Thinking Before Posting

 gaulislam edisi 579/tahun ke-12 (18 Rabiul Awwal 1440 H/ 26 November 2018)

 

Hai sobat Bro en Sis, sebagai anak gaul nih ya, pasti udah nggak asing lagi dong sama yang namanya berita hoax atau berita palsu. Berita hoax biasanya identik dengan judul yang bombastis dan narasi yang greget banget, sampe-sampe bisa bikin orang-orang kebanyakan ‘gemes’ buat nge-klik berita tersebut. Biasanya berita-berita hoax itu muncul di sosial media yang notabene banyak digandrungi sama orang-orang. Eh, kamu malah belum tahu istilah hoax? Ah, nggak percaya. Eit, tapi mungkin juga kali ya saking kupernya?

Anehnya nih Bro en Sis, banyak tuh slogan-slogan tentang bahaya berita hoax ini tapi masih ada aja yang ketipu, entah karena terhipnotis sama judul beritanya, narasi yang terlalu kontroversial atau malah karena liat temen sebelahnya posting/share berita tersebut, akhirnya jadi ikut-ikutan posting dan share di sosial medianya. Aduh jangan sampe kayak gitu ya, Bro en Sis. Cek dulu lah. Nggak capek kok.

Biasanya nih ya (dan memang udah sering banget), pengguna media sosial tuh paling males buat ngecek-ngecek informasi yang dia dapet. Iya nggak? Iya nggak? Ngaku aja deh Bro en Sis (ini bukan nuduh, tapi nuding, eh, hahaha…). Alasannya buanyak buanget, mulai dari sayang kuotalah, males buka link-nyalah, buang-buang waktulah, dan karena emang nggak pengen tahu (eh, nggak pengen tahu kok malah nafsu nyebarin?). Padahal kan informasinya belum tentu bener Bro en Sis.

Sobat gaulislam, tapi ada banyak juga loh orang yang suka bikin berita-berita hoax. Mereka biasanya suka mencari ‘bahan bully-an’ contoh nih, salah satu temennya kemarin ikut lomba lari eh di tengah lomba, temennya hampir nabrak bebek. Mungkin sekilas kejadian itu biasa aja buat disimak, tapi bakalan beda ceritanya kalo dibikin judul “Tidak Beradab, Seekor Bebek Mati Mengenaskan Setelah Menghalangi Peserta Lomba Lari,” atau mengarang-ngarang cerita, “Tidak Disangka, 7 Orang Miskin Ini Ternyata Punya Kekayaan Melebihi Ratu Inggris,”dan sederet judul-judul yang udah dikasih bumbu sana sini. Hadeuuh, meski judulnya nyaingi panjangnya gerbong kereta Gajayana, tapi anehnya tetep bisa menarik pembaca ya? Berarti yang baca tertipu. Hehehe…

Coba tanya, kenapa banyak orang, khususnya remaja, suka banget nyebarin informasi yang belum tentu bener? Mau tahu atau mau tempe, eh, mau banget tahu? Ya, ternyata oh ternyata Bro en Sis, para remaja yang suka nyebarin berita hoax itu gara-gara pengen dapet likers yang buanyak.

Masa’ sih? Beneran loh, mungkin karena udah capek ‘ngemis’ like tapi cuma nambah satu dua like akhirnya jalan pintas pun jadi pilihan. Begitu lihat berita yang kelihatannya bakal viral, buru-buru dishare atau malah diposting di akun media sosialnya. Karena terbukti, berita hoax itu biasa banyak yang nge-like, nggak cuma ratusan malah jutaan bahkan bisa lebih dari itu.

Bro en Sis, sebagai remaja kita harus bisa bersikap bijak ketika menemukan sebuah berita, karena kalau nggak bijak, bisa jadi sebuah penyesalan akan menghantui kamu seumur hidup. Eits, bukan maksudnya nakut-nakutin nih, tapi untuk jaga-jaga. Siapa tahu Bro en Sis terlalu bersemangat buat share tanpa tahu itu hoax atau bukan. Eh, begitu tahu kalau itu ternyata hoax, tapi udah kadung banyak orang yang nge-like postingan kamu. Ngeri nggak sih? Bisa jadi endingnya kamu ngunci pintu kamar dan malah nangis bombay karena malu. So, kudu ati-ati, ya!

Iya. Jangan sampe deh kamu ngerasain penyesalan itu. Itu sebabnya, selagi masih bisa dicegah kenapa nggak? Pikirkan dulu sebelum nyebarin. Ok? Siiip!

 

Smartphone, Smartpeople

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, siapa sih yang nggak punya smartphone di zaman yang super canggih ini? Kalau pun ada, masih bisa dihitung sama jari. Ditambah nih, smartphone udah jadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. No smartphone, no life (hehehe…). Tapi sayangnya, banyak juga pengguna smartphone yang nggak smart dalam menggunakan smartphone-nya. Beneran. Emangnya banyak? Bejibun, tahu!

Mereka menggunakan smartphone untuk hal-hal yang sebenarnya nggak penting dan justru bisa merugikan pihak lain. Salah satunya memproduksi atau menyebarkan berita hoax itu, Bro en Sis.

Oya, karena ini menyangkut juga soal karakter dan perilaku. Kalau kamu tidak belajar menahan diri, sifat itu akan terus nempel dalam diri kamu dan bisa jadi tanpa kamu sadari. Sifat itu sudah mengambil bagian menjadi karakter kamu. Bahayanya, kalau udah jadi karakter, perilaku kamu juga akan kena akibatnya. Inget ya Bro en Sis, karakter or sifat seseorang itu bisa dilihat dari perilakunya dan juga apa yang dia pikirkan.

Saat ini juga yang namanya kebenaran itu susah banget ditemuin, udah susah pake banget lagi. Belum lagi berita-berita hoax seputar politik dan menjelang Pilpres 2019 yang selalu mengisi hari-hari setiap orang, aduh rasanya berat banget gitu. Jadi harus gimana? Gampang kok Bro en Sis, berani berbuat berani bertanggung jawab. Udah gitu aja. Cukup kan?

Nggak perlu yang ribet apalagi sampe melilit-lilit kayak benang kusut. Karena jarang loh ada yang mau bertanggung jawab atas perbuatan yang dia buat. So, kalau nggak berani bertanggung jawab jangan pernah dicoba-coba, ya! Apalagi kalau nggak punya ilmunya, bisa lebih parah tuh.

Kunci supaya kamu nggak tergoda berita-berita hoax adalah menahan diri. Kok menahan diri lagi? Jelas dong, supaya kita belajar untuk tidak terburu-buru ketika mendapat informasi. Nah, dengan menahan diri kamu nggak akan menelan bulat-bulat (mentah-mentah udah biasa, hehe…) informasi yang kamu dapet. Tetapi kamu bisa cek dan cek ulang apakah informasi itu bohong atau bukan dan jarinya nggak akan ‘gatel’ buat asal nyebarin informasi itu.

Apalagi kalau informasi itu bener-bener heboh dan bikin kontroversial, jangan langsung asal percaya, Bro en Sis. Coba cari informasi yang lain yang bisa dijadikan sebagai pembanding. Terus kamu cek nih sumber informasinya, apakah dari media massa yang kredibel, link website abal-abal atau malah dari blog temen sendiri hehehe…

Oya, kalo informasi yang disebarkan itu ternyata hoax atau palsu, kita bisa menggugat pemilik website tempat berita hoax itu berada. Kalau itu website yang terkenal, ya kalau sumber informasinya nggak jelas mah, mau gugat siapa coba? Masa’ mau gugat ibu-ibu yang jualan nasi kuning langganan? Wkwkwk (asli kagak nyambung!)

Nggak cuma itu Bro en Sis, orang yang menyebarkan berita hoax itu bakalan kena cibir dan hinaan dari orang lain karena udah menyebarkan berita yang nggak jelas sumbernya. Main asal share-share doang. Kalau udah kayak gitu siapa coba yang mau tanggung jawab? Yang nge-share informasi palsu itu pasti nggak mau disalahin karena merasa bukan dia yang bikin informasi itu. Itu sebabnya, jangan  asal share-share ya. Thinking before posting.

So, kita juga mesti kudu hati-hati, siapa tahu gara-gara informasi itu, ternyata ada yang jadi korbannya. Ngeri, kayak kriminal dong? Yup, bener banget, dalam tahap tertentu berita hoax itu bisa mengakibatkan seseorang merasa tertekan, hidupnya terancam, dan akhirnya memutuskan buat ‘the end’. Kalau udah jadi kasus kayak gitu, nggak cuma yang membuat berita hoax yang kena tapi juga yang nyebarin, sebab dianggep ‘kawannya’ si pembuat berita hoax, malah jadi sengsara sendiri, kan?

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS al-Hujuraat [49]: 6)

 

Remaja Islam melek literasi, dong!

Sobat gaulislam, sebagai remaja Islam harus melek literasi. Mungkin agak susah ya belajar literasi tapi ini buat kebaikan kita sendiri. Supaya kita nggak mudah terprovokasi, nggak akan mudah tergoda–apalagi sampe percaya sama sederet berita-berita hoax. Kalo kita belajar Islam lebih giat lagi, banyak loh yang bisa kita dapetin ilmunya. Tentu saja setiap melakukan sesuatu harus berlandaskan Islam, harus diinget ya! Kalau bisa sekalian catet di jidat pake spidol permanen. Mantap!

Nah, harus lebih hati-hati lagi, nih. Khususnya dalam masalah informasi palsu itu. Kamu tentu nggak mau kan termasuk orang-orang yang menyebarkan fitnah? Memang sih, bukan kamu yang bikin berita hoax itu, tapi kalau ikut-ikutan nyebarin informasi tanpa ngecek-ngecek dulu atau malah justru berinisiatif sendiri buat nyebarin, itu salah besar. Akan lebih parah lagi kalau kamu ternyata ikut-ikutan, hadeuh *tepuk jidat.

Janganlah kita tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, karena sikap seperti ini hanyalah berasal dari setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu Ya’la dalam Musnad-nya 3/1054)

Bagi kita yang suka asal dan tergesa-gesa dalam menyebarkan berita, maka hukuman di akhirat kelak telah menanti kita. Naudzubillahi min dzalik.

Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau,“Tadi malam aku bermimpi melihat ada dua orang yang mendatangiku, lalu mereka memegang tanganku, kemudian mengajakku keluar ke tanah lapang. Kemudian kami melewati dua orang, yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu dari besi. Gancu itu dimasukkan ke dalam mulutnya, kemudian ditarik hingga robek pipinya sampai ke tengkuk. Dia tarik kembali, lalu dia masukkan lagi ke dalam mulut dan dia tarik hingga robek pipi sisi satunya. Kemudian bekas pipi robek tadi kembali pulih dan dirobek lagi, dan begitu seterusnya.”

Di akhir hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat penjelasan dari malaikat, apa maksud kejadian yang beliau lihat, “Orang pertama yang kamu lihat, dia adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia dihukum seperti itu sampai hari kiamat, kemudian Allah memperlakukan orang tersebut sesuai yang Dia kehendaki.” (HR Ahmad, no. 20165)

Berpikir sebelum bertindak, itu kunci lainnya agar kamu nggak main sebar berita hoax. Jangan bertindak dulu baru mikir, bisa gawat tuh. So, ber-Thinking before Posting-lah. Nggak akan ada ruginya kok, malah bisa menjadi suatu berkah karena bisa terhindar dari kata penyesalan. Dan, selalu waspada, ya. Semangat! [Zulfa AR | IG @zulfana17]

%d bloggers like this: