Girlband, Hari Kemerdekaan, dan Penjajahan Baru

 gaulislam edisi 512/tahun ke-10 (21 Dzulqa’dah 1438 H/ 14 Agustus 2017)

 

Assalamualaikum Bro and Sis yang in sya Allah muslim dan muslimah sejati. Tinggal hitung mundur nih, sampai HUT Kemerdekaan RI nanti. Biasanya udah rame dengan berbagai atribut khas, yakni merah putih. Ada juga yang menghias gapura dengan berbagai pernik menarik dan unik. Sepertinya semua masyarakat gembira. Lomba-lomba yang memeriahkan HUT kemerdekaan negeri ini juga sebagian sudah mulai digelar. Ya, walau pun kesannya sekadar merayakan saja, belum sampe ke taraf bersyukur. Kok bisa, sih? Lanjutkan aja bacanya yuuk…

 

HUT Kemerdekaan RI undang SNSD?

Sobat gaulislam, nggak mau kalah sama warganya yang bersemangat memeriahkan tanggal tujuh belas di Bulan Agustus ini. Pemerintah juga sibuk bikin serangkaian acara buat memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI yang katanya bakal berlangsung selama sebulan penuh! Wew, nggak kebayang betapa rame dan hebohnya.

Ngomong-ngomong soal itu, pasti bro and sis juga udah pernah denger berita yang bikin heboh itu, kan? Yup, yup, katanya di acara HUT ke-72 Kemerdekaan RI nanti bakal ngundang girlband Korea, SNSD! Jelas banget pemberitaan itu nimbulin pro-kontra dari masyarakat Indonesia. Bahkan sampai ada petisi di medsos yang minta supaya membatalkan mengundang SNSD. Petisinya bahkan diisi sama lebih dari tiga belas ribu lima ratus orang, loh! Wih, wih…

Wajar aja sih, kalo ada bro and sis yang nggak setuju sama pernyataan itu. Pasalnya, ini kan acara HUT RI. Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, gitu, loh. Kok bisa-bisanya nyempetin buat ngundang grup luar yang nggak ada sangkut pautnya sama Indonesia buat memeriahkannya. Kayak Indonesia keabisan para bro and sis yang kreatif aja, deh.

Belum lagi yang diundang sangat tidak mencontohkan budaya ketimuran Indonesia yang jauh dari pakaian terbuka apalagi gerakan tarian yang terkesan seksi. Apalagi kan, penduduk Indonesia itu mayoritas muslim. Masa iya, mau ngundang SNSD? Walaupun katanya SNSD udah tiga kali ke Indonesia, tapi bukan berarti bisa langsung diperkenankan gitu aja, dong. Apa kata Allah Ta’ala kalo hamba-Nya malah menghadiri acara dengan tamu undangan yang tidak mencontohkan identitas agamanya? Hadeuuh…

Walaupun gitu, dilansir dari berbagai sumber, nggak lama ini Badan Ekonomi Kreatif yaitu Triawan Munaf yang bilang akan mengundang SNSD ke acara HUT RI, langsung ngebantah. Katanya bukan di perayaan HUT RI, tapi di acara Hitung Mundur Asian Games 2018 yang akan dilaksanain tanggal 18 Agustus 2017 nanti. Yang bener yang mana, sih, jadinya? Padahal sudah jelas-jelas di beberapa pemberitaan media massa maisntream disebutkan akan mengundang.

Tapi kalo emang bener ngundang SNSD itu buat acara Hitung Mundur (Countdown) Asian Games 2018, kenapa malah dijawab sama Ketua Barekraf (Badan Ekonomi Kreatif), yah. Bukannya yang berhak ngejawab itu panitia Asian Games 2018 karena berpendapat kalo SNSD itu diundang untuk tampil di Countdown Asian Games 2018, bukannya HUT RI. Well, itu sedikit aneh, sih menurut aku. Menurut bro and sis sendiri, gimana?

 

Hiburan dan penjajahan modern

Sobat gaulislam, di medsos, sampai sekarang, masiiih aja rame soal perayaan HUT RI yang katanya bakal dilangsungin sebulan penuh. Belum lagi bakal ada Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional, macam-macam pentas seni, festival, karnaval, daaan…banyak lagi.

Pernah nggak sih, bro and sis kepikiran pertanyaan semacam, ‘kenapa pas HUT RI dari dulu sampai sekarang sering banget ditampilin kegiatan-kegiatan yang bertujuan buat ngehibur semata?’

Walaupun ada beberapa kegiatan dengan tema semacam pembinaan ideologi dan zikir bersama, tapi itu keliatannya cuma sebagai selipan aja. Kenapa? Karena cuma ada satu atau dua kegiatan doang yang diagendakan.

Heran deh, cuma ada satu dua aja yang diagendakan. Padahal agenda yang bertema ‘hiburan’ berkali-kali lebih banyak dan ada hampir setiaaap hari di Bulan Agustus ini. Belum lagi sampe ada panggung yang dibuat buat hura-hura dan seneng-seneng doang. Kalo misalnya SNSD jadi hadir buat meriahin juga, makin aneh, deh!

Menurut kamu, pantes apa nggak sih, acara resmi negara mengundang kayak begituan? Menurutku sih lebih pantes kalo HUT Kemerdekaan RI itu disyukuri dengan mengenang dan lebih mendalami perjuangan para pahlawan. Dan…lebih bagus lagi kalo ada kegiatan yang bisa bikin kita semua lebih semangat lagi buat berjuang melawan penjajahan di era modern kayak gini.

Dan, ngomong-ngomong soal pahlawan. Apa kabar yah, pada para veteran, pejuang yang melawan penjajah, yang sampai saat ini, alhamdulillah, bisa memiliki umur yang panjang  (walau pun mungkin sudah jarang ya, sebab setidaknya jika pada saat tahun 1945 ketika berjuang minimal usianya 15 tahun, sekarang usianya udah 87 tahun)? Berkesempatan melihat Indonesia setelah merdeka pasti sangat mereka syukuri. Secara, setelah habis-habisan bertarung, merencanakan strategi, mengumpulkan senjata, sembunyi-sembunyi dari penjajah, bahkan tetap berusaha kuat meski melihat teman seperjuangan tewas dan menguatkan diri meski nyawa menjadi taruhan. Mereka, para pahlawan yang hebat ini, terus berjuang sampai akhirnya meraih kemerdekaan Indonesia.

Walaupun nggak sesohor Ir Soekarno, Moh. Hatta, bahkan Pattimura sekalipun, para veteran yang masih hidup sampai sekarang, jelas, sangat layak diangkat namanya untuk dikenal oleh para pemuda Indonesia.

 

Artis tidak layak dijadikan idola

Sobat gaulislam, meski sebelumnya sudah pernah dibahas. Tapi aku nggak akan pernah bosen kalo diminta atau malah bisa membahasnya ulang. Tentang idola.

Ramenya pro-kontra tentang rencana kedatangan SNSD ke Indonesia sangat jelas menyatakan kalau, masih banyak di antara kamu yang mengidolakan artis dan sejenisnya. Bahkan ketika SNSD ini dicap sebagai ‘simbol seks dan pelacuran’ yang banyak dikicaukan para pengguna medsos. Eh, banyak tuh remaja yang mengidolakan SNSD langsung unjuk pendapat buat ngebela idolanya ini.

Band asal Korea SNSD (Sonyeo Sideo) merupakan sebuah grup band yang semua membernya perempuan. Kalau searching di Mbah Google, pasti langsung dapet foto-foto mereka yang jelas sangat berlawanan dengan karakter seorang muslimah yang sesungguhnya. Dari segi pakaian, gerakan saat dance yang vulgar, sampai attitude mereka yang jauh dari Islami. Jelaslah, mereka orang kafir.

Pasalnya, tidak hanya SNSD yang bikin kamu mencap diri sebagai fans. Tapi banyak artis yang bisa membuat kamu mencap sebagai fans mereka, baik itu dari Korea, Jepang, Hollywood, India, bahkan Indonesia sendiri. Padahal tidak seharusnya artis-artis atau sejenisnya itu layak kita idolakan. Kenapa?

Oya, seorang muslim haruslah memiliki karakter muslim sejati. Selain dari segi berpakaian, cara berpikir kita juga harus mencontohkan sebagai seorang muslim dan muslimah sejati. Muslim dan muslimah sejati, pastinya tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar perintah Allah Ta’ala.

Ya, Allah Ta’ala jelas memberi perintah agar para muslim dan muslimah menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai panutan. Sebagai idola. Islam sudah memiliki idola yang merupaka sebaik-baiknya manusia di bumi. Jadi untuk apalagi kita mengidolakan selain dari itu? Yang tidak hanya jauh dari karakter seorang muslim, tapi juga bisa menjauhkan kita dari Allah Ta’ala.

 

Penjajah modern

Sobat gaulislam, masa penjajahan yang memperebutkan kemerdekaan udah lewat bertahun-tahun yang lalu. Indonesia sekarang sudah merdeka, dan lepas dari perbudakan-perbudakan. Tapi era modern datang membawa penjajah baru ke Negara Indonesia. Lewat budayanya, era modern masuk ke Indonesia dengan menyembunyikan status mereka sebagai penjajah. Dan malah menyebut diri mereka sendiri sebagai gaya baru di dunia yang baru pula.

Padahal sebenarnya, mereka itulah penjajah sebenarnya yang harus kita harus lawan. Kenapa? Coba kamu perhatiin deh, perkembangan dunia modern saat ini yang baik itu fashion, makanan sampai artis-artis yang dijadikan idola. Banyak banget yang terpengaruh khususnya yang masih remaja. Mereka terpengaruh sama budaya-budaya Korea, Amerika, Jepang, China, Thailand daaan… masih banyak lagi.

Kalo misalnya kamu gampang terpengaruh sama budaya-budaya luar, budaya negeri ini bakalan tergeser dengan sendirinya. Soalnya pemudanya lebih milih budaya luar hanya karena tren, ikut-ikutan, atau alasan nggak masuk akal lainnya. Tapi dengan catatan lho, budaya negeri ini pun wajib yang sesuai dengan Islam. Kalo nggak sesuai dengan Islam, kamu sebagai muslim tetap wajib menolak meski itu budaya lokal negeri ini.

Belum lagi udah beberapa minggu ini lagu despacito yang isinya parah masih aja viral. Padahal udah banyak blog-blog yang memposting arti lirik lagu despacito ini. Baik dalam bahasa Inggris ataupun Indonesia. Dan itu jelas sekali berlawanan dengan kebudayaan timur (apalagi dengan Islam). Tapi kenapa masiiih aja ada yang menyanyikannya?

Penjajahan gaya baru emang nggak kerasa bikin menderita karena yang diserang bukan fisik, tapi pikiran dan perasaan kita. Bangsa yang kalah dari bangsa lain bukan saja karena tertindas secara fisik, tapi lebih parah ketika digilas pemikiran dan perasaannya. Kita bisa saja masih muslim, tapi pikiran dan perasaan kita jauh dari Islam. Nah, kondisi seperti itu berarti kita udah dijajah oleh pikiran dan perasaan yang nggak islami itu, Bro en Sis.

Selain dijajah secara pikiran, perasaan, budaya, ternyata kita juga secara ekonomi dan hukum dijajah lho. Penjajah sekarang pinter-pinter, selama rakyat negeri ini nggak berontak ketika dijajah secara budaya dan ekonomi serta politik, ya nggak perlu ngelepas tentara mereka untuk berperang. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan. Kalo menjajah secara ekonomi dan kedaulatan (politik) sih, kasih aja utang, jadi terjerat deh. Buktinya, negeri kita belum merdeka dari cekikan utang luar negeri yang membubung tinggi hingga lebih dari 4 ribu triliun rupiah. Mengerikan!

Udah dulu ya. Salam semangat untuk melawan penjajah era modern. [Zadia “willyaaziza” Mardha]

Leave a Reply

%d bloggers like this: