CATATAN KRITIS UNTUK ISLAM LIBERAL*
Meskipun kelahiran JIL (Jaringan Islam Liberal) Maret 2001 nampaknya membawa hal baru bagi sebagian orang, namun sesungguhnya ia bukanlah sama sekali baru. Agenda-agenda JIL sesungguhnya adalah kepanjangan imperialisme Barat? atas Dunia Islam yang sudah berlangsung sekitar 2-3 abad terakhir. Hanya saja, bentuknya memang tidak lagi telanjang, tetapi mengatasnamakan Islam. Jadi istilah “Islam Liberal� bukanlah suatu kebetulan, namun sebuah istilah yang dipilih dengan sengaja untuk mengurangi kecurigaan umat Islam dan sekaligus untuk menobatkan diri (sendiri) bahwa “Islam Liberal� adalah bagian dari Islam, seperti halnya jenis-jenis pemahaman Islam lainnya (www.islamlib.com). Sesungguhnya “Islam Liberal� adalah peradaban Barat yang diartikulasikan dengan bahasa dan idiom-idiom keislaman. Islam hanyalah kulit atau kemasan. Namun saripati atau substansinya adalah peradaban atau ideologi Barat, bukan yang lain.
Untuk membuktikan deklarasi di atas, baiklah kita lihat dua dasar argumentasinya. Yaitu : (1) hakikat imperalisme itu sendiri, dan (2) kerangka ideologi Barat (kapitalisme). Pemahaman hakikat imperialisme akan menjadi landasan untuk memilah apakah suatu agenda termasuk aksi imperalisme atau bukan. Sedang kerangka ideologi kapitalisme, akan menjadi dasar untuk menilai apakah sebuah pemikiran termasuk dalam ideologi kapitalisme atau bukan, atau untuk mengevaluasi sebuah metode berpikir, apakah ia metode berpikir kapitalistik atau bukan.
Imperalisme
Imperialisme (al-isti’mar) itu sendiri, menurut Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Mafahim Siyasiyah li Hizb At-Tahrir (1969:13) adalah pemaksaan dominasi politik, militer, budaya dan ekonomi atas negeri-negeri yang dikalahkan untuk kemudian dieksploitasi. Dua kata kunci imperialisme yang patut dicatat : pemaksaan dominasi, dan eksploitasi. Maka jika sebuah negara melakukan aksi imperalisme atas negara lain, artinya, negara penjajah itu akan memaksakan kehendaknya? kepada negara lain, sehingga negara yang dijajah itu mau tak mau harus mengikuti negara penjajah dalam hal haluan politik, program ekonomi rancangannya, budaya dan cara berpikirnya, serta pembatasan dan penggunaan sarana militernya. Semua ini adalah demi keuntungan negara penjajah sendiri. Jika negara yang dijajah menolak atau melawan, ia akan mendapat sanksi dan hukuman dari sang penjajah. Inilah hakikat imperialisme.
Imperialisme ini, menurut An-Nabhani (1969:13), adalah metode (thariqah) baku –tak berubah-ubah– untuk menyebarluaskan ideologi kapitalisme, yang berpangkal pada sekularisme, atau pemisahan agama dari kehidupan (fashl al-din â€?an al-hayah). Tak mungkin ada penyebarluasan kapitalisme, kecuali melalui jalan imperialisme. Atau dengan kata lain, manakala negara penganut kapitalisme ingin menancapkan cengkeramannya pada negara lain, ia akan melakukan aksi-aksi imperialisme dalam segala bentuknya, baik dalam aspek politik, militer, budaya, dan ekonomi. Berhasil tidaknya aksi imperalisme ini, diukur dari sejauh mana ideologi kapitalisme tertanam dalam jiwa penduduk negeri jajahan dan sejauh mana negara penjajah mendapat manfaat dari aksi penjajahannya itu. Jika penduduk negeri jajahan sudah mengimani kapitalisme –yang berpangkal pada paham sekularisme–? atau dari negeri itu dapat diambil berbagai keuntungan bagi kepentingan imperialis, berarti aksi imperialisme telah sukses.
Kerangka Ideologi Kapitalisme
Kapitalisme pada dasarnya adalah nama sistem ekonomi yang diterapkan di Barat. Milton H. Spencer (1977) dalam Contemporary Macro Economics mengatakan bahwa kapitalisme adalah sistem organisasi ekonomi yang bercirikan kepemilikan individu atas sarana produksi dan distribusi, serta pemanfaatan sarana produksi dan distribusi itu untuk memperoleh laba dalam mekanisme pasar yang kompetitif (lihat juga A. Rand, Capitalism: The Unknown Ideal, New York : A Signet Book, 1970). Karena fenomena ekonomi ini sangat menonjol dalam peradaban Barat, maka, menurut Taqiyyudin An Nabhani, kapitalisme kemudian digunakan juga untuk menamai ideologi yang ada di negara-negara Barat, sebagai sistem sosial yang menyeluruh (An Nabhani, Nizham Al-Islam, 2001:26; W. Ebenstein, Isme-Isme Dewasa Ini? (terjemahan), Jakarta : Erlangga, 1990).
Sebagai sebuah ideologi (Arab : mabda’), kapitalisme mempunyai aqidah (ide dasar) dan ide-ide cabang yang dibangun di atas aqidah tersebut. Aqidah di sini dipahami sebagai pemikiran menyeluruh (fikrah kulliyah) tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta hubungan kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Aqidah kapitalisme adalah pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), sebuah ide yang muncul di Eropa sebagai jalan tengah antara dua ide ekstrem, yaitu keharusan dominasi agama (Katolik) dalam segala aspek kehidupan, dan penolakan total eksistensi agama (Katolik). Akhirnya, agama tetap diakui eksistensinya, hanya saja perannya dibatasi pada aspek ritual, tidak mengatur urusan kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya (An-Nabhani, 2001:28).
Di atas aqidah (ide dasar) sekularisme ini, dibangunlah berbagai ide cabang dalam ideologi kapitalisme, seperti demokrasi dan kebebasan. Ketika cabang agama sudah dipisahkan dari kehidupan, berarti agama dianggap tak punya otoritas lagi untuk mengatur kehidupan. Jika demikian, maka manusia itu sendirilah yang mengatur hidupnya, bukan agama. Dari sinilah lahir demokrasi, yang berpangkal pada ide menjadikan rakyat sebagai sumber kekuasaan-kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif) sekaligus pemilik kedaulatan (pembuat hukum) (An-Nabhani, 2001:27).
Demokrasi ini, selanjutnya membutuhkan prasyarat kebebasan. Sebab tanpa kebebasan, rakyat tidak dapat mengekspresikan kehendaknya dengan sempurna, baik ketika rakyat berfungsi sebagai sumber kekuasaan, maupun sebagai pemilik kedaulatan. Kebebasan ini dapat terwujud dalam kebebasan beragama (hurriyah al-aqidah), kebebasan kepemilikan (hurriyah at-tamalluk), kebebasan berpendapat? (hurriyah al-ar`y), dan kebebasan berperilaku (al-hurriyah asy-syakhshiyyah) (Abdul Qadim Zallum, Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr, 1993).
Mengkritisi JIL
Paparan dua pemikiran di atas, yaitu tentang imperialisme dan kerangka ideologi kapitalisme, dimaksudkan sebagai pisau analisis untuk membedah JIL, untuk menjawab pertanyaan : Benarkah agenda-agenda JIL adalah kepanjangan imperialisme Barat ? Benarkah ide-ide JIL adalah ideologi? kapitalisme berkedok Islam ?
Jawabnya : IYA. Mengapa ? Sebab agenda-agenda dan ide-ide JIL dapat dipahami dalam kerangka kepanjangan imperalisme Barat atas Dunia Islam. Selain itu, ide-ide JIL itu sendiri, dapat dipahami sebagai ide-ide pokok dalam ideologi kapitalisme, yang kemudian dicari-cari pembenarannya dari khazanah Islam.
Mereka yang mencermati dan mengkritisi agenda dan pemikiran JIL, kiranya akan menemukan benang merah antara imperialisme Barat dan agenda JIL. Adian Husaini dan Nuim Hidayat dalam bukunya Islam Liberal : Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabanya (2002:3) mengutip Luthfi Asy-Syaukanie, bahwa setidaknya ada empat agenda utama Islam Liberal, yaitu agenda politik, agenda toleransi agama, agenda emansipasi wanita, dan agenda kebebasan berekpresi. Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin “diarahkan� oleh JIL untuk mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Perdebatan sistem pemerintahan Islam, kata Luthfi Asy-Syaukanie, dianggap sudah selesai, karena sudah ada para intelektual seperti Ali Abdur Raziq (Mesir), Ahmad Khalafallah (Mesir), Mahmud Taleqani (Iran), dan Nurcholish Madjid (Indonesia) yang mengatakan bahwa persoalan tersebut adalah masalah itjihadi dan diserahkan sepenuhnya kepada kaum muslimin (Ibid.).
Pertanyaannya adalah, sejak kapan kaum muslimin menganggap persoalan ini “sudah selesai�? ? Apakah sejak Ali Abdur Raziq menulis kitabnya Al-Islam wa Ushul Al-Hukm (1925) yang sesungguhnya adalah karya orientalis Inggris Thomas W. Arnold ? Apakah sejak Khilafah di Turki dihancurkan pada tahun 1942 oleh gembong imperalis, Inggris, dengan menggunakan Mustahafa kamal ? Apakah sejak negara-negara imperalis melalui penguasa-penguasa Dunia Islam yang kejam menumpas upaya mewujudkan kembali sistem pemerintahan Islam ? Dan juga, apakah nama-nama intelektual yang disebut Luthfi cukup respresentatif mewakili umat Islam seluruh dunia di sepanjang masa, ataukah mereka justru menyuarakan aspirasi penjajah ?
Yang ingin disampaikan adalah, persoalan hubungan agama dan negara, memang boleh dikatakan sudah selesai, di negara-negara Barat. Namun persoalan ini jelas belum selesai di Dunia Islam (Th. Sumartana, “Kata Pengantar� dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal, 2002:xvii-xviii). Dari sini dapat dipahami, bahwa tugas JIL adalah membuat selesai persoalan yang belum selesai ini. Maka ada kesejajaran antara agenda politik JIL ini dengan aksi imperliasme Barat, yang selalu memaksakan sekularisme atas Dunia Islam dengan kekerasan dan darah.
Agenda-agenda lainnya di bidang toleransi (pluralisme agama), misalnya anggapan semua agama benar dan tak? boleh ada truth claim, agenda emansipasi wanita, seperti menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa kecuali (dan tanpa ampun), dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak beragama (astaghfirullah), tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan kepentingan imperialis. Sulit sekali –untuk tak mengatakan? mustahil—mencari akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qur’an dan As- Sunnah. Misalnya teologi pluralisme yang menganggap semua agama benar, sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II (1963-1965) yang merevisi prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Kattolik tak ada keselamatan) menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan dimungkinkan ada di luar Katolik. (Husaini & Hidayat, op.cit., hal.110-111). Infiltrasi ide tersebut ke tubuh umat Islam dengan justifikasi QS Al-Baqarah : 62 dan QS Al-Maidah : 69 jelas sia-sia, karena kontradiktif dengan ayat-ayat yang menegaskan kebatilan agama selain Islam (QS Ali Imran : 19, QS At-Taubah : 29).
Agenda-agenda JIL tersebut jika dibaca dari perspektif kritis, menurut Adian Husaini dan Nuim Hidayat, bertujuan untuk menghancurkan Aqidah Islamiyah dan Syariah Islamiyah (Ibid., hal.81 & 131). Tentunya mudah dipahami, bahwa setelah Aqidah dan Syariah Islam hancur, maka sebagai penggantinya adalah aqidah penjajah (sekularisme) dan syariah penjajah (hukum positif warisan penjajah yang sekularistik). Di sinilah titik temu agenda JIL dengan proyek imperalisme Barat. Maka, sungguh tak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa agenda JIL adalah kepanjangan imperalisme global atas Dunia Islam yang dijalankan negara-negara Barat kapitalis, khususnya Amerika Serikat.
Ini dari segi kaitan agenda JIL dengan imperialisme. Adapun ide-ide JIL itu sendiri, maka berdasarkan kerangka ideologi kapitalisme yang telah disinggung secara singkat diatas, dapatlah kiranya dinyatakan bahwa ide-ide JIL sesungguhnya adalah ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie (ed.) dalam Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di sana ada banyak imitasi (baca:taqlid) sempurna terhadap ideologi kapitalisme. Tentu ada kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan kapitalisme.
Ide-ide kapitalisme itu misalnya : (1) sekularisme, (2) demokrasi, dan (3) kebebasan. Dukungan kepada sekularisme –pengalaman partikular Barat— nampak misalnya dari penolakan terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (Ibid., hal. xxv), dan penolakan syariat Islam (Ibid., hal.30). Demokrasi pun begitu saja diterima tanpa nalar kritis dan dianggap kompetibel dengan nilai-nilai Islam seperti �adl (keadilan), persamaan (musawah), dan syura (Ibid., hal. 36). Kebebasan yang absolut tanpa mengenal batas –yang nampaknya? sangat disakralkan JIL–didukung dalam banyak statemen dengan beraneka ungkapan : “tidak boleh ada pemaksaan jilbab� (Ibid., hal. 129), “harus ada kebebasan tidak beragam� (Ibid., hal. 135), “orang beragama tidak boleh dipaksa.� (Ibid., hal. 139 & 142), dan sebagainya.
Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Ide-ide? kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted. Kapitalisme dianggap benar lebih dulu secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat (ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang (dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam. Konsep-konsep Islam yang dianggap sesuai dengan kapitalisme akan diterima. Tapi sebaliknya kalau bertentangan dengan kapitalisme, akan ditolak dengan berbagai dalih. Misalnya penolakan JIL terhadap konsep dawlah islamiyah (negara Islam) (Ibid., hal. 291), yang berarti konsep ini dihakimi dan diadili dengan persepktif sekuler yang merupakan pengalaman sempit dan partikular dari Barat. Padahal sekularisme adalah konsep lokal (Barat), dan tidak bisa dipaksakan secara universal atas Dunia selain-Barat Th, Sumartana mengatakan :
“Apa yang sudah terjadi di Barat sehubungan dengan hubungan antara agama dan negara, sesungguhnya dari awal bercorak lokal dan berlaku terbatas, tidak universal. Dan prinsip-prinsip yang dilahirkannya bukan pula bisa dianggap sebagai resep mujarab untuk mengobati komplikasi yang terjadi antara negara dan agama di bagian dunia yang lain.� (Th. Sumartana, “Kata Pengantar� dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal,? 2002:xiv).
Dan patut dicatat, sekularisme tak pernah menjadi konsep yang berlaku di Dunia Islam seperti saat ini, kecuali melalui jalan imperalisme Barat yang kejam, penuh darah, dan tak mengenal perikemanusian.
Penutup
Kesimpulan paling sederhana dari uraian di atas adalah bahwa agenda-agenda JIL tak bisa dilepaskan dari imperalisme Barat atas Dunia Islam. Ide-ide yang diusung JIL pun sebenarnya palsu, karena yang ditawarkan adalah kapitalisme, bukan Islam. Agar laku, lalu diberi label Islam. Islam hanya sekedar simbol, bukan substansi ide JIL. Jadi JIL telah menghunus dua pisau yang akan segera ditusukkan ke tubuh umat Islam, yaitu pisau politis dan pisau ideologis. Semua itu untuk menikam umat, agar umat Islam kehabisan darah (baca:karakter Islamnya) lalu bertaqlid buta kepada JIL dengan menganut peradaban Barat.
Jika memang dapat dikatakan bahwa JIL adalah bagian dari proyek imperalisme Barat, maka JIL sebenarnya mengarah ke jalan buntu.? Tidak ada perubahan apa pun. Tidak ada transformasi apa pun. Sebab yang ada adalah legitimasi terhadap dominasi dan hegemoni kapitalisme (yang, toh, sudah berlangsung). Dan pada saat yang sama, yang ada adalah pementahan dan penjegalan perjuangan umat untuk kembali kepada Islam yang hakiki, yang terlepas dari hegemoni kapitalisme.
Jadi, Anda masih percaya JIL ? Kalau begitu, saya ucapkan selamat jalan menuju jalan buntu. Semoga tidak nabrak. [Muhammad Shiddiq Al Jawi**]
- – - – -
*? Disampaikan dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku “Wajah Liberal Islam di Indonesia�, diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, di Auditorium UNDIP Pleburan, Semarang, pada hari Selasa 8 Oktober 2002.
**? Aktivis Hizbut Tahrir.

on May 1st, 2007 at 16:38
Saya orang biasa, non muslim. Yang gak mau mikir njlimet. Saya heran kok teman-teman muslim bukannya pada bersyukur ada golongan ala JIL begini. Sejujurnya golongan gaya JIL inilah yang menjadi bemper terdepan agama kalian, umat islam menghadapi sikap sinis umat agama lain terhadap islam. JIL berhasil menghadangnya dengan tampilan ramah, kalem, damai, penuh persahabatan, mau berdiskusi, dll, yang justru berbeda dengan yang anti JIL. Berbeda 180 derajat. Saya sendiri pernah berhadapan langsung dengan orang dari golongan non JIL. Berapi-api dia menghujat agama saya di depan hidung saya. Sangat berbeda nuansanya jika saya berada di antara â€masyarakat JILâ€. Demikian komentar singkat saya. Peace.
on May 2nd, 2007 at 09:30
Kalo menurut saya,
Tiap bangsa/masyarakat memiliki budaya masing-masing, ada yang perangainya keras dan ada yang lemah lembut, misal orang jawa yang terkenal lemah lembut, bukan berarti mereka selalu benar, iya kan? dan juga tidak semua non JIL lantas selalu berperangai tidak mengenak-kan, kebetulan saja yang anda temuin seperti itu,
bagi saya artikel diatas adalah sebuah kritikan (sesuai dengan judulnya) terhadap JIL,
Peace,
saya orang biasa juga (emang ada yang luar biasa ya?)
on May 4th, 2007 at 17:54
Memang betul, JIL memang berusaha memutar balikkan pemahaman Islam yang sejak awal telah ditetapkan Rasulullah SAW, diikuti para sahabat, para tabi’in, hingga saat kini. Misi utama mereka memang sejalan dengan misi barat.
Kakau baca tulisan2 orang JIL itu memang luar biasa ngawurnya. Contoh paling gampang yah, orang2 seperti Ulil, Luthfi Assyaukanie, M Guntur Romli, Novriantoni dkk mereka itu berani berijtihad tanpa didukung oleh sumber2 yang layak (Qur’an / Hadits dan kitab2 ulama2 besar lainnya). Banyak diatara tulisan mereka hanya berdasar pada kehendak hawa nafsu mereka belaka. Sayang juga yah, padahal orang2 JIL itu pinter2, sekolahnya tinggi2, sayang tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat tapi malah menghancurkan aqidah umat..
on May 7th, 2007 at 12:18
Kebanyakan orang2 JIL memang berdedikasi bertitel dan Pinter pinter tapi menurutku pinteran orang-orang desa yang tidak sekolah apalagi bertitel tetapi menganut agama Islam sesuai dengan Al-Quran dan Hadist penuh kedamaian, karena tidak dikuasai hawa nafsu menjajah seperti JIL, Orang muslim desa tidak mempunyai misi apa-apa kecuali persiapan untuk hidup yang sebenarnya yaitu di akhirat nanti. Hati hati umat islam jangan sampai terkecoh dengan Orientalis berkedok Islam.
on May 8th, 2007 at 10:34
Orang JIL itu dibayar oleh lembaga2 yang ingin merusak Islam. Jadi wajar JIL akan berwajah ramah kepada agama manapun, tapi tidak kepada Islam yang benar dan hanif. JIL harus dilawan!
on May 9th, 2007 at 21:58
Hati2 dengan JIL. Musuh dalam selimut. bukan harus dilawan lagi. tapi harus di hapuskan sampai ke akar-akare..
on May 10th, 2007 at 09:39
Benar. JIL dan para pendukungnya harus dihancurkan. JIL adalah parasit dalam tubuh umat Islam. JIL itu pengusung sekularisme. Sekularisme itu bertentangan dengan Islam. Hancurkan JIL!
on May 14th, 2007 at 19:04
Kebiasaan kita kalo makan nasi dulu baru daging, kok sekarang kalian makan daging dulu.
on May 15th, 2007 at 16:41
Jaringan Islam Liberal sebelumnya telah didukung oleh ayat-ayat kitab suci.
1. SEKULERISME: Didukung oleh Yunus (10) ayat 100. Tanpa mempergunakan akal tentang agama dimurkai Allah.
2. LIBERALISME: Didukung oleh Al Kahfi (18) ayat 29: Siapa berkehendak beriman silahkan dan siapa yang berkehendak kafir silahkan; Al Baqarah (2) ayat 256: Tidak ada paksaan dalam agama.
3. PLURALISME: Al Baqarah (2) ayat 148: Tiap umat mempunyai kiblat agama (seperti rasulnya, kitabnya, aqidahnya, syariatnya, ritual ibadahnya, tempat ibadahnya dll.),
berlombalah dalam kebaikan (persepsi agama). Allah PASTI akan mengumpulkan mereka pada awal millennium ke-3 masehi diera globalisasi agama.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
on May 17th, 2007 at 17:10
Sekularisme, Liberalisme dan pluralisme semuanya pada dasarnya adalah keinginan nafsu manusia untuk selalu diperturut-kan (diumbar/tanpa kontrol), sehingga untuk penerapannya-pun mengharuskan untuk mengubah/merevisi/mendefinisikan kembali semua ajaran agama samawi.
1. Sekulerisme adalah pemisahan antara agama dan negara/urusan public, ayat yang anda gunakan sebagai dasar sekularisme dalam Islam, tidak ada hubungannya dengan sekularisme, kalau perintah Allah yang menghendaki setiap muslim untuk berfikir, masih banyak ayat lainnya.
Urusan negara dan islam tidak bisa dipisahkan, kecuali dengan merubah aturan yang telah ada, misal zakat, jelas memerlukan peran negara, dan masih banyak hal lainnya, silahkan baca kitab sirah nabawiyah, disitu cukup banyak contoh bagaimana Nabi mengurusi umatnya.
Dalam yahudi, mereka percaya bahwa palestina adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka, dengan alasan inilah mereka mendirikan negara dan mengerahkan kekuatan militernya untuk membunuh dan mengusir orang-orang yang tinggal didaerah tersebut, jelas sekali ini bukan konsep sekularisme.
Di Kristen, ada negara yang namanya vatikan, yang secara ekslusif dikelola oleh para pendeta dan memiliki kedaulatan. Belum lagi konsep penebusan dosa oleh jesus, jelas dia melakukan penebusan dosa untuk para pengikutnya, kalo sekularisme mestinya dosa dipikul sendiri-sendiri donk? agama kan engga ikut-ikutan?
2. Liberalisme adalah penekanan kepada kebebasan individu, dengan menolak semua teori mengenai pengekangan hak pribadi (menolak kekuasaan raja, menolak aturan agama dan sebagainya)
Ayat yang anda gunakan (QS 18:29) justru menunjukan bagaimana hak setiap individu dijamin oleh islam, termasuk hak dia mau kafir atau tidak, sedangkan ayat (QS 2:256) sekali lagi adalah salah satu jaminan Allah bahwa tidak ada paksaan untuk masuk islam (konteks ayat tersebut adalah untuk orang non islam, bukan untuk muslim). Kalau di interpertasikan untuk orang islam, trus buat apa orang muslim susah-susah puasa, naik haji, qurban dll?
Karena liberalisme pada dasarnya adalah menolak pengekangan, terus buat apa ada konsep negara? bukankah menjadi warga negara adalah sebuah pengekangan? (keharusan patuhan terhadap aturan-aturan negara) terus buat apa juga ada undang-undang?
Belum lagi bila setiap individu melakukan interpretasi masing-masing terhadap aturan Allah, sesuai dengan kondisi dan kehendaknya, bisa dibayangkan betapa chaosnya dunia ini.
Ternyata kebebasan tidak bisa diterapkan secara riil dalam kehidupan, bagaimanapun juga, kebebasan kita batasannya adalah kebebasan orang lain, tanpa adanya aturan, kebebasan individu tidak akan bisa terjamin. Jadi secara logis dan alamiah liberalisme tertolak dengan sendirinya.
3. Pluralisme agama adalah paham bahwa tidak ada kebenaran mutlak dalam agama, atau dengan kata lain semua agama adalah sama. Dari semua agama samawi, tidak ada satupun yang setuju dengan konsep ini.
Yahudi, mereka merasa sebagai hambah yang di istimewakan seperti yang tertulis dalam kitab suci mereka. karena posisi yang istimewa ini, maka mereka tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT, karena Nabi bukan orang yahudi. Jelas ini merupakan sebuah anggapan kebenaran milik mereka sendiri.
Kristen, konsep penebusan dosa yang dilakukan oleh jesus, menunjukkan bahwa, penebusan dosa hanya bisa dilakukan bila seseorang tersebut telah masuk/menjadi orang kristen, oleh karena itu mereka berlomba-lomba untuk menyelamatkan sebanyak mungkin manusia, dengan cara membuatnya masuk kristen. Ini jelas sekali konsep ‘kebenaran sendiri’. Kalo bukan karena merasa benar sendiri, trus untuk apa program kristenisasi?
Islam adalah agama yang benar dan satu-satunya jalan selamat, (QS Ali Imran :19), (QS Al-Maidah ayat:3, 72-73). Islam atau tidaknya seseorang, Allah yang menentukan.
Secara filosofis konsep ‘benar semua’ yang diusung pluralisme juga tidak bisa diterima, kita mengenal konsep siang dan malam, laki-laki dan wanita, kejahatan dan kebaikan. Saya rasa ini bisa dipahami dengan mudah, karena kedua konsep berpasangan tersebut adalah melekat. ketidak adaan salah satu pasangannya akan menghilangan yang lainnya. sebagai contoh:
Kalo kejahatan kita tumpas habis, berarti tidak ada lagi kejahatan di muka bumi ini, artinya ya semua baik. Kalo semua baik, apapun yang kita lakukan berarti baik.
Bila semua agama benar, seperti konsep pluralisme, apapun agama kita adalah benar, bila demikian adanya, kemudian muncul banyak pertanyaan: buat apa kita milih agama? kenapa kok ada orang yang pindah agama? buat apa surga dan neraka? (reward & punishment, kalo ada yang dikasih reward ada pula yang dikasih punishment) dll.
Jelas bahwa tanpa melakukan perubahan/modifikasi hukum atau aturan Allah, ketiga konsep tersebut tidak akan bisa diterapkan, sementara cukup jelas peringatan Allah dalam Quran (QS 4:60) terhadap orang – orang seperti JIL atau seperti anda.
Dan akhirnya kalo Soegana Gandakoesoema percaya pada pluralisme agama, kenapa kok anda kirim komentar segala? bukankah mestinya apa yang ada dalam artikel diatas, dalam pandangan konsep pluralisme harusnya benar juga? kan engga ada agama yang salah?
Wasalam,
- Quraish
on May 20th, 2007 at 18:04
Surat Yunus yang Anda kutip hanya ayat 100. Silakan baca ayat 101-103:
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Yunus 101)
Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”. (Yunus 102)
Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (Yunus 103)
Jadi, ayat 100 itu bukan pilihan: tapi seperti orang jualan: “Jika memilih barang ini, Anda akan mendapatkan barang ini. Saya nggak maksa. Tapi, jika Anda memilih barang yang lebih dari ini, Anda akan mendapatkan kelebihan lainnya. Pilihan Anda di tangan Anda, tapi saya nggak jamin jika Anda kecewa dengan pilihan Anda”
Gaya JIL memang begitu selama ini, mengambil ayat yang disukainya saja.
Ayat yang Anda cantumkan di atas sebagai dalil yang digunakan JIL juga tidak lengkap alias hanya mengambil sebagian dan salah pula memahaminya:
Baca ayat sebelumnya, yakni ayat 28:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (al Kahfi 28)
Dan ini lengkapnya ayat dari surat alKahfi ayat 29 tsb:
Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Al Kahfi 29)
Ayat 30 dari surat tsb adalah:
Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
Jadi, jelas tidak bisa bebas sesukanya. Dan bukan dalil liberalisme.
Termasuk albaqarah 256, diambil sebagiannya saja yang memang sesuai hawa nafsu mereka yang memaksakan pendapatnya ttg liberalisme. Padahal, lengkapnya ayat tsb adalah:
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Betul, bahwa orang Islam memang nggak boleh memaksa manusia lain untuk memeluk Islam dengan ancaman misalnya. Tapi, jika orang tsb sudah masuk Islam, maka wajib taat. Nggak boleh merasa harus liberal dan kemudian suka2 pindah agama.
Nah, dalam Islam, untuk memelihara agama ini juga diminta agar pemeluknya melaksanakan seluruh ajaran Islam. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.†(QS al-Baqarah [2]: 208)
Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan: “Allah Swt. telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi sistem keyakinan Islam (‘akidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.†(Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir I/247)
Imam an-Nasafiy menyatakan bahwa, ayat ini merupakan perintah untuk senantiasa berserah diri dan taat kepada Allah Swt. atau Islam (Imam al-Nasafiy, Madaarik al-Tanzil wa Haqaaiq al-Ta’wiil, I/112). Imam Qurthubiy menjelaskan bahwa, lafadz “kaaffah†merupakan “haal†dari dlamiir “mu’miniinâ€. Makna “kaaffah†adalah “jamii’an.†(Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, III/18)
Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa, ayat ini diturunkan pada kasus Tsa’labah, ‘Abdullah bin Salam, dan beberapa orang Yahudi. Mereka mengajukan permintaan kepada Rasulullah saw. agar diberi ijin merayakan hari Sabtu sebagai hari raya mereka. Selanjutnya, permintaan ini dijawab oleh ayat tersebut di atas.
Terus nih, Imam Thabariy juga menyatakan: “Ayat di atas merupakan perintah kepada orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk menjalankan syari’at Islam secara menyeluruh; dan larangan mengingkari satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam.†(Imam Thabariy, Tafsir Thabariy, II/337)
Ketika seorang Muslim pindah agama, maka akan disadarkan dan diminta bertobat. Jika tetap bandel, maka akan dibunuh. Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Ikrimah yang berkata, “Dihadapkan kepada Amirul Muk-minin ‘Ali ra orang-orang zindiq, kemudian beliau ra membakar mereka. Hal ini disampaikan kepada ‘Ibnu ‘Abbas dan ia berkata, “Seandainya aku (yang menghukum), maka aku tidak akan membakarnya karena larangan dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda: “Janganlah kalian mengadzab (menghukum) dengan ‘adzabnya Allah.†Dan aku (Ibnu ‘Abbas) akan membunuhnya, berdasarkan sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia.â€
Membunuh laki-laki yang murtad berdasarkan dzahir hadis tersebut. Sedangkan membunuh wanita yang murtad berdasarkan keumuman hadis. Sebab Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengganti (agamanya)â€. Sedangkan lafadz “man†termasuk lafadz umum. Juga diriwayatkan oleh Daruquthniy dan Baihaqiy dari Jabir, “Bahwa Ummu Marwan telah murtad. Rasulullah saw. memerintahkan untuk menasihatinya agar ia kembali kepada Islam. Jika ia bertaubat (maka dibiarkan), bila ia tidak, maka dibunuh.†(Abdurrahman al-Maliki, Sistem Sanksi dalam Islam, hlm. 128-129)
Kemudian tentang Plurisme, ayat yang dicantumkan itu sama sekali keliru. Lagi-lagi hanya diambil sebagian ayat itu saja. Padahal ada penjelasan sebelumnya di ayat 147 dan juga ayat 149 dan 150. Berikut ayat2 tsb:
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (147)
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (149)
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (150)
Penjelasan ini semua tentang Islam. Ketika Islam datang semuanya harus mengikuti Islam.
Ini diperkuat dalam ayat Allah Swt:
Allah Swt. berfirman (yang artinya): “(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (Muhammad) yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu- belenggu (hukum yang amat berat pelaksanaannya) yang ada pada mereka (yang ada di dalam Taurat dan injil). Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan (senantiasa) mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.†(QS al-A’raf [7]: 157)
Dalam ayat lain Allah Swt. menjelaskan (yang artinya): “Dan Kami turunkan kepadamu (Muhammad) al kitab (al-Quran) yang membenarkan kitab-kitab terdahulu dan sebagai Muhaimin (penganti bagi kitab-kitab terdahulu itu).†(QS al-Ma’idah [5]: 48)
Penggantian al-Quran terhadap kitab-kitab terdahulu adalah berupa penghapusan terhadap syari’at-syari’at terdahulu itu. Telah diriwayatkan bahwa ‘Umar bin Khathab ra. mendatangi Rasul dengan membawa naskah (sepucuk tulisan) Taurat lalu ia berkata: â€Wahai Rasulullah ini adalah tulisan Taurat, lalu Rasul diam. Lalu ‘Umar membacanya, maka berubahlah raut muka Rasulullah kemudian Beliau bersabda: “Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Musa as. masih hidup lalu kalian mengikutinya dan meninggalkan aku sunguh kalian telah sesat dari jalan yang lurus, seandainya ia (Musa) masih hidup dan mengetahui kenabianku sungguh ia akan mengikuti aku.†(HR ad-Darimiy dalam as sunan no. 436)
Itu sebabnya, ada kaidah ushul (fikih), “syar’u man qablana laisa syar’an lana†(syariat orang-orang sebelum kita bukanlah syariat bagi kita). Nah, kaidah ini tentu nggak asal dibuat, karena tentunya berdasarkan ijma’ para shahabat bahwa syariat Muhammad saw. merupakan penghapus seluruh syariat terdahulu. Dengan demikian maka Nasrani dan Yahudi, mereka diseru dengan syariat Islam dan diperintahkan untuk meninggalkan syariat mereka. Karena Islam telah menghapus (menasakh) syariat mereka (Dr. Abdurrahman al-Baghdadiy, Engkaulah Rasul Panutan Kami, Al-Azhar Press, 2002, hlm. 16-18)
Semoga bermanfaat dan mampu menyadarkan kita semua. Kecuali… kalo kita sendiri memang sudah memilih hawa nafsu sebagai Tuhan.. ya penjelasan apa pun tak akan nyambung. Allahu’alam.
Salam,
Sholihin
on May 28th, 2007 at 10:15
Pak Quraish dan Pak Solihin, penjelasan antum-2 luar biasa nih… harus lebih banyak membaca
on May 31st, 2007 at 16:13
Setuju. Jawaban Pak Quraish dan juga Pak Solihin sangat bagus. Kita perlu orang2 yang bisa memberikan bantahan kepada mereka yang membenci Islam. Jazakumullah khairan jaza.
on June 13th, 2007 at 20:21
Penjelasan yang cukup gamblang dari Pak Quraish dan Pak Solihin.
Semoga Pak Suganda bisa lebih terbuka menerima kebenaran, kesampingkan hawa nafsu Pak, jika kita masih merasa beragama Islam, kenapa masih ragu dengan Al-Qur’an, dan membenarkan satu persoalan dengan dalil yang dipotong-potong ? Orang yang merasa dirinya ilmiah dan segala sesuatunya diukur dengan akal tak akan cukup hanya dengan dalil yang enak-enak dan pas saja tanpa keinginan untuk menggali lebih dalam lagi.
Semog Allah membuka pintu hati Pak Suganda. Amien.
on June 21st, 2007 at 10:34
yah kalo menrut saya memang bagi umat islam sendiri jil terlalu menyimpang dari syariah, mereka lebih menekankan akal dari pada hati. tapi bagi umat non muslim kehadirannya malah mbikin nuansa baru karena jil mengusung nilai-nilai kemanusian ,toleran. sedangkan saat ini umat islam telalu fundamentalis dan kadang islam saat ini kurang peka terhadap masalah2 kemanusian yang sedang dihadapi umat manusia. jadi seharusnya umat islam juga perlu memahami juga sisi-sisi kebenaran menrut islam yang ada dalam jil. Islam adalah agama yang diturunkan Allah bagi seluruh umat manusia yang pada awalnya penuh dengan kelembutan, kasih sayang, toleransi, rasa persaudaraan sesama muslim yang tinggi, tapi sekarang sperti apa???
Yang diperlukan umat Islam adalh
keseimbangan hati dan akal
keseimbangan dunia dan akherat
on June 24th, 2007 at 12:59
Artikel yang bagus. Karena umat manusia saat ini terlena dengan masalah2 yang dihadapinya akibat jauhnya pemahaman mereka tentang Islam. Kehadiran JIL memberikan pencerahan bagi mereka yang sudah salah jalan dan jauh dari nilai Islam. Sebaiknya kita ucapkan istigfar seribu kali atau bahkan lebih kepada mereka yang terjerumus masuk perangkap JIL dan bahkan membela JIL dan membenarkan kesalahan JIL. JIL harus dibubarkan dan dihancurkan. Agar umat manusia ini paham tentang masalah yang sebenarnya. Orang2 kafir harus sadar bahwa mereka sebenarnya ditipu oleh JIL. Sebagaimana mereka telah menipu umat Islam, dan dirinya sendiri.
on June 27th, 2007 at 19:53
setuju memang JIL adalah jaringan perangkap buat umat Islam didanai oleh USAID, mengusung aliran Liberalisme, sebaiknya jangan terlena dan teracuni oleh paham JIL, paham orang yang tidak percaya diri dan penjilat para imperialis, singkatan sebenarnya dari JIL adalah Jaringan Iblis Lieur….setuju…….
on July 6th, 2007 at 10:54
Dari mulai munculnya perangkap2 iblis melalui kaki tangannya yakni kolonialisme, imperalisme inggris serta fasisme zionis, dan kapitalisme&liberalisme AMerika Serikat, Yang akan menjauhkan dan menghilangkan islam dari muka bumi ini. maka ada baiknya kita mulai mengevaluasi diri untuk kembali ke al-quran dan Assunah agar dapat bersama-sama menjadikan islam sbagai peradaban dunia dan Kedamaian pada zaman modern saat ini.. Semoga Allah merahmati dan memberi Kekuatan kepada Umat-umatnya yang Bertakwa..
Wassalam
on July 12th, 2007 at 12:52
Yah cara basi dunia barat untuk melemahkan umat Islam, Dikiranya kita2 ini bener2 tolol, bisa dikibulin dengan cara2 begitu.
Yang saya bikin heran dan aneh, mereka itu punya segalanya, uang, power, media massa, dll. tapi masih saja takut sama ajaran Islam. Katanya Islam itu salah, tapi kok ditakutin ? tapi memang bukti lebih berbicara, orang2 yang masuk Islam dari agama lain adalah mereka2 yang kebingungan oleh ajaran agama nya terdahulu. Tapi kalau dari Islam pindah ke agama lain, paling2 orang bodoh dan kelaparan/faktor ekonomi. http://www.islam4all.com/newpage71.htm, link ini salah satu contoh bukti dari dunia barat untuk merusak Islam sejak jaman penjajahan Inggris di India dahulu kala,
Juga link dibawah ini cukup bagus sebgai tambahan bacaan bagi kita,
http://www.davidduke.com/
on July 17th, 2007 at 16:05
JIL itu pertanda menjelang kiamat.
Mari kita sucikan diri, ihklaskan hati dalam beribadah, berusaha lisan sejalan dengan perbuatan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,
kembali ke kesucian Quran dan Al Hadis, Sayangi orang tua
on July 28th, 2007 at 12:18
Imperialisme (al-isti’mar) itu sendiri, menurut Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Mafahim Siyasiyah li Hizb At-Tahrir (1969:13) adalah pemaksaan dominasi politik, militer, budaya dan ekonomi atas negeri-negeri yang dikalahkan untuk kemudian dieksploitasi.
Setahu saya kekhalifahan islam sampai runtuh tahun ‘20-an juga mendominasi politik, militer, budaya dan ekonomi di negara/daerah yang mereka rebut/kuasai.
Jadi imperialisme adalah hal yang dilakukan oleh berbagai pihak di dunia sampai berujung pada PD1/2. Satu hal lagi bila kekhalifahan Turki tidak mempraktekkan hal-hal yang mirip imperialisme kenapa mereka teribat dalam Perang Dunia 1 ?
on August 31st, 2007 at 23:13
Pak Soeganda itu JIL ato misinaris??
Koment nya ga nyambung semua…
Ilmu nya dangkal dan menyimpang.
Ga usah kirim koment lagi deh..
Bikin enek bacanya..
Mo muntah jadinya…
on September 6th, 2007 at 15:29
Janganlah berfikir tentang islam dengan predikat islam ini atau islam itu.
Islam sejak Adam (10.000 tahun yang lalu sesuai Al Hajj (22) ayat 78) adalah persepsi tunggal tidak dua, tidak tiga dan seterusnnya.
Orang era globalisasi berfikir persepsi tentang agama islam adalah sejak kehadiran Nabi Muhammad saw. pada usia beliau 40 tahun dan cara berpersepsi seperti ini adalah kesalahan yang fatal yang dialami oleh umat Islam seluruh bola atlas yang jumlah penganutnya sekitar 1.3 milyar orang.
Agama Islam berproses dengan siklus 10.000 tahun sekali dan awalnya tidak ada orang yang mengetahuinya sejak manusia tinggal dipermukaan bola atlas ini dan kapan akhirnya proses siklus 10.000 tahunna itupun tidak akan orang mengetahuinya selam bola atlas ini masih berputar untuk masa yang akan datang.
Dimulai dengan ilmu globalisasi pengetahuan Adam sekitar 5000 tahun sebelum masehi sesuai Al Baqarah (2) ayat 30-39, kemudain belaku Al Qashah (28) ayat 58,59 dan akan terulang kembali mulai awal millennium ke-3 masehi sesuai Al A’raaf (7) ayat 27, Thaha (20) ayat 117.
Kemudian manusia yang sekarang sebanyak 6,5 milayar banyaknya akan menjadi 20 triliun pada 1000 tahun yang akan datang.
Dalam masa dekat yang akan datang menurut perhitungan Allah manusia akan mengalami kemusnahan umat sesuai Al,Qashash (28) ayat 58,59 dan berjumlah tinggal sedikit.
Inilah siklus manusia sejak sebelum zaman batu sampai era globalisasi yang diramalkan oleh Nabi Muhammad saw. sesuai Al Isro (17) ayat 104, Al Kahfi (18) ayat 99, Al Qari’ah (101) ayat 4 dan terus menerus berulang-ulang sunnatullahnya sesuai Al Fath (48) ayat 23.
DAN BERPERSEPSI AGAMA ISLAM SEPERTI INILAH SEHARUSNNYA UMAT MUHAMMAD SAW. SESUAI DENGAN I.Q NABI SUCI YANG DILUKISKAN DIDALAM THAWAF MENGELILINGI KABAH SESUAI AL BAQARAH (2) AYAT 125, ALI IMRAN (3) AYAT 96,97, AL MAIDAH (5) AYAT 97.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
on September 6th, 2007 at 17:16
Biarlah Pak Soegana sepertinya sedang mengembara di alam intelektualnya sendiri yang bisa saja tak pernah diakui oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri. pak Soegana contoh orang yang masih perlu bimbingan. Apalagi sering mengutip ayat Al Quran tapi mengapa tidak selalu nyambung? Jadi saya sendiri balik bertanya: Yang ingin disatukan oleh Pak Soegana ini agama Islam, atau persepsinya sendiri tentang agama milenium 3? Masih mengherankan….
on September 7th, 2007 at 07:47
assalamualaikum wrwb
pak soegana adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini. anda seperti orang yang melawan arus. kenapa memutar balikkan agama sendiri. kalo tidak tahu alangkah baiknya jika diam. karena pendapat yang “nyeleneh” seperti ini bisa memicu perpecahan umat islam. semoga pak soegana di beri Hidayah oleh Allah SWT.
wasalam
on September 11th, 2007 at 06:47
assalamualaikum wr. wb.
maaf saya orang awam mau ikut rembug…yg saya tahu kebenaran itu tempatnya tidak dalam tafsiran orang perorang. oleh karena itu siapapun yg menafsirkan nilai absolutisme agama maka penafisranya tetap saja nisbi. Ia tidak mewakili kehendak dan kebenaran yang ada dalam Islam itu sendiri. Siapapun yang berpendapat itu adalah benar, benar menurut pribadinya, organisasinya, sektenya pendukungnya dan pendapatnya bisa jadi salah menurut lawan atau orang yang bukan kelompoknya. Saya yakin pak quraish sendiri juga tdk berani mengklaim bahwa pendapat beliau adalah benar dan mewakili suara Tuhan/ suara al qur’an. beliau berspekulasi sesuai dengan kemampuan atau disiplin ilmu yg beliau geluti . demikian pula dg yang lain, saya kira begitu…mudah-mudahan diskusi kecil ini membawa kemajuan Islam menuju rahmatan lil alamin dan bukannya khizyan wa manadamatan lil alamin…semoga Amiinn…
wassalaman…..
al Faqir fil ‘Ilm
Khoirossi
on September 11th, 2007 at 15:16
Jaringan Islam Libral telah meluas pemahamannya. bagi umat muslim yg mendambakan ketenangan dalam beragama ia akan membantah orang2 libral, liberalisme dalam islam tidak ada karna Islam mempunyi hukum yg harus di tegakakan,hanya kepongahan merekalah yg membawa kehancuran bagi mereka sendiri di akhirat kelak.
untuk saudara soegana.. alangkah baiknya jika anda memahami surah maryam disana akan anda dapatkan bahwa agama kristen itu salah fatal…………..
wslam
on September 12th, 2007 at 11:54
COBA DECH NIH WEBSITE LEBIH DI PERLUAS LAGI JANGAN CUMA ITU ITU AJA
on September 13th, 2007 at 11:36
@ Joy:
Terima kasih atas sarannya. Tapi, yang dimaksud “diperluas” itu apa dan yang dimaksud “cuma itu-itu aja” itu apa saja? Terima kasih.
GI
on September 14th, 2007 at 13:56
A’udzubillahiminasyaithanirajiim
Bismillahirahmanrahim
gue berharap kader-kader JIL yang ngotot mempertahankan idealismenywe dalam kebebasan berbicara dan pluralitas tidak terjebak pada pandangan buta tokoh2 JIL macam Azyumardi Azra , de el el
saya yakin orang-orang semacam yang mengedepankan sikap anti tradisionalis dan akan bersikap dewasa bhawa ide yang mereka kampanyekan sudah sangat usang alis jadul
pada akhirnya pluralist berpikir bahawa golongan mereka sendirilah yang diridhai oleh tUHAN dalam versi mereka
dan menafikan kelompok semacam Imam Samudra de el el
tidak lain nereka tempatnya
on September 18th, 2007 at 23:05
Ass wr wb,
Prinsipnya adalah, kebebasan berfikir yang kita miliki tidak bisa diterapkan secara mutlak dalam pelaksanaan agama. Sudah jelas dasar berpikir agama yang pertama yaitu Quran, berikutnya Al-Hadist, dan selanjutnya ijmak/ijtihad para ulama.
Lalu dimana letak kebebasan berpikir ?? di dalam Islam kebebasan berpikir ada pada ijtihad para ulama. Ijtihad pun tidak bisa berpikir asal-asalan waton bebas. Namun harus dilandasi kerangka berpikir yang lebih kuat, yakni kerangka berpikir Quran dan sunnah Rasulullah SAW.
Kenapa harus menggunakan kerangka berpikir?? Analoginya seperti orang yang mau naik sepeda. Naik sepeda itu bebas caranya, namun harus sesuai dengan kerangka berfikir yang benar. Misalnya saking bebasnya berfikir maka timbul ide bahwa naik sepeda bisa dilakukan dengan duduk di roda depan, tangan memegang stang sepeda, dan kaki menginjak pedal. Pertanyaanya bisa ga ?? iya bisa…namun tentu tidak bisa jalan. Seperti itulah, kerangka berpikir yang benar mengacu pada siapa ?? Sudah pasti merujuk pada firman-firman Alloh dan sabda nabiNya. pertanyaan berikutnya bisakah Alloh salah ?? tentu tidak bisa, karena jika Alloh salah maka hidung kita pasti menghadap ke atas. Tidak kan ??
Seperti itulah kira-kira, jika anggota JIL itu merasa pintar yang hanya berlandaskan background pendidikan yang tinggi, apakah mereka selalu benar ?? jika dibandingkan dengan firman Alloh, seberapa murah harga ucapan dan tulisan yang mereka buat ?? tentu tidak ada harganya bahkan sebelum mereka menulis kepintaran mereka tidak bisa dibandingkan dengan kemahapintaran Alloh yang menurunkan Al Quran.
Jadi seharusnya anggota-anggota JIL bercermin di depan cermin yang besar dan luas. Untuk bisa menilai diri sendiri dan juga menghitung kepantasan kapasitas otak mereka yang katanya orang intelektual. Selain itu rabalah diri sendiri untuk mengira-ira apakah pola pikir mereka sudah sangat hebat sehingga mampu membuat hukum di dalam hukum ?? Sesungguhnya yang hebat di kalangan JIL adalah motivasi dan kemauannya yang keras untuk memperturutkan hawa nafsunya yang kotor.
Janganlah membawa nama Islam untuk melindungi setiap inci gerak syahwatmu yang akan diperturutkan. Kembalilah pada ajaran yang Haq.
Wassalamualaikum Wr Wb,
Search, See, Analyze, Measure, Count, and make a Result…!!
on September 19th, 2007 at 08:50
Wong Katrox mau urun rembug….
Sebenarnya anak-anak muda macam mas lutfi as syaukani dan mas ulil abshar adalah mahluq langka di negeri Indonesia. Sebuah negri Muslim terbesar tapi tidak pernah melahirkan ulama berkaliber internasional yg pendapatnya bis amenjadi rujukan banyak umat muslim lainnya dunia. barangkali Mas-mas yg ada di JIL itu sedang menerapkan teori Hadis Ghorib..bahwa Islam lahir, berkembang dan mati dalam keadaan ghorib, dan berbahagialah orang yang ghorib…., makna gharib saya maknai menyimpang arus utama, karena arus utama selama ini tidak progessif, beku, jumud mandeg pemikirannya. Mas Uli interupsi aja, daripada bengong dikamar nyoba2 narkoba mending ngasah/ngecharge otak. mengapa harus dimusuhi..?orang-orang besar di dunia ini bukankah lahir dari sebuah kontroversi pada arus besar zamannya???dan orang-orang yang kontroversial adalah orang-orang yang bakal menjadi orang besar. bagi yang suka pada Islam klasik gak ada salahnya memang itu adalah pilihan hidup. OK buat umat Islam indonesia selamat berjuang berjihad menurut kadar kemampuan masing-masing…Viva Islam Allahu Akbar
on September 26th, 2007 at 15:45
ya iyalah…. anda (mas Willy) bisa mengatakan seperti itu, karena JIL itu dia pada prinsipnya musuh dalam selimut…,
covernya se..islam tapi jalan pikirannya sama saja merusak islam…(pahami ndiri ya..)
anda harus tau banyak gmana JIL itu…jgn coba mengatakan sesuatu apa yang anda belum paham akan hal itu..!!OK peace jg.
on September 27th, 2007 at 10:27
Assalamu’alaykum
keberadaan JIL merupakan pertumbuhan dari penafsiran Al-Qur’an dan Hadist secara akal dan asal-asalan, banyak sekali teman-teman saya yang masuk perangkap JIL. Penafisran orang-orang bodoh JIL mengakibatkan dampak buruk bagi perkembangan islam kedepan, makin bertambahnya Bid’ah, ajaran sesat dan menyesatkan. Smoga kita dijauhkan dari tindak-tanduknya.Amin
on September 27th, 2007 at 16:46
To: Tuqul gak Thukul::
Melawan arus mungkin saja dianggap kontroversial. Tapi tetap harus punya standar kebenaran. Rasulullah SAW membawa Islam dianggap kontroversial saat itu karena mengancam kedigdayaan Romawi dan Persia. Tapi jalan Rasulullah benar karena membawa Islam.
Che Guevara juga dinggap kontroversial. Tapi jalan yang dipilih beda. Sama2 terkenal dan mungkin pemujanya, tapi jalan hidup yang dipilih beda. Ini menunjukkan bahwa akhir dari kehidupannya pun beda. Satu ke surga, satu lagi ke neraka. Tinggal dipilih saja maunya ke mana
on October 21st, 2007 at 06:42
I. Sebelum mengkritik orang lain tentang agama islam, terlebih dahulu orang islam mengotokritik diri sendiri. Ingat baik-baik agama islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. sejak wafatnya telah dibawa oleh umatnya kearah khilafiah sejak Khulafa Rasyidin, Tabiin dal selanjutnya sampai hari ini telah terpecah belah menjadi 73 firqah golongan sekte. dan anda sendiri termasuk saya sebelumnya dalam keadaan posisi seperti ini.
Apa sebabnya saya sadar sesadar-sadarnya, bahwa kita telah meninggalkan Al Quran sesuai Af Furqaan (25) ayat 30, padahal mudah sesuai Al Qamar (54) atar 17,22,32,40. Yang anehnya sebanyak 1,3 milyard umat islam telah merasa paling benar dibandingkan dengan persepsi agam-agama lainnya.
II. Sepengetahuan kami tidak ada umat Islam sampai kemarin yang mengamati pesan-pesan hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw., hujjah kitab suci-Nya yang wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan agar Islam menjadi satu kembali sesuai An Nahl (16) ayat 93, dan menjadi Persepsi Tunggal Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3, yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. sebagai Rahmat semesta alam sesuai Al Anbiyaa (21) ayat 107 sebagai berikut:
1. Al A’raaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah menurunkan Hari Takwil Kebenaran Kitab.
2. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab.
3. Thaha (20) ayat 114,115: Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a ilmu pengetahauan agama akhir zaman oleh umat manusia.
4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22: Datangnya Allah membangkitkan semua manusia dengan ilmu pengetahuan agama akahir zaman awal millennium ke-3 masehi.
5. Sebelum datangnya hal-hal tersebut diatas jangan mengangap anda sudah benar dalam menganut agama Islam, pada hal dalam keadaan masih pecah belah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, temasuk jangan menyalahkan Islam Liberal dan yang lain-lainnya.dan cara berfikir seperti ini adalah sesuai dengan hujjah Allah, Nabi dan Kitab sucinya.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 mashei.
on October 21st, 2007 at 06:52
KALAU SAJA KITA SEMUANNYA MENUNGGU-NUNGGU DAN TIDAK MELUPAKAN HAL-HAL TERSEBUT DIATAS, PASTI KITA TIDAK SALING MENYALAHKAN DALAM BERAGAMA, DAN AKIBATNYA PASTI DAMAI-DAMAI SAJA KARENA KITA SEMUANYA SEDANG MENUNGGU.
KALAU KITA SAMA-SAMA MENGUNGGU PASTI TIDAK BERSELISIH AGAMA.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
on October 23rd, 2007 at 08:27
to Soegana:
“sebanyak 1,3 milyard umat islam telah merasa paling benar dibandingkan dengan persepsi agama-agama lainnya..”sadarkah bpk dg semua yg bapak katakan itu? dapat angka2 itu darimana ? angka-2 statistik itu sangat ngawurrrr…bangun pak! he he…jangan asal klaim gitulah…bener juga kata sebagian mas2 di atas, bapak agak kurang konsisten, kurang menyadari apa yang ditulis, asal tulis aja…barangkali bapak belum waktunya berdiskusi di sini…ya nggak apa-apalah bapak masuk di Gaulislam sembari belajar Islam yang benar dari mas2/mbak2 Tim redaktur-nya he he..kasihan banget memikirkan sesuatu yang tidak pernah ada dalam pikiran semua ummat Islam..bapak sendirian lho mikir ato berpendapat sebagaimana tulisan posted:21 oct 2007 itu..ha ha..kasihan deh…UNTUK GAULISLAM TERUS BIKIN ARTIKEL YANG BAGUS BIAR PAK SUGANA SEMAKIN MENDAPAT ILMU DAN RAHMAT..DAN GAULISLAM DAPAT PAHALA AMIINN..
on October 24th, 2007 at 07:05
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Hidup Internet. Internet memang hebat. Dengan internet, kita bisa menilai suatu pendapat yang dilontarkan oleh seseorang, murni dengan hanya memandang isi dari pendapat tersebut. Kita tidak perlu disibukkan dan disilaukan oleh penampilan seseorang yang kalau di dunia nyata terkadang mampu mengalihkan perhatian.
Di dunia nyata manusia seringkali terkecoh dengan penampilan seseorang yang bisa jadi mirip kyai, ustadz, mubaligh, dll, lengkap dengan tampilan wajah & cara berpakaian yang sengaja diset supaya menimbulkan kesan ‘alim, zuhud, tawadhu’, ahli ibadah, dll.
Adapun di dunia maya (internet) kita tidak perlu khawatir akan disilaukan dengan hal-hal yang bersifat “kulit luar” tersebut. Kita toh tidak akan bisa membedakan, seseorang yang ngirim postingan tersebut ketika ngetik tulisannya dia sedang pake sorban atau sedang pake helm, sedang sambil megang kitab-kitab tafsir atau sedang sambil nyekek botol arak cap tikus kejepit pintu, sedang pake baju koko atau sedang pake jubah pendeta, sedang dalam keadaan menutup aurat atau sedang cuma pake selembar benang aja (dalam arti yang sebenarnya, alias bugil), dll. Kita membaca postingan dan menganalisanya dalam keadaan betul-betul fokus pada tulisan dalam postingan tersebut.
Kita bisa menilai seseorang itu punya pemikiran yang Islami apa tidak, cukup dengan membaca tulisannya. Kitapun bisa menilai seseorang itu memang berniat mencari kebenaran atau cuma sekedar mencari pembenaran, cukup dengan mencermati tulisannya.
Antara orang yang mencari kebenaran dengan yang mencari pembenaran, beda banget caranya mengutip, merangkai, maupun ketika menerima dalil. Orang yang mencari kebenaran, akan cenderung mengumpulkan semua dalil yang terkait dengan tema yang sedang ia bahas, dan ia akan berusaha mencari kesimpulan berdasarkan semua dalil tersebut, serta berupaya agar kesimpulannya tersebut tidak menabrak dalil manapun yang ada yang terkait dengan tema pembahasannya itu. Sehingga, apabila kesimpulannya ternyata diindikasikan salah, yaitu ketika ada orang lain yang mengingatkan dia dengan suatu dalil valid lain yang tertabrak oleh kesimpulan salahnya itu, ia akan segera merevisi kesimpulannya itu.
Adapun orang yang mencari pembenaran, beda. Sejak awal ia sudah meyakini suatu kesimpulan dulu, yang bisa saja ia tarik atau temukan dari buku atau tulisan manapun yang ia sukai. (Jadi disini yang bicara memang hawa nafsu.) Lalu dia akan mencari dalil yang sesuai dengan kesimpulan sejak awalnya itu tadi, bergantung pada siapa obyek yang sedang menjadi lawan komunikasinya itu. Kalau lawan komunikasinya adalah orang Islam, ia akan mencomot dalil-dalil pembenarannya, untuk mendukung kesimpulan awalnya itu dari sumber-sumber hukum yang diakui oleh orang Islam, yaitu semisal al-Qur’an dan al-Hadits. Lalu, kalau tiba-tiba ada orang yang muncul dengan menunjukkan dalil valid lain yang tertabrak oleh kesimpulan salahnya itu, tentu saja tidak akan ia gubris, karena dalil itu bukanlah dalil yang ia butuhkan. Yang ia butuhkan dan gunakan adalah hanyalah dalil yang memang mampu mendukung pembenaran kesimpulan awalnya itu tadi.
Nah, kalau kita memang sudah tahu perbedaan antara orang yang mencari kebenaran dengan orang yang mencari pembenaran, dan kitapun juga sudah dapat membaca arah tulisannya Sugana, maka kita tidak usah lagi terlalu serius menanggapi tulisannya Sugana itu. Masudnya, ndak usahlah kita itu repot-repot pake nyari dalil-dalil segala untuk melawan tulisannya. Toh kita semua sudah pada menyaksikan sendiri, bagaimana respon yang ia berikan pada dalil-dalil valid yang tertabrak oleh kesimpulan aneh bin ajaibnya itu. Dalil-dalil itu tidak ia gubris kan?
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Gunakan saja logika-logika yang ia pakai, yang banyak bertebaran dalam tulisannya itu, lalu bentur-benturkan terus dengan dalil-dalil valid lainnya, dengan kenyataan, maupun dengan bagian lain dari tulisannya sendiri. Tidak perlu kita sibuk menjawab. Justru dialah yang harus kita buat stres untuk mempertahankan kesimpulannya itu.
Mengapa demikian? Karena, kalau memang kesimpulan dan logikanya itu lurus, tentu tidak akan bertabrakan dengan dalil-dalil valid, dengan kenyataan, maupun berkontradiksi dengan tulisannya sendiri. Itu pulalah cara kita membedakan kitab suci mana yang benar dan mana yang salah. Karena, kitab suci yang benar tidak akan mungkin bertabrakan dengan kenyataan maupun berkontradiksi dengan sesama ayat-ayatnya sendiri.
Lagipula, toh kita juga tidak tahu pasti apa agamanya Sugana itu. Pun, seandainya akhirnya tahupun, “tahu”-nya kita itupun juga tidak ada gunanya bagi kita maupun baginya. Karena, menurut dia kan semua agama itu sama to? Maka, agama apapun yang nanti akan ia sebut sebagai agamanya, juga akan bernilai sama saja. Ngaku Islam pun nggak akan ada bedanya dengan ngaku Kristen, ngaku Yahudi, maupun ngaku atheis sekalipun.
Adapun dengan tulisannya Willy, yang dengan jujur mengakui bahwa ia bukan beragama Islam, bukankah itu justru malah semakin membuat kita yakin dengan firman Allah SWT dalam QS. al-Baqarah [2] : 120, yang menginfokan pada kita bahwa sampai kapanpun mereka itu tidak akan pernah ridha pada agama Islam yang kita peluk ini? Agama yang mereka ridhai itu ya agama yang semodel dengan agama “Islam”-nya orang-orang JIL itu. Jadi, pengakuannya itu justru sesuai dengan info yang kita dapat dari Allah SWT. Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Yogie W. Abarri
Cuma orang Islam biasa (bukan orang Islam yang aneh dan nganeh-nganehi)
on October 26th, 2007 at 19:38
..JIL ini aneh, Islam koq Liberal…jadi bingung..koq bisa?..kLo mo Liberal mending ga usah bawa_bawa nama isLam…bikin aja sekte atau aliran atau agama sendiri..!!!
on October 29th, 2007 at 13:30
Sesungguhnya Islam Liberal adalah peradaban Barat yang diartikulasikan dengan bahasa dan idiom-idiom keislaman. Islam hanyalah kulit atau kemasan. Namun saripati atau substansinya adalah peradaban atau ideologi Barat, bukan yang lain.
Istilah Islam Liberal memang bukan hal baru. Rasanya saya pernah membaca suatu buku lama tulisan Lorthrop Stoddart “Dunia Baru Islam”. Di bab akhir ada tulisan tentang berbagai pembaruan pemikiran islam awal abad 20. Salah satunya yang disebut adalah “Islam Liberal” atau “Neo mutazilah”.
Jadi, sebenarnya Islam LIberal pernah muncul di dunia Islam yaitu semasa zaman Mutazilah dulu. Orang barat juga sebenarnya hanya menyimpulkan gejala pemikiran yang ada di Islam saja kemudian membuat istilah baru sesuai pandangannya misalnya “Islam Liberal” atau istilah lainnya. Saya malah heran kalau Islam Liberal di sebut modern padahal sudah ada sejak dulu (buku itu tulisan tahun 20-an tapi baru dicetak oleh Gunung Agung tahun 60-an). Cuma anehnya anak-anak JIL yang sekarang memang lebih suka “nyambat” tulisan orang Bule. Padahal orang bule “Nyontek” ilmunya orang Islam cuma sudah dikemas sedemkkian rupa ide dasar nya dengan gaya bahasa yang nampak beda akhirnya malah Umat Islam tidak kenal dengan ilmunya sendiri.
Jadi memang nampak aneh bin ajaib kita ini suka membaratkan dan mengislamkan suatu entity tapi intinya sebenarnya sama-sama tidak tahu kalau sumbernya sama. Ini memang jadi mirip orang2 buta yang yang meributkan gajah sama-sama tidak tahu apa itu gajah?
on October 31st, 2007 at 00:45
paham mutaziLah itu gw biLang mah sesat..soaLna mereka biLang kaLo ALquran itu dibuat manusia bukan wahyu dari ALLah..dan paham ini biLang alquran tidak cocok lagi buat zaman mereka..maka perlu pembaharuan, karena kata mereka ALquran tidak abadi…mereka biLang itu kalo gak salah zamannya ma’mun al rashid anaknya harun alrashid…koq bisa ya mereka bilang begitu? padahal isi dari ALquran terbukti kebenarannya saat ini dari urusan ilmu pengetahuan sampai kehidupan sehari_hari.
mestinya mereka harus bertobat yang berusaha untuk melakukan pembaharuan ALquran…ilmu dan akal manusia itu dangkal banget buat memahami kandungan isi dalam ALquran. kita diberi akaL memang untuk berpikir, ALquran diturunkan dalam bahasa arab karena agar apa yang tersirat didalamnya dapat diungkap isinya dikemudian hari…kalau misalkan ALquran dirubah kedalam bahasa selain arab niscaya nantinya akan sulit untuk memahami kebenaran dalam isi ALquran..bahasa dalam ALquraan itu kayak sastra puisi (menurut gw)..dan isi dan bahasanya sangat kuat sekali…jadi kalo paham mutazilah itu menganggap ALquran itu buatan manusia kayaknya mereka bakaLan bengong deh kaLo orang_orang duLu itu hidup Zaman sekarang dan mengakui ALquran itu memang wahyu yang diturunkan ALLah swt kepada nabi Muhammad saw…..
on November 3rd, 2007 at 23:13
Iya yah JIL itu Islam kok liberal ya, islam itu kan ekstrem dan membenci semua agama2 kasih, dan fanatis dangkal lagi!
Btw, JIL itu memang hebat, berpendidikan dan santun serta tidak menyembunyikan fakta2 kebenaran sejarah2 agama walau pahit kenyataannya tidak seperti islam skarang yg picik, ekstrem (suka konflik, rusuh) serta merasa paling bener sendiri (ngawur).
Viva JIL! Ayo jalan terus!!!
Allohu Akbar!
on November 3rd, 2007 at 23:16
Anda benar pak soeganda, Islam sekarang telah dibawa ke jalan yg jauh dari damai dan sempurna, sejarah terulang kembali, setelah murni lalu menjadi sesat.
Allohu Akbar!
on November 4th, 2007 at 08:00
Kalau Al Qiyadah bagaimana? Dibahas diblogs ini juga, mohon masuk ke blogs ini dahulu :
http://tausyiah275.blogsome.com/2007/10/26/aliran-al-qiyadah-jelas-sesat/
Terimakasih.
on November 7th, 2007 at 08:50
JIL bagus kalian semua yang gak bisa ngerti…
on November 8th, 2007 at 17:26
PEMAHAMAN SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT ISLAM KITA ADALAH PEMAHAMAN JIL
Waktu kecil, kalau tidak salah saat duduk di kelas 4 SD, saya pernah dengar obrolan antar orang- orang tua di kampung. Obrolan terjadi di sebuah gubuk ditengah sawah..Sambil menikmati makanan dan melepas lelah mereka asyik ngobrol tentang segala hal dari mulai pengalaman berjuang melawan Belanda, memori saat pacaran sampai akhirnya tentang agama. Obrolan mereka bagi saya sangat menarik kadang lucu kadang ada cerita sedih.
Obrolan kemudian menjurus ke masalah agama. Obrolan paling seru karena tiap orang punya pandangan masing-masing .Ya, namanya juga obrolan pelepas lelah.. Bicarapun sekenanya,asal bunyi Obrolan bermula dari kekecewaan seorang petani yang kesal karena kambingnya dicuri orang.
“ Mun panggih diteukteuk ku aing tah leungeuna (bhs Sunda artinya : kalau ketemu saya potong tuh tangannya),” katanya berapi-api. Dan yang lainpun mengiyakan. Wajar, karena kejadian tersebut sudah sering kali terjadi.
“ Saya sih setuju kalau hukum di kita seperti hukum di Arab. Pencuri dipotong tangannya, pembunuh di hukum mati. Mungkin kita aman ya..”
“ Ya aman.Tapi kita kan tidak bisa seperti itu, Kitakan Indonesia, beda dengan di sana . negara kita bukan Negara Agama. Di negara kita banyak agama lain selain Islam”
“ Agama itu artinya Ageman atau pegangan. Jadi agama mah sama saja. Mau Islam, Kristen, Hindu dan lain –lain.Tujuannya sih sama Ke Gusti Allah, Gusti Allah juga. Ibarat banyak sungai yang berasal dari mata air yang sama kemudian berkumpul di laut. Begitu….” Kata Seorang kakek berfilsafat sambil kemudian menghirup lintingan klobotnya. “ Yang penting mah kelakuan kita harus baik., bersih hati, kepada orang lain tidak boleh menyakiti, hidup harus eling, sadar ka Pangeran.”
Saya tidak tahu persis siapa yang terlibat obrolan-obrolan itu selanjutnya. Saat itu saya hanya mendegar sambil tiduran di ranjang bambu.
“Betul juga, percuma saja kita shalat, naik haji dan lain-lain Kalau pelit dengan tetangga dan tidak akur.”
“ Hidup jangan terlalu fanatik. Coba sekarang pikir ! bagaimana kalau istri-istri kita berjilbab seperti orang-orang Arab Gimana kalau kerja di sawah…haa haa.. haaa…” kata seorang Bapak lain disambut riuh tawa yang lain.
“ Meraka mah sudah pada kaya shalat tenang, tidak diuber-uber waktu , naik haji gampang karena banyak duit,Tidak seperti kita. Kita sih belum waktunya seperti itu. Pangeran Maha Adil, Masa tidak shalat saja masuk neraka Sepanjang kita berbuat baik. Insya Allah selamat hidup ”
“ Kita tidak tahu seperti apa neraka atau sorga itu. Yang rajin ke Mesjid dan lain-lain juga, belum tentu masuk sorga. Lagi pula jangan terlalu usil ke orang. Banyak kan yang Ceramah tapi isinya menyinggung orang lain. Apa itu tidak dosa ? Yang penting diri kita saja dulu.“
Sekarang, beberapa puluh tahun setelah dengar obrolan tersebut, muncul fenomena JIL (Jaringan Islam Liberal). Setelah saya baca buku-bukunya kok isinya persis seperti pandangan Islam masyarakat kita kebanyakan (awam) dalam obrolan di atas. Bukankah tema yang diusungnya adalah :
Menyamakan berbagai agama atau istilah kerennya Pluralisme.
Penolakan terhadap berlakunya Hukum Islam (Syariat) secara Formal dalam sebuah Institusi (Negara) dengan alasan banyak agama selain Islam.
Berpendapat bahwa Hukum Islam hanya cocok di Arab, hukum usang dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Lalu dikatakan pula jilbab sebagai budaya Arab, bukan syariat Islam.
Ajaran Islam hanya sebatas ajaran-ajaran atau agama untuk kepentingan spiritual atau moral.Seperti obrolan diatas : yang penting hati bersih, baik pada manusia, eling. Bedanya dengan JIL , JIL menggunakan kata-kata yang berbau ilmiah, enak didengar dalam diskusi, seminar atau untuk buat skripsi. Apalagi keberadaannya didukung oleh kalangan akademis/ intelektual. Kalu isinya sih sama saja.
Dari uraian di atas dan dari hasil pengamatan saya hidup di tengah masyarakat, ternyata kebanyakan masyarakat kita adalah penganut paham-paham yang dibawa orang JIL sebelum JIL ada . Menurut saya , JIL tidak usah “berdawah” mati-matian untuk menebarkan pemahamanya. Masyarakat kita memang sudah seperti itu. Kalau masyarakat Islam kita sebagian besar Islam Ideologis, secara logika tidak akan negara kita berbentuk seperti ini. Meski demikian he..he.. jangan coba mengajak si kakek , orang tua saya dan teman-temannya diajak diskusi atau membaca essay-essay orang orang JIL. Pasti mereka bingung. Mereka kan ngobrol untuk melepas lelah, asal bunyi saja dan tanpa landasan ilmiah.
Keberadaan JIL, katanya untuk mengcounter kelompok-kelompok fundamental, Radikal, Islam Ideologis, Islam Kanan, Islam Struktural atau apa kek ( hayoo….barangkali mau nyumbang istilah lagi ?). Dan katanya lagi keberadaan kelompok-kelompok itu bak jamur di musim hujan setelah era reformasi bergulir. Kelompok-kelompok tersebut dianggap berbahaya bagi demokrasi, HAM ,Nasionalisme. Hmmmmm…..
Yang bikin JIL pede. Pengikut mereka juga berasal dari kalangan-kalangan intelektual. Yang bahasa Inggrisnya lumayan. Banyak juga dari lulusan Universitas-Universitas Islam ternama baik di dalam maupun luar negeri. Menurutku apa bedanya pemahaman profesor-profesor, mahasiswa-mahasiswa itu dengan si kakek dan tetangga-tetenggaku di kampung yang lulusan SR (SD jaman dulu) bahkan ada yang tidak lulus. Hee..hee…lalu ngapain jauh-jauh kuliah ke Amrik atau timteng kalau sekedar untuk membela pemikiran yang kacau (menurut saya). Mereka menyebutnya pencerahan. Entah pencerahan bagi siapa.Mungkin bagi mereka. Karena dengan pemikiran mereka, nama mereka mentereng di seminar-seminar, koran-koran dan buku-buku ilmiah. Dan tentunya masa depan mereka juga cerah selain karena gelar bertumpuk (prof,DR,Msc,Mph dll)juga karena dapet proyek dan sokongan dari negara-negara donatur.
Pemahaman Islam sebagian besar masyarakat kita sekarang tidak lepas dari peran penjajah Belanda. Dalam pelajaran sejarah kita mengenal Snouck Hourgrounye seorang Intelektual yang pura-pura masuk Islam. Di negeri Belanda dia disebut pahlawan karena berhasil memadamkan perlawanan rakyat Aceh lewat ajaran-ajarannya. Bukan hanya di Aceh, seluruh nusantara terpengaruh juga ajaran-ajarannya. Juga ada Van der Plast. Kalau saya baca ajaran-ajaran mereka, persis seperti ajaran-ajaran JIL. JIL yang dibiayai barat bisa pula dianggap sebagai pahlawan bagi barat karena berperan melawan pemikiran-pemikiran kaum yang mereka sebut fundamental. Sedangkan kaum fundamental dianggap sebagai duri dalam daging dalam perkembangan demokrasi dan HAM ala mereka.
Kalau menurut saya JIL adalah reinkarnasi dari Sonuck Hourgrounye, Van der Plast dan tokoh sejenisnya. Bukankah mereka juga ilmu agamanya tinggi, shalat lima waktu, pandai berdebat dan berdiskusi. Namun semuanya itu sebagai kamuflase dan digunakan untuk memadamkan perjuangan Islam.
on November 26th, 2007 at 09:48
Assalamualaikum.
Saya setuju semua dengan apa yang diposting pak Soegana. Saya merasa aneh dengan sebagian besar tulisan di atas. Bukankah kita ini sedang mempraktekkan kebebasan? kok anti kebebasan?
Mari kita saling menghormati. Sesungguhnya Rosul diutus untuk menyempurnakan Akhlak. Banyak tulisan di atas yang tidak berakhlaq, contohnya ada kata hancurkan atau apalah yang tidak berakhlaq sama sekali, inikah Islam anda? Hormati juga mas Willy yang mau menyumbang pikiran meski dia orrang non-muslim.
Banyak tulisan yang mengira ilmiah tapi tidak ilmiah karena banyak yang menambahi dengan opini. Banyak tulisan yang ditambah-tambah dengan kata-kata dalam kurung). Jika kita mengedepankan keilmiahan, bukankah itu sekular?
Alloh yang maha mengetahui.
on December 1st, 2007 at 08:32
Saya juga aneh dengan orang-orang yang mengkritik pak Soegana. Mengkritik tanpa dibarengi dengan alasan atau bukti2. Tidak sekadar bilang “pak Soegana ini ngawur, bla bla bla … “. Kalau memang ngawur, kasih alasan donk harusnya gimana yang gak ngawurnya? Bukankah pada saat Anda bilang pak Soegana itu ngawur, Anda harus tahu dulu bagaimana yang tidak ngawurnya, bukan? Supaya tidak asbun juga pada saat mengkritik siapapun yang melakukan posting disini.
Saya setuju dengan mas Hindin, semoga umat Islam (mau JIL atau non-JIL) bisa lebih berakhlak … kepada siapapun itu tanpa memandang dia muslim atau non muslim… bukankah Islam yang kita semua yakini dengan berotot dan berurat ini adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin?
wassalam
on December 6th, 2007 at 12:03
itulah kalo standart berfikir masing-masing orang dijadikan dasar, pasti akan terjadi perselisihan bahkan bisa terjadi pertentangan, karena apa? coz manusia kan lemah to? pasti yang lahir dari sesuatu yang lemah juga akan lemah. maka kita harus belajr bahwa kita meyakini Islam sebagai kebenaran yang sudah nyata-nyata terbukti kebenarannya sejak pertama kali diturunkan, bahkan sampai sekarang bisa dibuktikan kembali kalo masih ragu. hal ini berbeda dengan aqidah yang lain, tidak sesuai dg fitrah manusia, tdk memuaskan akal dan tdk menentramkan hati
makanya cobalah kita berfikir bahwa Islam sudah lahir sebagai penyempurna dan solusi yang datang dari yang maha segala maha benar, otomatis donk apa yang lahir dari kebenaran itu pasti benar.
adapun penafsiran orang terhadap ayat Al Qur’an, tdk boleh sembarang orang, kan sudah ada syarat2 yang ketat dan kemungkinan bohong, ngawur pasti bisa dihindari.
yang paling penting sekarang adalah kalo org JIL bilang kebenaran itu relatif itu benar, tapi kalo kebenaran yang nyata2 dtg dari Allah tdk mgk relatif dongk, spt yang tlh tercantum dlam ayat2 muhkamat jelas mengenai hukum2nya.
marilah kita semua mencoba mendalami ilmu2 Allah lagi dengan penyerahan total hanya krn ingin raih ridhoNya dengan cara yang sdh dicontohkan Rosulullah, insya Allah kita akan terhindar dari kesalah pahaman terhadap hukum2 ISlam.
selamat menjemput rahmat Allah yang tidak hanya untuk kaum muslim saja.
on December 9th, 2007 at 03:43
saya penganut islam biasa yg tidak menganut ‘paham2′ tertentu.
menurut saya, pemikiran2 JIL cukup logis, misalnya ttg solat dalam bahasa indonesia (http://islamlib.com/id/index.php?id=816&page=article). bagi seorang muallaf, yg selama hidupnya belum pernah mengeja bahasa arab, yg belum bisa mengaji, yg lidahnya tentu akan kaku apabila ‘dipaksakan’ berbahasa arab, tentulah lebih mudah utk solat dalam bahasanya sendiri. lalu, apakah Islam melarang hal itu?
kemudian, ttg wanita dalam islam (http://www.jalal-center.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16). saya sebagai wanita muslim justru tersanjung dengan adanya pemikiran/artikel ini. apakah pemahaman tersebut bertentangan dengan Islam?
apa salahnya dengan emansipasi wanita? apakah pengekangan thd wanita (seperti di arab saudi, dimana pilihan ‘pekerjaan’ utk wanita sangat dibatasi) merupakan sistem negara Islam yang ideal?
jadi sebetulnya, “masalah” atau prinsip2 apa sajakah yg dimiliki oleh JIL, yg dipermasalahkan (dan bahkan dihujat) oleh penganut islam lainnya?
on December 21st, 2007 at 13:38
Logis? Coba diralat.. Orang JIL menghalalkan pernikahan sejenis. Itu logis? Lebih mendukung Israel yang penjajah daripada palestina yang tertindas.. Itu logis? huuweeekkk
on December 27th, 2007 at 15:50
JIL?
hemmm…ngawur..cuman ngambil enaknya aja si JIL tu..gimana caranya beragama yang enak…yang ga nyusahin…yang bebas dari segala aturan dan yang jelas nanti endingnya masuk surga….
capeeek dey
on December 29th, 2007 at 19:23
JIL merupakan usaha besar kaum non muslim/barat untuk merubah umat Islam secara halus agar bergeser dari Qur’an & Hadits. Mereka selalu memandang Islam sebagai musuh sejak dulu. Bukankah kaum Yahudi & Nasrani telah membenci agama ini sejak kelahirannya dulu.
on January 7th, 2008 at 19:23
Saya bingung melihat komentar2 di atas, beda pendapat jadi ribut, berdebat tapi bilang orang sesat…bukan kah Islam memang akan terpecah jadi 73 aliran, dan yang benar hanya satu…beginilah hasilnya semua ngerasa benar…
Akhirnya sesama Islam saling hujat, kapan bersatunya !!! sementara di luar sana orang sibuk bersiasat menghancurkan Islam.
Kenapa sih isinya ribut melulu, menghujat….buatlah dunia ini tenang, bersahabat dengan siapa aja…(sekalipun dengan iblis yang penting jangan ikut2an dengan iblis) kan keren, Islam jadi dipuji non Muslim kalo gitu….bukannya ribut, hujat, marah …bukan Islam itu!!! itu gaya orang ARAB, liat aja di TV, teriak2, emosian, bunuh sana, bom sini, kayak keledai liar…sebenarnya tolol….
on January 9th, 2008 at 11:08
saya tau perasaan bapak johan ali tentang islam bahwa kaum muslimin selalu saling hujat akan tetapi kaum muslimin memiliki hak untuk membela ajaran yg benar ajaran yang sesuai al qur’an dan as sunah sesuai yagng dituntunkan rasululah saw. kalau kaum muslimin sendiri tidak ada rasa membela gimana. apakah islam yang bebas tanpa membedakan mana salah mana benar. seperti yang terucap pada hadis sampaikanlah kebenaran meskipun cuma satu ayat.hadis tersebut bukan hanya untuk kaum non muslim tapi juga untuk kaum muslimin supaya tercipta islam yang sebenarnya.
peace to muslimin
wasalam
on January 12th, 2008 at 05:50
Senang bisa menemukan GAULISLAM ini… dan.. kaget juga sih ngeliat coment2 diatas. Hampir semua penuh murka dan amarah, kadang terbayang di kelapa saya, andai Bapak-bapak, ibu-ibu, Mas-mas atau mbak-mbak yg coment disini duduk dalam satu ruangan terus ngelanjutin omongan masing2 pasti dah seru abis… gak nutup kemungkinan kursi pada melayang kekekekkekeke….. ups! maaf.
Memang gini yah?… cara orang islam ngadepin beda pendapat, harus pake cacian bin marah-marah pada si Beda. Wih.. serem..!!!!
on January 15th, 2008 at 12:59
Bagi penganut ide JIL dan fans beratnya, yuk.. istigfar!
on January 16th, 2008 at 17:15
Untuk semua Pendukung, simpatisan dan khususnya anggota Tetap JIL,…
JIL itu ..menekankan Kebebasan berpikir,beragama, Keragaman dalam beragama, keragaman dalam berpikir ….Tapi kok komentarnya Otoriter yah ….pusssiiinggg ….katanya liberal ..tapi Kok bisa2nya nuduh sesat MUI…
katanya menghargai kebebasan berpikir ….kok memaksakan pikirannya dengan jalan demo …….piyeeee tooooh … JIL …walah JIL ..JIL ….
on January 25th, 2008 at 08:07
mau urug rembug nih,
setahu saya rosulullah pernah bilang bahwa kita yang seorang muslim harus mengemukakan pendapat harus sesuai dengan alqur’an dan as-sunah, nah kalo memang yang kita bahas disini tentang islam ya berarti yang digunakan rujukan ya alqur’an dan as-sunah, jadi kalo jil sudah jelas tidak menganut yang dua itu sebagai rujukan kalaupun mengambil referensi hanya sepotong-potong, jadi saya rasa jil itu patut kita kasih tahu kebenarannya.
kalaupun JIL benar bersikap ramah ya semua orang juga bisa bersikap ramah, termasuk orang yang berseberangan dengan JIL, setahu saya JIL kalau diajak dialog dengan umat muslim selalu menghindar, mereka beralasan bahwa yang diajak dialog akan melakukan anarkis, kalaupun dialog juga selalu kalah dengan pendpat yang di ajukannya karena tidak sesuai dengan alqur’an dan as-sunah.
kalau kita tahu JIL didanai oleh orang non muslim, kalau memang orang JIL pintar kenapa tidak bisa cari duit sendiri, atau kalau memang menyebut sebagai pembaharu islam kenapa harus mengemis dana dari non islam saya kira banyak orang islam yang berduit.
Toh JIL kenapa selalu menyerang islam dengan idenya yang menyimpang, ingat perbuatan diawali dengan niatnya, kalau JIL niatnya baik kenapa harus mengganti yang sudah baik menjadi kacau. Niat suatu perbuatan pun harus sesuai dengan tuntunan rosulullah kalau tidak berarti bukan golongan kita, nah lagi-lagi JIL niatnya tidak sesuai dengan nabi Muhammad SAW. ya pantas saja JIL memang harus diperangi.
O YA UNTUK YANG MEMBELA JIL SAYA MAU TANYA ANDA DIBAYAR BERAPA SAMA JIL? KARENA SETAHU SAYA ORANG YANG MEMBELA JIL AKAN DIKASIH DUIT. SOALNYA DANANYA DARI ASING.
on January 31st, 2008 at 06:29
asw….
jil…? hm….
dari lair (2001) cuma bikin sensasi…
taruhan potong leher….orang murtad… (jil mungkin blm murtad?)
cuma sebagian besar sudah mirip dgn tokoh di jamn Rasulullah SAW
mirip abdullah…. Bin ubay…
JIL berdiri dan disponsori TAF (the Asia Foundation) yg ujung-ujung ny adalah alat intervensi CIA…
aku ngga sedang ngibul…
baca arsip majalah suara Hidayatullah 2004
JIL…
jleas lahir setalah…. konferensi Khilafah islamiyah yang pertama di indonesia… 28 Mei 2000 (e.o by HTI)
setalah itu.. kalo gak salah
dibentuk ICWRP
international conference world religion and peace…
bagi muslim yg menderita sakit, bermental terjajah, tersubordinasi…
pasti Amerika adalah yang maha hebat….”
kaya…..(SEHINGGA ORANG2 JIL RELA MENJUAL AGAMA INI UNTUK SEKEPING DOLAR….)
ini aku ngga asal tulis
lha wong gembongnya jil dw yg bilang..
yaitu MR.ULIL di majalah Hidayatullah…
pertahun cuma dapat 1 M (MILAYAR RUPIAH, bukan 1 ember!)
dan katanya itu CUMA SEDIKIT DIBANDING 2 ORMAS ISLAM TERBESAR DI INDONESIA>>>>
singkatnya orang JIL ngga k bs makan,
tanpa sering2 menyemir sepatu majikan mereka orang 2 TAF
tanpa tidak bs tidak harus menjilat….pantat orang2 kafir
status mreka bhakan lebih rendah dari pelacur
mereka adlah pelacur intelektual
saran sya untuk suganda. cs… kalo cuma untuk ngaco di forum ini…
percuma….
nggak ada duitnya…
(kecuali ternyata anda mmg jg di bayar.. untuk
ber snouck hourgronye.. ria..
ber vanderplass ria…
anda masuk aja jawapos tiap minggu, hubungi orang2 utan.. kayu…
nanti duit juga masuk di kantong anda…
“bagus” kan…
pokoknya sering2 nyleneh dan bikin sensasi…
diut tambah banyak… tambah nyohor….
mirip pepatah arab kuno…
kencingi air zam-zam anda akan terkena…..
KATA KUNCI, JIKA SYARIAT INI TEGAK, SERING PROKLAMASI KHILAFAH ISLAMIYAH
ORANG2 IN-JIL (intervensi jaringan Iblis laknatullah)
PASTI AKN TERDIAM
NGGA BANYAK CINCONG…..
KERJAKAN APA YG KAMU PERJUANGKAN>>>
KAMI PUN DEMIKIAN>>>
JIKA KAMU MENUNGGU2
PEMENANG PERTARUNGAN AKHIR JAMAN>>
maka TUNGGULAH>>>
KAMU (MUNAFIKIN, MURTADIN< MUSYRIKIN< KAFIRIN)
AKAN TERCENGANG>>>
TERNYATA>> ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN TERWUJUD
DI AKHIR JAMAN>>
Amien
Sholawat untuk Nabi agung Muhammad SAW, keluarga beliau
para shahabat, pengikutnya yg ikhlas memeprjuangkan islam hingga akhir jaman… amien- amien…, ya Robbal Alamien…
on February 15th, 2008 at 16:12
Tiada kemuliaan kecuali dengan islam.
Tiada islam tanpa penerapan syari’at islam.
penerapan syari’at islam tidak akan sempurna tanpa tegaknya daulah khilafah islamiyyah.
Allahu Akbar!!!!
on February 18th, 2008 at 12:49
assalamualaikum wrwb.buat semua saudaraku yang udah ngasih k0mentar ni,cuma mo mengingatkan aja.Sebagai seorang muslim apakah tidak sebaiknya kalau kita ingin memeberikan tangggapan/kritik dengan cara yang baik.sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin maka tunjukan bahwa islam memang benar2rahmatan lil ‘alamin.setahu saya rasulullah saw tidak pernah mencaci orang lain walaupun ia berbeda aqidah.
on February 19th, 2008 at 10:43
Sekedar saran…
Assalamu?alaikum wr.wb.
Saudara ikhwani fillah yang saya hormati dan cintai kerna Allah ta?ala,
Saya bukanlah mau berkomentar tapi sekedar menyarankan agar rekan-rekan sebelum memberi komentar bersedia membubuhkan Alamat E-Mail dikolom yang disediakan tentunya yang masih aktif, hal ini supaya bisa menghadirkan suasana diskusi yang sehat, bertanggungjawab sekaligus memudahkan kita untuk klarifikasi terhadap hal yang dianggap perlu dan mendesak, semuanya dalam rangka kebaikan bersama yakni agar kita tidak terjebak pada perbuatan fitnah, kesalahfahaman, kebohongan, ketidakpuasan dan seterusnya?dan saya yakin Bapak/Ibu, saudara/I mengerti hal ini. Kerana penting rasanya didalam forum yang sangat mungkin terjadi rekayasa ini. Sekali lagi sangat mungkin terjadi rekayasa.
Ini dilakukan semata-mata untuk mendekatkan kita pada al-Haq (Kebenaran dan Yang memiliki kebenaran), karena kita menghargai pada sikap penghargaan orang lain dan sebaliknya kitapun akan memberi penghargaan kepada orang yang menghargai kita.
Atas perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terimakasih.
Semoga kita semua bisa mengambil ibrah dan pemahaman dari diskusi yang menarik ini. Teruslah ber Semangat, Bersabar dan Bersyukur atas Nikmat-Nya.
Wassalamu?alaikum wr.wb.
on February 22nd, 2008 at 22:43
mau JIL keq….
mau Al-Qiyadah keq…
mau Ahmadiyah keq…
mau “Kiri” keq…
kalau iman di hati kita bina terus,
kalau ilmu di otak kita tambah terus,
kalau ukhuwah kita jalin terus,
ga’ ngaruh tuch…
Al-Qur’an kan tetap terjaga
on March 17th, 2008 at 07:18
Assalamualikum Wr. Wb
Mohon Maaf kalau ulasan saya hanya menggunakan bahasa indonesia saja karena saya buta akan tulisan maupun arti Alquran.
Seperti yg saya ketahui bahwa salah satu arti dalam Alquran mengatakan bahwa sampai kapan pun kaum Kafir tidak akan bahagia sebelum Islam hilang di dunia di tambah lagi dengan janji Setan kepada ALLAH akan mengkafirkan seluruh umat Islam sampai akhir zaman.
Berdasarkan kedua hal tersebut maka tidak heran semua cara digunakan untuk menghancur kan ISLAM.
Pada zaman Nabi yg dilakukan dengan mengatakan ISLAM sebagai ilmu sihir
Pada Zaman Kafilah dengan cara mengatakan bahwa ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Pada Zaman Kesultan dengan melakukan perang SALIB
Pada Perang Dunia I & II dengan menjajah negara-negara Islam
kesemua hal tersebut tidak juga dapat menggoyahkan Iman mau Aqidah Umat Islam justru makin membuat Umat Islam bangkit. maka pada abad 20 ditempulah lah cara yang lebih halus tapi licik adalah :
3A yaitu
1. Mengadu domba sesama umat Islam
Mengadu domba antara negara Islam sehingga tidak saling membantu dalam kebaikan. (Indonesia VS Malaysia)
2. Membuat Aliran-aliran Islam
Dengan mendukung suatu aliran yang dapat membuat umat Islam ragu akan kebenaran ajaran islam (JIL, Ahmadiyah, LDI. dll)
3. Mengambil alih SDA negara Islam
Menyerang Negara Islam atau mengatasnamakan kemanusian maka SDA Negara Islam dikuras habis (Freeport, Natuna, Kaltim)
dan 3S yaitu :
1. Sex
Hal yang haram di jadikan Halal (Kumpul Kebo, Pacaran, Kencan dll)
2. Showbizt
memberitakan yang seharusnya tidak boleh diketahui orang menjadi pembicaraan yang wajib Ibu-ibu (infotaiment)
3. Sytle
Tidak moderen,Katro,tidak ngetrend,tidak gaul maka umat islam melepas ciri khas Islamnya (Fashion, .
Dengan dukungan Keuangan yang tidak terhingga dan Jaringan media Koran,TV.Internet sehingga dapat kita lihat bagaimana sekarang ini umat islam takut dan malu menampilkan keislamannya.
Jadi kalau JIL begitu gencar menentang dan meragukan ISLAM dengan ALQURAn dan HADIST karena itu mereka ada sebagai kaki tangan musuh Islam.
Oleh karena itu Saran saya mari kita jaga Islam dengan memulai dilingkungan keluarga kita. AMIN
Wasalammualikum. Wr.Wb
M. Rahamadani
on March 29th, 2008 at 15:52
JIL, hah? Artinya kan Jaringan Iblis Laknat?
Org2 JIL selalu suka memutarbalikkan fakta, selalu mendewakan akal dalam argumen2nya . . .
Liat deh, MUI ngumumin Ahmadiyah sesat dia tolak.
Sipilis?
ENYAH!!!
on April 15th, 2008 at 15:31
Assalamualaikum wr wb.
semoga Alloh Swt memberi kita kekuatan dalam mengahadapi fitnah-fitnah keji terhadap islam..
JIL = Jaringan Islam Laknatullah
sebagai seorang muslim, kita mempunyai kewajiban untuk saling memberi nasehat sesama muslim/mah dalam kebajikan dan kesabaran.
Orang yang tidak mau berhukum dengan hukum Alloh maka dia juga KAFIR -> bukan kata saya lho, ini Al quran.
waktu ane belum sekolah, maka ane bebas melakukan apa saja yang ane sukai, mau maen, nonton tv, berpergian dll
tapi begitu udah masuk sekolah, ane tidak bisa sebebas dulu lagi, ada peraturan2 sekolah yang mengikat yang harus ane jalani, kalau tidak bisa di hukum…. wew
begitu juga Islam,,, bila seseorang belum islam maka dia boleh2 saja melakukan apa saja yang dilarang dalam Islam, silahkan…..
kami tidak punya kewajiban untuk menasehati selama tidak mengganggu kepentingan publik
tapi, bila sudah islam maka kewajiban itu dengan sendirinya melekat, harus ada proses usaha untuk menjalankan semua nya…
Jadi buat pendukung JIL bahwa kalau mau bicara tentang Islam maka harus bicara tentang AL QURAN, HADITS, IJMA ULAMA, bukan dengan kata “menurut saya”
Jazakalloh khoir buat teman2 seiman
tetap semangat dan sabar…
on April 22nd, 2008 at 16:44
Salawat dan salam untuk Kekasihku, Rasulullah SAW.
Semoga Allah selalu memberikan berkah dan hidayah-Nya kepada saudaraku,mu’minin diseluruh dunia selamanya.
Alhamdulillah Saya temukan diskusi ini,satu sisi dimana Kita memang wajib membela kebenaran yang berasal,bersumber dan berlandaskan Al Qur’an,Hadits-Sunah dan Ijma yang Saya percaya setiap muslim pasti tahu dan mengerti,karena tanpa itu mustahil Ijtihad akan tercapai.
Jika ada yang belum tahu dan memahami,cobalah belajar kembali. Carilah tempat pembelajaran yang sesuai,awas jangan salah pilih atau tertukar,jangan sampai membeli sayur di toko besi lho…
Ingatlah saudaraku,Kita harus total dalam memasuki Islam!
Kalaupun ada diantara Saudaraku yang menginginkan kebebasan apapun dalam bentuk apapun istilahnya itu,cobalah bangun dari mimpi… Kita masih hidup didunia Neng… !! Kebebasan seperti apa yang Saudara cari?
on April 29th, 2008 at 00:13
artikel yg bagus,
“innaddiina’indallaahil-islaam”
peace
on May 5th, 2008 at 13:15
buat org2 yg belain JIL tapi gak dapet duit dr Amerika …
RUGI BANGET DEH LO ….
para pentolan JIL itu bisa seenaknya menghina Islam tu karna di back up Amerika plus dapat dana buanyak dari sana (Ulil aja ngakuin kl dia jd liberal krn banyak duitnya).
jd untuk yg bela JIL tapi gak kaya2 (RUGI 2x di dunia sengsara … di akhirat lebih sengsara)
on May 10th, 2008 at 11:31
Akhlak yang diusung rasul itu bersumber dari quran sehingga Rasul itu disebut juga quran berjalan, Apapun bentuknya aliran kalau tidak ada bersumber dari quran dan hadist adalah menyimpang, Menghadapi orang yang diluar kontex quran seperti JIL ini harus dengan quran menjawabnya karena mereka akan berargumen dengan akal dan sumber-sumber dari orientalis yg mudah dipatah kan oleh quran, Kalau mereka kita hujat sama juga dengan menghujat diri sendiri tapi tampilkanlah Akhlaktul karimah tapi TEGAS yang HAQ adalah HAQ yang batil adalah BATIL . BRAVO MUSLIM . None can destroy Allah protect Us forever
on May 11th, 2008 at 10:58
wah seru nih!bicara JIL memang bikin emosi,tapi kalo kita hanya debat kusir tak kunjung nyampe tu kuda,tul gak.kalo aku sih mending dak usah ditanggapi tulisan yang gak da mutu.sebab orang yang keras kepala ga dpt dikasih masukan mskpn maskn tu benar.
on May 17th, 2008 at 02:43
[...] Silahkan Lihat Sumber Artikel & Komentar yang luar biasa dari Bpk Quraish dan Bpk Solihin di: gaulislam.com [...]
on May 18th, 2008 at 17:15
wah2, ktanya kmrn JILbkin seminar “menyembah tuhan tanpa agama”
ckckckck , , , aneh bgt deh,
dmna2, agama manapun, nyembah Tuhan itu lwt agama?
Gak usah dekh JIL itu make2 nama ISLAM, jauh bgth gt loh
on May 23rd, 2008 at 09:47
menurut kami, JIL merupakan organisasi org2 miskin yang terbuang. coz mereka mau2nya ja nukar agama dengan duit yang ga da harganya dengan surga ALLAH.
JIL, CAPCAI DWEH………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
on June 4th, 2008 at 08:11
bagi temen temen muda n kamous….biar pemahamam sesat tidak merajalela sering adakan taklim yang uztadznya berkompeten dan mengikuti Al qur’an dan sunnah serta berpaham salafussholih
on June 5th, 2008 at 17:47
Menurut saya Allah menurunkan Islam dalam bentuk yang rahmatan lil alamin. Islam sebagai agama yang menyempurnakan agama lain yang telah ada. Islam datang sebagai sebuah jawaban atas kondisi gelap gulita yang dirasakan oleh umat manusia saat itu. Oleh karena itu konsep Islam adalah membebaskan kegelapan tersebut dengan menghadirkan penghormatan yang tertinggi atas Ilmu Pengetahuan sehingga Islam pernah berjaya dimuka bumi khususnya masa Khalifah Harun Al-Rasyid.
Kehebatan Islam adalah membumikan Quran sebagai basis kehidupan manusia, ia bukanlah kitab yg sekedar dibaca tetapi difahami dan sekaligus diamalkan. Tidak heran ilmuwan besar Islam lahir pada masa kejayaan Islam. Tenggelamnya Islam tidak lepas dari taqlid terhadap pemikiran dan tidak kembali mencoba pemikiran baru yang masih berbasis pada Quran. Ayo kita kembali kembangkan layar pengetahuan Islam dengan berbasis pada Quran. Kembalikan kejayaan Islam melalui Ilmu pengetahuan dan bukan melalui emosi.
on June 12th, 2008 at 12:25
ISLAM itu satu, tidak istilah liberal,tradisional,KTP, dan lain-lainnya,pusing……jangan rusak kesucian ISLAM dengan istilah2 yang ditambah2. itu smua adalah produk barat yang untuk memecah kita smua.kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah .mari kita satukan ISLAM untuk menghadapi musuh2 ISLAM.
on June 19th, 2008 at 10:49
kita umat muslim juga harus dan wajib mensuport, saudara-saudara kita yang kebetulan berada di balahan barat (tempat asal imperialisme) seperti Kosovo, Albania, Macedonia, Bosnia dst. Mereka berjihad mendirikan negara dengan komunitas muslim di pusatnya imperialis, jangan samapai kita lengah dan melalaikan perjuangan mereka, Merke aitulah ujung tombak Islam di sarang imperialis.
on June 22nd, 2008 at 06:38
ass ..semua soudara seiman.!!!
saya liat coment diatas ada hadist yang mengatakan kalo islam akan pecah jadi 73 golongan …yang jadi pertanyaan saya adalah apakah memang benar tu hadis dari nabi muhammad SAW. .dan juga apakah benar perbedaan penapdat itu rahmat…??? dari ALLah swt…PAkah benar ni hadist???please saipa yang bisa jawab??
wass>
ryan sang pengikut sunah dan alqur’an
pembenci bid’ah
on June 24th, 2008 at 14:56
Assalamualaikum Wr Wb
Orang Islam yang bertaqwa adalah orang Islam yang melakukan perbuatan-perbuatan penuh kebaikan sebagai berikut (Surat Al Imran (3) ayat 133-135) :
menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
menahan amarahnya
mema’afkan (kesalahan) orang.
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu.
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya (Surat Al A’raaf (7) ayat 56).
Dan janganlah kamu membunuh dirimu (Surat An Nisaa’ (4) ayat 29).
?dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan (Surat Al An’aam (6) ayat 151).
Dalam menyampaikan dakwah juga harus dengan penuh hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (Surat An Nahl (16) ayat 125). Tidak patut bila dakwah dengan kekerasan, ancaman dan tanpa memberikan contoh atau pelajaran dengan baik. Demikian pula kalau kita berdiskusi, kita diminta untuk berdebat dengan cara yang paling baik. Jangan buru-buru mengatakan ?mengujat agama? atau ?menistakan agama? atau disertai ancaman. Apakah ini perdebatan orang Islam. ? Apakah ini sesuai dengan Surat An Nahl ayat 125 diatas ? Kalau masih tetap berbeda pendapat atau tetap berselisih serahkanlah kepada Allah sebagaimana Surat Asy Syuura (42) ayat 10.
Teman-teman jangan langsung marah atau menghujat. Tetapi renungkanlah, gunakan akal sehat dan gunakan pikiran secara optimal. Kemudian bantahlah dengan dasar al quran atau dengan logika yang lagis. Kita diberikan akal dan pikiran oleh Allah untuk digunakan secara optimal. Bukan tidak digunakan.
Rekan-rekan, saya mohon mengkritisi tulisan saya di http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com dengan dasar dan alasan yang kuat tetapi bukan dengan menghujat
Wassalam
on July 3rd, 2008 at 12:40
Saya suka JIL, terutama tulisan Ulil.
Sangat segar dan cerdas.
Pemikirannya masuk akal dan mengajak kita mikir out of the box.
Masa nggak ada (nggak boleh) sih ada intelektual islam di Indonesia ?
Justru dengan adanya JIL, orang2 bisa diajak berpikir beda.
Tahu kan ciri2nya orang kita ?
Jika ada pemikiran beda, label yang dikenakan adalah KAFIR.
Aksi yang harus dilakukan adalah : BUNUH (darahnya segar, bla3)..
Buset dah.. katanya beriman, ngerti kalau sebagian besar ajaran agama itu untuk keperluan dunia. Tapi pemikirannya mundur ke zaman Jahiliah.
JIL itu kapitalis ? coba belajar arti kapitalis itu apa.
Emang negara2 lain yg penduduknya mayoritas muslim itu bukan kapitalis ?
Nyalahin demokrasi ? buset.. jaman gini maunya masih ada Raja ? Hidup kita mau ditentuin sama segelintir orang ?
Jangan anti dong sama pemikiran baru yang lebih baik.
Jangan phobia dengan pemikian dari agama lain.
Udah dulu ah.. peace…
on July 3rd, 2008 at 14:59
Saya sangat TIDAK suka JIL, terutama tulisan Ulil
Sangat garing dan bodoh
Tulisannya tidak masuk akal dan mengajak kaum muslimin untuk murtad dari Islam.
Masa nggak ada (nggak boleh) sih ada intelektual islam di Indonesia yang menyerang pemikiran Ulil yang sesat?
Justru dengan adanya website ini, orang2 bisa diajak berpikir beda.
Tahu kan ciri2nya orang Islam ?
Jika ada pemikiran yang memang sudah keluar dari Islam dan bahkan menyerang Islam, label yang tepat dikenakan kepada orang tsb adalah KAFIR (jika dia sudah jelas membenci Islam dan mengagungkan kekufuran sembari menyatakan keluar dari agama Islam).
Aksi yang harus dilakukan adalah : Bubarkan JIL karena sudah menodai Islam dan kita minta Ulil dkk tobat utk kembali kepada Islam, jk tidak mau, suruh ganti agama saja–jangan Islam. (kira2 mereka mau gak ya?)
Buset dah.. katanya ngakunya muslim, ngerti kalau sebagian besar ajaran agama itu untuk keperluan dunia dan akhirat. Tapi pemikirannya mundur ke zaman Jahiliah, seperti yang disampaikan Wondo dan sebangsanya dari para pengagum JIL dan kesesatan lainnya.
JIL itu menghina Islam ? Benar. Coba wondo belajar lagi arti Islam itu apa dan sekuler itu apa. Supaya wondo akalnya terbuka dan otaknya tidak ditaro di dengkul.
Emang negara2 Barat yg penduduknya minoritas muslim itu bukan kapitalis ? Kapitalis sejati dan jelas musuh Islam!
Nyalahin demokrasi? buset.. jaman gini maunya bela-belain demokrasi? Hidup kita mau ditentuin sama sistem rusak ala kapitalisme itu ? demokrasi itu telah melahirkan orang2 berpikiran macam wondo itu tuh…
Jangan anti dong sama Islam yang emang baik ketimbang demokrasi dan sebangsanya.
Jangan phobia dengan pemikian Islam yang benar dan masih mau membela pemikiran liberal dan agama jahiliyah itu, wondo!
Udah dulu ah.. peace?
Wanda…..
on July 6th, 2008 at 16:30
Kalau pingin tahu JIL itu antek imperialis, gampang saja .. coba deh cek bagaimana mereka mendanai kegiatannya ? udah pasti donaturnya Yahudi dan Barat …….. tokoh2nya-pun kuliah di Barat dengan beasiswa dari LSM Barat ………dananya nggak tanggung2 … jutaan dollar …
mau bukti.. minta PPATK dong ….
on July 6th, 2008 at 16:36
JIL memang sudah keterlaluan, mereka ibarat musuh dalam selimut bagi umat Islam sendiri, mereka lebih suka cari2 musuh di kalangan Islam sendiri, saking keblingernya .. sampai pernah ada salah satu tokohnya (yang masih punya nurani kali) mengingatkan kolega JIL-nya agar tidak banyak menambah musuh di kalangan umat Islam sendiri … Ulil sangat provokatif, pemikirannya kacau, mertuanya sendiri (KH. Mutofa Bisri) sampai pusing kepala …..
sesungguhnya JIL adalah bentuk kegiatan anti islam yang terselubung ….
sangat kentara dari agenda2-nya ….
on July 14th, 2008 at 12:21
Hebat nih tag tentang JIL, sudah 1 tahun 2 bulan masih aja di komentarin. Dengan semua pro dan kontranya, Indonesia memang diversity.
Salut untuk gaulIslam.com
tetap maju terus guys !!
on July 14th, 2008 at 14:37
JIL bukan Jaringan Islam Liberal tapi Jaringan Iblis Liberal. Gitu aja kok repot. Mereka sebenarnya adalah kaum munafik yg rela menjual aqidah demi segebok dollar. Ayo segera tobat bung, Islam tidak bisa dihancurkan oleh manusia seperti tokoh-tokoh JIL. Buat yg non Muslim jg ikut komentar dong, agama anda itu juga belum jelas kebenaranya kok malah ngurusi agama orang lain. Masak tuhan punya anak, punya istri, bisa mati…..yg bener aja
on July 17th, 2008 at 13:29
Assalamualaikum Wr Wb
Saya mengingatkan bahwa semua yang disampaikan pak Quraish, pak solihin dan pak soegana dan temasuk orang-orang JIL adalah wacana. Kalau tidak setuju, ya tidak apa-apa. Saya sendiri setelah membaca tulisan-tulisan JIL. Ya, ada yang saya setujui ada pula yang tidak saya setujui.Dalam menyampaikan dakwah juga harus dengan penuh hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (Surat An Nahl (16) ayat 125). Tidak patut bila dakwah dengan kekerasan, ancaman dan tanpa memberikan contoh atau pelajaran dengan baik. Demikian pula kalau kita berdiskusi, kita diminta untuk berdebat dengan cara yang paling baik. Jangan buru-buru mengatakan ?mengujat agama? atau ?menistakan agama? atau disertai ancaman dan menhujat orangnya. Apakah ini perdebatan orang Islam. ? Apakah ini sesuai dengan Surat An Nahl ayat 125 diatas ? Kalau masih tetap berbeda pendapat atau tetap berselisih serahkanlah kepada Allah sebagaimana Surat Asy Syuura (42) ayat 10. Dan saya perlu mengingatkan membunuh orang muslim itu itu adalah jahanam balasannya. Seseorang yang masih mengucapkan sahadat. Itu berarti masih muslim.Hanya perbedaan pikiran dan pandangan. Kenapa dibunuh ? Apakah yang membunuh tidak membaca al Qur?an bahwa membunuh orang beriman itu dosanya besar sebagaimana Surat An Nisaa? (4) ayat 93. Balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. Apakah tidak takut ? Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (Surat Al Maidah(5) ayat 32).
Apakah mereka tidak takut memmbunuh orang Muslim ? Apakah mereka tidak tahu bahwa membunuh orang Muslim itu balasannya adalah Jahannam, dikutuk Allah dan azab yang besar (Surat An Nisaa? (4) ayat 93).Selanjutnya dapat mengunjungi blog saya http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com tentang wajah Islam dalam Al Qur’an.
Wassalam dari mr.dayson
on July 17th, 2008 at 13:35
Assalamualaikum Wr Wb
Mas Ikwan yang saya hormati. Perlu saya mengingatkan bahwa berdebat denga Ahli Kitab itu dilarang, kecuali mereka yang dzalim. (Surat Al An?aam(6) ayat 108).. Dan tidak boleh mengolok atau memaki-maki sesembahan orang lain dalam berdakwah. Mereka akan juga mengolok-olok atau memaki Allah tanpa pengetahuan sedikitpun. (Surat Al An?aam (6) ayat 108). Nah, kalau masih berselisih faham, maka serahkanlah kepada Tuhan (Surat Asy Syuura (42) ayat 10).
Jangan bersikeras lagi kasar mempertahankan pendapatnya sendiri yang benar, mereka akan menjahui kita. Oleh karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (Surat Ali ?Imran (3) ayat 159).
Salam kenal Mas Ikwan dari mr.dayson. Kunjungi saya di http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com
on July 20th, 2008 at 08:45
buat Soegana Gandakoesoema
waktu pertama kali melihat isi postingan anda pada website ini saya jadi terpikir akan sebuah hal yaitu
“anda lebih yahudi daripada orang yahudi”
kebiasaan buruk orang yahudi itu seperti mencapur-adukkan ayat2 TUHAN (baca talmud atau taurat)
Seenak – enaknya memberikan tafsiran tehadap AYAT QURAN ,saya sarankan untuk anda apabila ingin “mengutip” sesuatu harus ditampilkan semuanya.Jangan hanya setengah-setengah,ada ayat yang anda “tutup-tutupi” .Kemudian dengan tanpa dosa mencantumkan tafsir ini sesuai dengan AYAT QURAN
on July 21st, 2008 at 15:29
hai kau yang tergabung dalam JIL ingatlah akan pembalasan Allah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
on July 22nd, 2008 at 13:30
suatu saat islam akan jaya kembali, so…….. ga usah bingung umat islam.
rajin2lah beribadah, toh mereka akan berputus asa nantinya…
on July 24th, 2008 at 00:05
Jelas bagi saya bahwa orang-orang JIL itu memang pinter-pinter, maka hati-hati lah kalian wahai para saudara-saudaraku kaum muslimin. Tapi ingat kepintaran mereka itu tidaklah seberapa dibandingkan orang-orang yahudi. Mereka gemar sekali mengutip ayat-ayat suci Al Quran dengan setengah-setengah yang dapat menjadikan kita yang awam akan isi Al Quran dapat terpengaruh olehnya.
on July 30th, 2008 at 08:20
ya biasalah, banyak cara orang yg ga senang sama untuk menghancurkan islam.
kita kita yg ilmu islamnya masih cetek ga usah terlalu dipusingkan dengan retorika orang JIL.
ingat saja pesan rasulullah, kita ga akan tersesat selamanya jika berpegang teguh pada 2 wasiatnya yaitu Al-Quran dan Sunnah rasul. jadi kalo ada orang yg mbuat buat aturan berdasarkan pikirannya doang dan tidak menjadikan Al-Quran dan hadist sebagai dasar utama aturan mereka,
ya sudah tinggalkan saja apapun nama orangnya, bangsanya, golongannya atau lemah lembutkah dia.
tau ngga, Al-Quran itu dibuat oleh siapa? Allah lah…
kalo kita yakin Allah itu tuhan semua mahluk dan sekalian pencipta mahluk serta properti dilangit dan di bumi, maka yakinlah aturan yang diturunkan itu pastilah sesuai dengan apa yg diciptakannya.
jadi kita-kita harus tunduk dan patuh pada-Nya. juga dengan aturannya yaitu Al-Quran dan penjelasan tentang Al-Quran melalui lisan dan perilaku rasul yang di utus-Nya.
dan orang orang yang ga paham tentang itu, kita harus yakini semua ini karena izin Allah juga yang menciptakan manusia tidak sama dalam tingkat ilmu dan pemahamannya tentang agama.
bersyukurlah kita yang tetap berpegang teguh dalam aturan agama islam, minimal tauhid kita ga bergeser dan tetap lurus menyakini Allah tuhan kita dan semua aturan islam dari Allah juga.
Bravo…ummat islam!!!!!
on July 30th, 2008 at 16:04
assalmkm. ww
nuhun pa Quraisy sareung pa solihin sareung anu nentang kana didirikeunna JIL.
mugi2 allah masihan petunjuk anu lurus kange orang2 anu teu acan paham ( JIL ).
mugi2 allah masihan ampunanna.
amien
on August 3rd, 2008 at 20:01
To Mas Wondo…
Kelihatannya anda sendiri yang berbeda dari sekian banyak komentator di atas. Apa yang saya tangkap dari tulisan anda kelihatannya anda pendukung setia JIL, atau bisa dibilang fans-nya gitu.
Anda tidak tahu bahwa pembaharuan yang dilakukan JIL adalah suatu hal yang dalam rule agama Islam adalah tidak sesuai.
Coba anda sesuaikan apakah ini pernah terjadi pada ulama2 terdahulu,,?
on August 7th, 2008 at 17:52
mengapa ya dunia tidak pernah damai….memang setan luar biasa..agama pun yang mengusung nama Tuhan…dia manfaatkan untuk merasuki manusia .. hasilnya kebencian, saling mengujat, darah orang pun halal … hati-hati jangan sampai Setan manfaatin kita. Baik tidaknya pohon mangga dapat kita lihat dari buahnya. Baik tidaknya kita dapat dilihat dari perbuatannya. Perbuatan jahat asalnya pasti dari setan……
on August 9th, 2008 at 22:48
buat pa dayson, apakah membiarkan kemurtadan, kekafiran itu tidak membuat kerusakan dimuka bumi ? itu mah lebih parah bin gawat lagi to !! wah 3 payah betul ???? jgn ambil ayat Qur’an hanya untuk berkedok ria ?? istigfar
on August 16th, 2008 at 21:36
gak ada gunanya debat ama orang JIL…. 1000 kali dikasih taupun pasti mereka tetap akan seperti itu.
on August 18th, 2008 at 08:30
JIL salah satu sunatullah yang harus dihadapi umat islam. Hal semacam ini sudah ada sejak jaman rasulullah, jaman penjajahan di indonesia dan sampai sekarang. Sebagian cara pandang JIL sebetulnya sudah mendominasi mereka – mereka yang duduk di pemerintahan, wakil rakyat dan tokoh2 di indonesia sampai sekarang. Hanya saja keberadaan JIL membawa cara pandang yang lebih ekstrem (jika dilihat dari cara pandang islam). Tapi kenyataannya bangsa kita tidak pernah menuju kebaikan, bahkan semakin terpuruk. Mungkin suatu saat JIL akan lenyap, tapi pasti akan muncul JIL-JIL yang lain dengan cover yang berbeda. Tidak usah risau denga JIL, karena hak dan bathil akan selalu dipergilirkan untuk menguji orang-orang yang beriman. Kita rapatkan barisan untuk menuju kepada tegakknya eksistensi Allah di muka bumi. Cara pandang JIL sudah usang, mereka sudah berkuasa cukup lama di negeri ini tanpa membawa kebaikan sedikitpun.Kenyataannya mereka tidak sedang melakukan pembaharuan apapun.Justru yang kata JIL sebagai “islam konservativ” itulah yang bisa memperbaharui negara kita. Dan semenjak merdeka kita tidak pernah menggunakan islam sebagai dasar bernegara kita.
on August 19th, 2008 at 09:45
Assalamualaikum Wr Wb
Mas Cahyo, kita pasti tidak akan membiarkan ke murtadan dan kerusakan di bumi. Bagaimana caranya itulah yang penting. Kita harus menunjukkan wajah Islam itu dengan penuh dengan akhlaqul karimah. Seperti yang disampaikan Nabi kita ” Innama buitsu li utamimma makarimal akhlaq” = Saya diutus atau dibangkitkan untuk menegakkan budi pekerti (akhlaq) yang mulia. Marilah kita mengikuti Nabi Muhammad SAW untuk menegakkan akhlaq mulia.
Wallahu ‘alam bish shawab
Wassalam Wr Wb
on August 29th, 2008 at 17:27
Aduh Willy,
Janganlah menilai JIL hanya dari tampilannya saja. Setahu saya, dalam agama anda pun ada peringatan bahwa Iblis pun bisa tampil sebagai malaikat yang bercahaya, atau bahwa ada orang yang penampilannya seperti domba padahal mereka adalah serigala-serigala yang ganas. Nah, untuk menilai JIL, jangan dilihat tampilannya, lihatlah isi dari ajarannya, merusak fondasi ajaran induknya atau tidak. Saya yakin bahwa dalam agama anda juga ada aliran liberalnya, yang pasti akan membuat kuping anda panas manakala anda dengar tafsiran2 mereka mengenai ajaran anda…
on August 30th, 2008 at 17:32
“setan” emang paling mudah untuk dikambing hitamkan
“neraka” emang paling mudah buat dijadikan ancaman
serius, ni aku hampir murtad. gara2 kepercayaanku pada agama islam semakin menipis, apalagi setelah ngebaca artikel liberal ini, perang salib itu, fpi ini, misionaris itu. saling hujat, saling tuding, korban doktrin, korban media. semuanya seperti omong kosong. semuanya semakin ga masuk akal, tetapi tetap dipaksakan. mungkin setelah ini sebagian akan menuduhku utusan kaum liberal-atheisme-komunisme. tapi terserah lah… aku senang ketika seseorang taat menjalankan agamanya. aku senang ketika para pejabat tidak korupsi. tetapi ketika melihat mereka berdebat, menghujat. satu yang disalahkan yaitu setan, dan hukumannya adalah neraka.
Hanya Keadilan Yang Membawa Kedamaian !!!
on September 2nd, 2008 at 10:31
Sudah jelas dikatakan bahwa Islam itu tidak ada yang liberal yang ada hanya satu ISLAM ALISSUNNAH WAL JAMMAH, lalu kalau ada yang membuat JIL sudah bukan berjuang utk kepentingan islam tapi utk kepentingan mereka sendiri yang ujung -ujung nantinya menimnta duit dari dunia barat dengan dalih utk perjuangan JIL.
JIL (jahiliah Intelek) mungkin itu yang lebih tepat.
on September 4th, 2008 at 01:19
AKU DAN MAKHLUK
Bila makhluk bertanya
siapakah yang paling mulia
aku menjawab:
akulah yang paling mulia
aku sangat berbangga kerana
Allah adalah Tuhanku
Muhammad s.a.w adalah penghuluku
ini sudah cukup membuatku berasa kaya dan mulia.
Bila Engkau bertanya
maka aku menjawab:
aku adalah yang paling hina, daif dan jahil
inilah hamba yang faqir.
Janganlah Engkau murka
lantaran daku berbangga di hadapan makhluk-Mu
bila mereka berbangga dengan pangkat, harta dan keturunan
izinkan daku berbangga sebagai hamba-Mu.
on September 5th, 2008 at 12:00
aku setuju sama aree. buat willy, ga semua orang non JIL kasar seperti orang yang nemuin kamu. banyak orang non JIL yang ramah.justru karena kamu non-islam kamu jadi ga tau islam yang sebenarnya.di zaman Nabi Muhammad saw dan sahabatnya pun umat nasrani,yahudi diperlakukan baik.terserah kamu si.untukmu agamamu dan untukku agamaku.
on September 6th, 2008 at 23:40
Wwelehh memang islam khan sudah terpecah-pecah dan akan bertambah lagi menjadi banyak GOLONGAN, but
hanya satu islam yang BENAR, yaitu yang berpegang pada Al-Quran dan sunah-sunah Rasulullah SAW
juga islam yang TIDAK : memutarbalikan ayat-ayat Allah, berpegang pada hadist yang dhaif
memiliki HATI yang bersih, suci, tulus, dan ikhlas dalam menjalankan agama islam tanpa niat lain
tidak sedikit orang yang bilang dirinya ISLAM padahal maunya uang, kekuasaan, gelar, kepuasan nafsunya, dunia, sensasi, menghancurkan islam.
mereka ORANG yang tidak beriman, sesat, atau pun munafik
mereka sulit mendapatkan HIDAYAH dari Allah SWT
tapi kenapa masih banyak orang yang senang islam terpecah-pecah dan malahan mencari atau membuat GOLONGAN baru lagi
mungkin sulit kita mengetahui orang yang seperti itu, tapi sesungguhnya mereka sendiri sadar tetapi mereka enggan menjalani agama yang benar karena berbagai macam kemauan mereka dan Allah SWT mengetahui orang-orang yang seperti itu
kelak mereka akan diazab dan disiksa dengan amat pedih karena perbuatan mereka sendiri.
on September 9th, 2008 at 14:02
Waduh, saya baca tulisan dan komen di sini kok isinya pedes-pedes ya. Ayolah saudara saudaraku, sekarang bulan suci Ramadhan, berikanlah nuansa kesejukan. Islam itu sejuk, bukan panas, islam itu rahmat, bukan amarah.
Mau JIL kek mau Hizbuttahrir kek, semua adalah muslim yang bersaurdara, Mosok saling hina seperti ini, Justru orang akan menjauh kan kalau baca argumen-argumen yang kasar seperti itu?
on September 13th, 2008 at 14:17
Assalamu’alaikum
Maha besar Allah Tuhan semua Agama…biar dia bukan Islam Allah tetap Tuhan mereka..baik mereka mengakui atau tidak.
Berbahagialah kita sebagai umat Islam yang hanya mengakui Allah sebagai Tuhan kita.
daya fikir manusia bisa melambung sedemikian rupa dengan berbagai persepsinya. Faktor kondisi riil yang di hadapi bisa mengambil peranan penting dalam eksplorasi daya fikir manusia itu sendiri. sehingga wajar setiap orang punya persepsi yang berbeda-beda mengenai segala hal termasuk menafsirkan ayat-yata Allah.
Cuma bila menafsirkan terlalu jauh dari hakekat ( Islam )- itu yang tidak bisa diterima. Setahu saya tidak ada liberal atau kebebasan dalam Islam. Islam ya Islam dengan segala aturannya yang mengikat dan MUTLAK.
Sedangkan liberal ya liberal – merupakan doktrin kebebasan manusia yang pada dasarnya memang senang dengan kebebasan dengan batasan sesuai seleranya sendiri. bahkan kalau perlu tanpa batasan. Manusiawi sih…
Cuma……ketika segala sesuatu dipaksakan dan dicampuradukan…semua jadi samar-samar. Sehingga orang jadi samar-samar dengan patokan semula ( Islam dan Syariatnya ).
Toh tanpa embel-embel Liberal, Islam sudah sangat toleran dengan umat lainnya ( umat lain toleran dengan umat Islam ???? ) waallahu bi showab…
wassalamu’alaikum
on September 15th, 2008 at 09:00
biralah orang JIL berkoar-koar Islam tetap Islam kita yaqin seyakin yaqinnya yang benar tetap benar mudah-mudahan yang mendirikan JIL lekas sadar kembali ke jalan yang benar kita doakan. kalau kita doanya ikhlas insya Allah mereka akan menjadi penerang bagi orang-orang yang sesat.
on September 19th, 2008 at 12:53
assalamualaikum wr.wb.
saudaraku yang seiman dan seaqidah, berdebat itu hanya kan memunculkan hawa nafsu. sesungguhnya Islam adalah agama yang mudah, tapi tidak bisa dimudahkan seenak nafsunya. standar yang diberikan pun sudah sangat jelas”bagi orang-orang yang berfikir”.ketika kita sudah mengimani Allah sebagai Rabb pencipta dan pengatur kita, otomatis kita akan tunduk patuh pada setiap aturannya.karena itu sadarlah saudaraku,kemana sih setelah kita dari dunia?ketahuilah kita pasti akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita kerjakan di dunia ini.ketika kita memperjuangkan JIL(yang nyata-nyata nentang sama yang membuat kehidupan dan aturan) apa yang akan kita dapatkan? akhir kehidupan ini hanya ada 2:syurga atau neraka. mana yang kamu pilih?
on September 19th, 2008 at 16:18
agak aneh melihat debat yang tak (akan) pernah kunjung selesai, membawa dalil ini, itu, hanya untuk membuktikan bahwa dirinya atau golongannya yang benar. mungkin hanya mungkin … kita lupa akan suatu hal, kita manusia. end of the story. mungkin cermin di kamar mempunyai fungsi lebih dari sekedar alat rias.
berhenti menghakimi orang lain.
berhenti merasa bukan manusia.
wassalamu?alaikum
wassalamu?alaikum
on September 25th, 2008 at 10:34
Salam load,
Keberadaan latar belakang saya sangat beragam,kakek muslim dari bapak dan kakek dari ibu kristen,so bila kami berkumpul perdamaian itu tercipta,saling menghargai nga pandang lu liberal or radikal,intinya kami nyaman dgn perbedaan ini…,dari hal kecil dimulai pasti akan terwujud kemudian diluar..apa inti dari perdebatan kalau hanya saling membenarkan..cobalah berpikir sejuk diwaktu teduh bukankah kita sama dimataNYA.berikan yang baik dan sejuk dimata orang lain maka orang lain akan menilai tanpa harus berdebat tanpa solving……….damai bagi kita damai bagi langit dan bumi…
on September 28th, 2008 at 17:46
Menurut saya. Islam liberal terlalu extrem dalam mempertahankan opini mereka. Jika mereka menganggap jaringan mereka yang paling benar. otomatis dia sudah berpihak ke arah ektremisme agama atas nama liberalisme.
on October 5th, 2008 at 16:51
pusing saya masih ada orang seperti pa soegana. Pusiiiiinnnggggg…
on October 9th, 2008 at 18:03
Menurut Gua, macem JIL dkk tidak perlu di gembor-gembor, kagak ada manfaatnya alias buang energi dan waktu. Toh kalo kita kasih kebenaran tentang ayat AlQuran/Hadist, tetap aja mereka akan membolak balik menurut versi mereka, liat aja kalo orang2 JIL dkk bicara Ayat Suci alQuran pasti ” Menurut saya”, “menurut tafsir yang saya baca” (tafsir kyai Ciganjur Kalee) dll dll. Kewajiban kita jaga keluarga dan anak anak kita dari Islam2 Zionis macem mereka2 itu. Kalau anda punya kekeuatan iman “tangan”, bunuh aja mereka. Karena islam itu tegas, tidak Abu-abu. Kecuali jika mereka pindah agama yang menurut mereka “sama-sama” benar, jadi gak Ngobrak Ngabrik ajaran Islam dari Dalam. Wassalam. saya,
on October 14th, 2008 at 11:45
Assalamu’alaikum..
Mau nimbrung neyh..
Saya cuma ingin bilang, bahwa : Tidak semua orang-orang JIL itu salah, begitupun sebaliknya tidak semua non JIL itu benar.
Terus terang saya heran, kenapa pembahasan ini dimasukkan pada term universal..
Yang paling enak sebenarnya kita harus mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnah..
Saya pikir ini hanya masalah perbedaan pendapat.. Selagi masih koheren dengan Al-Qur’an dan Sunnah, SAH-SAH SAJA TOH..
Wassalamu’alaikum
on October 16th, 2008 at 02:55
yups….w setuzu bgtzzz,,,”JIL”itu racun,,, w atas nama pemuda islam,,ga rela tujuh turunan kalo aqidah islam di obrak-abrik ama yg nama na JIL..wOi….paRA PEmuda islam nyo sama2 kita bendung paham-paham JIL yg SUPER NGAWUR ntu….
wat para tokoh n aktivis JIL,,W bnr2 kasian ma U SMUA,,,skolah tinggi2 ampe K luar NEGRI,,tapi tetep aja bego…
banyak2 istigfar woi….
ingat…..dari zaman adam ampe kiamat nanti,,ALLAH ntu tuhan yg sebenar nya n islam kesempurnaan nya akan terus terjaga….
ok mamen,,,,y kan ya donk
ISLAM w BaNgetzzzzz……
on October 16th, 2008 at 16:43
Yang jelas, orang-orang munafik yang suka menjungkir balikkan ayat Alquran demi kepentingan hawa nafsunya tercapai itu sudah pasti Demi Alloh adalah Salah. Dan orang orang tersebut semakin banyak setelah berakhirnya zaman para Sahabat Rosulullah, termasuk di Indonesia adalah JIL, wahid instituite, LSM Asia Fondation, dkk.
Ayat mana di dalam Alqur’an yang menyatakan pacaran (masa kini) dan ciuman adalah halal?, Ayat yang mana menyatakan bahwa Laki-laki bukan pemimpin wanita (pernyataan Musdah di TVone)?, dll dll dll dll banyak sekali ulah JIL dalam menjngkir balikkan Ayat Alquran yang tidak bisa dijelaskan disini….., Jangan heran jika saat ini ada banyak umat muslim yang juga ikut menolak RUU APP, begitupula sangat banyak juga yang mencaci maki fatwa2 MUI, Banyak muslim yang juga mencaci maki dan memfitnah AA Gym yang sebenarnya tidak pernah divonis bersalah dalam hal Poligami di dalam Islam, kenapa hanya kekersan FPI yang disorot dan dijadikan image organisasi paling negatif sedunia, kenapa kekerasan yang sering muncul pada acara dangdutan di daerah2 tak satupun LSM yang gembar gembor di Media, dan kenapa NU dan Muhammadiyah hanya menjadi Organisasi Islam terbesar di Indonesia yang asyik tidur berdakwah serta berebutan mencari jabatan, lihatlah perilaku mahasiswa2 mereka di universitas(baca:Islam)nya yang sama hampir semuanya gaul gaya barat dan minim ilmu islam. dan banyak lagi dan banyak lagi. Inilah realitas yang telah terbentuk oleh salah satunya karena keberadaan dan kampanye JIL dkk yang gembor2 di Media. Akhirnya benarlah kata Rosululloh bahwa ummatnya akan laksana buih buih di lautan pada akhir zaman karena mereka CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI. Ayolah saudaraku, kembalilah kita kepada Alqur’an dan Assunnah di masa kenabian, sahabat dan tabi’in. sesungguhnya Muhammad SWT hanya mewariskan Firman Alloh melalui Alqur’an, yang tentunya tidak dapat direvisi atau dibolak balik oleh hawa manusia seperti yang dilakukan orang2 JIL dkk.
on October 17th, 2008 at 16:27
Perbedaan adalah rahmat, pasti salah satunya ada yang mendekati kepada kebenaran, tidak perlu diri kita diantara umat islam merasa paling benar karena AlHaq (yang maha benar) adalah hanya Allah SWT. biarlah Allah yang menilai kita semua, yang paling penting kita berbuat baik terhadap siapapun baik sesama muslim maupun kepada non muslim, tunjukan dakwah kita dengan perbuatan baik, perkataan baik, sikap yang baik seperti QS 16:125
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH
on October 17th, 2008 at 19:52
assalamualaikum
ana ngedukung opini muslim depok di atas….,memang serangan kaum kafirin saat ini tengah gencar2nya untuk mengkafirkan umat islam,tentunya dengan cara yang telah diperbaharui seperti model JIL ini.
Ooya…,selain itu ana punya pesan bwat orang2 yg non muslim ama yg ngedukung JIL : Islam itu indah,boi. janganlah engkau2 terpedaya oleh manipulasi berita2 yang mengatakan hal yg jelek2 ttg islam,karena itu adalah ulah para kelompok2 besar penguasa yang membenci islam. alangkah baiknya jika kita melihat islam dengan terbuka dan menerimanya.swear, Islam itu indah.
wassalam.
on October 25th, 2008 at 18:37
assalamu’alaykum,
emang benar y?
musuh orang orang islam itu adalah dr orang islam sendiri,
yuk bersatu tuk memberantas orang-orang yang mengfitnah islam,
ALLAHU AKBAR!!!!
ada perbedaan? kembalikan pd Al-Quran dan As-sunnah. Insya Allah akan terlihat mana yang benar, dan mana yang pura-pura benar.
he he
on November 3rd, 2008 at 18:38
JIL atau yang Non-JIL sama saja, yakni pengen dianggap benar. Latar sumbernya juga sama, Alquran. Bedanya pada cara memahaminya. Karena berbeda dalam memahami maka akan terkesan ada yang salah dan ada yang benar. Padahal yang benar dan santai-santai saja adalah Alquran itu sendiri.
Selagi kita masih membutuhkan media (bahasa, pikiran, hati) maka apa pun cara yang digunakan: mau dikatakan literal atau kontekstual, sama saja. Semua hanya sebuah pemahaman. Tak lebih.
Jadi, jangan saling menyalahkan dan jangan pula merasa sok benar.
Saat ini, yang prioritas adalah banyak saudara-saudara kita yang masih belum bisa memperoleh kesejahteraan dan pendidikan yang layak.
Mengenai KAPITALISME, LIBERALISME, siapa pun akan punya peluang untuk berperilaku Kapitalis dan juga Liberalis bila arogansi dan keangkuhan selalu menjadi selimut kita. Bahkan dalam kegiatan beribadah sekalipun. Lihat Al Kahfi 110.
Mungkin itu dulu.
Salam
on November 6th, 2008 at 13:09
saudaraku said, anda memberi wejangan sama halnya seakan2 anda yang paling benar. kalau misalnya anda seorang muslim, saran saya jangan tidur. Islam itu luas, tidak hny mengurusi tentang kesejahteraan dan kehidupan, kecuali menurut anda mengembalikan aqidah islam sebagaimana mestinya kepada yang sudah diajarkan Alqur’an dan As sunnah sudah tidak penting lagi bagi anda. banyaklah belajar Alquran dan renungkan, jangan hny baca koran saja. Jadi anda akan bisa lihat bagaimana aksi Islam liberal.
on November 10th, 2008 at 10:54
Saya ingin semua warga muslim baca ini… penting !!!
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/09/26/tuntunan-para-salaf-dalam-bertakbir-di-saat-hari-raya/
Tidak ada kata yang lebih baik selain nasehat-menasehati…
on November 15th, 2008 at 17:23
assalamu’alaykum,
kebenaran datangnya bukan dari dalam diri seseorang atau dari dalam kelompok yang menyebut dirinya benar.
jika kebenaran datangnya dari dalam individu, maling pun akan berkata benar.
kebenaran dilihat dalam sudut pandang islam karena kita islam, kebenaran datangnya dari Allah. maka kalau kita ingin melihat kebenaran, meskipun itu soal pemikiran, maka galilah Al-Qur’an dan Sunnah. renungkan!
benar kata mas muslim, islam mengatur semua kegiatan manusia,
dan Aqidah yang terpenting,
on November 18th, 2008 at 12:41
untuk para antek2 jil dan para pendukung jil kami umat islam cuma minta satu aja janganlah kalia bawa2 nama islam untuk jaringan mu cukup JL(jaringan liberal) supaya tidak ada yang dirugikan and
semoga kalian semua (JIL) mau kembali kepada ajaran islam dan percaya Muhammad Rasul Allah
wasalam,
Dava
on December 4th, 2008 at 21:23
assalamu’alaikum
saudara-saudaraku umat islam, dari pada kita ribut terus mengumbar egoisme dalam beragama yang semakin membuat kita akan semakin tercerai berai, lemah, miskin, terbelakang, tidak, berdaya, , tidak produktif, tidak berkualitas, tidak mampu bersaing ( dengan umat yang lain ), tercerai berai, gampang dijajah dan ditunggangi oleh musuh-musuh islam, apalagi di era globalisasi dan era kerterbukaan dewasa ini yang ditandai dengan semakin cepatnya perubahan dan persaingan pasar ( global ) yang semakin super kompetitif ini, untuk itu saya kasih sayembara niiiih ! hadiahnya langsung dari allah swt yang diambil di sidratul muntaha, dan pertanyaannya sbb : buatalah system ( mesin peradaban ) islam yang mengacu pada konsep iman, islam dan ihksan, sehingga menjadi sebuah system yang eksplisit yang dapat dioperasionalkan ( operatable ) secara ril dan sngat effektif pada seluruh aspek kehidupan pada organisasi anda, pada korporasi anda, bangsa dan dunia sehingga hasilnya sbb :
islam itu indah, islam itu nyaman, islam itu cool, islam itu memberikan bukti nyata, islam itu sebuah kebenaran yang tidak terbantahkan sehingga masuk islam itu tidak ada paksaan, karena islam hanya berlandaskan pada kebenaran, bukti nyata yang dibuktikan melalui pretasi yang tertinggi, sehingga mendapat predikat menjadi umat / kaum yang terbaik, teradil, ter elegan yang pastinya juga menjadi kontributor nyata dalam mewujudkan rahmatan lil alamin, sehingga rejekinya ( rahmat allah ) mengalir secara berkelanggengan dengan dengan sendirinya tanpa harus mengorbankan integritas, bernilai laitul qodar lagi, dikagumi banyak orang / kaum, sehingga orang / kaum berbondong bondong masuk ( meng adopsi system ) islam dengan sendirinya tanpa paksaan ( dengan penuh kesadaran, bukan islam keturunan ataupun ktp lhoo! ), oleh sebab itu berlomba-lombalah kamu semua dalam kebaikan, hal ini persis seperti apa yang telah diteladankan oleh rasulullah saw , dengan hal nya kota mekah yang telah dibuktikan oleh beliau bersama the winning teamnya secara professional pada 15 abad yang lalu, sehingga kota mekah rahmatnya mengalir terus berkelimpahan, bertambah terus dengan sendirinya sampai ahkir jaman nanti, dan kota mekah ditetapkan oleh allah menjadi kiblat ( standar ) resmi bagi seluruh umat manusia baik secara ritual maupun secara ril, dan menjadi sebuah system kerahmatan yang ter halal, tereffektif dan termurah didunia yang wajib diadopsi untuk menghalalkan dan memakmurkan masjid-masjid allah ( dalam arti organisasi, korporasi dan negara ) diseluruh muka bumi, supaya rahmatan lil alamin segera terwujud.
dengan demikian saya yakin umat islam segera bersatu dan islam akan segera bangkit muncul sebagai sebuah peradaban yang elegan, yang akan menggeser peradaban lain dengan sendirinya, dan umat islam tidak lagi harus terpesona / dipalingkan kiblatnya ke barat ( sebuah peradaban penjajah yang sangat arogan, dan selalu memuakkan ). seperti masalah yang diributkan dalam diskusi ini mungkin.
tertarik nggaak ?
wasalamu’alaikum
on December 6th, 2008 at 01:22
@Willy
Salam sejahtera,
Saudara Willy yg baik….sewaktu anda mengatakan “JIL berhasil menghadangnya dengan tampilan ramah, kalem, damai, penuh persahabatan, mau berdiskusi, dll, yang justru berbeda dengan yang anti JIL. Berbeda 180 derajat. Saya sendiri pernah berhadapan langsung dengan orang dari golongan non JIL. Berapi-api dia menghujat agama saya di depan hidung saya”
Muncul pertanyaan dari saya: dimana anda menghadapi keadaan tersebut dan mengapa anda bisa berada disana.
Mari kita kupas, pertama sekali tentu saudara Willy mengetahui bahwa negara ini mempunyai masyarakat yang beragama Islam sangat banyak lebih dari 80%. Namun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW “Kelak jumlah kalian akan banyak namun kalian seperti buih di lautan”
Apa maksud dari perkataan Nabi ini? jawabannya bisa kita lihat dalam realitas, di negeri ini umat Islam justru masih terpinggirkan, belum tercerahkan. Anda tentu tahu bahwa kemiskinan juga adalah sumber dari keburukan, dan keburukan – keburukan ini lah yang kita saksikan di negeri kita ini. Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi ? pemahaman agama dan juga sistem eksploitasi.
Mari kita bahas:
1. Pemahaman agama: seperti halnya keluhan anda bahwa umat Islam negeri ini “ganas – ganas”. Tak bisa dipungkiri bahwa semenjak awalnya sebagaimana pendidikan kita yang sering dikritik tak bermutu, banyak ditanamkan pula bahwa “mereka orang kafir masuk neraka karena jahat”. Memang hal ini tidak bisa dikompromikan namun dengan menanamkan hal tersebut sedari dini justru bisa ditebak bagaimana kualitas anak didik tersebut, belum lagi rasa frustasi disebabkan himpitan hidup seolah dengan bergabung bersama “gerakan – gerakan Islam” bisa mengobati rasa frustasi mereka dengan cara yang destruktif…..euforia dalam kekerasan (baca Y.Amir Piliang, Transpolitika, Jalasutra).
di satu sisi kritik Muslimin yang tak setuju dengan JIL seperti halnya saya sebaiknya tidak dipahami oleh anda yang berasal dari kalangan non – Muslim sebagai “serangan” dengan logika , JIL sangat toleran terhadap non – muslim dan ramah dengan demikian tidak setuju terhadap JIL = tidak toleran dan tidak ramah terhadap non – Muslim.
Saya hendak bertanya kembali kepada saudara Willy yang saya hormati, pernahkah anda bersosialisasi dengan tetangga atau kawan seprofesi maupun kawan sekolah/kuliah dahulu yang kebetulan Muslim namun tidak berafiliasi dengan JIL? jika iya dari keseluruhannya apa mereka semua menghina anda di depan anda secara terang – terangan ? kalau iya saya atas nama mereka minta maaf dan sesungguhnya itu karena keterbatasan ilmu mereka. Namun jika anda mengatakan “saya tidak perlu bersosialisasi dengan mereka” hmm…let’s see…..ketika terjadi kerusuhan di Maluku dahulu saya ada sebuah cerita nyata yang dimuat dalam buku “Republik Kapling” karya Thamrin Amal Tomagola dari Universitas Indonesia. DI buku itu secara jelas ditulis konflik antara Muslim – Kristen maupun suku tertentu yang berdasarkan rebutan lahan……namun di tengah pertikaian berdarah tersebut secara jujur Thamrin A. Tomagola yang “sedikit sinis” terhadap Islam di Indonesia mengakui terdapatnya kedua belah pihak yang justru masih mau menolong golongan lain yang “seharusnya” mereka habisi itu…..dan begitu pula dengan kerusuhan ‘98 di Jakarta, saya tidak yakin kalau semua pribumi bersikap barbar terhadap etnis Tionghoa pada hari yang mengerikan tersebut…lagi – lagi Yasraf A.Piliang menamai hal ini dengan “euphoria yang menemukan kesenangan dalam kekerasan sehingga mencapai suatu keadaan trance” (Transpolitika, Jalasutra)
Pertanyaan kedua: apa yang menyebabkan anda berada di sana dan justru beradu argumen dengan mereka? saya rasa anda sendiri bisa menebak dari gaya dan “setelan” mereka hahah….(tidak juga) namun memang sebaiknya anda tidak usah dekat – dekat dengan mereka…..saya tipe orang yang tidak terlalu suka berdebat karena pengetahuan saya tentang Islam pun masih cetek….masih banyak belajar, dan Nabi jauh – jauh hari sudah mengingatkan kalau banyak berdebat kadang bisa mengeraskan hati…walau tentu debat yang berkualitas pun ada…..dengan membaca buku saya jadi kangen dengan “kesantunan” 3 tokoh besar yang saling bantah dan berdebat keras di arena politik namun bisa akur dalam kehidupan sehari – hari, memang tak akan pernah bisa akur dalam prinsip namun bersosialisasi antar sesama manusia adalah hal yang biasa, tiga tokoh itu adalah : Natsir (Masjumi), Aidit (PKI), dan Soekarno (PNI)….ah menarik bukan ?
mengutip ucapan Lenin “What is to be done?” ya…..apa yang harus dilakukan….there is long road for us…..hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Muslim all over the world, unite !
Vale !
Untuk kesehatan. Dan senyuman dari saudara – saudariku untuk anda kawan Willy
on December 10th, 2008 at 01:15
saya, mau tanya nih. saya muslim. tapi ada yang mengganjal di hati saya. terutama tentang syariat Islam. saya suka sebagian ide dari JIL. masalah nikah lain agama, nikah sejenis dll saya tidak suka. tapi dalam syariat Islam saya juga tidak suka akan pengekangan terhadap wanita (pekerjaan suangat terbatas, untuk wanita jurusan elektro telekomunikasi, yang biasa di switching misalnya, kan gak bisa kerja). wanita selalu harus dikurung di rumah. yang pake celana panjang aja dibilang thagut, wujud setan dll (spanduk kayak gitu di Aceh ada lo). anak usia 6 tahun diperbolehkan nikah. ia kalo bapaknya baik, lha kalo anak perempuannya untuk ngelunasi utangnya gimana, padahal wanita gugat cerai di dunia Islam gak bisa, suangat susah sekali. dan semua hakim pasti laki-laki. dalihnya pasti dulu ketika dipinang, anak perempuannya diam, menurut sunnah, diamnya adalah tanda setuju. lha anak kecil diam, artinya ya gak ngerti. kasus kayak gitu di Arab Saudi banyak lho. belum lagi kalo ada KDRT, seumur hidup sengsara perempuan, karena semua hakim laki-laki, maka sudut pandang yang dipakai selalu laki-laki. gak setia lah, gak patuh suami lah, dan kemudian dicekoki dengan hadis bahwa Istri harus tunduk taklid pada suami. mungkin kalo di Indonesia ada syariat Islam, dan istri saya yang hamil di USG ternyata bayi saya perempuan, mending di aborsi saja. karena saya kasian dengan penderitaan hidupnya kelak.
saya cuman urun rembug. yang ikut forum ini latar belakang dan pemikirannya berbeda beda. saya sendiri masih dangkal ilmu agama saya. makanya lebih banyak mendengar. cuman yang penulis rasakan sekarang, kok banyak kekerasan atas nama Islam. di Masjid kampus saya saja, banyak yang mengkafirkan orang yang pake qunut, tahlil dsb. menjelek jelekkan umat Islam yang lain dan bahkan cenderung saling fitnah. di skala yang lebih besar, kayak bom bali. lha ngebom, 202 orang mati, ratusan cedera berat dibilang syahid. banyak yang cedera berat dan mati yang gak ngerti apa apa. bahkan mampir di pub nya pun enggak.hanya lewat. harus diakui sekarang ini banyak orang Islam yang mempertanyakan keimanannya sendiri. dan logika orang orang awam jangan dianggap enteng. mengorbankan nyawa orang yang benar benar tidak bersalah (minum pun enggak) untuk tujuan mereka. Saat ini yang bikin masyarakat umum jengkel adalah (terlepas apakah benar itu bom bikinan Amrozy cs atau enggak, nb :penulis yakin bikinan mereka), perkataan mereka yang meyakini bahwa melakukan pengeboman, walaupun ada korban tidak bersalah, itu tetap boleh dilakukan, dan umat Islam yang kena dan mati, masuk surga. ngawur.lha kalo saya naik motor di depan klab malam yang akan di bom misalkan. lalu saya mati, sanak keluarga saya bisa dendam dengan pelaku dan agamanya sekaligus. mungkin kalangan pemuka agama dan ulama Islam tidak sadar ( mungkin karena mereka selalu di tengah santri/pengikut yang taat) bahwa banyak sekali umat Islam yang murtad/keluar dari Islam karena kejadian tersebut. secara terang-terangan atau halus. saya banyak sekali melihat dan mendengar. hanya karena mereka melihat Islam, agama mereka sendiri, digambar kan sebagai peneror , bukan memberikan rasa aman.saya dulu ikut demo Suharto, tapi sekarang saya kangen dengan rasa aman yang diciptakan beliau. Penghina Islam ditangkap. tapi yang obral acungan tombak, clurit, ngegas motor kenceng2 untuk sweeping juga ditangkap. hidup aman tentrem.sekarang faksi-faksi/ aliran tertentu agama Islam berusaha menonjolkan dirinya. ada yang mengkafirkan yang Qunut, tahlil, bid’ah katanya. ada yang balik nuduh wahabi, ada yang nuduh khawarij, teroris, Islam radikal, Islam tradisional( bahasa halus dari Islam bodoh/kampungan) dll. batas istri empat masih di utak atik jadi enggak terbatas, tergantung pemahaman (nafsu?) nya. lha orang Islam kebanyakan jadi capek.
on December 17th, 2008 at 18:00
saya bukan anggota JIL, saya ahlusunnah
tapi dari beberapa pemahaman dan pola pikir yang ditampilkan JIL/muktazilah
kadang perlu juga untuk disimak karena mereka beragama dengan akal sehingga menimbulkan keyakinan, sedangkan saya beragama karena mengikuti agama orang tua
Bukankah, kalau itu baik ambil jangan lihat dari mana dia berasal
Kalau buruk buang
salam kenal dari : http://myrazano.com
ditunggu kunjungannya
terimakasih
on December 20th, 2008 at 01:56
assalamualaikum wr.wb.
Jil oke juga ya ?
temen-temen yang kontra jil juga oke oke kok ?
Ada apa ini, yang satu saling meniadakan dengan yang lain. Yang satu lagi merasa lebih pintar dari yang lain. Akhirnya timbul sebuah drama kebencian atas nama agama.
Kalau boleh saya urun pemikiran
1. Buat temen jil,
Kalian sering membuat sebuah gagasan-gagasan yang berkenaan dengan tema-tema Islam, terutama masalah monogami/polygami, demokrasi, dan lain-lain. Pendapat temen-temen jil tersebut, harus dipandang sebagai sebuah pendapat belaka, hanya saja teman-teman di jil tidak perlu terlalu memaksakan diri agar pendapatnya adalah sebuah kebenaran, harusnya semangat jil yang memakai istilah liberal harus juga menyadari bahwa pendapat dirinya berada dalam ruang lingkup kebenaran relatif, Kwalitas argumentasi jil sepertinya merupakan hasil sebuah kontenplasi belaka yang bersifat sesaat, bukan didasarkan pada sebuah penelitian yang serius dan mendalam akan sesuatu. Belum cukup representatif untuk di sandingkan dengan tokoh sekaliber pak Nurcholis Madjid saya pikir amat sangat berbeda. Yang saya tau pak nurcolis dalam membuat sebuah kajian sangat mendalam, cukup hati-hati tidak arogan,argumentatif. Contohnya ketika pak Nurcholis menyampaikan gagasan sekularisasi, yang mendapatkan reaksi yang cukup luas di jagad pemikiran Islam Indonesia, terutama dari sebagian masyarakat yang mencurigai pemikiran pak Nurcholis. Namun kesantunan kearifan dan kebijaksanaan beliau terasa perbedaan itu tersa sejuk, sebab pak Nur menyadari bahwa perlawanan keras tidak harus dilawan dengan adu keras. Pak Nur mencoba menjelaskan dengan sangat bagus dimana sekularisasi dimaksudkan bukan memisahkan antara kehidupan akhirat dengan dunia, bukan memisahkan antara negara dengan agama, namun sekularisasi diartikan secara sosiologi. Yakni umat islam harus kembali kepada ajaran tauhid umat islam harus membuang jauh-jauh tentang mitologi, desakralisasi dll. Sebaiknya teman teman di jil harus seperti pak Nur, jangan jadi premanisme intelektual. Demikian juga gagasan pak Nur tentang Islam yes Partai no, meskipun saudara kita yang berasal dari sayap Islam politik bereaksi, namun di era reformasi justru Pak Nur menyuruh membuat partai islam, misalnya seperti PKB dan lain-lain. Di sini saya melihat bahwa pak Nurcholis menyadari bahwa pada saat ini partai seperti PKB diperlukan asal dikemas dengan dengan menejemen yang baik dan tidak asal-asalan. Sudakah harapan pak Nur terpenuhi ? bagaimana manajemen partai kita, sudahkah bagus atau masih hamburadul, masihkah partai untuk kepentingan pengurusnya sendiri, umat dibodoh-bodohi untuk elite politik ? kalau demikian kita akan kembali pada “islam yes partai no”.
Jil sebagai jaringan islam liberal seyogyanya harus lebih terispirasi oleh getaran pemikiran fazlur rahman yang amat argumentatif, analitis dan cerdas dalam menangkap pesan-pesan agama untuk masa depan peradaban manusia. Kalau saya tidak lupa, karya fazlurrahman dalam bukunya Tuhan oleh pustaka salman, amat sangat luar biasa, bagamana Rahman menulis karya intelektual yang sangat jarang ditemukan, bagaimana Rahman menunjukkan gagasan dalam Al Qur’an tentang Tuhan saya terus terang menemukan seorang pemikir islam di pengujung abad ini dengan karya intelektualnya mencoba meluluskan persepsi masarakat barat tentang padangan-pandangan yang keliru terhapad al Qur’an tentang Tuhan. Inilah yang harus ditiru oleh teman-teman Jil, teman-teman jil tidak perlu sikut sana sini, hantam sana sini, karena kalau secara subtantif ternyata jil belum mampu memahami Rahman dengan baik, saya menyarankan teman-teman jil harus banyak baca buku agar landasan dan gagasanya benar-benar berbobot.
on December 26th, 2008 at 00:20
Maaf saya orang awam mau bertanya :
Apakah Tuhan itu diskriminatif ? Hanya mencintai/menyayangi satu kelompok/golongan/agama tertentu ? Masya iya…sich ?
on December 28th, 2008 at 04:43
@ Seno: Sebagai muslim saya hanya meyakini ALLAH SWT. sebagai Tuhan dan dalam agama kami, hanya ISL:AM yang diridhoi oleh ALLAH SWT. Agama lain tidak. Jadi, ayo manusia semuanya masuk ISLAM!
@ for ALL: JIL tak akan bisa berhasil selama umat Islam masih mau menghancurkan mereka!
on December 28th, 2008 at 23:03
assalamualaykum………….
saya juga orang awam ………
tapi saya rasakan memang di indonesia islam punya banyak wajah…bahkan di dunia juga sama……..di negara asal lahir nya islam pun ada perbedaan…
wajar lah 14 abad bukan waktu yang sebentar….
dari hal yang murni …klo lewat waktu skian lama pasti banyak di susupi idiologi yang malah menyimpang dari islam itu sendiri.
budaya,adat istiadat,agama sblum islam datang di suatu tempat akan sangat banyak berpengaruh…..pada perkembangan islam….
SO wajar banyak bermunculan islam yang serampangan…..jauh dari islam yang murni ….dan perbedaan itu menjadi sebuah ujian bagi ummat jika mereka berfikir …KARENA HANYA ADA 1 ISLAM DAN HANYA ORANG2 YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA ALQURAN DAN ASUNNAH YANG AKAN SELAMAT……….
BUKAN JIL YANG DI SUPPORT ZIONIS DAN YANG MENGHUKUM ALQURAN DENGAN PEMIKIRAN MEREKA YANG DANGKAL YANG BERTUJUAN MENJAUHKAN UMMAT DARI SUNNAH………SEMOGA NERAKA MEMBUKA PINTUNYA UNTUK JIL…
APA MEREKA TIDAK BERFIKIR…………….
on January 14th, 2009 at 05:45
teerimakasih temen2 semua, memang dengan menggunakan logikanya mereka mencoba memahami islam dengan cara yang baru. argumen-argumen JIL memang mungkin dapat diterima logika. saya mohon tuntunan dan bimbingannya jangan saya sampai terperdaya dengan logika yang tidak bersumber dari al-quran dan hadist. temen-temen semua, saya mohon tuntunannya…
mohon doanya untuk dikuatkan akidahnya.. amin
on January 14th, 2009 at 05:54
pengetahuan saya tentang tafsir al-quran dan hadist sangat minim, jikalau temen-temen tidak memaparkan, menjelaskan potongan-potongan ayat yang disuguhkan JIL mungkin saya akan terpedaya, temen-temen tolong mohon teruskan perjuangannya… orang-orang yang kurang berpengetahuan seperti saya akan terpedaya jika temen-temen berhenti berjuang…
terimakasih saya ucapkan
on January 18th, 2009 at 10:00
assalamualikum
Sob, pernah ngerasa ga seh, kalo sekarang kita hidup seperti di zaman jahiliyah Modern??
cewek lebih seneng kalo dibilang cantik karena..
tapi ada yang bener malah pake cadar tapi di bilang Teroris?
kenapa ya? yang salah dianggap baik, dan yang benar dianggap salah?
kita harus lebih menggali lebih dalam lagi apa itu Islam?
semoga kita semua diberi hidayah, kemudahan dan kelapangan untuk menerima dan menjalankan apa yang Allah SWT inginkan, Amien.
on January 19th, 2009 at 14:05
islam liberal apaan tudh
paling paling bonekanya yahudi israel..
wajar aja kan kalo mereka dukung yahudi israel dalam serangannya ke gaza.
on January 19th, 2009 at 14:44
Subhannallah
Semoga makin banyak tulisan dan intelk islam seperti penulis artikel diatas.
Melawan orang kafir yang memerangi adalah dengan (pedang contoh Keadaan diPalestina sekarang; maaf sedikit nyimpang)
Melawan orang munafik (memang paling susah karena yang tahu hati orang hanya Alloh, kita hanya meraba dari gejala dan perkataan yang keluar) adalah dengan ilmu (contoh artikel yang ditulis diatas)
Terus berjuang, ini wajah Islam yang dikasari bisa ditangkal diperdayai juga bisa.
on January 22nd, 2009 at 07:08
Ass. Wrb.
Kalau saya pernah mendengarkan suatu siaran radio yang dilakukan oleh radio swasta di Jkt. (mungkin pro JIL) setiap hari sabtu pagi justru mereka orang2 pinter yang TAKABUR sehingga Ia lupa bahwa mereka manusia biasa yg tidak sempurna dgn mencoba2 mengkhianati sesama muslim sehinga mereka sendiri yg menimbulkan kebencian terhadap orang muslim sendiri, apakah itu benar?.
Jika dikatakan dibiarkan saja, sangat bahaya !!! karena kepintaran mereka hanya ingin membalikan sejarah dan fakta islam seperti yang dilakukan oleh Yahudi dan Barat dalam film FITNA dan karikatur nabi yang merasa takut akan kejayaan ISLAM kembali dan Anda yang non muslim pun harus juga mengerti, anda jangan menyebarkan gambar2 fitnah ttg islam yang pernah saya terima dirumah saya sendiri.(islam adalah teroris)
JIL sangat jahat seperti Amerika dan Israel yang sebenar-benarnya akar Kebencian dan terorisme jg perlu diingat Hitler yang membunuh Jutaan yahudi tidak disebut teroris tetapi dunia islam yang mempertahankan diri disebut teroris, juga apa yang pernah kita lihat sendiri ketika mereka membela yang tidak benar dalam kasus ACHMADIYAH. ? Hai JIL coba tinggalkan pandangan over smart Anda kembali kejaman masa kecil anda yang BODOH sehingga kesalahan tidak diciptakan karena oleh Over Smart anda sendiri!!!!
Semoga Allah Swt memberi ampunan dan hidayah untuk anda amiinn…
Wass. Wrb.
Chaerudin.
on February 2nd, 2009 at 07:33
Ass. wr.wb
JIL (jaringan islam liberal) memang lihai dalam memutar balikan fakta ! diubahnya pengertian yang mutlak menjadi presepsi yang masuk akal, karenanya banyaklah orang2 terpelajar yang berkecimpung didalam organisasi ini.
Tak ingin saya banyak berkomentar dalam hal ini, mudah2an Allah SWT senantiasa memeberi petunjuk.
Wassalam..
on February 3rd, 2009 at 15:03
Kalau semua hal di dunia ini bisa diatasi dengan akal -seperti yang diinginkan oleh JIL-, lantas apalagi yang tersisa untuk Tuhan? Bagaimana Dia bisa membuktikan eksistensi dan kekuasaan-Nya kepada hamba-Nya?
on February 11th, 2009 at 15:25
Terima kasih/syukron katsiro
Telah mmbedah ttg apa itu JIL, siapa itu Ulil dkk….
Insya 4JJI orang-orang beriman tidak akan TERJEBAK oleh simbol, nama, istilah…
mereka adalah para ulil albab yang senantiasa memiliki sikap FURQON mana Al-Haq mana Al-Batil…
Salam Jihad
on February 12th, 2009 at 17:15
kita harus hati2 kpd organisasi smacam itu, bagaikan musuh dalam selimut…
organisasi itu jelas bertujuan memecah belah umat islam sendiri dgn support zionis.
smoga kita terhindar dari setan2 berwujud manusia.. amin
jelas2 mereka pro-israel dan kita tdk boleh terpengaruh mereka
semoga kita tetap berpegang teguh selamanya kpd Qur’an dan hadist
on February 12th, 2009 at 18:11
dah lah JIL itu dah nyeleneh…hati2 ya jangan sampe kita jadi golongannya..aneh neh neh…NAUDZUBILLAH..cnth nya ya: mereka memboleh kan berkata (maaf) “ANJING HU AKBAR” masya Allah..kalo mau nyeleneh ga usah bawa2 islam ya ULIL..Islam itu dah punya aturan sendiri yg suci dan agung…jangan kalian rusak dengan paham kalian yang mau enaknya doan bikin agama baru aja sonoh…ngotor2in agama islam aja JIL ini..smoga org2 JIL diberi Rahmat dan disadarkan Allah SWT.amien
on February 20th, 2009 at 16:36
A’udzubillahiminasy syaithoonirrojiim
yaa ayyuhannaasu innaa kholaqnaakum min dzakarin wa untsaa waja’alnaakum syu’uubaw waqobaaila lita’aarofu. inna akromakum ‘indallaahi atqookum… (al ayah)
ya ayyuhalladziina aamanuut taqullaaha haqqa tuqootihii walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. wa’tashimu bihablillahi jamii’a walaa tafarroqu… wadzkuruu ni’matallahi ‘alaikum idz kuntum a’daa-an fa-allafa bayna quluubikum faashbachtum bini’matihii ikhwaanaa… (al ayah)
innaa nahnu nazzalnadz dzikro wainna lahuu lahaafidhuun… (al ayah)
taroktu fikum amroini lan tadhillu maa tamassaktum bihima kitaabillahi wasunnati nabiyyihi (alhadits)
saudaraku sekalian, aku hanya bisa mengutip ayat dan hadits di atas sesuai dengan bahasa aslinya (maaf jika ada ejaan yang salah). saya sengaja tidak menterjemahkan dalam bahasa Indonesia bukan bermaksud membuat bingung atau ingin gagah-gagahan. saya tidak ingin terjebak dalam penghujatan dan penghakiman saja.siapapun kalian, kita bersaudara. berdebatlah karena Allah. sebab salah satu golongan yang dinaungi Allah di hari akhir adalah orang yang saling mengasihi di jalan Allah. jangan p[ernah menganggap siappun musuh kita. kita semua adalah saudara. jika ada yang dirasa tidak benar itu bukan karena ia terhujat. itu karena pola berpikirnya yang salah.
semoga diskusi ini menjadi sehat. aku ingin melihat saudara sesama muslimku menjadi damai. terimakasih
wadzakkir fa-innadz dzikro tanfa’un mu’miniin… wassalau’alaikum wr wb (Shuniyya Ruhama Habiiballah)
on February 24th, 2009 at 23:22
enyahlah wahai JIL dari indoesia bahkan dunia…..
semoga pintu neraka terbuka lebar untuk kalian !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
islam tegas bukan berarti keras.
on February 27th, 2009 at 15:21
JIL ” Jaringan Islam Loyo ” terdiri dari orang-orang yg merasa diri pintar,perpendidikan, tetapi lemah iman. Makanya Iblis di belakang mereka. Hidup Iblis…sesatkan terus mereka sampai masuk neraka…..
Karena Allah pun telah mengutuk mereka yang tidak berpedoman pada Al’Quran.
on February 27th, 2009 at 21:12
Ane ada artikel tentang Islam Liberal
kate orang sich bermutu…
cek aja di wildanhasan.blogspot.com
on March 10th, 2009 at 12:20
Akidah hal yang paling prinsip sekali dalam Islam. Ia jugalah yang menjadikan setiap gerak amal kita menjadi bernilai. Kini kita berada pada jaman dimana fitnah menyerang kita dari berbagai arah.Dengan menggunakan isme2 baru semacam Liberalisme, Pluralisme, Sekularisme atau yg lagi ngetren pake embel-embel moderat, anti kekerasan. Jadi kalo akidah anda di serang dan anda melawan maka anda melakukan kekerasan atas nama agama. Begitu pola-pola mereka membentuk stigma publik. JIL dengan menyuntikan virus Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) langsung menyerang organ yang paling vital yaitu akidah.Umat islam telah terpuruk dari sisi ekonomi, iptek, atau dominasi politik di hampir seluruh belahan dunia. Jika akidahnya juga rusak, maka sudah tidak ada lagi yang tersisa dari umat Islam.. Sekali lagi waspadalah dengan JIL (Jaringan Islam LIberal – Jaringan Iblis Laknat)…
on March 17th, 2009 at 11:19
Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian dan islam adalah bagian dari agama. kenapa kita harus saling sinis dan saling kritik berlebihahan dan sesungguhnya yang berlebihan itu mubazir, sebagai seorang muslim sepatutnya kita bisa menerima kenyataan ini dan bukannya saling mengkritik dan menghujat yang berlebihan. menerima bukan berarti membenarkan tapi mencoba menelaah dengan baik, karena sesungguh yang terjadi dimuka bumu ini adalah kehendak n rencana TUHAN untuk manusia mari kita mencoba mencari nilai positif bersama untuk kebaikan umat islam.kita gak perlu takut terhadap tantangan “sesungguhnya jikalau akidah ISLAM itu sudah tertanam dalam diri kita maka ALLAH akan bersama kita”. dan sebagai seorang muslim saya ingin mengatakan satuhal “janganlah kita memproteksi diri berlebihan karena kita akan tertingaal oleh dunia dan islam akan terkucilkan didunia,buatlah ISLAM menjadi agam yang besar” wassallam !!!
on March 24th, 2009 at 16:15
JIL kini telah ditinggalkan penyuntik dananya karea sudah dianggap tidak efektif untuk meracuni umat islam. Amerika kini menggunakan JARINGaN MUSLIM MODERAT (JMM) yang agak sulit dibedakan dengan umat muslim pada umumnya, namun tetap saja berbahaya. Kelompok ini berbeda sekali dengan JIL yang pemahamannya ditolak dimana2. Di berbagai daerah mereka memiliki agen LSM yang banyak ruapnya. Waspada!!
.
.
.
salam perjuangan-Banjarmasin
on March 25th, 2009 at 12:30
JIL kini telah ditinggalkan penyuntik dananya karea sudah dianggap tidak efektif untuk meracuni umat islam. Amerika kini menggunakan JARINGaN MUSLIM MODERAT (JMM) yang agak sulit dibedakan dengan umat muslim pada umumnya, namun tetap saja berbahaya. Kelompok ini berbeda sekali dengan JIL yang pemahamannya ditolak dimana2. Di berbagai daerah mereka memiliki agen LSM yang banyak ruapnya. Waspada!!
.
syukron infonya
on April 2nd, 2009 at 10:21
JIL, merupakan sekumpulan orang yang terorganisir, dan dibiayai dengan baik. untuk merusak akidah Islam sasaran utama mereka adalah, orang muda dan berpendidikan. dari sini mereka mengharapkan dari generasi muda ini akar-akar akidah Islam tercabut……….
on April 3rd, 2009 at 08:56
Hati-hati dalam mengutip ayat dan menyebutkan kitab yang anda sendiri belum memahaminya. ingat bahasa al-qur’an adalah bahasa Tuhan dan manusia hanya mampu memaknai dan menginterpretasikannya sesuai dengan batas kemampuan berpikir dan bacground ilmu dan pemahaman yang dimilikinya. hati-hati dalam mengeluarkan statmen yang menjelek-jelekkan person atau sekelompok orang, apalagi kalau mengatakan mereka sesat, dan bahkan kafir, sebab yang berhak mengatakan bahwa orang tersebut kafir adalah Tuhan, jadi kalau ada orang seperti itu, maka sama saja anda mengambil alih tugas dari Tuhan, atau mungkin secara tidak langsung anda sendiri yang telah melecehkan Islam itu. sendiri.
buat saudaraku seagama. kenapa sich kita selalu sibuk atas perbedaan, dan selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain, dan menganggap bahwa kitalah yang paling benar dan kelompok lain salah dan bahkan mengkafirkannya? “ingat pesan Rasulullah, Jangan percaya pada orang yang mengaku suci”.kenapa tidak kita coba mencari persamaan atas perbedaan tersebut? bukankah perbedaan itu adalah rahmat? lihat falsafahanya pelangi. pelangi tidakan akan indah kalau tidak ada perbedaan warna di dalamnya. tpi apakah dengan perbedaan warna dalam pelangi tersebut, menyebabkan mereka salaing sikut, saling caci maki, dan saling menjelek-jelekkan?
Kita jangan memahami Al-Qur’an secara tektual saja (meskipun memang ada beberapa ayat yang lafal dan maknanya memang tidak bisa diubah). bukankah dalam ilmu ulumul qu’an kita sudah diajarkan bagaimana memaknai Al-Qur’an berdasarkan hukum-hukum penafsiran yang benar.
Lihat Sejarah masuknya islam nusantara dan islam ala arab. bagaimana kemudian islam dengan mudahnya masuk ke nusantara karena mereka masuk dengan cinta, kasih, dan damai (sesuai dengan kultur masyarakat Nusantara). tidak sama dengan islam arab yang terkenal (pedang di tangan kanan, al-qur’an ditangan kiri). kenapa kita harus memaksakan islam ala Arab yang tidak sesuai dengan kultur masyarakat nusantara?
Intinya adalah jangan suka mencaci dan memakai saudara kita seagama, sebab belum tentu keislaman kita sudah benar. mari kita sama-memperbaiki dan menata keimanan kita saja. jangan suka mengusik orang lain. jangan suka mencari perbedaan, mari satukan perbedaan itu agar menjadi corak dan warnah yang indah dalam islam seperti layaknya pelangi. “yang berhak mengkafirkan orang hanyalah Allah, jangan percaya pada orang yang mengaku suci”
on April 5th, 2009 at 10:18
assalamua’laikum wr.wb
duh…JIL mank seharusnya ditiadakan,jangan suka memutarbalikkan agama donk,mengenyampingkan agama membuat agama sesuka hati,kan udah ditetapin tuch sama yang lebih berhak,so jalanin aja sambil dipelajari.kalau diliat2 agama mank memberi kebaikan yang sangat.kalau memang ngaku islam jalanin syariatnya sesuai yang ditentuin tanpa diubah2 atawa dienak2in.
on April 16th, 2009 at 17:52
justru JIL yang mengusik umat Muslim, dan umat Muslim gak bisa tinggal diam…kok kita yang membela agama dibilang mengusik??? mengusik tuh cuma kerjaannya KAFIR, liat aja misionaris kerjaannya cuma bikin org Murtad (orang udah punya agama kok masih didoktrin???), lebih parah lagi para KAFIR PENJAJAH, fitnah seenaknya, invasi negara orang sesuka hati, masih inget jg kan “gold-glory-gospel”???
nah orang2 JIL ini punya visi pemurtadan dari dalem, jelas2 pluralisme itu menyimpang dari Islam karena kalimat Tauhid udah gak berlaku lagi di pluralisme!!!! Tuhan itu Hanya Allah, lah ini malah mengakui agama lain yg jelas2 gak nyembah Allah…
on April 16th, 2009 at 17:54
ORANG YANG NYEMBAH PATUNG ITU GAK SAMA DENGAN ORANG YANG NYEMBAH ALLAH SWT…..
on April 20th, 2009 at 17:19
kita boleh bertoleransi terhadap orang lain dalam hal-hal tertentu tapi untuk masalah agama tidak ada kata kta toleransi. jika jil menganggap semua agama benar kenpa penganutnya tidak memilih agama lain yang lebih mudah dari islam?
yang tidak harus solat, puasa atau rutinitas islam lainnya?
bukankah semua agama menurut mereka sama???
on April 25th, 2009 at 21:36
Sudah jelas, JIL hidup dari dana (proyek) negara Barat. Tentu juga mereka akan berapi-api dalam ‘dakwah’nya, dakwah yang sesuai plot negara Barat . Pemikiran JIL juga pasti mendukung kapitalis liberal, karena mereka banyak disekolahkan GRATIS di negeri mereka.. Di tempat saya, ada seorang ‘kyai’ punya pesantren kecil plus madrasah, sayang pemikirannya liberal, dan dia sedang sekolah di amerika sana.
on April 29th, 2009 at 01:47
JIL…!!!
cman mw maenin agama aja tuh…
sekarang ja blom rasain..
tp entar ada wktu pembalasan na…
bukan manusia yg membalas…tapi langsung ALLAH yang membalas
on April 29th, 2009 at 13:58
Setelah membaca ini saya langsung merujuk pada link yang diberikan tentang JIL. Lebih tepatnya saya ke sini http://islamlib.com/id/halaman/tentang-jil/. Dan saya tidak menemui kalau ada pernyataan bahwa JIL membenarkan semua agama. Yang ada hanya meyakini kebebasan beragama.
on May 11th, 2009 at 19:54
Minta tolong mas? Dalil bahwa darah itu haram. Dan solusinya.
on May 17th, 2009 at 12:16
Smoga Dialah Alloh yang Esa selalu memberi ampunan pada kita semua. Saudaraku semua manusia, Salafi dan JIL atau Anda dalam segala iktikadnya adalah HEBAT. Hanya ketika harus besikap dengan public mutlak dibutuhkan HIKMAH yang hebat pula. Siapapun yang merendahkan manusia lain, kelompok lain, suku lain, bangsa lain, adalah SOMBONG. Kebenaran hanya datang dari Robb Tuhan Yang Esa. Mengaku benar sendiri, atau merasa paling benar, hanyalah akan menyesatkan diri dan bahkan kepada orang lain. Hormati perbedaan, sebagaimana sabda Rasululloh: iktilafi ummaty rahmah. Apa hikmah dari perbedaan ideologi, pendapat, pandangan, tafsiran itu, itulah yang harus disentuh oleh akal dan RUH kita. Rendahkan diri dan pasrahkan diri hanya kepada Alloh SWT. Dalam hal HAQ (kebenaran Ilahiyah) jangan pasrahkan diri kepada akal dan pikiran kita yang sering ditarik-tarik oleh kepentingan hawa nafsu kita. Tetapi pasrahkan kepada Alloh swt itu sendiri. Pasti Alloh akan memberikan hidayah pada kita semua. Barang siapa mampu ikhlas selama 40 hari, niscaya Alloh akan memberikan ilmu dan kefahaman yang HAQ. Caranya… jangan ikuti nafsu dirimu, tapi ikuti Alloh dan Rasulnya dengan segala ketenangan dan istiqomah kita. Sukses untuk semua manusia yang suka berkontlempasi dalam akal dan ruhnya.
on May 18th, 2009 at 19:18
@ Hamba Alloh…
Kebenaran memang milik Allah dan hanya berasal dari Allah SWT. Tapi kita bisa menjangkau kebenaran itu dengan akal yang diberikan oleh ALLAH SWT. Apalagidi Al-QURAN sudah ada tinggal pelajari, pahami dan amalkan. Perbedaan adalah RAHMAT ketika perbedaan BUKAN dalam masalah akidah. Tapi sekedar masalah cabang saja seperti FIQIH. Itu pun tetap mengambil sumber dalilnya dari AL-QURAN, HADIST, IJMA SHAHABAT dan QIYAS para ulama.
Mernurut saya, para aktifis JIL itu melawan Islam dan menentang ISLAM. Jadi harus diingatkan dan disadarkan. Jika tidak mau sadar biarlah ALLAH SWT nanti di akhirat yang menghukumnya. Meski untuk saat ini, kita boleh2 saja menghukum mereka.
Kebenaran itu hanya ada pada ISLAM. Bukan agama lain. Jika Anda muslim seharusnya Anda tahu bahwa ISLAM memang EKSLUSIF karena yang diridhoi oleh ALLAH SWT hanya ISLAM (lihat QS ali imron ayat 19). Juga ditegaskan oleh ALLAH SWT bahwa barangsiapa yang mencari agama SELAIN ISLAM akan RUGI di akhirat (lihat QS ali imron ayat 85).
Untuk menambah wawasan ttg KEBENARAN, silakan baca link berikut ini: http://insistnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=68&Itemid=26
Juga link yang ini: http://insistnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=108&Itemid=26
Mukhlis
on May 25th, 2009 at 10:09
Saatnya bagi setiap muslim untuk membaca makalah2 di website berikut : http://bahtiarhs.net/2008/09/adnin-armas-menjawab-penghujat-al-quran/ – 51k -
on May 25th, 2009 at 12:51
subhanallah,,
yg saya heran,, kenapa perdebatan itu menyenangkan ya,, n,n,, kekeke,,
bumi mungkin bukan bulat,, tapi kotak,, dan kita ada di dalam kotak,, hehe,,
on May 27th, 2009 at 16:48
sebenarnya apa perbedaan islam liberal dan islam bukannya sama-sama menyembah Allah dan berpegang pada alquran dan hadits rasul jika memang begitu kenapa disebut islam liberal kenapa tidak islam saja bukannya sama.
apakah nabi kita pernah menyuruh memeluk agama islam liberal bukannya kita umat muslim hanya memeluk agama yang Allah dan rasul perintahkan yaitu islam. apakah ada kekurangan dalam islam makanya dirubah-rubah dengan seenaknya ajaran yang ada di dalamnya .
islam itu agama yang sempurna tidak bisa di tambahkan, tidak bisa di kurangi dan tidak bisa di rubah islam ya islam tidak ada yang lain.
benar-benar manusia sangat berani sekali merubah agama yang Allah perintahkan dan yang rasul ajarkan mungkin di masa depan bakal banyak lagi nama di belakang islam seperti islam A islam B dan islam lain-lainnya.
mau jadi apakah kita kita sudah memeluk agama yang sempurna agama yang bahkan sudah diperintahkan langsung dari Allah kepada rasulNya apakah kita masih belum puas sampai merubah-rubah dan menambahkan-nambahkan agama yang rasulullah ajarkan dan Allah perintahkan kepada kita.
apakah Rasulullah Muhammad saw. pernah menyuruh islam menjadi beberapa golongan? islam ya islam. islam itu cuman satu yaitu islam yang menyembah dan menyanjungkan asma Allah perlukah kita menambahkankan ajaran islam apakah perlu.
saya ulangi lagi, islam ya islam jangan sangkut pautkan islam dengan agamamu, islam itu hanya satu bukan ber ribu-ribu. islam itu agama Allah SWT tidak bisa dirubah, ditambah, atau dikurangi.
on June 4th, 2009 at 15:05
kalian semua yg ada diatas, yg setuju pembencian terhadap JIL,
kalian adalah anak-anak yang lucu, Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencontohkan kebodohan-kebodohan yang kalian peragakan saat ini.
dan bagi kalian yang bencinya setengah mati dengan kebudayaan barat,
tolong yaa, berhentilah menggunakan semua produk2 teknologi barat!!!!, karena itu adalah hasil dari kebudayaan mereka, kebudayaan yang disatu sisi memang ada kekuranganya, tapi disisi lain mereka menggunakan akal yang dianugerahkan Ar Rachman kepada semua manusia dengan benar, tidak seperti ente ente smua,..malu tau!!!! dah menghina,ehh.. diem-diem make juga barang mereka, dah gitu bajakan pulak..
dasar kaum tolol!!!
on June 8th, 2009 at 15:50
@ La Masia.. kamu yang ngasih komentar aneh di sini… yang seolah setuju dengan JIL, kamu adalah orang yang lucu, bodoh, dan t***l. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencontohkan kebodohan yang kamu maksud saat ini dengan mendukung aktifitas JIL yang maksiat itu…
Dan kamu yg bencinya setengah mati dengan kebudayaan ISLAM, dan aturan ALLAH SWT, tolong ya.. berhentilah dari dunia ini.. cari dunia lain yang bukan ciptaan ALLAH SWT…
Kamu ternyata masih bodoh jg ya, produk teknologi yang tak ada hubungannya dengan akidah boleh2 saja dimanfaatkan. Kamu tahu, Barat juga sebenarnya MENCONTEK dari ISLAM..
tapi umat Islam baik, jadi dibiarkan saja ilmunya berkembang dan digunakan Barat… karena Islam terinspirasi dari peradaban lain dan menyempurnakannya serta menghilangkan kekufuran yang menyertai ilmu pengetahuan yang diambil tsb.
Allah Maha Rahman, makanya ngasih apapun untuk hambaNya yang ada di muka bumi, baik kafir maupun muslim. Tapi Maha Rahim Allah SWT tidak akan pernah didapatkan oleh kaum kafir, maka mereka jika tidak bertobat dan masuk Islam akan di NERAKA….
Ah, dasar kamu TOLOL!
on June 10th, 2009 at 02:31
Ass
Sungguh JIL itu bukan dari islam. Bila kita lihat pemikiran JIL ( Islam LIberal ) merupakan produk Barat/ Yahudi untuk menghancurkan islam. Kita tahu banyak tokoh JIL menggunakan kajian-kajian kritis seperti hermeutika yang merupakan kajian untuk bibel. Sudah jelas hermeutika itu berdasarkan akal manusia dan
on June 20th, 2009 at 14:28
pokonya hanya Khilafah Islamiyyah yang dapat menjaga kemulaian Islam dan kaum muslimin sekaligus mengenyahkan Antek2 musuh2 Islam yang Hina kedalam kehinaan yang amat pedih…
teruslah berjuang untuk kemulian Islam jangan sampai berhenti, ingat Janji Allah dan RasulNya sebentar lagi Islam akan meraih kemengan itu… Allahu Akbar.
on June 22nd, 2009 at 20:42
hati-hati ada penyusup, itu tuh si mas mas dan mba mba yang ngebelain JIL, tapi sayang mereka gak digaji. gak kaya JIL yg dibayar sama barat bwt cuap-cuap ngancurin Islam dr dlm…pake ngomong T***L lg, padahal mereka sendiri keliatan T***Lnya…
on June 23rd, 2009 at 20:34
islam liberal itu bukan islam.. hehehe, kan islam liberat bukan islam saja. kata saidina umar cukup kamu bernahhy mungkar dengan tidak usah menyebutnya. islam liberal kan kemungkaran terbesar untuk sementara ini, lebih mungkar dari prostitusi.. so jangan di omongin lagi aja..
on July 5th, 2009 at 13:44
Ass Wr Wb
saya yakin hati nurani anggota JIL sadar bahwa pendapat mereka salah tapi karena dapet duit yang banyak dari barat mereka tetap bertahan dengan pendapatnya yang SALAH,berarti tuhan meraka adalah materi uang…dan uang semoga ALLOH Memberikan Hidayah kepada mereka untuk kembali kepada jalan yang BENAR yaiti ISLAM.
on July 15th, 2009 at 07:47
wah..dah banyak komentar, jadi pengen nimbrung!
serius bagt ya? sabar- sabar…
jadi teringat kata- kata temen eke…
“logowo nopo mboten? saumpami jenengan ndamel pemikiran liberal?”
hehe…
on July 18th, 2009 at 03:57
Pluralisme, anti budaya patriarki dalam agenda emansipasi perempuan? apa salah yang di tawarkan oleh JIL. Bukankah keadilan, dalam konteks yang otentik masih berlaku dalam nilai universal moral kita. Saya pikir, pengagas terbaik secara teoritis tentang keadilan dalam islam dan bagi umat manusia seluruhnya, adalah golongan islam liberal.
namun saya tidak peduli dengan semua golongan usang yang ada saat ini, termasuk, islam liberal. Saya punya nilai dan konsepsi sendiri tentang manusia bertuhan dan bersosial. Karena tuhan melahirkan saya sendiri, hanya tuhan. Sayapun tidak meminta lahir dari seorang ibu atau sekalipun batu. Saya ada begitu saja didunia ini.
Jadi, menurut saya, agama adalah urusan individu dan tuhan, bukan kelompok atau golongan. lagi pula, saya agnostic dari umur 15 tahun, akibat dimasa muda, saya berpikir sebelum mengklaim.
Atas nama tuhan, tuhan pengasih, tuhan penyayang, tuhan segala agama dan manusia.
Salam makhluk tuhan.
on July 18th, 2009 at 15:47
kepada para penghujat JIL,
saya berkabung untuk anda semua. argumentasi anda terhadap kelemahan JIL seperti jaring laba-laba dan anda adalah laba-labanya. anda merasa argumen anda kuat, padahal bagi kami lemah. !!!!
tidakkah kalian melihat mutiara di antara tanah yang anda anggap lumpur?
on July 25th, 2009 at 20:38
saya kira JIL merupakan proses berfikir anak-anak muda NU dalam menyesuaikan dengan situasi moderen, jadi ga perlu dilakukan penghujatan yang berlebihan. Biarkan mereka berkembang menemukan bentuk yang seimbang antara kekuatan Islam dengan kekuatan westernisasi. Lanjutkan JIL…………
on July 27th, 2009 at 22:41
Sdr Jaka…jika anada non Muslim, saya sarankan banyaklah membaca dulu sebelum berkomentar. Wawasan anda sangat dangkal. Dan jika anda seorang Muslim, saya berkabung untuk anda, karena keIslaman anda telah mati. (saya tunggu balasan saudara)
on July 27th, 2009 at 22:53
Maaf…saya lupa…, bagi para komentator di atas yang non muslim, sebaiknya tidak usah peras otak membela JIL. Karena masalah JIL adalah urusan intern Islam. Dan jika kalian ngotot juga turut membela mereka dengan tujuan lain, maka kalian akan berhadapan dengan dialog terbuka berkepanjangan yang nantinya membuat kalian pusing tujuhbelas keliling…..mau coba ???
on July 27th, 2009 at 23:08
JIL bagi saya adalah sebuah jaringan yang terbentuk oleh sekelompok pemikir bodoh yang baru setitik saja menimba ilmu di barat (katanya) kemudian membentuk sebuah jaringan ibarat jaring laba-laba yang fungsinya menjerat orang-orang tolol seperti pembela-pembela mereka dll. Dan bagi Al’Quran….JIL dan antek-anteknya telah mati duluan sebelum didirikan.
on July 27th, 2009 at 23:29
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar. (QS. 2:23) Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir. (QS. 2:24)…. Ddengan 2 ayat di atas ini, sampai kiamat pun tidak akan pernah bisa.
on August 3rd, 2009 at 03:36
Semoga khilafah segera tegak di bumi Allah,dan JIL & kroni2nya segera lenyap.
on August 6th, 2009 at 09:42
intinya JIL adalah sekelompok “inTELEKtual” bayaran (ford foundation,asia foundation, dll, yang ujung-ujungnya proyek nazionis) yang ditugaskan untuk menghancurkan Islam dari dalam.Titik.
So, anda-anda yang sok membela orang-orang JIL, sayang sekali anda hanya membuang-buang tenaga dan pikiran. oiya tanpa dibayar sepeser pun.
on August 17th, 2009 at 21:35
bagi budak-budaknya Amerika..
kalau merasa anda benar, berharaplah pada kematian..
kalau anda merasa muslim, pergilah berjihad.
setelah itu, anda akan berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir..
silahkan anda berargumentasi dengan kedua malakat yang mulia tersebut.
bila anda mengingat hal itu, niscaya akal anda semakin cerdas.
anda akan semakin berhati-hati dalam berbicara, sehingga sedikitpun tidak berniat merusak diri sendiri dan iman orang lain.
on August 20th, 2009 at 14:16
Pada akhir zaman akan muncul sekelompok orang yang berusia muda dan jelek budi pekertinya. Mereka berkata-kata dengan menggunakan firman Allah, padahal mereka telah keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah dari busurnya. Iman mereka tidak melewati tenggorokannya. Di mana pun kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya orang yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di Hari Kiamat. (HR. Bukhari)
dari hadis diaatas dapat kita kirakan salah satu dari mereka adalah goloangan JIL ( jaringan islam liberal ), kalau kita bunuh mereka halal deh.
on August 22nd, 2009 at 14:06
memang orang – orang JIL itu aneh dan bodoh…
katanya semua agama benar…tapi mengapa agama yang mereka pilih islam ?
mengapa tidak memilih hindu, budha, kristen dll..(kalau semua agama benar)
karena hati mereka sendiri ga bisa dibohongi bahwa agama yang paling benar adalah islam, karena islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
hai..orang – orang JIL janganlah membohongi diri kalian sendiri, janganlah menyampaikan sesuatu yang hati kalian sendiri menolaknya. bertaubatlah.
ingat cahaya islam tidak akan padam, dan khilafah akan segera berdiri.
on September 5th, 2009 at 10:15
Salam… untuk Haekal YTh.
saya ingin diskusi dengan anda terkait Islam di sini.
andapun terlalu mudah mengatakan bahwa keislaman saya telah mati. bahkan anda tidak benar-benar memahami sebab-sebab kemunculan JIL.
JIL muncul bukan karena pengaruh pemikiran barat yang sedemikian kompleks, tetapi JIL muncul lebih kepada kekompleksan masalah yang terjadi dalam tubuh umat islam.
kini terlalu banyak bermunculan orang-orang yang merasa aman lantaran telah mengucap dua kalimat syahadat (merasa akan masuk surga atau tidak abadi di neraka) dan dengan mudahnya mengatakan bahwa yang tidak bersyahadat akan abadi di neraka. darimana dia dapat dalil itu? dari Quran? saya pikir tidak. cobalah baca kembali Quran. dengan tegas Quran mengatakan, “Otang-orang Yahudi, Nasrani, Sabiin, yang benar-benar beriman kepada Allah dan berbuat baik. maka tidak ada yang perlu bersedih hati.”
Ataukah anda ingin mengatakan bahwa non-muslim itu serta merta tidak beriman dengan benar? bahkan anda sendiri tidak dapat membaca ayat yang jelas seperti itu!
on September 23rd, 2009 at 20:48
askum
thanks buattt GI, udda ngasih berbagai Tips buatthh dicontek dan di bahas ddiii IRMA kammiii, kali lage maksih banyak yakh……..
wassalam
on October 8th, 2009 at 05:30
Orang JIL ini hidup dari menghujat ISLAM, kalo nggak bossnya nggak ngucurin dana. Kebenaran ISLAM itu bagaikan siang dan malam tapi hanya hidayah Allah lah yg bisa menjadikan orang beriman. Disaat banyak orang 2 bule banyak yang masuk islam orang 2 islam di indonesia banyak murtad dan JIL hanya gara 2 indomi dan beasiswa ke LN.
on October 11th, 2009 at 14:04
Adamssein berharap kaum muda-mudi di Indonesia tidak mengikuti jalan ISLAM LIBERAL yang ekstrem. Inilah sekiranya gambaran Islam Sunni, “Islam tidak membolehkan Nikah Beda Agama, Islam tidak menyetujui Pernikahan Sesama Lesbian dan Sesama Gay (Homoseks), Islam tidak menyukai kekerasan tapi Islam menganjurkan umatnya untuk bersikap lemah lembut, jika menegur kesalahan bukan dengan emosi, tapi dengan perkataan sebaik-baiknya. Berbeda dengan paham Islam Liberal yang menginginkan kebebasan malah akan memasukannya ke dalam Neraka karena menghalalkan yang jelas Haram. Nauzduhimindzalik. Semoga kita dilindungi dari keburukan biar tak sesat biar tak menyalahi aturan Alloh Ta’ala.
Contoh Pemikiran Busuk dari Islam Liberal:
1. Melegalkan Pernikahan Beda Agama, seperti yang dilakukan oleh Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
Dia ini membolehkan dan menganggap tidak apa-apa wanita Islam dinikahi lelaki Nasrani, dalam kasus artis Ira Wibowo dinikahi Katon Bagaskara.
2. “Assalamu’alaikum” ingin diganti dengan “Selamat Pagi” seperti ulah Gusdur (Abdurrahman Wahid).
3. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung.
Tokoh ini menolak hadist shahih riwayat Imam Muslim, Antum a’lamu bi umuuri dunyaakum (kalian lebih tahu tentang rusan-urusan dunia kalian).
Padahal diakui oleh Ulama Salafusholih dan Ulama Sunni bahwa Hadits Riwayat Imam Muslim itu Shohih, lalu mengapa yang jelas-jelas shohih tidak diterima, hmmm, apa tidak menyukai kebenaran yang sudah nyata? hehe.
4. Negara Indonesia disuruh jangan menggunakan Syari’at Islam dianggapnya tidak sesuai dengan kehidupan modernlah, agama tidak berhak ikut campur dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, kalau kita kaji paham seperti ini sama percis dengan Paham Sekulerisme. Kalau sudah begini maka individu-individu yang bertanggungjawab atas perilakunya sendiri. Kenyataan dilapangan memang Benar, pada saat sekarang ini Presiden SBY di 2009-2014, ternyata Beliau banyak teman yang paham Komunis Cina, sama menolak Syari’at Islam, dan mengapa Hidayat Nur Wahid (dari Partai Keadilan Sejahtera) ditolak menjadi Wakil Presidennya? Ternyata lagi-lagi takut kalau “Hidayat Nur Wahid memperjuangkan Syari’at Islam”. Jadi, Ideologi di Indonesia saat ini menggunakan Demokrasi Liberal. Namun sejujurnya, Adamssein merasa takut jika saat nanti berubah menjadi Demokrasi Sekuler, mengapa takut? Karena Hukum Islam menjadi tidak berlaku di Indonesia, bukan hanya itu bisa jadi MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan DepAg (Departemen Agama) dibubarkan, bila itu terjadi maka tak perlu heran nanti mah kayak orang Jepang, Amerika, dan negara lainnya yang memakai Demokrasi Sekuler. Contohnya; Zina dihadapan Umum tak memperdulikan rasa malu, Zina didalam Bis, Zina didalam Kelas saat gurunya masih mengajar, Zina didalam Supermarket tanpa memperdulikan dilihat-lihat orang, malah dianggapnya orang yang tidak senang dengan kelakuannya dianggap melanggar HAM (Hak Azasi Manusia)nya dan menuntut ke pengadilan seperti yang lazim dilakukan oleh Negara yang Berpaham Demokrasi Sekuler yang lekat dengan Kebudayaan Barat bisa disebut Budaya Kejahiliahan Modern.
5. Islam Liberal mengadopsi budaya Barat yang sangat kental, contohnya; dari gaya pakaian (fashion), pergaulan, dan Islam Liberal juga dikabarkan ada sumbangan dana dari kaum Yahudi. Oya, Islam Liberal juga mempunyai misi kurang baik bagi Islam, karena ibaratnya Islam Liberal bagaikan “musuh dalam Selimut”, mempengaruhi dari pemikiran-pemikiran yang bebas tapi jauh dari keimanan seorang muslim semestinya, karena memberikan fatwa yang berlainan dengan ajaran Islam yang sebenarnya, karena Nikah Beda Agama itu tidak dibolehkan, tapi eeh malah dibolehkan dengan alasan asal imannya tidak terganggu. Secara Psikologis, anaknya akan dilema terhadap agamanya, selain itu juga tercampuradukkan budaya Islamnya dengan budaya Barat (Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, atau dari agama lain tergantung darimana asal beda agamanya). Sedang sudah jelas, budaya tauhid tidak boleh dicampurkan dengan hal yang berkaitan dengan kemusyirikan (di luar budaya Islam). Malah Islam Kejawen lebih parah karena Budaya Hindu dan Budha, masih dilakoni setiap hari-hari yang ditentukan, padahal menyalahi ketauhidan Alloh yang Maha Esa.
Dari situlah, Islam Liberal memang mesti dicegah agar tidak menyebar lagi karena berlainan dengan ajaran Islam yang sebenarnya, dan Islam yang sebenarnya itu, yang mengikuti sunnah Rasululloh Saw dan tunduk terhadap aturan Alloh Swt yang tertulis dari ayat-ayat al-Qur’an, dan disebutnya Islam Sunni atau juga Golongan Ahlu Sunnah Wal’jamaah.
Dalam hal ini perlu ditekankan, Lihatlah negara-negara yang berpaham Syari’at Islam apa lebih maju atau tidak? Lebih bermoral apa tidak? Lebih taat beribadah atau tidak? Sejujurnya, jika dilihat dari kaum muda-mudi sendiri lebih banyak yang berpaham Liberal (menginginkan kebebasan sebebasnya), mengapa bisa demikian ? Masalahnya; banyak orang yang kurang pendidikan agamanya, tidak paham betul haram atau tidaknya? dosa apa tidak? banyak juga yang berpikir selama masih muda nikmatin aja, ya padahal belum tentu nanti keburu tobat, ternyata malah keburu mati, nah loh!, jadi matinya dalam Su’ul Khotimah, apalagi kalau matinya dalam Meminum obat-obatan terlarang, matinya dalam keadaan bersenggama, dan semacamnya. Mengerikan sekali dan sangat disayangkan bila itu terjadi. Hidupnya menjadi sia-sia, padahal Tujuan Hidup kita sebagai manusia, yaitu Beribadah kepada Alloh Ta’ala, dalam mengapai ridho dariNya, sehingga kita termasuk orang yang berbakti dan berbalas budi terhadap Alloh Ta’ala atas kita dihidupkan dan atas nikmatnya yang Alloh berikan.
Sudah saatnya Syari’at Islam ditegakkan dan dijalankan !
Allohu Akbar ! Allohu Akbar ! Allohu Akbar ….
Mari berjuang memberantas Islam Liberal hingga ke ujung akarnya. Semoga kita dalam lindungan dan diberi pertolongan Alloh Ta’ala. Amien Ya Robbal A’lamin. Selanjutnya selamat membaca !
Salam Manis,
TTD
Muhammad Adam Hussein (Adamssein)
Mahasiswa PPKn di STKIP Sukabumi Jawa Barat, Semester 3. 2009-2010.
Pernah pesantren di Syamsul’ulum Sukabumi, sambil sekolah dari MTs (SMP) hingga SMK, jadi totalnya 6 tahun. Sangat menyukai ilmu-ilmu agama seperti; ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, dan Ilmu Hikmah. Selain hobbynya yang sering menulis puisi-puisi bertemakan cinta, ataupun tips permasalahan tema cinta juga. Ingin berbakti kepada Islam, dan memberikan inspirasi bagi kaum muda-mudi yang sedang mabuk asmara dan mengarahkannya terhadap cinta sejatinya, agar jauh dari pacaran ala Binatangisme (atau perzinahan yang merajela), cinta itu tak pernah merengut keperawanan atau kejantanan seseorang dalam saat pacaran tidak sah bagi Islam artinya berdosa, karena Prinsip Islam, “NIKAH DULU BARU PACARAN, Sah dulu secara Agama dan Negara, dan bolehlah bergoyang asik dalam ranjang meraih kenikmatan dan mengembangkan keturunan, hehe”.
Pengasuh Blog : http://www.dewaster.co.cc
FB : “adamssein”
on October 12th, 2009 at 14:46
maksud JIL :
jika dalam satu meja diskusi
islam konsevatif
islam fundalis
islam abanganis
islam liberalis
maka itulah islam di poros yang sesungguhnya.
on October 15th, 2009 at 13:17
ass. wr. wb saudara2ku
ya bapakku dari Bali, bapaku memang beda agama sedangkan aku muslim tp toleransi tetap kita bina (gaul ajah). Islam tidak mengharapkan hasil tapi proses. Maka komentar2 di atas merefleksikan kapasitas masing2. Tidak semua kita disini telah mengahafal kitab suci Al Quran. Maka terpenting ialah proses sampai dimana kapasitas kita memperjuangkan Islam baik bagi diri sendiri maupun sekitar.
Saya pribadi pernah bersinggungan dengan mereka (JIL) karena pernah menjadi dosen luar biasa di Univ. Paramadina meski lain jurusan. Perkembangan kampus ini luar biasa bahkan saat ini rektornya Anies Baswedan (SBY’s gang) sudah disejajarkan dengan Rektor UI untuk kandidat menteri pendidikan, meski kampusnya belum mecatat prestasi dan sumbangsih luar biasa ke bangsa (prestasi terbesarnya ialah dekat dengan Barat). Paramadina juga memiliki penghulu2 yg mengamini pernikahan dua agama dan ia menjadi corong pendekatan2 berbau liberalis. Propagandanya ya untuk menjadi Muslim yang Gaul harus Liberal?!!
Beragam perdebantan sudah saya lalui dengan ayat2 JIL. Maka saya ambil kesimpulan untuk menenangkan hati dan pikiran dan untuk menjadi bekal untuk anak kelak, saya simpulkan gerakan SEPILIS extremenya merupakan wujud isme aktual dari gerakan pemahaman Kabbbalis yang menganut paham kesemestaan dgn jargon Kill U R GOD (anti tuhan).
Ini juga bisa menjadi landasan untuk agama2 samawi bersatu bahwa musuh bersama adalah mereka yang menganut taktik Dajjal a.k.a Lucifer sebagai imamnya yang kerjanya mengadu domba k3 agama ini. (tumpah darah terbesar peradan manusia di dunia antar tiga sepupu (agama) ini).
Islam menghargai perbedaan (pluralis) tanpa isme (pluralisme) karena Islam satu dan sociohistorisnya tdk sama dengan agam lain dimana Islam berkahir dengan Rassul Muhhamad (buku gaul: 100 orang yg paling berpengaruh – Michael Hart). Dunia Barat, Timur, Selatan, Tenggara merupakan wilayah Allah SWT. Maka Islam bisa kok berdampingan karena selalu mengucap may peace be upon u. (gaulanya Islam yah damai!!!)
Akhir2 ini Islam “dibenturkan” karena disangka penganutnya primitif (generalisasi), memang pada dasarnya gerakan anti tuhan tidak ingin melihat agama ini kuat maka peperangan yang ada tidak berimbang. Namun mungkin yang bisa membuat mereka keringat dingin jika setiap setiap mesjid ditemui penuh sholat shubuh berjamaah di seluruh dunia dan para ilmuwan muslim berprestasi secara halal! (ini refleksi bagi kaum muslim tuk menjaga ukhuwah dan ikhtiar)
Keep d faith. our beloved Indonesia has become Liberal (JIL n Kababalah are in d same satanic train)
made in wassalam
on October 22nd, 2009 at 10:32
pemikiran2 Islam liberal sepintas memang terlihat bagus dan seperti mengikuti zaman,,tapi banyak sekali dari pemikiran mereka yang tidak sesuai atau bahkan sudah melenceng jauh dari Islam…..
mereka lebih mengedepankan hasil dari pemikiran mereka dripada berpegegang pada sumber dari segala hukum Islam..
on November 13th, 2009 at 15:47
Assalamu”alaikum,Artikel di atas menurut saya penting untuk kita yang masih ingin terus berpegang teguh pada Al Qur’an dan sunnah Rosul. Tak dipungkiri akan ada yang setuju (termasuk saya dan saya yakin mayoritas muslim lainnya). Namun tidak dipungkiri juga akan ada yang tidak sejalan. Biasanya ini dua macam: 1. Beberapa org non Islam, biasanya org ini, akan setuju saja dg setiap hal yang memburukkan Islam. Sering pula mengaku Islam dalam komentarnya 2. Orang Islam sendiri yg komitmen keIslamannya dan pemahamannya keluar dari panduan Al Qur’an dan Sunnah. Saya menganggap penting makalah ini karena saya tidak ingin generasi Islam sekarang dan anak cucu teracuni oleh pandangan JIL.. Memberi nasehat dan memberi rambu2/peringatan bahaya adalah perlu mengingat bahayanya pandangan JIL terhadap umat Islam, apalagi pada anak2 kita yang polos nantinya.
on November 24th, 2009 at 14:02
Emang orang islam tu mulai saat wafatnya Rasulullah SAW tak henti-hentinya saling ribut melulu. Tapi sayangnya bedanya dulu sama sekarang. Dulu ributnya bikin islam Jaya, sekarang gak tahulah. bahkan malah saling mengkafirkan.
Soal pemikiran islam seharusnya kita mencontoh ulama dulu, dimana ada kata-kata salah seorang ulama besar. Yang kalo gak salah ” Pendapatku adalah benar tetapi mungkin juga ada salahnya, pendapat orang lain mungkin salah tapi bisa mengandung kebenaran” ..Gitu, ato gimana sih, tolong yang tahu soal kata-kata terindah itu ditulis.
Kalo JIL tu sebenarnya gimana sih, kayaknya yang Liberal itu cuma dalam menyelesaikan masalah-masalah FIQIH. Kalau akidah nampaknya tidak. Akan tetapi memang JIL perlu diwaspadai. Menurut saya yang belum pernah belajar Islam secara mendalam khususnya dalam bidang ushuludin dan Syari’ah mending jangan ngikutin JIL deh.
on November 29th, 2009 at 23:05
wah2….ga di forum islam, katolik, kristen,budha, ada aja pertengkaran internal…trus ntar ada yang dikambing hitamkan entah dari segolongan atau (biasanya) golongan luar yang bahkan menulis/menanggapi pun tidak..
mungkin hal2 semacam ini yang membuat para atheis lebih nyaman dengan keadaan ketidakpercayaannya pada Tuhan atau percaya Tuhan tapi tidak pada agama…
karena umat beragama yang mengaku berbudi dan pewaris surga…sikapnya jauh lebih MEMUAKKAN…
seperti yang dikatakan Nietzche: bahwa agama telah menjadikan manusia “anjing2″ kepatuhan…agama tidak membawa manusia pada hakiki pemahaman kepada TUhan yang sebenarnya tapi sekedar dogma2 kepatuhan yang harus terbukti benar-salahnya secara nalar manusia…seakan mereka berharap hukum Tuhan yang sedemikian besarnya (sebesar saat kita meneriakkan Allahuakbar) mampu mereka simpan dengan pongah di kepala mereka yang sebesar buah kelapa….atau kitab2 suci yang terbuat dari kertas dan tulisan…
lalu apa gunanya beriman bahwa TUhan maha Tahu, maha Pemurah, maha segala-galanya kalau kita selalu khawatir dan bertindak seakan Tuhan tidak cukup tahu, tidak cukup pemurah untuk memaklumi keterbatasan manusia, dan tidak mampu melakukan sesuatu dengan benar?
konsep beragama sekarang menurut saya masih banyak seperti orang berdagang…
karena saya telah melakukan ini-itu, mengikuti ini-itu, maka saya berhak mendapat surga…sepertinya kita sudah punya ukuran sendiri tentang surga, seperti kredit…lah hak TUhan diletakkan di mana…
kalau memang kita beriman bahwa Tuhan maha baik, maha pengasih, penyayang, dan maha segala2nya kenapa tidak merfleksikan kebenaran2 utama itu dan membawanya dalam kehidupan? kalau kita memaki-maki, menertawakan, membodoh2i orang lain apakah itu refleksi dari kemaha tahuan TUhan?kemahamurahan Tuhan?kebaikan TUhan?
kalau begini sih, bukan orang dari agama lain atau negara lain yang akan menertawakan, tapi para setan yang dengan sukses mengadu domba…
on December 25th, 2009 at 20:55
sukron
on December 26th, 2009 at 01:43
Islam memuaskan rasio dan hati!!!!
Syekh Muji itu Islam atau bukan ya…a Pak Said?
on January 25th, 2010 at 12:50
Assalammua’aliakum wr wb,
Negara Kita Bhineka Tunggal Ika, sikap saling toleransi harus dijaga, akan tetapi jika ada sekelompok golongan / kaum yang akan merusak Islam dari dalam itu kita harus tahu!!! dan berani untuk melawannya (dengan cara yang baik yang Rasulullah SAW ajarkan), Islam sudah jelas akan lemah jika sesama muslim di adu domba…adu domba adalah politik penjajah dahulu, coba lebih melihat ke sejarah lagi…kawan-kawan…
on January 28th, 2010 at 04:32
say no to JIL
on February 2nd, 2010 at 12:07
Memang kita hidup makin dekat dengan kiamat, sudah banyak orang yang mengakui dirinya nabi, dan banyak kerusakan dimuka bumi dan timbulnya orang islam pintar (yang ngaku dirinya lebih pintar karena belajar dari orang yang lebih pintar ( Barat) . Mereka itu adalah sekelompok orang yang mengatasnamakan diri mereka JIL dengan mengaungkan pluralisme yang terkadang menjelekan agamanya sendiri dan membenarkan agama orang lain.Lebih baik orang kampung biar pemahaman mereka sedikit tetapi akidahnya lebih bagus dari pada orang yang pintar tapi kelewat kebelinger.Kita wajib menjaga keluarga kita dari paham paham mereka. I Love Islam but No for JIL