Cewek Gibol? So What Gitu, Loh!

Bukannya latah karena ada pagelaran spektakuler World Cup 2006 di Jerman, Studia jadi ikut-ikutan ngebahas tentang sepak bola. Cuma emang baru kali ini tentang cewek gibol dibahas dan diulas oleh cewek sendiri. Biasanya kan ditulis oleh para cowok, dan mereka cuma sebagai pengamat aja karena mereka sendiri nggak pernah jadi cewek kan? Jadi baca terus deh, pasti asyik karena cewek gibol ditulis oleh cewek sendiri. BIar mantep dan berasa banget emopsinya. Nggak percaya? Baca aja terus. Bukan nyuruh lho, tapi meminta. Hehehe…

Asli, penggemar berat olahraga sepak bola sekarang ini bukan dominasi kaum adam aja. Cewek juga sudah banyak banget yang pada suka. Bahkan seakan ada peraturan tak tertulis kalo paham ngobrolin tentang sepak bola, gengsi para cewek terutama ABG bakal naik. Why? Itu karena kalo diajak ngomong sama cowok-cowok sebayanya tentang sepak bola jadi nyambung. Pembicaraan pun jadi asyik dan bikin temenan juga tambah sip.

Fenomena ini bukan cuma ada di World Cup 2006, sejak World Cup 1994, 1998 dan 2002 juga sudah banyak cewek yang demen nonton sepakbola. Soalnya ini pengalaman penulis sendiri (hehehe..). Masalahnya, bagaimana bisa cewek hobi nonton bola yang notabene kesukaan para cowok itu? Hmm… banyak banget faktornya, simak paparan di bawah ini ye.

Alasan cewek suka bola
Banyak banget alasan cewek suka nonton bola. Salah satu jawaban yang masuk akal dan klise adalah karena pemainnya cakep-cakep (deuu…). Jawaban jujur ini berasal dari pengakuan banyak teman yang pernah saya tanya tentang hobinya nonton bola. Saking demennya mereka bisa sampai hapal formasi asli di negaranya masing-masing sebelum berangkat ke World Cup. Misalnya Andrea Pirlo yang memperkuat Italia berasal dari klub AC Milan, David Trezeguet yang membela Perancis berasal dari klub Juventus, Ronaldinho yang mengawal Brasil adalah pemain keren klub Barcelona. Nggak berhenti di situ, musim pertandingan juga bakal diikuti meski hingga larut malam.

Selain karena tampang keren, ada juga yang suka nonton bola karena ketularan sodara. Kayak saya dulu suka banget nonton bola karena bapak, kakek, dan kedua sodara laki-laki pada gibol juga. Padahal awalnya sebel banget sama olahraga satu ini. Gimana nggak kalo bola satu direbutin sama segitu banyak orang. Kayak kurang kerjaan aja.

Terus yang paling bikin keki, bola sudah ada dekat dengan tiang gawang, eh…tiba-tiba ada pemain lain nyelonong dan menendang tuh bola sehingga nggak jadi gol. Grmffff…bikin sebel banget pokoknya. Tapi karena rumah nggak pernah sepi dari tontonan serupa, lama-lama jadi bisa ngerti dan ikutan suka. Begitu ceritanya. Dan ini diamini oleh beberapa teman yang punya history serupa dengan saya. Witing trisno jalaran ora ono sing liyo. Awal suka karena nggak ada channel lain yang bisa ditonton karena tivi sudah dijajah sama kaum adam di rumah.

Hobi bola ini masih terbatas nonton tivi aja sambil ditemani cemilan kacang goreng yang asyik. Maksudnya yang asyik cemilannya, bukan nontonnya. Tapi ada juga beberapa cewek yang hobi nonton bola sampai datang ke stadionnya loh. Kayak yang dialami sama teman saya yang sebut saja namanya Santi. Awalnya saya nggak percaya banget doi mau bela-belain datang ke stadion Gelora 10 November di Tambaksari (nama stadion bola di Surabaya) untuk mendukung Persebaya. Soalnya meski suka bola, banyak cewek anti nonton sepak bola negeri sendiri. Selain pemainnya nggak bisa dikecengin, juga males banget nonton permainan yang kurang profesional. Nggak seru. Selain juga suporter boneknya alias bondi nekat yang bikin ngeri.

Tapi temen cewek satu ini beda. Doi selalu bela-belain datang ke stadion untuk nonton langsung. Pokoknya doi nggak pernah ketinggalan satu pertandingan pun. Usut punya usut ternyata doi lagi pacaran sama kiper Persebaya saat itu. Huu…coba kalo nggak ada yang dikecengin, pasti mending tidur di rumah deh (heuheuheu…)

Tapi nggak semua cewek bertipe kayak Santi. Ada juga yang seneng bola karena dasarnya emang suka nonton aja. Sebut aja cewek yang satu ini, Eli. Gibol doi patut diacungi jempol. Bukan aja suka nonton bola, tapi cewek satu ini bisa menyebutkan dengan detil pemain-pemain sebuah tim yang berlaga plus latar belakang dan semua yang berkaitan dengan permainan si kulitt bundar.

Doi bahkan bela-belain selalu mengikuti berita tentang dunia sepak bola dengan membeli secara rutin tabloid-tabloid bola. Tidak itu saja, majalah tentang sepak bola yang covernya sering memajang salah satu sosok cakep dari tim Italia, Inggris atau pun Perancis, selalu dibelinya. Padahal harga tuh majalah setara dengan dua minggu uang saku saya! Tapi asyiknya, si Eli ini gibolnya termasuk tipe yang cool alias nggak ganjen sebagaimana gibol cewek lain yang cuma buat sok-sokan. Dan yang asyik lagi, doi bukan tipe cewek pelit kalo majalah bola miliknya saya pinjam. Gedubrak!

Emang kenapa kalo cewek gibol?
Alasan kenapa cewek jadi gibol udah dibahas di atas. Terus, emang kenapa kalo cewek jadi gibol? Sebetulnya nggak kenapa-napa sih. Toh, aktivitas nonton bola via tivi emang mubah kok. Selama yang hukumnya mubah ini nggak mengalahkan yang hukumnya sunah apalagi wajib, semisal membantu ortu, belajar, sholat dan ngaji. Kalo gara-gara gibol jadi kesiangan sholat subuh dan malas disuruh ortu untuk beli garam di warung sebelah misalnya, ini yang berabe. Bukan hanya nonton bola, kegiatan apa pun itu kalo memalingkan kamu dari sesuatu yang sunah dan wajib maka bisa berakibat dosa.

Jadi, meskipun kamu kesengsem berat sama wajah cute-nya David Beckham plus tendangan bebasnya yang oke punya, jangan sampe lupa daratan. Seberapa serunya pertandingan bola yang sedang berlangsung, tetap kudu ingat melakukan kewajiban. Toh biar pun kamu tergila-gila sama para pemain cakep itu, mereka juga nggak bakal memberi kamu perhatian lebih. Jadi, kagum secara wajar boleh aja asal jangan sampe kelewatan.

Banyak banget tuh cewek terutama ABG (ibu-ibu ada nggak yah?) yang ngefans sama pemain sepak bola dari Italia dan Inggris sampe kebawa mimpi. Gimana nggak mimpi kalo ternyata dinding kamar penuh wajah-wajah cute mereka. Padahal kalo dipiki-piki, mereka kan nggak kenal sama kamu. Terus ngapain juga kamu harus hapal segala sesuatu tentang mereka? Kecuali sebatas agar nggak kuper ketika teman-teman ngobrolin tentang mereka sih it’s okay. Tapi apa perlu sih sampe ada poster mereka mejeng di dalam kamar? Sodara bukan, tetangga juga nggak, boro-boro jadi suami, Naudzbillah. Kecuali kalo doi mau insaf dan ganti profesi dari pemain bola jadi pengemban ideologi Islam, itu baru bisa dipertimbangkan. Kalo nggak, cuma menuh-menuhin tembok aja. Tul nggak seh?

Cewek gibol kudu cerdas
Apa maksudnya neh? Meski kamu termasuk cewek yang gila bola tapi kamu kudu cerdas. Soalnya banyak banget cewek-cewek di luar sana yang nggak cerdas sama sekali dan cuma menjadi sebatas cewek gibol yang STD alias Standard. Kamu jangan mau jadi yang tipe ini. Siapa pun kamu adanya dengan hobi apa pun, kamu kudu jadi cewek yang beda.

Trus, gimana caranya jadi cewek gibol yang beda?
Pertama, kamu kudu kritis. Pernah nggak kamu berpikir ada apa di balik ajang spektakuler yang digelar tiap empat tahunan itu? Mengapa gaungnya bisa mendunia sedahsyat itu? Apa sih tujuan sebenarnya dari momen seperti itu? Dan berbagai pertanyaan lain yang menunjukkan kamu sebagai cewek gibol yang beda.

Permainan semacam World Cup ini sengaja dibuat untuk memalingkan penduduk dunia dari permasalahan kehidupan yang sebenarnya. Contoh kecil saja; penduduk Argentina yang tertimpa krisis ekonomi berkepanjangan dan berimbas pada pegangguran, kemiskinan yang parah, kelaparan dll merasa sedikit �terobati’ ketika menyaksikan tim nasional mereka berlaga di ajang bergengsi ini. Mereka jadi �lupa’ pada perutnya yang keroncongan. Tapi apakah mereka akan kenyang dengan suguhan tim nasionalnya berlaga? Tentu nggak banget deh. Betul ndak?

Imbas yang lain adalah bagi kehidupan kaum muslimin. Lihatlah betapa seringnya tim-tim dari negeri berpenduduk mayoritas Islam menjadi pecundang di ajang World Cup. Masih ingat nggak di pagelaran empat tahun lalu ketika Arab Saudi dicukur Jerman dengan skor 8-0? Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi psikologis penduduk dunia khususnya umat Islam. Mereka menjadi inferior alias minder mempunyai tim yang nggak bisa dibanggakan. Hingga ada sebuah joke yang sempat terdengar �jangan-jangan bolanya dilumuri minyak babi biar pemain-pemain Arab nggak ada yang mau nendang’. Ironis sekali!

Kedua, kamu kudu nyadar. Sadar bahwa semua permainan ini adalah skenario global untuk melalaikan kaum Muslimin dari penindasan Kapitalisme-Sekularisme. Sport hanya salah satu dari agenda besar Barat yang terdiri dari 3 S untuk membuat pemuda muslim lalai dari kewajibannya. “S� yang lain adalah Song and Sex. Untuk tema ini lain kali aja insya Allah kita bahas.

Sepak bola juga hanya salah satu dari sekian banyak cabang olahraga yang merupakan sasaran empuk untuk menguras duit dan energi kaum Muslimin. Bayangkan berapa banyak waktu dan dana yang terkuras untuk membiayai sepak bola. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tempo hari mendapat kucuran dana sekitar 1 milyar dari pemerintah dalam hal ini departemen yang membawahi olahraga. Itu aja pihak PSSI masih merasa kurang. Bandingkan dengan perputaran uang dalam ajang segede World Cup. Nggak kehitung lagi dah!

Belum lagi transfer gaya hidup para pemain sepak bola itu yang cenderung hedonis. Yang namanya idola, bukan nggak mungkin gaya hidup mereka akan ditiru para fans-nya. Itu masih dari segi pemainnya. Kalo kita mau sedikit lebih jeli, media pun juga menyoroti gaya para pendukung tiap kesebelasan itu. Baik cewek atau pun yang cowok semua berdandan serba kebablasan. Muka dan rambut dicat bendera ala nasionalisme masing-masing negara, pakaiannya pun serba terbuka kalo nggak dibilang telanjang. Inilah celah bagus untuk merusak generasi muda, terus-menerus disuguhkan menjadi sebuah tontonan dan hiburan.

Ternyata urusan World Cup bisa panjang bahasannya. Itu kalo kamu mau berpikir sedikit kritis. Ini juga sebagai upaya menyadarkan teman-teman kamu yang mungkin gibolnya udah nggak ketulungan lagi. Gibol secara wajar sih boleh aja, asal itu tadi, kewajiban belajar Islam nggak boleh terlantar gara-gara World Cup. Pokoknya, selesaikan dulu semua urusan yang penting dan urgen kemudian nonton World Cup kalo waktu bener-bener sudah longgar. Toh, ini semua hanya permainan kan? Kata Rasulullah saw., permainan itu bisa melalaikan, lho.

Jadi meskipun kamu cewek gibol jangan mau jadi tipe yang biasa-biasa aja. Tapi gibol yang bisa menganalisis dengan cerdas ada apa di balik setiap peristiwa yang terjadi dan berkembang. Sehingga, gibol kamu punya tetap punya bobot untuk turut andil dalam penyadaran umat, sekecil apa pun itu. Cewek gibol yang syar’i? So what gitu loh! Tetap semangat! [ria]

(STUDIA Edisi – 298/Tahun ke-7/19 Juni 2006)

%d bloggers like this: