“Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda”

Kebiasaan kaum liberal adalah senang tampil beda. Jika ulama malarang, mereka ?justru membolehkan. Jika ulama mengecam penghina Nabi dan sahabat, mereka justru membelanya. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian ke-246 Oleh: Adian Husaini Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang nyeleneh dan asal beda dengan umat Islam ...

Malaysia: Sekulerisme Berbalut Islam

Malaysia sering disebut sebagai negara Islam modern. Bener nggak tuh? Kenyataannya dakwah Islam sulit berkembang di sana. Kenapa demikian? Profil Negara Malaysia Luas negara: total: 329,750 km2 perairan: 1,200 sq km2 Daratan: 328,550 sq km2 Ibu Kota: Kuala Lumpur Bahasa : Melayu [bahasa resmi], Inggris, Cina (Kanton, Mandarin, Hokkien, Hakka, Hainan, Foochow), Tamil, Telugu, Malayalam, ...

“Islam Tanpa Syariat versi Pemuda Muhammadiyah”

Muhammadiyah kini dipenuhi tokoh-tokoh beraliran “konteksiyah”, Aliran ini berpendapat Al-Qur’an harus disesuaikan dengan zaman.? Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) ke-102 Adian Husaini, MA Sejak berdirinya tahun? 1912, pendiri dan tokoh-tokoh Muhammadiyah mungkin tidak ada yang berpikir, bahwa suatu ketika, akan muncul dari? tubuh organisasi ini berbagai pemikiran yang meruntuhkan bangunan Islam. Tetapi, kenyataannya, saat ini ...

‘Radikalisme’ dan ‘Terorisme’

Depag berencana mengkaji dan melarang buku tentang jihad. Di masa Belanda, istilah ?radikal’ bermakna positif. Sekarang dinisbatkan pada yang anti-AS. Baca Catatan Akhir Pekan?Adian Husaini ke-124 Senin, 28 November 2005 Oleh: Adian Husaini Harian Republika, Jumat (27/11/2005), hal. 20,? memuat berita berjudul: “Depag Kaji Buku Jihad Radikal”. Dalam berita ini tertulis: “Terkait dengan rencana pelarangan ...

Beramai-ramai Menghujat al-Quran

Babak baru perkembangan liberalisme pemikiran adalah penghujatan Al-Qur’an. Seorang dosen IAIN bahkan menulis “Edisi Kritis al-Quran.” Baca CAP ke-97 Adian Husaini Umat Islam Indonesia sekarang memasuki babak baru yang sangat menentukan masa depannya. Arus sekularisasi dan liberalisasi yang kini diusung dan digelindingkan sendiri oleh sejumlah tokoh, kampus, dan organisasi Islam, telah menemukan bentuknya yang mendekati ...

“Menjaga Pemikiran di Bulan Ramadhan”

Disertasi doktor ilmu Tafsir UIN sembarangan menafsirkan Al-Quran. Mudah-mudahan bulan Ramadhan bisa menjaga pemikirannya. Baca Catatan Akhir Pekan ke-245 ? oleh: Adian Husaini * Suatu ketika, di akhir bulan Sya’ban, Rasulullah saw berpidato di hadapan para sahabat: ?’Wahai manusia, sungguh kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung dan penuh berkah;? yakni bulan yang di sana ...

“Islam Ragu-ragu” versi Rektor UIN Yogya

Rektor IAIN mengajak mahasiswa ?mencurigai’ agamanya sendiri. Metode ini bisa melahirkan?sarjana yang tadinya belajar ushuluddin menjadi “ucul”-“din” (agamanya lepas). Baca CAP Adian Husaini ke-120 Senin, 31 Oktober 2005 Oleh: Adian Husaini Di kalangan akademisi muslim Indonesia, nama Prof. Dr. M. Amin Abdullah tidak asing lagi. Selain menjabat sebagai rektor Universitas Islam Negeri Yogyakarta (dulunya IAIN ...

“Keikhlasan dan Kepedulian dalam Dakwah”

Pelajaran berharga dari seorang Natsir. Catatan “Seminar Moh. Natsir di IAIN Banjarmasin”. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-244 Oleh: Adian Husaini Masih dalam rangkaian peringatan seabad Mohammad Natsir, pada 21 Agustus 2008 lalu diselenggarakan seminar tentang pemikiran Mohammad Natsir di Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Saya diminta menyampaikan makalah tentang Peran Mohammad Natsir ...

“Kebangkitan Kembali Theosofi Indonesia”

Paham Theosofi bermaksud menjadi pelebur agama atau kelompok ?super-agama’ yang berada di? atas atau di luar agama-agama yang ada. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-120 Oleh: Adian Husaini Dalam bukunya, “Tren Pluralisme Agama “, Dr. Anis Malik Thoha memasukkan ajaran Theosofi sebagai salah satu aliran dalam paham Pluralisme Agama. Mungkin tidak banyak yang mencermati, ...

“Infeksi ‘Sipilis’ di Majalah Azzikra”

Oleh: Adian Husaini Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya paham ?sipilis’? (sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme), tetapi masalahnya bukanlah selesai. Ibarat virus, makhluk ?sipilis’ tidak mudah dideteksi dan diidentifikasi. Karena itu, bukan tidak mungkin, virus ini menyusup secara diam-diam ke berbagai komunitas dan pikiran manusia, tanpa menyadari dampak yang ditimbulkannya. Contoh ...
%d bloggers like this: