan secara fisik/harafiah tetapi secara rohani bahwa bangsa ini memang harus bersatu padu dan banyak-banyak berdoa kepada Tuhan (menara doa secara rohani). Sehingga doa dikumandangkan di seluruh bumi indonesia (tidak hanya di jakarta).
    Mengenai crusade dalam arti lebih modern adalah perang rohani melawan kejahatan (iblis), seperti jihad yg diartikan secara modern juga oleh banyak tokoh terkemuka muslim. Mengenai penyebaran agama/keyakinan/kebenaran yg diyakini, tentu tiap agama / keyakinan / ideologi /faham, selalu “mununtut” penganutnya untuk menyebarkan “kebenaran” itu kepada orang lain. Hanya bagaimana kita menempatkan hal ini secara lebih beradab / manusiawi (bukan dengan kekerasan apalagi pertumpahan darah). Sebagai contoh kalau kita meyakini bahwa minum air putih setiap pagi itu baik, maka secara sadar atau tidak kita akan menyebarkan keyakinan itu dan berusaha mempengaruhi orang lain supaya juga minum air putih setiap pagi. hanya tentu saja kita jangan memaksa orang tersebut, hanya menghimbau saja, sambil mengemukakan fakta2 yg kita yakini “benar” dan “berguna” bagi orang lain tsb.
    Mengenai perang salib. itu adalah masa2 kegelapan kekristenan eropa. Dengan pemahaman fanatik yg dangkal yaitu : jika orang kristen ikut perang salib dan membunuh orang2 “kafir” (islam & yahudi menurut pandangan mereka) maka dosa2 mereka akan diampuni dan masuk surga. Sama saja dengan arti jihad islam yg dipahami secara fanatik dan dangkal.
    kalau sebuah agama bertentangan dengan kemanusiaan, saya berani mengatakan di sini bahwa agama itu SALAH/KELIRU atau orang2 nya saja yg memahaminya secara KELIRU.
    ” LOVING GOD WITHOUT HUMANITY IS THE BIGGEST DECEPTION ”
    ” MECINTAI TUHAN TAPI MENGABAIKAN KEMANUSIAN, ADALAH DUSTA / PENYESATAN TERBESAR”
    Sebagai seorang nasrani, di sini saya berani mengatakan bahwa Paus Urbanus sudah tersesat dan menyesatkan, juga dengan kelompok2 JIHAD muslim yg ada sekarang sudah tersesat dan menyesatkan.
    Gereja modern sekarang menganggap perang salib seribu tahun yang lalu adalah sebuah “AIB KEKRISTENAN” dan kemanusiaan.

  14. A Christian Jan 26,2010 07:41

    Mau nambah sedikit nih :
    Menurut saya “menara doa Jakarta” adalah wujud “arogansi” umat Kristen, dan saya sebagai umat Kristen sangat tidak setuju. Pelayanan Kristen tidak harus diwujudkan seperti itu, karena :
    1. Memancing antipati dari masyarakat non Kristen
    2. Lebih baik uangnya dibelikan kebutuhan2 pokok untuk masyarakat yg membutuhkan, atau diberikan sebagai modal bagi rakyat miskin. Uang segitu adalah sangat banyak sekali.
    3. Pelayanan Yesus dalam alkitab penuh contoh kesederhanaan, bukan penuh arogansi dan kemewahan.
    4. Uang sedemikian banyak hanya akan menghasilkan “antipati dan memperuncing perpecahan” apakah ini layak untuk dilakukan ?

  15. NN Oct 12,2010 04:51

    Kalau dari kacamata saya, kita tidak bisa men-judge tindakan itu semata sebagai suatu arogansi. Anda mungkin perlu mengingat kisah gadis sundal yang meminyaki kaki yesus. Murid-murid yesus pun sempat mencibir dan mengatakan bahwa lebih baik uang untuk minyak yang mahal itu dibagi2kan untuk orang miskin. Tetapi Tuhan mengerti pikiran mereka dan menegur mereka. Begitu pula dengan proyek ini, kalau memang Tuhan yang menyuruh, berarti Tuhan sudah mempunyai “masterplan” untuk indonesia. Ya memang ada kemungkinan kalau itu merupakan arogansi semata, tetapi belum tentu 100 persen begitu. Itu adalah pandangan kita sebagai manusia yang masi terbatas.

  16. Sultan Tengku Maulana Yusuf Iskandar Muda Oct 21,2010 18:20

    Jihad Al Akbar
    Jika Umat Kristiani Jadi Mendirikan Menara Kita Wajib Jihad

    Brigade Prajurit Kesultanan Aceh Darussalam

  17. JIMMY Nov 20,2010 12:46

    Negara ekonomi bobrok tapi masih aja nggak kapok ngutang buat bikin mega proyek, ekonomi Indonesia bangkrut karena kabanyakan bikin mega proyek, yang seharusnya di lakukan sejak dulu adalah proyek infrastruktur, karena untungnya sedikit tapi modal banyak, nggak terrealisasi sejak dulu, hanya dengan infrastruktur bagus barulah sebuah negara dapat maju , mending gw bikin jalan di pedesaan dan layanan umum untuk daerah. Kenapa hanya jakarta yang maju perekonomiannya sedangkan 80% di Indonesia menyandang titel “Daerah terbelakang”

  18. rizal Feb 1,2011 12:56

    assalamualaikum………………..
    memang benar Allah menciptakan manusia itu berbeda beda,
    karna perbedaan itu indah,,,
    tapi apakah seharusnya keyakinan kita drusak?,dipengaruhi dgn uang?
    mana agama mu?
    siapa tuhanmu?
    jangan kamu meracuni kami dgn ajaran mu……..
    gn amu meracuni dgn uang,,,,,,,,,
    karna agama lbh enting dr pd uang……………….
    kami tak pernah ganggu kamu………
    tp apa yg kalian lakukan?
    kalan bunuh sodara kami di poso……….
    itukah ajaran kasih?

Comments are closed.

%d bloggers like this: