Rahasia Pohon Pinus

By: Widuri Andrian membuka kaca mata hitamnya. Dari kaca spion dilihatnya rambutnya yang sedikit acak-acakan. Dengan jari tangannya yang putih dan kokoh karena rajin fitness dan angkat barbell, dirapihkannya anak rambut di depan matanya. Sambil tangan kirinya tetap memegang helm arai hitamnya. Dia tidak turun dari motor, dia nampak menunggu seseorang di depan sebuah gedung ...

Blast From The Past for Wiwid

By: Iwan Januar Punya masa lalu yang kelam bin suram itu nggak enak. Takut ada yang ngungkit-ngungkit, atau keungkit sendiri (dongkrak kalee!). Soalnya itu kan aib bo! Siapa yang jamin nggak bakal terungkap. Itu juga yang dialamin sama Wiwid. Anak rohis urusan logistik cewek bin akhwat ini punya aib di masa lalu – tapi kamu ...

Nek Karim

By: Jazimah al-Muhyi “Nek Karim masuk rumah sakit, Rika!” Suara Bunda yang panik membuatku nyaris melompat dari tempat dudukku. “Sakit apa, Bunda? Rumah sakit mana?” “Itulah yang membuat Bunda bingung. Ayahmu belum pulang, sementara….” “Bunda…Bunda…jangan biarkan ini terjadi….Bunda….kita harus bertindak.” “Maafkan Bunda sayang, Bunda tidak kuasa.” Mendengar kalimat Bunda, aku pun terduduk kembali. Lemas. Esok ...

Satu Hari Bersama Kimong

By: Iwan Januar Buat banyak orang punya keponakan itu menyenangkan. Tapi barangkali juga nggak, buat sebagian yang lain. Hm, itu yang tahu kamu sendiri jawabannya. Tergantung kesiapan diri kamu dan juga…si keponakan sendiri; cute, imut atau amit-amit. Itu yang bakal dialami Eri. Weekend yang rencananya diisi belanja buku baru jadi gagal gara-gara ia disuruh maminya ...

Surat Terakhir dari Ancone

By: Ria Fariana Dear Friend, Bagaimana kabarmu beserta keluarga, keponakan-keponakanmu yang lucu, dan teman-temanmu dalam Islam? Aku harap mereka semua baik-baik saja. Dan bagaimana pula dengan ujian akhirmu? Sebagaimana yang kau tulis di suratmu yang lalu tentang perasaan sedihmu akan meninggalkan masa-masa di Senior High yang penuh keakraban terutama dengan siswa-siswa baru yang mulai berkenalan ...

Dari Reruntuhan

By: Haekal Siregar John tersenyum puas dan mematikan kameranya. Michael selalu bisa mendramatisir suasana, menambah manisnya komoditas mereka. “Aku hanya dapat mencium aroma uang dari sini. Kau tahu jurnalis tidak boleh berbohong, kan?” canda Jhon. Michael tersenyum samar menatap ke arah reruntuhan yang melapang di depannya. “Hei, kau tidak berpikir mau jadi sukarelawan kan?” John ...

Martir Revolusi

Ria Fariana Svetlana bangkit, dan membuka pintu yang sebelumnya sempat ada uluk salam dari orang di baliknya. Mereka berbincang sebentar dengan memakai pintu sebagai tabir kemudian laki-laki itu pergi. Svetlana masuk dan menemui empat perempuan yang berkerudung dan berjilbab duduk mengelilingi meja. “Kalian harus segera pulang sekarang. Halaqah kali ini ditiadakan.” Dengan sigap Svetlana mengemasi ...
%d bloggers like this: