Friday, 31 May 2024, 05:01

gaulislam edisi 795/tahun ke-16 (23 Jumadil Akhir 1444 H/ 16 Januari 2023)

Sebenarnya ini udah sering terdengar, ya. Zaman saya SMP saja, tahun 1986-1989, kasus remaja hamil duluan udah ada. Cukup banyak pula. Biasanya ya karena pergaulan bebas. Awalnya pacaran, nggak tahan sering deketan, ya jadilah begituan. Baru nyadar pas yang cewek hamil. Cowoknya? Ada yang kabur, ada juga yang akhirnya dipaksa ortu sang cewek untuk nikahin anaknya yang udah terlanjur digarap duluan.

Fakta terbaru sekarang, yang diekspos di media massa, ada sekitar 198 anak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengajukan dispensasi kawin atau menikah usia dini di Pengadilan Agama setempat pada sepanjang tahun 2022.

Ada berbagai alasan menikah di usia dini, namun yang paling banyak adalah alasan hamil di luar nikah.

Petugas Pengadilan Agama pun mengimbau kepada orang tua dan guru untuk lebih ketat menjaga dan mengawasi pergaulan anak agar tidak terpaksa menikah di usia dini. (kompas.tv, 16/1/2023)

Berita lainnya, dikutip dari laman republika.co.id (16/1/2023), ratusan anak di bawah umur, atau di bawah 19 tahun, di Kabupaten Indramayu, mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama setempat. Banyak di antara pemohon yang mengajukan dispensasi nikah itu karena sudah hamil terlebih dahulu.

Hal itu terungkap dari data Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu. Sepanjang 2022, terdapat 572 perkara pengajuan dispensasi nikah. Dari jumlah tersebut, yang diputus/dikabulkan oleh hakim ada 564 perkara.

Pengajuan dispensasi nikah itu sudah mengalami penurunan dibandingkan 2020 dan 2021. Pada 2021, ada 625 perkara pengajuan dispensasi nikah dan pada 2020 ada 761 perkara pengajuan dispensasi nikah yang diterima PA Indramayu.

“Walau menurun, angkanya tetap tinggi. Pernikahan dini tetap harus jadi perhatian bersama,” ujar Humas PA Indramayu, Dindin Syarief Nurwahyudin, saat ditemui di PA Indramayu, Senin (16/1/2023).

Dindin mengungkapkan, alasan yang melatarbelakangi pengajuan permohonan dispensasi nikah itu banyak di antaranya karena calon pengantin perempuan sudah dalam keadaan hamil duluan. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena pergaulan yang sudah melewati batas.

“Faktor media sosial juga sangat berpengaruh. Karena yang dilihatnya ‘seperti itu’, akhirnya jadilah hubungan pergaulan yang melewati batas,” kata Dindin.

Oya, ini yang tercatat dan diberitakan, lho, tersebab mereka mengajukan dispensasi alias keringanan menikah di usia muda kepada KUA setempat. Kalo udah begitu, siapa yang salah dan bertanggung jawab atas kerusakan ini?

Pacaran itu jebakan setan

Sobat gaulislam, pacaran adalah hubungan tanpa ikatan. Kalo nikah kan jelas, ada yang mengikatnya. Sebab, sudah janji di depan banyak orang. Dicatat juga di KUA dan dapet buku nikahnya untuk suami dan istri. Di KTP sudah berubah status, tadinya tertulis belum kawin di kolom status, berubah jadi kawin. Ada foto pernikahannya, malah ada yang nekat dipajang di facebook dan media sosial lainnya. Bagaimana dengan pacaran?

Hehehe.. walau foto kamu berdua dengan pacarmu dipajang di media sosial, tetap aja hubungannya bukan pernikahan. Meski nekat jalan bareng kemana kamu berdua suka, tidak lantas membuat pacaran jadi punya ikatan jelas. Tetap saja, terkategori hubungan yang terlarang. Itu pun bila kamu ngeh dan paham soal syariat Islam. Tetapi kalo kamu blank dan masih ngeblur soal itu, baik itu akibat ketidaktahuan kamu maupun ketidakmauan kamu belajar, ya nggak akan sadar kalo pacaran itu terlarang dalam agama.

Silakan kamu pikirkan sekarang, pacaran sebenarnya hanya nambah ruwet pikiran kamu. Beda dengan yang nggak punya pacar, dia cuma mikirin diri sendiri. Ngatur waktu buat sendiri. Kalo kangen keluarga, tinggal ngajak ngobrol kakak atau adik atau ayah dan ibu. Selesai urusannya sampai di situ. Tetapi yang punya pacar, ada agenda tambahan merhatiin pacarnya. Kudu nyenengin dan memberikan kebahagiaan. Tambah ruwet dan mumet kan? Mending kalo suami-istri. Sudah jelas aturan dan tanggung jawabnya serta pahalanya. Lha, yang pacaran kan cuma nambah dosanya aja. Tanggung jawab nggak jelas, kepedulian juga seperlunya. Maklumlah, namanya juga hubungan tanpa ikatan. Bisa putus sambung sesuka suasana hati.

Eh, gaya pacaran yang berbahaya sering diperagakan para remaja. Emang ada pacaran yang nggak berbahaya? Hehehe.. iya ya. Seharusnya yang tepat adalah gaya pergaulan remaja bernama pacaran itu jelas bahayanya. Nah, pernyataan ini menutup kemungkinan dicari celah bahwa ada pacaran sehat. Nggak ada. Semua jenis pacaran itu berbahaya. Apalagi, pacaran itu kan hubungan tanpa ikatan. Kalo sampe nyerempet kepada perbuatan bernama zina, itu kian menunjukkan bahwa pelakunya super nekat. Nggak pake mikir akibat. Ini sekaligus ngasih bukti bahwa pacaran itu sebenarnya cuma ngumbar hawa nafsu aja. Itu sebabnya, rugi banget bagi yang berharap kebaikan dari pacaran. Nothing!

Komitmen lemah, karena yang kuat nafsunya. Maka, sekalinya bablas dan ketahuan berbuat mesum, malah sang cowok kabur ninggalin ceweknya. Hadeuuh… bener-bener nggak ada ikatan, akhirnya bebas dan tak bertanggung jawab. So, pikirkan sebelum segalanya terlambat.

Oya, lebih baik kamu putuskan ikatan yang nggak jelas itu. Berat? Nggak juga. Asalkan kamu punya tujuan dan target serta prioritas dalam hidupmu.

“Aduh, aku berat banget mutusin dia. Abisnya dia sayang banget sama aku,” mungkin ini salah satu alasan kamu nggak tega mutusin pacarmu. Lebay dah! Emangnya Allah Ta’ala nggak sayang sama kamu? Padahal kamu udah dibiarkan hidup di dunia ini dan menikmati berbagai rezeki yang diberikan Allah Ta’ala, meski kamu mungkin seringkali menolak perintah-Nya dan bahkan melanggar larangan-Nya. Buktinya kamu pacaran. Padahal pacaran itu termasuk mendekati zina yang udah dilarang oleh Allah Ta’ala. sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Israa’ [17]: 32)

Duh, gimana cara mutusinnya ya? Halah, nggak usah pura-pura bingung. Sebab, kamu juga udah terbiasa mutusin hubungan dengan Allah ketika kamu melanggar perintah-Nya. Iya kan? Bukan nuduh, cuma ngingetin. Sebab, kamu dengan pacarmu aja pengennya ngebaikin kan? Ngingetin pacarmu, nggak rela ada yang jelek-jelekin pacarmu. Hmm.. tapi giliran kamu melanggar larangan Allah Ta’ala adem ayem aja tuh hatimu. Kagak panas macam kompor mleduk saat kamu dilarang pacaran. Padahal yang ngingetin dan ngelarang pacaran cuma nyampein syariat Islam. Tul nggak?

Pikir-pikir lagi deh, jangan-jangan kamu emang lebih deket ama setan ketimbang ama Allah Ta’ala. Waspadalah karena Allah Ta’ala udah berfirman (yang artinya): “Barang siapa yang berpaling dari mengingat Allah yang Maha Pemurah (al-Quran), maka akan Kami datangkan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan Sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk,” (QS az-Zukhruf [43]: 36-37)

Yuk benahi diri kita. Pacaran bukanlah ajaran Islam. Kalo pun sekarang banyak orang Islam yang melakukannya, bahkan ada di antaranya para aktivis dakwah, pastilah mereka sedang lalai dan wajib diingatkan. Sebab, pacaran hanya dilakukan oleh orang-orang yang udah kena bujuk rayu setan. Ujungnya bisa menyesatkan dan jauh dari ajaran Islam. Singkat kata nih, kalo kamu punya pacar, putusin aja sekarang juga. Berat? Hmm.. hati-hati, itu tandanya kamu masih belum kuat imannya. Semoga kita semua dijadikan sebagai orang-orang yang beriman dan senantiasa taat kepada Allah Ta’ala. Pacaran? No way! Apapun bentuknya!

Pornografi juga bikin ngeri

Sobat gaulislam, dalam pemberitaan yang marak di media massa, ternyata ada yang terlupakan atau memang sengaja dilupakan, adalah dampak. Ya, dampak dari pemberitaan yang seringkali lebih mirip show dan menguliti sampai detil, bahkan disertakan gambar dan videonya segala (meskipun disamarkan) telah memberikan rasa penasaran bagi remaja. Warning banget tuh!

Dikutip dari laman kompas.tv (16/1/2023), Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengaitkan peristiwa ratusan anak hamil di luar nikah di Ponorogo dengan penegakan hukum soal pornografi.

Menurut Anwar, saat ini berbagai bentuk pornografi, misalnya gambar, ilustrasi, tulisan, suara, animasi, dan sebagainya marak tersebar melalui media komunikasi.

“Sebagai orang yang beragama dan menjunjung tinggi budaya bangsa, kami sangat prihatin dengan banyaknya anak usia dini yang berumur di bawah 18 tahun yang masih duduk di bangku SMP dan SMA hamil di luar nikah,” kata Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.TV, Senin (16/1/2023).

“Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan maraknya pornografi berupa gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar kesusilaan dalam masyarakat,” kata dia.

Bener! Sebab, dengan adanya video porno ini akan memengaruhi naluri seksual, termasuk pada diri remaja. Allah Ta’ala sudah ‘menyetel’ manusia secara default memiliki naluri seksual, yang perwujudannya mencintai lawan jenis. So, kalo kian sering remaja mengkonsumsi hal-hal bernuansa pornografi, maka naluri seksualnya bakalan makin bergejolak.

Selain itu, bacaan pornografi baik melalui media cetak maupun internet tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembangan kepribadian manusia, termasuk remaja. Apalagi jika hal itu dilakukan setiap hari. Ditambah pula malas ikut pengajian atau datang ke majelis taklim. Udah deh, wassalam namanya. Kok bisa? Ya iyalah, kan di majelis taklim mah yang dibaca dan didengerin adalah ayat-ayat al-Quran atau hadits. Misalnya tentang larangan mendekati zina. Insya Allah akan mengendalikan hawa nafsu kita. Apalagi jika belajarnya serius. Bukan asal dateng terus bercanda.

Terus, apa dong yang harus dilakukan remaja terhadap masalah pornografi ini?

Hmm.. gini deh. Pertama, kamu yang cowok kudu mau mikir ribuan kali sebelum ngelakuin perzinaan (termasuk jangan dekati zina). Nah, yang mendekati zina itu adalah ngintip en nonton video mesum. Waspadalah! Kalo kita berteman dengan kaum Hawa. Hargai mereka. Kamu kan pasti punya ibu, atau mungkin punya adik dan kakak perempuan. Sebelum berzina dengan pacarmu, pikirin dulu gimana kalo ibumu, kakak dan adik perempuanmu ada yang menzinai? Wedeh.. pasti nggak rela kan. Makanya, jangan coba-coba melecehkan wanita dengan cara memacarinya, apalagi menghamilinya. Hih, jangan sampe ‘test drive’ segala kalo belum resmi nikah. Dosa, euy!

Kedua, pikirkan masa depanmu, Bro. Jangan sampai rusak hanya gara-gara sering ngintip pornografi (film dan gambar). Ih, kalo isi otak kamu cuma dipenuhi dengan bayangan erotis dan sensual, rasanya hidup nggak ada artinya deh. Suer. Gimana nggak, saat kamu kecanduan pornografi, pikiranmu dan jiwanya jadi nggak sehat. Padahal seharusnya ‘kencanduan’ ngaji, belajar dan dakwah. Iya nggak sih? So, hentikan deh kegiatan ngintipin mulu pornografi ke hal yang positif, misalnya membaca ayat-ayat al-Quran sebagai pedoman hidup kita. Terus, dibaca dan diamalkan. Iya, kan?

Ketiga, prioritaskan keperluan hidupmu. Yup, daripada tuh duit dipake beli download-an video porno atau main internet saban hari nyari konten-konten mesum, mendingan tuh duit ditabungin. Udah jelas itu cara sehat berhemat. Bisa juga duitnya dibeliin baju, buku, sedekah atau keperluan bermanfaat lainnya. So, mumpung masih muda, nggak usah mikirin yang begituan. Suatu saat, kalo udah mapan dan kuat ilmu dan mentalnya, silakan nikah aja. Kalo cuma pacaran, itu mah mental pengecut!

Keempat, kita lawan pornografi dan kasihani pelakunya. Eit, tunggu dulu. Maksud saya mengasihani pelakunya itu adalah karena bisa jadi mereka nggak sadar dan lupa (termasuk melupakan), atau belum tahu (termasuk yang tak mau tahu). Kasihan, andai mereka tahu dan takut pasti nggak mau melakukan perbuatan bejat yang mengundang laknat itu. Sebab, kalo mereka nggak tobat, tubuhnya bisa jadi bahan bakar api neraka. Naudzubillah!

Jadi, tulisan ini pun sekaligus untuk media menyadarkan siapa pun para pelaku pornografi dan perbuatan melanggar syariat Islam lainnya, bahwa perbuatannya pasti nanti akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Ta’ala.

Remaja muslim kudu selektif dalam bergaul. Pandai pilih teman gaul. Jangan pacaran. Sebab, itu membahayakan. Walau katanya saling suka atau saling sayang, tetapi kalo udah melanggar syariat, ya tetap dosa. Apalagi pas pacarnya hamil, malah ada yang kabur ninggalin. Padahal katanya cinta dan sayang. Itu sebabnya, kata Imam Syafi’i, “Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah, jika mereka bisa meninggalkan Allah, mereka juga bisa meninggalkanmu.”

Putus pacaran, hentikan mantengin pornografi. Jangan sampe makin marak remaja yang hamil duluan alias hamil di luar nikah. Rugi dan malu! [O. Solihin | IG @osolihin]