Boikot Produk AS: Mampukah Kita? 20

Nggak bisa dipungkiri kalau setiap hari kekejaman tentara Israel terhadap muslim Palestina kian mengganas. Perlawanan jelas wajib dilakukan. Salah satunya aksi pemboikotan produk AS.. Efektifkah?

Lord Marcus Sieff, salah seorang pimpinan Marks & Spencer terlama, pernah berkata bahwa salah satu prinsip obyektif perusahaannya adalah membantu pembangunan ekonomi Israel. Marks & Spencer memang salah satu perusahaan yang giat menyokong bangsa Yahudi. Setiap tahunnya perusahaan ini menyuplai dana lebih dari US$ 230 juta ke negara penjajah tersebut. Mereka tidak sendirian, masih banyak perusahaan asing yang terbukti ataupun diduga kuat melakukan konspirasi terhadap bangsa Israel. Coca Cola dan Pepsi juga melakukan kebijakan serupa. Pepsi, malah oleh sebagian orang sering diplesetkan sebagai akronim ‘Pay Each Penny to Save Israel’. Selain itu perusahaan Intel, Nokia, Levi menurut sebagian kalangan juga termasuk dalam perusahaan yang menyokong eksistensi bangsa Yahudi di tanah Palestina.

Boikot Produk Pro-Israel

Memang fatwa pengharaman produk-produk pro-AS dikeluarkan sekitar tiga tahun lalu. Namun seiring dengan kian agresifnya Israel melakukan aksi genocide terhadap umat Muslim Palestina fatwa tersebut masih relevan untuk dibahas karena masih nyaring terdengar. Awalnya adalah Dr. Yusuf Qardhawi, salah seorang tokoh Ikhwanul Muslimin terkemuka yang melontarkan fatwa tersebut. Pernyataan ini kemudian menggema ke seluruh penjuru dunia Islam.

Dalam dialog selepas shalat Jum’at di Masjid Umar bin Khaththab pada tanggal 27 Oktober 2000, Qardhawi menyatakan keterkejutannya dengan sikap sebagian kaum muslimin yang tidak bisa hidup tanpa produk-produk Amerika. Padahal menurutnya umat Muslim harus bersatu dalam menangani masalah Palestina, dan salah satu upaya mendukung perjuangan muslim Palestina adalah memboikot semua produk Israel dan AS. “Satu rial anda gunakan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara anda di Palestin,”katanya. Hal itu menurut Qardhawi berpijak dari kenyataan bantuan kewangan yang luar biasa oleh AS kepada negara Zionis Israel. Apatah lagi, Kongres AS secara terang-terangan memihak kepada Israel dalam masalah Palestin.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada? hari Ahad, 8 Oktober 2000, Al-Jazira News Network, sebuah stasiun televisi di? Qatar,? menyiarkan sebuah acara yang mengundang DR. Yusuf Al-Qaradhawi. Tema dari? acara? tersebut? mengenai? apa? yang? terjadi di saat ini di Palestina dan kewajiban? jihad? yang? diwajibkan? bagi? setiap? Muslim.

Dalam? acara? tersebut? Al-Qardhawi? mengemukakan? sebuah fatwa bahwa “Memboikot

produk-produk? buatan Israel dan Amerika adalah kewajiban bagi seluruh Muslim di seluruh? dunia.” Qaradhawi? mengatakan? bahwa? setiap dollar yang kita bayarkan untuk? sebotol? Coca? cola,? misalnya,? akan? menjadi? sebuah? peluru yang dalam persenjataan? perang orang-orang Amerika atau Israel akan dibidikkan langsung ke arah kita.

Seiring dengan keluarnya fatwa tersebut sejumlah aksi pun digelar untuk mendukung fatwa Dr. Yusuf Qardhawi. Tentu saja aksi pemboikotan ini sempat mengundang polemik. Baik pada masalah hukum syara’ mengenai hal tersebut, maupun terkait dengan kendala teknis pelaksanaannya. Sebagai contoh, bisnis ritel hidangan cepat saji terkemuka McDonald’s di sejumlah negara lisensinya dipegang oleh kaum muslimin. Di Arab Saudi bisnis ritel makanan Amrik itu dipegang oleh keluarga Saudi. Namun mereka kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa keuntungan yang diperoleh dari bisnis itu disumbangkan untuk kesejahteraan rakyat Palestina. Sementara itu di Mesir aksi para demonstran yang menentang restoran itu dihadang oleh aparat keamanan.

Sementara itu penafsiran terhadap pengharaman produk-produk tersebut juga masih menjadi perdebatan di antara kaum muslimin. Dua orang intelektual muslim yang berdomisili di Inggris Safraz Ahmed & Ahmad Jassat dalam tulisan mereka yang dimuat jurnal Khilafah Magazine edisi Juni 2003 sepakat menyatakan keharaman untuk membeli produk-produk AS pro-Israel. Kedua pemikir ini menyitir firman Allah SWT.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.”(An Nisaa [4]:141).

Menurut mereka kaum muslimin yang tinggal di negeri-negeri kafir seperti AS dan Eropa diperbolehkan untuk membeli produk-produk tersebut kecuali transaksi yang menguatkan Israel seperti komoditi strategis macam senjata, enerji dan pertambangan. Menurut mereka hal ini karena secara jelas akan mengokohkan kekuatan Israel. Sementara membeli barang-barang non-strategis maka hukumnya adalah boleh. Sayang, keduanya tidak menjelaskan lebih rinci batasan “strategis” dan “non-strategis”.

Sementara itu menurut mereka bagi kaum muslimin yang tinggal di negeri-negeri Islam, maka haram secara total untuk melakukan transaksi dengan perusahaan-perusahaan yang menyokong Israel. Hal ini karena negeri muslim haram hukumnya melakukan hubungan dalam jenis apapun dengan negara kafir muhariban fi’lan seperti Israel.

Manakah di antara kedua pendapat ini yang lebih kuat – antara fatwa Dr. Yusuf Qardhawi dengan Safraz Ahmed & Ahmad Jassat –? Wallahu’alam bi ash shawab. Yang jelas fatwa ini telah memicu semangat baru di tengah-tengah kaum muslimin untuk mencintai produk buatan kalangan muslim.

Kini di sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa beredar soft drink rival Coca Cola dengan merk Mecca Cola dan Zamzam Cola. Harian New York Times (01/01/2003) melaporkan bahwa sejumlah perusahaan Inggris, Belgia, Jerman, telah meminta kepada produser Mecca Cola untuk menjadi penyalur produk di negaranya. Manager Marketing Mecca Cola mengatakan, “Kami telah meminta sejumlah permintaan dari perusahaan AS di Califorina, Flourida dan New York.” Mecca Cola mendapat sambutan besar di kalangan komunitas Muslim di Perancis yang ingin memboikot produk AS sebagai bentuk penolakan mereka terhadap politik AS terhadap kasus Palestina-Israel.

Adalah Taufiq Matlausi, warga Prancis asal Tunisia, juga telah memiliki siaran radio untuk komunitas Muslim di Prancis. Pada bulan November 2002, ia berhasil mengeluarkan soft drink Mecca Cola menyaingi Coca Cola buatan Amerika dengan logo Mecca Cola yang mirip dengan logo Coca Cola. Sementara itu Zamzam Cola adalah diproduksi di Iran dan konon sepanjang musim panas lalu telah terjual hingga 10 juta botol di Saudi. Tertarik dengan bisnis ini Emirat Arab akan mengeluarkan Satar Cola.
Untuk mengalahkan dominasi Kentucky Fried Chicken, Taufiq meluncurkan Hilal Fried Chicken. NYT juga menyebutkan bahwa saat ini telah dilakukan perencanaan untuk launching cabang pertama Hilal Fried Chicken pada bulan Maret 2003 di Mesir.
Menurut perusahaan yang memproduksi Mecca Cola mereka menyumbangkan keuntungan 10 % penjualan satu botol, untuk dana bantuan bagi anak-anak Palestina. Kemudian 10 persen lagi untuk fakir miskin Muslim di Perancis setiap satu botol. Sejumlah pejabat di Selatan Afrika juga meminta agar ada dana 10 persen lagi untuk membantu anak-anak yang terkena AIDS.

Mampu dan Efektifkah?

Harus diakui sejauh ini fatwa pemboikotan produk-produk AS baru berjalan pada komoditi tertentu seperti makanan, minumanpakaian. Pemboikotan ini secara jelas amat sulit dilakukan pada barang-barang strategis semisal produk IT, komputer – baik software maupun hardware-nya –, maupun industri berat seperti otomotif. Sebabnya karena ketergantungan kaum muslimin terhadap iptek Barat masih sangat tinggi. Contohnya program-program komputer keluaran Microsoft seperti Windows masih banyak dipakai oleh kaum muslimin karena hingga masih belum ada program substitusi yang setara dengan produk Microsoft.? Padahal menurut sejumlah sumber catatan perusahaan raksasa pimpinan Bill Gates adalah penyumbang kedua terbesar bagi komunitas Yahudi dan Israel.

Ada sebuah kisah menggelikan namun ironis ketika seorang kawan tengah asyik mengetik di sebuah rental komputer milik seorang aktivis dakwah. Saat haus ia pergi ke lemari es yang menjual aneka softdrink, karena belum ngeh dengan fatwa pemboikotan produk tersebut ia pun mencari Coca Cola. Ketika yang dicari tidak ada ia bertanya kepada penjaga rental kenapa mereka tidak menjual Coca Cola. “Kami memboikot produk AS, Mas,” jawab sang penjaga tegas. Karena terkejut dengan polos sang kawan bertanya balik, “Lalu kenapa rental ini memakai software Windows, itu kan buatan AS juga?” Sang penjaga rental pun hanya terdiam, tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut. Apa yang ditanyakan kawan saya itu juga lazim ditanyakan banyak kaum muslimin. Ketika diskusi fatwa pengharaman ini marak di sebuah milis kumpulan penulis, ada seorang member yang nyeletuk, “ngomong-ngomong antum ngirim email ini pake program buatan mana, akhi?” Jelas saja program Outlook keluaran Windows-nya Microsoft yang asal Amrik.

Karenanya munculnya fatwa pengharaman akan produk-produk pro-Israel semestinya mampu menyentakkan kita bahwa kaum muslimin masih berada di belakang Barat. Bahkan jauh di belakangnya. Terbukti kita belum mampu melepaskan diri dari berbagai produk iptek mereka. Maka langkah untuk berlepas diri dari segala produk Barat juga harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan umat untuk bersaing dengan kaum kuffar di segala lini. Tanpa itu, maka aksi pemboikotan ini akan berjalan terseok-seok bahkan bisa jadi sulit diwujudkan. Seperti sangat sulit pada masa ini untuk tidak memakai software dan hardware komputer bikinan non AS. Menanggapi hal ini biasanya kalangan yang giat dengan aksi pemboikotan berkilah dengan alasan darurat.

Hal lain yang juga wajib dipikirkan oleh kaum muslimin apakah langkah ini akan efektif membendung dominasi AS dan kekejian Israel? Tentu saja tidak, meski tentu saja insya Allah langkah pemboikotan ini tetap bernilai amal saleh bagi yang melakukannya. Karena dominasi AS dan Israel juga tidak lepas dari kebijakan imperialis mereka di sekujur tubuh dunia Islam. Bahkan secara ironik, ideologi kapitalisme dengan basis sekulerisme masih bercokol di tubuh dan otak umat. Bahkan para penguasa merekalah yang menerapkannya dengan paksa pada umat. Lagipula, bukankah eksistensi Israel di tanah Palestina – berikut aksi kekejamannya – juga diamini oleh para pemimpin-pemimpin Arab? Terbukti mereka hanya bisa mengutuk tanpa melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan umat Islam Palestina apalagi punya sedikit nyali untuk mengusir Israel.

Karenanya janganlah aksi pemboikotan ini membuat umat merasa cepat berpuas diri merasa telah melakukan sebuah ?perlawanan’ terhadap AS dan Israel. Yang utama dan wajib dikerjakan umat saat ini adalah menggalang kekuatan seluruh komponen umat dan memberlakukan penerapan syari’at Islam. Maka sebelum melepaskan diri dari produk-produk AS, terlebih dahulu umat harus melepaskan diri dari ideologi batil buatan Barat. Juga melepaskan diri dari? dominasi politik mereka. Setelah itu umat wajib menggalang jihad terhadap Israel, mengenyahkan mereka dari tanah Palestina. Apa artinya memboikot produk AS tapi membiarkan kekufuran yang ditebarkan Barat tetap eksis di dalam rumah kita sendiri. [januar, dari berbagai sumber]

[diambil dari Majalah PERMATA, edisi Juli 2003]

20 thoughts on “Boikot Produk AS: Mampukah Kita?

  1. tuncho Dec 6,2008 13:32

    mw lepas dr produk AS. sedikit review aj, siapa yg melatih tntara mujahidin wkt prang lawan beruang merah rusia? liat jg dong,sejarah negara arab bikin bom, pake lampu, mesin uap,telepon, dll. ap itu mw diboikot jg? kita pk produk arab tp ongkos naik haji naik terus. produktìfitas negara2 islam jg rendah… trlalu nyaman dgn suplai minyak yg brlimpah. bnyk warga indonesia yg jd korban kekerasan disana. mnurutku,smua dkmbalikan pd pribadi masing2.

  2. amethyst Dec 7,2008 22:06

    kalo orang barat juga boikot produk kita, gimana?
    kalo produk kita di boikot berati banyak orang yang ngangur dong karena lebih dari 30 % PDB indonesia asalnya dari impor trus itu baru yang berhubungan langsu dengan produksi belum yang mendukungnya seperti sektor jasa

  3. PHIE Dec 8,2008 12:19

    gaul islam pake webserver apa? bhs pemrogramannya apa?

    60% web didunia pake Apache-php-mysql

    Yang bukan buatan US aja… tapi buatan YAHUDI – US

    Blokir coca-cola, mcd,dll —> pemiliknya di us ga bakal jatuh miskin krn blokir2an ini … Tapi ingat karyawan rendahan mereka adalah 80% muslim Indonesia
    Sudah bs cari lap kerja utk kryawan mereka yg bakal nganggur?
    Kl ga berarti membunuh nasib (dan keluarga) saudara sendiri
    :p

    huahahaha….. sbelum gigit tangan yg memberi makan.. sebaiknya sadar dulu dah sanggup cari makan sendiri blm…

  4. Phei Dec 9,2008 11:51

    @ PHIE

    menurut gue elo salah nangkep isi artikel ini deh. Sayang sekali kok banyak orang yang sembrono kayak elo. jadi gue juga nggak percaya sama semua omongan elo yang asal nyolot aja. Cuma lihat judul artikel langsung nyimpulin. Seolah-olah semua muslim pengen boikot produk AS. Juga serangan elo sama web ini yg tanya2 pake webserver apa. Padahal liat aja sendiri di akhir tulisan itu, justru menjadikan renungan bagi umat muslim. Bukan nyuruh boikot. Kan di subjudulnya udah jelas ada kata: “mampu dan efektifkah?”

    Ah, ternyata orang kayak elo, PHIE, cuma pas jadi PROVOKATOR dan NGGAK CERDAS! Bahkan untuk memahami sebuah tulisan seperti ini. Berawal dari sebuah keraguan dan kebencian, maka kesimpulan pun akan berakhir dengan keraguan dan kebencian. Jadi nggak dapet apa2. Hmm.. begini ya cara berpikir orang yang nggak suka dengan ISLAM? Rendah amat! amit2 deh. Makin tahu aja gue sekarang, orang yang gak suka ama Islam tuh: Cemburu tanda tak mampu! huuahahahaha…

    Gue, Phei

  5. samudera Dec 9,2008 12:58

    Tulisannya bagus.
    Sampe2 orang yang benci Islam kejebak. hahahahah..
    4 jempol buat gaulislam!

  6. Akhwat N Dec 10,2008 15:48

    Manurut aq, sekecil apapun usaha yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara sesama Muslim, pasti akan diperhitungkan oleh Allah SWT, termasuk dengan cara boikot ini. Mungkin belum semua produk Yahudi ada rivalnya dari hasil produksi umat Muslim. Tapi BELUM bisa boikot semua, bukan berarti GA sama sekali kan?? Masih banyak kok produk-produk lain yang meskipun bukan produk umat Muslim tapi merupakan produk yang juga bukan dari perusahaan penyokong Israel.
    So…kita bisa mulai dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari aja, misalnya dari makanan, minuman, sabun mandi, detergent, shampo, odol dll yang ga cuma diproduksi AS n Yahudi kan????

  7. tuncho Dec 12,2008 20:03

    aku rasa kurang bijak klo kita boikot produk AS. sangat tidak efektif dan efisien. kita masih banyak ketergantungan terutama teknologi pada produk AS.
    Nasionaslisasi perusahaan AS dan asing yang menjajah negeri kita akan lebih baik untuk mensejahterakan rakyat. terutama dari sektor pertambangan yang menguras habis kekayaan indonesia
    sebagai contoh freeport. dalam perhitungan kasar produksi tembaga dan emas pada tahun 2004 dari lubang Grasberg freeport setara dengan 1.5 milyar US$. setara dengan 15 triliyun per tahun. dan itu udah berlansung sejak 39 tahun yang lalu (http://www.walhi.or.id/kampanye/tambang/tutuptamb/060404_freeport_li/). belum newmont, exxon dll. ditambah jika dari sektor informasi seperti indosat yang notabene adalah perusahaan yang mayoritas sahamnya dibeli pengusaha Qatar / Dubai, keuntungan bersihnya mencapai 3 triliyun rupiah. begitu yg kudengar ketika kuliah CSR bersama indosat beberapa waktu lalu
    mau dan mampukah ??????

    yang pasti, langkah ini lebih efektif dan efisien

  8. Jali Dec 13,2008 20:59

    Yang kita boikot adalah ideologi mereka. Percuma kita boikot produknya tapi ideologi mereka (demokrasi, sekulersisme, kapitalisme, hedonisme, permisifisme dll) kita puja dan kita laksanakan setiap hari dalam kehidupan sehari-hari.

    Seharusnya kaum muslimin hanya terikat dengan Islam. Manfaatkan teknologi mereka (internet, komputer) yang memang mubah untuk digunakan, untuk berdakwah menghajar sekularisme, kapitalisme, demokrasi dan ide kufur lainnya.

    Allahu Akbar!

  9. Akhwat N Dec 16,2008 16:35

    Setuju sama Jali. Cuma kalo kita berjuang melawan ideologi mereka, sementara kita masih bertransaksi yang memberi keuntungan secara materi ke mereka, kurang pas dech.
    Bagi yang pinter teknologi, bisa gunain teknologi buat melawan yahudi dan kaki tangannya, bagi yang punya modal, bisa bikin usaha atau industri buat nyaingi industri mereka, yang pinter nulis, bisa bikin buku atau artikel yang menguatkan ummat agat tidak ikut ideologi mereka. Pokoknya, gunain dech semua kemampuan yang ada di kita buat melawan Yahudi.
    Coba dech kita buka lagi QS Al-Anfal ayat 60 yang artinya :

    ” Dan siapkanlah segala kemampuan untuk menghadapi mereka dg kekuatan yg kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dpt menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang2 selain mereka yag kamu tdk mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yg kamu infakkan di jln Allah niscaya akan dibalas dgn cukup kpdmu dan kamu tdk akan dizalimi”

    So, bagi yang belum bisa banyak berkontribusi buat ngelawan mereka, bisa lewat cara boikot ini kan. Masalah efektif atau tidak bukan menjadi ukuran.
    Tapi…kalo semua umat Islam memboikot, saya yakin ekonomi mereka bakalan kolaps, Jadi jangan ragu lagi buat memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan buat melawan Zionis Israel dan pendukungnya.
    InsyaAllah Allah akan membantu….

  10. rachma Jan 7,2009 20:01

    ALLOHHUAKBAR ALLOHHUAKBAR ALLOHHUAKBAR

    AYO SEMUA SAUDARAKU KITA BOIKOT SMUA PRODUK MUSUH ALLOH,JANGAN HAWATIR
    INSYAALLOH ALLOH AKAN BANTU

  11. almudazir Jan 10,2009 12:20

    sudah sejak lama seruan untuk memboikot produk AS dan kelompok yahudi berlangsung. Tapi, belum terlihat jelas ada upaya dari negara-negara muslim, otkoh-tokoh muslim ataupun orang-orang kaya muslim yang mencoba membuat tandingan produk tersebut.
    Bila hanya seruan saja, lalu apakah terpikrrkan oleh kita di Indonesia, bahwa memboikot produk amerika dan yahudi justru akan memperbesar angka kemiskinan. Memperbesar tingkat pengangguran.
    BENAR DAN SAYA SANGAT SETUJU bahwa dengan memboikot produk AS akan menghancurkan perekonomian mereka. Tapi sudahkah kita memikirkan, mau dikemanakan jutaan tenaga kerja Indonesia yang menumpangkan hidupnya dari produk-produk tersebut? Sudahkah kita berpikir mencarikan jalan keluarnya?
    Orang kaya Indonesia sekelas Aburizal bakrie, kalau dia mau, bisa saja dengan mudah meruntuhkan dinasti Kentucky Fried Chicken dengan membuka Indo Fried Chicken di seluruh Indonesia secara serentak dan dalamw aktu dekat. lalu, semua karyawan KPC ditarik keke sana. Tapi itu tak dilakukan. Atau orang-orang kaya Indonesia lainnya dengan membuat tandingan produk-produk amerika dan yahudi lainnya.
    Ini baru tingkat satu negara INDONESIA. Nah, bila ini dilakukan secara serentak oleh negara-negara Islam di Dunia, maka SAYA BERANI MENJAMIN, seruan bokiot itu akan efektif dan tak akan membuat tenaga kerja yang bisnis yahudi itu mati kelaparan.
    MUI mungkin lebih efektif menggalang kekuatan ini bersama Forum Ulama International. Kalau cuma seruan-seruan saja, akan berbanding sama denganb mrmbunuh umat. Karena, khusus di Indonesia, lebih 90 persen pekerja di KFC atau produk-produk amerika dan yahudi lainnya adalah umat muslim. Bahkan di sejumlah produk tersebut, lisensinya juga banyak yang dipegang oleh orang muslim.
    Karena itu, seruan itu tak akan efektif bila tak dicarikan solusinya. Seruan itu justru bisa berbuah petaka. Satu contoh, seandainya seruan itu memang dilaksanakan oleh umat muslim, lalu berakibat tak ada lagi orang yang makan di KFC, otomatis usaha itu tutup dan pekerjanya akan di PHK. Apakah pemerintah sudah menampungnya, memberi makan mereka. Sedangkan saat ini saja angka penggangguran selalu meningkat dari tahun ke tahun.
    Al Quran sudah menjelaskan bahwa Dunia dan akhirat itu harus seimbang. Allah juga marah kalau umatnya saban waktu berdoa padaNya, tapi mengabaikan anak istrinya yang juga butuh hidup, butuh makan.
    Jadi, kita jangan terlalu emosional juga melihat persoalan ini. AMIN

  12. Prast Jan 10,2009 18:47

    Hmm, kurang bijak saja saya rasa. Buat apa kita melakukan perbuatan yang memperlemah keadaan kita? Boikot microsoft? wah..trus mau kembali ke jaman kartu pos? Mengapa kita tidak memakai kearifan lokal saja, seperti pepatah: Pisau itu, jika di tangan pembunuh, dia akan menjadi senjata, di tangan lembut seorang ibu, akan menciptakan masakan penuh cinta,..jadi, silahkan berpikir bijak, dan jangan emosional… Tuhan saja tidak pernah menghakimi umatnya…

  13. Umart Jan 11,2009 13:49

    Kalo menurut saya, sesuatu apa yang kita kerjakan pasti akan ada hasilnya. Memboikot juga mempengaruhi ekonomi mereka. Lama-lama hancur. Soal saudara-saudara yang gak ada kerjaan karena hasil boikot, tenang aja. Pemerintah kita tekan untuk membuat lapangan pekerjaan baru. Uang kita kan banyak. Minyak kita bisa membuat negara2 barat menjadi super kaya. Lagian gak ada kekhawatiran bagi orang yang beriman. Yang ragu akan hal ini, coba anda ingat-ingat lagi kalo rezeki anda akan penuh (ditakdirkan sebelum anda dilahirkan) anda terima sebelum anda meninggal. Jadi tidak ada discount, ataupun potongan rezeki. Dan satu lagi rezeki anda juga tidak akan tertukar pada orang lain. Mengapa bisa begitu? Karena Allah SWT yang maha perkasa yang mengaturnya, bukan anda! Jadi boikot produk mareka, demi menjaga izzah islam, dan harga diri kita sendiri (bg yang punya). Ini semua adalah ujian bagi kita, beriman atau tidak. Berusaha (minimal) atau diam saja. Punya loyalitas atau murtad! Bagi yang mampu (sehat, berilmu) bisa melakukan aksi-aksi yang lebih seru lagi. Seperti meng hacking situs2 mereka. melakukan perlawanan sesuai dengan tingkatan iman kita. Bahkan jika ada link, pergi jihad fie sabilillah guna menjemput bidadari dan mengambil jatah syafaat untuk 70 org keluarganya.
    Lalu tunggu apalagi, boikot produk mereka semampu kita (sungguh2).

  14. wong_bagoes Jan 12,2009 17:29

    Apapun itu, yg aku tau sekarang adlah:
    – Boikot produk AS sebisa mungkin misal softdrink, shampoo, dll.
    – Kerja keras buat kemandirian bangsa.
    – Pakai jasa keuangan yg berbasis Islam.

    Bukankah dulu Islam pernah berjaya krn ilmu pengetahuan seperti Avicenna (Ibnu Sina) dll?

  15. adiwenatb Jan 19,2009 05:22

    Benar.. saya rasa memang kurang bijak jika kita melakukan tindakan pemboikotan ini. Hal ini sudah berkaitan erat dengan kehidupan org banyak yang tidak bisa diselesaikan dengan triakan2 tanpa adanya penyelesaian kongkrit sebagai pengganti. Khususnya di negara kita tercinta ini.

    Jika saja triakan2 itu (yg selama ini keluar tanpa penyelesaian kongkrit) tergantikan oleh planning2 cerdas pemerintah/masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraan rakyatnya agar dapat meminimalisasi ketergantung dengan pihak2 yg sering menzalimi umat, tergantikan oleh aliran rupiah u/ menyokong kelemahan pemerintah, tergantikan oleh tindakan2 paralel bukan lagi seri yg hanya akan saling menunggu… mungkin pada akhirnya triakan2 pemboikotan itu akan lebih bijak didengarkan… ya lebih bijak didengarkan karena kita telah miliki penyelesaian kongkrit sebagai pengganti.

    Banyak pesan yg Allah selipkan dari sekian banyak kehidupan dan kematian. Sungguh tidak ada kesia-siaan dari suatu keberadaan. Keos pun terkadang diperlukan u/ memperlunak kekerasan hati kita agar dapat lebih bijak melangkah. Semoga kita semua diberikan kekuatan/kemudahan untuk mengikuti segala petunjukNya.

  16. hajime Jan 20,2009 18:28

    Saya sudah memboikot Microsoft. Pada tanggal 27 Desember 2008, mendengar rencana Israel menyerang Palestina, saya sudah sangat kecewa dengan Microsoft, karena ternyata berbagai laptop dan alat navigasi dalam perang melawan Palestina, Microsoft 100% mensupport israel.

    Sekarang warnet saya menggunakan Linux, Linux adalah program humanity, bebas, dan tidak terikat sedikit pun dengan anjing-anjing zionis israel.

  17. irfan lubis Jan 31,2009 06:26

    assalamu’alaikum ww? ini adalah diskusi yg sangat bagus sekali.banyak dari kita yg keliru,terutama saat dilantiknya osama.menjadi presiden AS.banyak saudara2 kita yg satu akidahmenyambutnya dgn rasa suka cita.naujubillah…,SSUDAH JELAS ALLAH KATAKAN ” BAHWA ORANG2 KAFIR TIDAK PERNAH SENANG KEPADA KITA { ISLAM }.sekarang kita sama2 tau banyak produk2 negara2 kafir.yg beredar ditanah air tercinta ini.dan tidak kalah banyak dengan produk2 negara2 islam,abudabi misalnya.atau produk lokal juga banyak.kita aja yg selama ini merem {tutup mata }Alhamdulillah…,sekarang sdh tau mana produk kafir & yg mana produk kita.kita tinggal memilih yg mana.mendukung negara munafiq itu?

  18. Sergio Feb 13,2009 16:51

    Islam Terlalu Cepat Mengeluarkan Kata “Kafir”, Jangan – Jangan yang mengatakannya yang Kafir.

  19. mohd. yaakob bin hj.sidi Sep 16,2009 14:04

    kita terus kempen memboikot produk yahudi dan AS. kita bangunkan cerdik pandai. emosi yang petriotik dan spritual yang kukuh pada saorg insan. kita berdoa agar umat islam d rahmati dan hidayahnya. tq

  20. adaapanya Sep 15,2010 15:00

    Terimakasih atas informasinya. Ya Allah, persatukanlah umat Islam di seluruh dunia.

Comments are closed.

%d bloggers like this: