Cinta Bukanlah Coklat 10

logo-gi-8.jpgEdisi 017/tahun I (11 Shafar 1429 H/18 Februari 2008)

Hari-hari gene nggak sedikit remaja ngerubung mal en toko-toko suvenir. Nggak sekadar window shopping atau cuci mata, mereka udah megang duit untuk beli kartu cinta, setangkai kembang, en sebatang coklat. Tiga barang itu emang udah lengket banget dengan V-Day dan tanda kasih sayang. Ya iyalah!

Anak-anak umat Islam udah banyak yang nggak mikir lagi gimana sejarahnya V-Day apalagi soal boleh nggaknya kita-kita yang muslim ikut terjun ngerayainnya. Pokoknya seru, bisa berkasih sayang, bisa ekspresikan rasa cinta, dan pastinya dapat something special dari someone yang dicintai. Huhuy!

Nggak ragu lagi

Udah deh, kita udah sering banget ngebahas soal sejarah V-Day itu. Banyak banget hal-hal yang dateng dari luar Islam. Ada campuran mitologi bangsa Yunani dan agama Kristen. Ada si Cupid, dewa asmara, yang bersayap en terbang ke mana-mana bawa panah amor (cinta). Si Cupid ini konon ngebidik pria en wanita biar jatuh cinta.

And so on dalam sejarahnya, V-Day juga identik dengan budaya Nasrani. Yang katanya ada pendeta bernama St. Valentine yang menikahkan secara diam-diam para pemuda dan pemudi padahal dibawah ancaman kekaisaran Romawi.

Belum lagi aneka budaya ekspresi cinta yang macam-macam di hari Valentine. Termasuk yang nekatz ngelakuin seks pranikah on Valentine. Aduh, biyung!

Jadi, mau apalagi? Dilihat dari sana en sini V-Day itu nggak bisa dihalalkan. Kelewat banyak yang haramnya, lho! Mulai dari menyerupai orang kafir, merayakan hari raya mereka, sampai ekspresi cinta dan kasih sayang yang nggak syar’i. Allah Swt. berfirman:

??????????? ????????? ????????? ???? ????????? ???????? ???? ????????? ??????? ?????????? ???????????? ?????? ???????????? ??????????

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengem-balikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran [3]: 100)

Malah, denger-denger banyak rohaniawan Nasrani yang juga melarang umat Kristiani merayakan V-Day. Nah, kalo yang non-muslim aja ngelarang, masak iya remaja muslim justru merayakannya. Iya nggak sih?

Bukan sebatang coklat

Guyz, lagian kalo dipikir, sempit banget kalo cinta itu kudu diekspresikan hanya pada hari tertentu, katakanlah pas V-Day. Berarti selama 364 hari dalam setahun kemana aja tuh cinta berlari? Bukannya cinta itu kudu tumbuh dan berkembang setiap hari? Kapan pun, seorang remaja muslim kan kudu menebar cinta dan kasih sayang pada sesama.

Yup, Islam itu agama yang ngajak umatnya untuk love and care pada sesama. Sabda Nabi saw.: “Orang yang berbelas kasih akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih, maka kasihilah penduduk bumi niscaya engkau akan dikasihi oleh penduduk langit.” (HR Abu Daud)

Jangan lupa, Allah Swt. itu kan zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukan dewa yang haus darah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang indah: “Allah menciptakan kasih sayang dalam seratus bagian, kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi, dari satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.”

Tuh, berkat cinta dan kasih sayang sampai-sampai induk hewan pun nggak meng-injak anaknya. So, pendek banget kalo cinta cuma diekspresikan dalam sebatang coklat, atau kartu cinta, apalagi boneka Teddy Bear.

Malah seringkali terjadi kasih sayang yang nggak pas. Contohnya begini, ada remaja yang bisa menyatakan cinta pada kekasihnya, tapi nggak pernah bilang sayang sama ortu. Bisa ngasih coklat pada doinya, tapi nggak pernah ngasih sesuatu yang istimewa untuk bundanya. Siap anter-jemput kekasih setiap saat (persis tukang ojek), tapi pasang muka bete kalo disuruh nemenin ibu ke pasar. Dan ada yang mau aja nyium or dicium pacarnya, tapi males nyium tangan ibu en bapaknya, juga males nyium sajadah (baca: sholat).

Bro en sis, jangan berani bilang cinta en kasih sayang sebelum kamu-kamu bener-bener cinta pada Allah, RasulNya dan ortu. Pasalnya, tiga perkara itu yang kudu dicintai bener-bener sebelum orang lain. Tentang cinta pada ortu pernah ditanyakan oleh seseorang pada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang lebih berhak aku layani dengan baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Ibumu” (Rasulullah saw. mengulangnya tiga kali) lalu menjawab “kemudian ayahmu.” (HR Bukhari)

Nah, kagak pantes ngaku cinta pada doi tapi ibu sendiri di-bete-in dan dibikin juthek. Kuwalat, lho!

Juga bukan true love kalo cinta itu kudu ngelabrak yang diharamkan Allah. Yoi, kagak pantes kita menomorsekiankan cinta pada Allah Swt., dan menomorsatukan cinta pada gebetan (pacar). Pasalnya, Allah udah ngasih apa aja buat kita. Dan cinta Allah pada kita semua adalah sejati, tapi kalo cinta sesama manusia nggak ada jaminan bakal setia di dunia apalagi di akhirat. Kalimat hikmah mengungkapkan: “Cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa jadi kelak ia menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sewajarnya, karena bisa jadi kelak ia menjadi kekasihmu.”

En buat kamu-kamu yang nerima coklat yang katanya tanda kasih sayang, jangan kegeeran. Berarti dirimu dan cintamu hanya terukur dengan sebatang coklat, atau selembar kartu cinta, atau mungkin kamu dianggap serupa dengan boneka Teddy Bear (keciaan…!).

Guyz, cinta itu lebih luas dari sebatang coklat, lebih indah dari selembar kartu Valentine, apalagi disamakan dengan boneka. Cinta itu kudu dibarengi dengan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling utama adalah tunduk pada perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Orang yang berani tunduk pada Allah Ta’ala berarti dia bakal siap berkasih sayang dengan sepenuh hati dan pastinya bertanggung jawab.

Tapi orang yang nggak mau cinta pada Allah Swt., nggak ada jaminan tuh orang bakal bertanggung jawab. Lha, Allah aja udah dia khianati apalagi kekasihnya? Tul, nggak? Apalagi sewaktu pacaran udah minta macem-macem; peluk, cium, eh minta hubungan layaknya suami-istri lagi. Wah, tendang aja kalo ada cowok or cewek yang kayak begitu.

So, jangan blinded by love deh. Buta karena cinta. Ati-ati en waspada, Bro!

Penjajahan Barat dan Kapitalisme

Disadari atau tidak, aneka selebrasi V-Day yang marak pada tanggal 14 Febuari lalu, sebenarnya adalah produk penjajahan Barat dan Kapitalisme. Barat bukan aja berhasil ngejajah umat muslim secara politik dan ekonomi, tapi juga secara budaya. Buktinya, apa yang lagi tren di Barat selalu di-copy en di-paste sama anak-anak muslim. Termasuk V-Day ini, padahal banyak yang tidak tahu akar sejarahnya dan juga hukumnya dalam pandangan Islam. Malah, di beberapa kota di tanah air, mulai disemarakkan juga pesta Halloween oleh kalangan muda.

Efek yang lebih parah dari penjajahan budaya ini adalah rusaknya moral bahkan akidah umat Islam. Di kalangan muda, pacaran udah dianggap ?rukun’-nya jadi anak muda. Bukan sekadar pacaran, tapi aktivitas dalam pacaran yang mendekati zina juga udah dianggap lumrah. “Namanya juga anak muda,” geto kata mereka.

Kapitalisme Barat juga menyusupkan penjajahan ekonominya lewat budaya. Para pengusaha diuntungkan berat lho dengan adanya V-Day. Aneka produk yang terkait dengan V-Day laris manis; coklat, kartu ucapan, boneka-boneka, sampai hotel-hotel. Jadi sebetulnya siapa yang diuntungkan? Pastinya para pengusaha.

Hal yang sama juga terjadi dalam perayaan Natal, di mana banyak rohaniawan Nasrani yang menyayangkan pudarnya semangat Natal karena dikalahkan dengan komersialisme. Gimana nggak, berfoto bareng Sinterklas aja kudu bayar! Ternyata dalam V-Day pun terjadi hal yang sama. Para pengusaha yang berotak kapitalis mengeruk keuntungan dari perayaan V-Day, termasuk para pengusaha hiburan yang menebarkan acara-acara “berkasih sayang”, juga para sineas yang bikin aneka film romantis di hari Valentine. Jadi intinya adalah duit bukan cinta, Bro!

Bro en sis, udah waktunya deh buka perasaan en pikiran, bahwa ada agenda terselubung yang berbahaya di balik selebrasi V-Day. Bahwa hari berkasih sayang udah dimanipulasi sedemikian canggihnya oleh kaum imperialis untuk memperdaya anak-anak muslim nan lugu (tapi bukan lutung gunung, ya?). Para remaja en pemuda muslim yang awam dari agamanya, terus dimanjakan dengan perayaan-perayaan seperti ini.

Bukan sekadar keyakinan, tapi moralnya juga ikut dibombardir oleh budaya liberal Barat, yakni pergaulan bebas. Kasih sayang yang sebenarnya karunia Allah dinodai dengan aktivitas pacaran sampai hubungan bebas yang kebablasan. Di negara-negara Barat, selebrasi V-Day emang nggak lepas dari seks pranikah. Maka di Inggris, pekan Valentine dijadikan bagian dari kampanye penggunaan alat kontrasepsi; kondom. Karena begitu tingginya aktivitas seks pranikah (baca: zina) pada saat itu. Tapi supaya tetep terkesan romantis, di’bungkus’lah oleh coklat dan setangkai mawar. Benarlah firman Allah Ta’ala yang udah ditulis sebelumnya di artikel ini (baca: buka di halaman sebelumnya ya).

So guyz, nyadar dong, bahwa kita tuh udah kelamaan dijajah oleh musuh-musuh Islam. Benteng kita udah dijebol luar dan dalem. Saatnya bangkit melawan penjajahan budaya Barat. Ngaji deh yang semangat. Pelajari Islam dengan seksama, yakini bahwa Islam itu sistem kehidupan yang benar, ideologi yang keren dan nggak ada yang sekeren Islam. Buktikan kalo ada yang lain. Sebab, kata Nabi saw.: “Islam itu tinggi dan tak ada yang setinggi Islam.”

Apa yang dikerjakan oleh banyak orang belum tentu kebenaran. Karena kebenaran tidak ditampakkan oleh banyaknya pengikut, tapi sumber kedatangannya. Meski sekarang orang yang menentang V-Day dan memper-juangkan syariat Islam nggak sebanyak kalangan pro Barat, tapi kebenaran itu ada pada mereka. Karena kebenaran itu datang dari Allah (al-Quran) dan RasulNya (as-Sunnah). Kalo nggak percaya pada Allah Swt. dan RasulNya, lalu percaya pada siapa lagi, dong? Sungguh terlalu! [iwan januar]

10 thoughts on “Cinta Bukanlah Coklat

  1. moon18 Feb 17,2008 19:05

    Ass…
    saya di Banjamasin,,, sayang sungguh dsayangkan sobat muda di pelosok daerah lah yg paling sering terkena imbas langsung dari media Busuk yg menyebarkan virus valentin baguslah, pacaran itu boleh lah, seks bebas itu ga papa lah… akibatnya anak-anak kampung pada mule jauh dari islam,,,
    proses media dakwah sangat jauh menjangkau mereka…
    saatnyalah wahai kwan2 muslim, akhwat maupun ihkwanya… tak ada kata putus dari dakwah,,, smoga untuk GI tetap Istiqomah selalu menerbitin artikel bagus berasaskan Islam,, salam

  2. rohis smkn 2 tgt Feb 18,2008 09:03

    bener, valentine memang budaya barat yang dikonsumsi orang islam

  3. luqman Feb 18,2008 09:22

    Assalamu’alaikkum….^_^
    yes bener banget tuh… kalo cinta itu emang kudu diatur. PERTAMA; cinta pada Alloh Yang Maha mencintai, KEDUA; cinta sama Rosululloh Sholallohu’alaihiwassalam. KETIGA; cinta sama Ibu en Babe. Mereka b’sua tuh yang udah ngebesarin kita ampe segede ini. harusnya tuh jangan sampe kita bete kalo deket ama mereka. kwalat lu…….

  4. angga Feb 18,2008 15:08

    artikel yg berasaskan islam kaya gini yg mesti kudu ada,mengingatkan kita kembali pada apa yg sebenarnya terjadi bukan cuma ikut2an aja tanpa ngerti apaan tuh maksud v-day itu.gimana awal adanya v-day itu berdasarkan agama kita.

  5. haris al farisi Feb 18,2008 20:40

    ass.remaja islam sdhkah kalian menjd seorang muslim sejati,atau hanya menjadi pengekor budaya barat yg tdk bermoral spt valentine yg jelas produk nasrani.fatwa ulama telah mengatakan haram merayakannya.tp remaja muslim masih tetap hanyut didalamnya.peran pemerintah jg tdk ada dalam menjalankan fatwa ulama tsb.bahkan media televisi dgn gencarnya menayangkan acara tsb.ini akibat tdk adanya kepemimpinan dan hukum islam dalam sebuah kekhalifahan.

  6. iffah sulbar Feb 18,2008 21:45

    cinta bukanlah coklat ato bukan juga seikat mawar merah…cinta jadi komersial gara2 sistem kapitalis n yang jadi korban remaja muslim…sudah saatnya remaja muslim punya jati diri bukan jadi plagiat…plagiat aqidah n sistem hidup orang2 kafir…..tinggalkan sistem kapitalis sekuler n kembali pada syariah n khilafah

  7. st.hadija sulbar Feb 19,2008 16:46

    jangan biarkan para penerus perjuangan islam
    terjebak dalam cinta yang semu…
    buktikan pada orang-orang kafir
    bahwa cinta yang hakiki dan sebenarnya
    hanyalah untuk sang pengatur kehidupan dunia and akhirat

  8. mono Feb 24,2008 20:20

    saya di pekan baru. smua tu, emang benar. budaya barat lebih menjanjikan kenikmatan dunia dari akhirat.

  9. eve Apr 4,2008 16:59

    bukan salah siapa-siapa jika sekarang kaum muda pada mabok kesenangan yang dibawa orang luar, mereka tidak mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang cukup dari semua jaringan media yang berkembang sekarang ini, tv,radio,internet, dll semuanya menyediakan info yg salah disamping rendahnya peran kaum penceraman/ustadz dalam menyebarkan kebenaran. orang yg sedikit ilmunya pasti akan tersesat jika tiap hari dibombardir kemaslahatan duniawi, kini kembali pada kemampuan masing-masing orang menyikapi gerusan arus modernisasi. semakin banyak yg memberi tahu semakin banyak yg selamat, maka saling berpegangan lah kaum muslim jika tidak mau digulung dalam kesesatan

  10. Ve Nov 28,2008 00:43

    Asslm…
    salam kenal.
    Bener juga ulasan di atas. Tapi sekarang q jd pingin nanya nech. q khan rencananya pingin mbikin usaha dgn jualan coklat.nah klo menurutq moment yg tepat bwat awal usahaku y wktu val-day gtu.
    Tapi waktu mbaca ulasan di atas, q jd takut ntar q jd ikutan dosa. Gmana dunk???q bener2 minta tanggapannya y!!krm k emailq!
    makaci
    🙂

Comments are closed.

%d bloggers like this: