Homoseksual, Awas! 30

logo-gi-3 edisi 083/tahun ke-2 (30 Jumadil Awal 1430 H/25 Mei 2009)

Wah….serem nian topik kita kali ini yaitu tentang homoseksual. Homo yang bakal kita bicarakan kali ini bukanlah homo pitecantropus, namun homo dalam bahasan ini adalah tentang kaum gay dan lesbian alias menyukai sesame jenis dalam hal seksualitas. Homo yang bukan sekadar banci, bencong, wadam atau cowok yang berperilaku kayak cewek. Tapi homo yang jadi obrolan kita kali ini adalah homo yang parah, yaitu hingga tataran kawin dengan sesama jenis. Di beberapa kalangan, mereka menolak dirinya disebut sebagai homo.? Sebutan gay dan lesbian terdengar lebih keren. Intinya mah saja aja, yaitu suka dengan sesama jenis.

Homo, problem masyarakat

Menyukai sesama jenis dalam hal ini adalah laki-laki mencintai laki-laki atau wanita mencinta wanita sangat tidak bisa dikatakan normal. Mencintai di sini bukan mencintai dalam arti persaudaraan, tapi mencintai secara birahi. Ada kelainan pastinya dalam jiwa orang yang mengidap ‘penyakit’ ini. Masalahnya, orang yang sedang terjangkit tidak menyadari kalo ia sakit. Wah, gawat juga kalo gini.

Di kalangan homo, salah satu pasangan ada yang berperan sok jadi wanita alias banci, wadam, atau wanita jadi-jadian. Tapi tak jarang juga kaum homo ini adalah lelaki tulen yang memang dia lebih menyukai sesama laki-laki sebagai penyaluran hasratnya. Siapa sih yang nggak tahu Mas Nunu alias si Keanu Reeves? Doi yang jelas-jelas tampangnya macho khas cowok banget plus tampan sampai bikin cewek tergila-gila, ternyata eh ternyata adalah seorang hombreng alias homoseks. Dia nggak tertarik dengan cewek lagi, tapi lebih memilih cowok untuk dijadikan pacar dan pelampiasan nafsu seksnya.

Memang sih, masyarakat Barat yang sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) berpotensi besar untuk mempunyai warga yang ‘sakit’ ini. Nggak heran banget, karena pola hidup mereka yang bebas antara lawan jenis, bisa membikin jenuh juga. Aurat cewek diobral di mana-mana. Nggak ada sesuatu pun dalam diri si cewek yang dianggap privacy. Jadilah lama-lama para cowok merasa bosan juga melihat pemandangan yang itu-itu mulu. Keindahan tubuh perempuan jadi nggak bikin minat lagi. Jadilah naluri seksual itu dilampiaskan ke sesama jenis, hiiiii…naudzhubillah.

Masyarakat Indonesia yang memang terkenal latah suka ikut-ikutan, jelas banget gampang terkena penyakit ini. Karena coba-coba, dorongan ekonomi bahkan hingga pelecehan seksual ketika masih kecil menjadi sebagian faktor pendorong munculnya sikap homo. Yang paling parah adalah ketika problem masyarakat ini dilegalkan secara akademis dan memakai Islam sebagai kedok. Beberapa IAIN di Indonesia bahkan terang-terangan mendukung kaum homo dengan memutarbalikkan ayat.

Homo, mulai berani unjuk diri

Kaum homoseks di dunia umumnya dan Indonesia khususnya, sudah tidak malu-malu lagi mengakui bahwa dirinya adalah seorang homo. Hal ini wajar karena dengan berkembangnya teknologi semacam internet, membuat kaum homo di belahan bumi yang stau merasa senasib dengan kaum homo di belahan bumi lainnya. Mereka saling mendukung dan membela ‘kaum’nya dengan berbagai macam cara. Jadilah mereka mendirikan perkumpulan kaum homo yang tujuannya adalah memperjuangkan hak-hak kaumnya terutama dalam tataran hukum sehingga boleh kawin secara sah.

Kaum homo ini seolah-olah mendapat angin segar ketika kaumnya bukan hanya didominasi para selebritis yang jelas-jelas emang nggak bisa dipertanggungjawabkan gaya hidupnya. Kalangan intelektual pun sudah mulai dijangkiti penyakit homo ini. Dede Utomo sebagai bapak Homo Indonesia adalah seorang dosen salah satu universitas negeri ternama di Surabaya yang bergelar doktor. Professor di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta, Musdah Mulia bahkan menganggap homoseks adalah sesuatu yang alami dan berasal dari Tuhan sehingga tidak ada alasan untuk menolak homoseks.

Tidak berhenti di situ saja. Seorang jebolan universitas ternama di Jogjakarta yang lulus dengan predikat cumlaude juga adalah seorang homo terkenal. Tapi keterkenalan homo yang satu ini bukan karena universitasnya melainkan prinsip dan busana yang dikenakannya. Yupz….dia mentahbiskan dirinya sebagai seorang muslimah taat yang berbusana jilbab dan kerudung menutup rapat seluruh tubuhnya. Dia pun menyebut dirinya sebagai akhwat sholihah (gubraks) yang sedang mencari ikhwan idaman. Uniknya, meskipun sudah mengumumkan dirinya dengan terang-terangan perpindahan orientasi seksualnya, homo yang satu ini masih takut untuk meninggalkan sholat Jumat yang memang notabene wajib bagi muslim laki-laki.

Parahnya, kaum gay ini menuntut agar bisa kawin dan hidup berumah tangga selayaknya manusia normal lain. Di banyak negara seperti Belanda dan Amerika, pasangan gay ini bisa mendapat tempat dan menikah resmi di gereja. Bila kita tak waspada terhadap bahayanya gaya hidup gay ini, bukan tak mungkin ada antek-antek asing yang ‘pura-pura’ menjadi intelektual muslim dan melegalkan aktivitas kaum gay ini. Salah satunya yang sudah bergelar profesor yang jelas-jelas merusak Islam dari dalam adalah Siti Musdah Mulia yang melegalkan homoseks.

Biang kerok munculnya homo

Nah, sampailah kita pada bahasan untuk mencari biang kerok munculnya fenomena homo ini. Kalo dirunut ke belakang, hampir semua kasus menyimpang ini adalah akibat lingkungan. Lingkungan dalam hal ini bisa jadi keluarga yang tidak harmonis, ayah ibu selalu bertengkar, atau ayah yang selalu jadi pecundang dan kalah dengan sikap otoriter sang ibu, dan lain-lain. Atau bisa jadi dominasi saudara yang semuanya perempuan bahkan mungkin juga salah pergaulan.

Dari semua peluang kemungkinan itu, yang paling besar pengaruhnya adalah sebuah sistem yang mapan di masyarakat bernama kebebasan. Kebebasan bersikap adalah menjadi salah satu pilar dari sistem yang jelas terlihat kerusakannya yang bernama democrazy (baca: demokrasi). Sistem usang inilah yang menjadi dewa di mana-mana, disanjung dan dipuja. Sistem ini sengaja dijajakan oleh Amerika dan sekutunya sebagai sarana untuk memalingkan umat Islam dari keberadaan Allah sebagai al-Khalik sekaligus al-Mudabbir (pencipta dan pengatur).

Di bawah lindungan demokrasi, manusia jadi bebas mau berbuat apa saja. Bahkan tak jarang seseorang yang awal mulanya normal sebagai laki-laki yang mencintai wanita bahkan sudah mempunyai keturunan, tiba-tiba saja berubah menjadi sangat nafsu dengan laki-laki saja. Dia pun memilih untuk cerai dari istrinya dan memutuskan menikah dengan sesama laki-laki.

Sekulerisme adalah biang kerok selanjutnya yang berusaha memisahkan peran agama (Islam) dari kehidupan. Sekularisme inilah asas dari Kapitalisme yang sangat memuja materi sebagai tujuan hidup. Bahkan banyak motif dari seseorang yang semula normal menjadi homo, juga karena UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Ketika sedang menulis tema ini, ada seorang teman ‘share’ tentang beberapa homo yang dikenalnya juga menjadikan uang sebagai motif utama.

Mereka ini terpesona oleh gemerlap kota metropolitan dan bertemu dengan kalangan berduit yang sudah bejat moralnya. Karena ketampanan dan body yang cenderung aduhai (ingat body Om Nunu alias Keanu Reeves), mereka pun ditaksir para Om-Om hidung belang. Mereka yang semula polos akhirnya rusak dan terjerumus gaya hidup kaum gay.

Mungkin persoalan ingat mati apalagi akhirat yang nggak kelihatan, sangat jauh dari pikiran mereka. Yang penting, hidup hanya untuk having fun aja dulu. Materi sebagai ujung tombak ideologi kapitalisme telah memainkan perannya di sini.

Solusi donk…

Seseorang bisa diajak untuk sembuh bila ia tahu bahwa dirinya sedang sakit. Begitu juga dengan masyarakat, ia akan berbenah untuk mencari solusi ketika ada kesadaran bahwa something wrong sedang terjadi di antara mereka. Tidak ada masalah yang tak punya jalan keluar. Selalu ada solusi bagi mereka yang mau berupaya mencarinya terutama dalam sudut pandang Islam. Karena bagaimana pun, cuma Islam yang punya ketegasan sikap dalam masalah homoseks ini.

Kita tak ingin Allah Swt. murka. Karena bila sampai Allah murka, maka sungguh tak akan ada yang selamat dari adzabNya meskipun ia adalah orang beriman. Karena yang namanya adzab itu nggak mungkin pilih-pilih datangnya. Ia akan menghantam siapa saja yang ada di antara kaum pendurhaka itu. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya dakwah yaitu menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Masalahnya dakwah yang kayak gimana? Dakwah yang menyeru kepada sistem Islam dong ya. Karena masalah homoseks ini adalah buatan sistem bobrok bernama demokrasi yang sangat memuja kebebasan, maka solusinya juga harus dengan sistem baik dan benar bernama sistem Islam. Kalo mengharapkan penyelesaian dari sistem yang ada saat ini, udah deh nggak usah berharap terlalu banyak. Sedangkan koruptor yang trilyun-an, begitu juga otak pembunuhan profesional semacam Tomy bisa bebas lenggang kangkung, apalagi ‘cuma’ seorang homoseks. Nggak bakal ada yang peduli.

Hukum Indonesia tuh kan warisan dari penjajah Belanda, salah satunya adalah selama perbuatan seseorang tidak mengganggu orang lain, maka tak ada orang lain yang bisa menuntutnya. Biar kata dia mau telanjang, mau homo, mau zina, selama tidak ada pihak yang merasa dirugikan, nggak bakal ada pasal hukum yang bisa menjerat pelakunya.

Beda dengan hukum Islam. Homo atau nama kerennya adalah liwath itu sudah pernah terjadi di zaman Nabi Luth. Saat itu Allah telah memberi peringatan agar mereka para pendosa itu segera bertaubat. Bukannya tobat, eh… malah mereka naksir malaikat yang menjelma menjadi manusia dan bertamu ke rumah Nabi Luth. Jelas saja Allah murka dengan manusia jenis ini. Adzab Allah berupa dibaliknya bumi yang atas menjadi di bawah dan yang bawah menjadi di atas, kemudian dijatuhkanNya batu dari tanah yang terbakar menghunjami kaum pendosa itu. Naudhubillah.

Firman Allah Swt. (yang artinya): “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,” (QS Huud [11]: 82)

Juga, Allah Swt. berfirman (yang artinya): “dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” (QS al-Anbiyaa’ [21]: 74)

Maksud perbuatan yang keji dalam catatan di al-Quran dan Terjemahnya yang diterbitkan Departemen Agama RI, adalah homoseksual dan menyamun serta mengerjakan perbuatan tersebut secara terang-terangan.

Di masa Rasulullah dan para khalifah penggantinya, hukum bagi homoseks adalah bunuh. Ya, hukuman yang bakal dikenakan kepada kaum homo dan lesbian ini adalah dibunuh (jika tidak mau disadarkan). Imam Syafi’i menetapkan pelaku dan orang-orang yang ‘dikumpuli’ (oleh homoseksual dan lesbian) wajib dihukum mati, sebagaimana keterangan dalam hadis, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktik homoseksual dan lesbian), maka ia harus menghukum mati; baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Baihaqi). (dalam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malibaary, Irsyaadu Al ‘ibaadi ilaa Sabili Al Risyaad. Al Ma’aarif, Bandung, hlm. 110)

Masalahnya, karena saat ini tidak ada Negara Islam berwibawa yang berkompeten melaksanakannya, maka sungguh sayang sanksi ini tidak bisa diterapkan. Walhasil, semakin merajalela yang namanya kaum homoseksual ini. Bila pun ada negeri yang berusaha menerapkan hukum bunuh bagi kaum homoseks, Amerika dan sekutunya serta para aktivis homo akan serentak mengecam bahkan memberi sanksi. Obama saja yang dianggap sebagai pembawa perubahan, adalah presiden Amerika yang mendukung dan melindungi keberadaan dan hak-hak kaum homo. Halah!

Finally…

Jadi, tak bisa tidak bahwa sedikit kontribusi yang bisa kita lakukan bagi perbaikan umat ini adalah dengan berdakwah. Karena sungguh, hukum Islam tidak bisa diterapkan secara parsial atau setengah-setengah saja. Sudah saatnya kita bergerak untuk menyadarkan umat tentang bahaya demokrasi. Karena sesungguhnya inilah biang kerok kerusakan yang banyak dipuja-puja masyarakat dunia. Homoseks hanya satu dari bejibun ‘dosa-dosa’ demokrasi.

Islam saja yang memberi solusi sempurna bagi setiap permasalahan kehidupan termasuk dalam hal homoseksual ini. Jangan beranggapan bahwa kamu aman-aman saja. Ingat adik-adikmu, ponakan, saudara-saudara yang lain juga. Bila tidak sekarang kita bergerak untuk melakukan perbuatan, jangan menyesal kemudian bila semua terlambat. Dalam sistem yang jauh dari Islam seperti saat ini, tak ada yang bisa kita lakukan kecuali mengupayakan dengan maksimal agar Islam kembali diterapkan secara utuh dan sempurna. So, jangan bengong aja. Ayo, berdakwah!

Oya, buat kaum homoseksual, tulisan ini bukan memojokkan kalian, tapi kami mengajak dengan cinta agar kalian bisa balik ke ‘habitat’ awal. Jangan mengampuni apa yang kalian lakukan bahwa homoseksual adalah takdir dan kalian mengklaim tak bsia menyembuhkannya. Insya Allah selalu ada jalan. Asal kalian mau berubah meyakini kebenaran Islam dan ajarannya, dan meyakini bahwa hanya Allah Swt. sajalah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan ditaati peraturanNya. Sip kan? Yuk, benahi akidahmu! Sekarang, udah banyak penolong di internet dengan menyebarkan informasi yang benar tentang Islam untuk menyadarkan para homoseksual. Al-Quran sudah jelas membahas masalah ini. Tinggal kalian yang harus menundukkan hawa nafsu kalian dan kemudian taat kepada Allah Swt. dan RasulNya dengan cara mengikuti aturanNya, yakni Islam. Siap kan? [ria: riafariana@yahoo.com]

30 thoughts on “Homoseksual, Awas!

  1. nisa May 28,2009 10:37

    dunia emand sudah terbalik, moso yang cowok suka sam cowok lagi….apa dah gila?kanyakanya emang dah gila….
    bukan hanya kita saja sebagai seorang muslim untuk mengingatkan mereka (kaum gay), tapi peran pemerintah pun harus lebih tegas!!!
    sayangnya pemerintah kita adem ayem za tuch,…ya iyalah…wong namanya juga demokrasi jadi bebas berbuat sekehendak hatinya….
    ingatlah kaum sodom yang dilaknat dan diazab oleh Alloh Swt dengan gempa dan hujan batu…..apakah kaum lesbi/homoseksual juga ingin seperti kaum sodom tersebut…..tobat…..

  2. Rizki Primanda May 31,2009 13:53

    Kita patut prihatin dan hati2. Dalam Diagnostic Statistic Manual IV (pedoman untuk menentukan kelainan psikologis yang diderita seseorang) yang diterbitkan American Psychology Association Homo dan Lesbi tidak lagi dikategorikan sebagai kelainan. Semoga DSM ini tidak dijadikan rujukan oleh para psikolog di Indonesia.

  3. fremevas Jun 3,2009 17:33

    kalian bodoh kok gak ketulungan? sekolah lah klen tinggi2, supaya gak jadi fanatik sempit gini. kalo gak tau masalah gay, gak usah banyak bacot. masa gay disamakan dengan transeksual? ya jelas beda lah, tolol. jangan banyak bacot kalo berfikir aja kau susah. kau baca buku PPDGJ III tentang psikiatri!

  4. fremevas Jun 3,2009 17:38

    kalian bisa menghujat kami karena kalian tidak mengalami apa yg kami rasakan. kalian tidak tahu betapa beratnya selalu menutupi dan membunuh cinta yg tumbuh, memakai ?topeng? dan bersembunyi di baliknya seumur hidupmu. kami juga merasakan rasanya jatuh cinta, sama seperti kalian. jika ada saudara kandung ataupun anak kalian sendiri yang gay/lesbian, what would you do to him/her? merajamnya? mengusirnya? menggantungnya? menjatuhkannya dari tebing yang tinggi? seperti itu kan yg dalam fikiran kalian, dasar BARBAR!! orang2 seperti kaian ini yang mengebom bali, tidak mengindahkan HAM dan Demokrasi. orang2 seperti kalian ini yang bisa menyakiti orang lain atas dasar agama. menurutku, kalian itu semua sama, sok suci, berfikiran dangkal dan sempit, barbar, dan merasa benar sendiri.

    jika kami memang harus bertobat, maka bertobat yg bagaimana? apakah kami harus memaksakan diri untuk mencintai wanita dan menikahinya? begitu? saya sebagai gay tidak sanggup. saya tidak memiliki hasrat seksual terhadap lawan jenis. apa yg harus saya lakukan pada saat malam pertama dgn istri saya? main kartu semalam suntuk?

    saya tidak menyalahkan siapa2 dalam hal ini. saya sudah lelah mengutuk. jadi, buat kamu-kamu yg ngakunya straight, please understand. jangan banyak bicara dan buat tulisan menghujat jika untuk berfikir aja kalian susah. kalian urusi aja pribadi kalian, udah suci belum? sekolah yang tinggi supaya gak bodoh. jangan bisanya cuma menghasut dan menyebarkan kebencian. gak zamannya lagi.

  5. fremevas Jun 3,2009 17:39

    Apakah kau memilih bermata biru saat dilahirkan? Apakah kau memilih berambut pirang saat dilahirkan? Aku pun tidak memilih untuk mencintai sesama lelaki. Seperti itulah cinta. Kau tidak pernah tahu betapa beratnya menanggung dan merahasiakan cintamu karena masyarakat menistakan cintamu.?

  6. diaz Jun 8,2009 15:27

    @ fremevas: kasihan sekali kamu tidak mengerti masalah ini. Homoseksual bukan genetik, seperti halnya mata berwarna biru atau hitam dsb.

    Homoseksual itu kelainan. Sama seperti phedofilia. Bisa disembuhkan asal mau berusaha. Itu soal perasaan dan orientasi seksual yang harus diubah. Sistem demokrasi memang bawa penyakit! Karena atas nama kebebasan demokrasi tidak melarang homoseksual..

    Selain harus bertobat, negara harus mengkarantina para homoseksual dan diberi pendidikan yang benar. Sampai sembuh.

    Jika melawan atau tidak mau sadar, harusnya dihukum yang tegas agar yang belum homoseksual tidak ikut2an tergoda merasakan maksiat tersebut. Homoseksual bukanlah faktor genetik, tapi kriminal dan melanggar kodrat?

  7. diaz Jun 8,2009 15:29

    @ fremevas:

    kamu kok bodoh dan sombong kok gak ketulungan. Sudah dikasih nyawa dan hidup di dunia ini dengan memakan rizki dr ALLAH SWT, tapi membangkang aturanNya…

    Ah.. semoga kamu segera jadi pinter dan taat yaa.. bodoh dipelihara., kambing dipelihara bisa gemuk! 😀

  8. diaz Jun 8,2009 15:38

    @ fremevas..
    kamu bisa membantah dan nggak mau sadar karena kamu belum ngerti. belajar dulu Islam. Pupuk tuh akal kamu, jangan memupuk hawa nafsu dan kebodohan terus.

    Untuk memahami masalah ini, tidak harus menjadi homo terlebih dahulu. Sama seperti untuk memahami dan mengerti agama selain Islam tidak harus menjadi kafir terlebih dahulu…

    Bisa dengan belajar dari mana pun dan dari siapapun yang benar.

  9. etaiba Jun 10,2009 21:18

    kyknya ana kenal freemevas..allahualama bishowab…

  10. Ali Aug 25,2009 01:01

    Sy seorg muslim yg kebetulan gay bawaan dr lahir dan sy sependpt dgn freemevas. Tdk ada satupun org yg mau dilahirkan menjadi gay. Kalo Allah berkehendak maka tdk ada satupun yg bs menghalangi. Sewaktu akil baligh sy sempat depresi dgn kondisi sy dan sy coba brusaha utk menghilangkan perasaan ini sampai2 tiap sujud akhir sholat sy minta Allah utk mencabut nyawa sy drpd menjadi gay. Sy benar2 tersiksa tp dgn berjalanya waktu lama kelamaan sy terima kondisi ini karna Allah menciptakan sesuatu pasti ada maksud tersembunyi ditambah lagi sy teringat kisah nabi khaidir sewaktu berjalan dgn nabi musa yg mana nabi khaidir membunuh seorg anak kecil yg kemudian diprotes nabi musa atas tindakan nabi khaidir, dan nabi khaidir pun menjelaskan alasannya membunuh anak kecil tsb karna kelak jika dewasa anak tsb akan membawa petaka thd org tua dan lingkungannya (krg lebih spt itu kisahnya) maka atas dasar itulah sy berfikir bahwa Allah mempunyai maksud menjadikan sy gay.

  11. Ali Aug 25,2009 01:24

    Walaupun begitu sy masih trus mencari informasi solusi atas orientasi sex menyimpang spt sy. Terakhir sy pernah menelpon ke slh satu radio swasta yg kebetulan membahas gay dan bintang tamunya seorg psikiater, beliau mengatakan kalau gay bisa dinormalkan dgn hypnotherapi. Masalah saya adlh sy ini seorg fakir, sy tdk punya biaya. Anda semua pasti tau kalau konsultasi ke psikiater itu mahal. NAH SKR SY TANYA KPD KALIAN SEMUA YG MENGHUJAT KAMI YG GAY, MAUKAH KALIAN MEMBIAYAI SAYA UTK KE PSIKIATER? Kalian pasti tau kalau sesama muslim itu bersaudara dan hrs saling membantu. KALAU ADA YG BERSEDIA MEMBANTU SY SILAHKAN HUB SY VIA EMAIL armand2612@yahoo.com. JIKA KALIAN TDK BISA MEMBANTU SAYA, LEBIH BAIK JAHIT MULUT KALIAN SPY KALIAN TDK MENGHUJAT KM LAGI!!

  12. Ali Aug 25,2009 01:48

    Satu lagi sy ingin tanya kpd kalian yg merasa suci KALAU ALLAH MENGUTUK KAUM HOMOSEXUAL, MENGAPA IA MENCIPTAKAN ORG HOMOSEXUAL SPT SAYA? Sy punya sahabat seorg ustadz ketika sy tanyakan pertanyaan diatas, dia mengatakan “WALLAAHU ALAM ITU RAHASIA ALLAH” dan sahabat sy yg ustadz itu hanya bisa mendoakan sy. SY LEBIH MENGHARGAI SIKAP SAHABAT SY YG USTADZ ITU DARIPADA KALIAN YG BISANYA CUMA MENGHUJAT KAMI, MENGHINA KAMI, MEYAMAKAN KM DGN UMAT NABI LUTH, MEMPERLAKUKAN KAMI SPT KOTORAN YG MENJIJIKKAN. saya hanya bisa menyarankan kpd kalian JIKA KALIAN TDK MEMILIKI ILMU DLM MEMBAHAS SESUATU, LEBIH BAIK DIAM DARIPADA NANTI MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI KARNA DANGKALNYA ILMU YG DIMILIKI. WASSALAM

  13. ila Aug 30,2009 13:56

    @ ali: ah, kasihan sekali kamu. Yuk belajar islam lagi… Kalo memang merasa benar tidak usah marah2 begitu 😀
    hadapilah nanti.. di hari akhir..

  14. ila Aug 30,2009 14:05

    Ali menulis:
    Satu lagi sy ingin tanya kpd kalian yg merasa suci KALAU ALLAH MENGUTUK KAUM HOMOSEXUAL, MENGAPA IA MENCIPTAKAN ORG HOMOSEXUAL SPT SAYA?

    ila berkomentar:
    ALLAH SWT tidak pernah mendzalimi hamba2Nya. Sebaliknya hamba2Nya yang telah mendzalimi dirinya sendiri. Ingatlah. Begitu banyak aturan di al quran, tapi banyak pula manusia menolaknya. Hukuman bagi yang menolak sudah jelas. Allah SWT akan membencinya. Jangan merasa bahwa kamu diciptakan, jangan menuduh ALLAH SWT spt itu. Karena itu urusan kamu dan orang2 spt kamu yang tidak mau paham agama. Bacalah al Quran dengan benar. Ada banyak peringatan dari ALLAH SWT. tapi banyak pula manusia mengikarinya. Itu salah siapa? Ya, jelas salah manusianya dong. Kamu harus paham ini sebelum nanti kamu berdebat dengan Malaikat Munkar dan Nakir di alam Kubur dan juga dengan ALLAH SWT… kamu harus tobat sekarang juga!

    Peringatan dari ayat ini cukup bagi orang2 yang mendzalimi dirinya karena sudah tidak mau taat pada aturan ALLAH SWT: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaahaa ayat 124)

    wasalam
    ILA

  15. Ali Sep 1,2009 05:21

    ILA, anda ini seolah2 lebih tau diri sy drpd sy sendiri. sebenernya anda itu tdk memahami dgn baik apa yg sy tulis diatas. Sy sm skali tdk menyalahkan Allah, justru sy berbaik sangka thd Allah. Allah itu maha sempurna dan Allah menciptakan dan menjadikan sesuatu pasti ada rahasia yg manusia tdk sangka. Justru sy itu menyalahkan org2 spt anda yg sm skali tdk memberikan solusi atas masalah sy. Spt kisah nabi khaidir yg membunuh anak kecil, sy ingin tanya dgn USTADZAH ILA, kalau Allah mengutuk org yg berbuat petaka tp knapa Allah menciptakan anak yg dibunuh nabi khaidir itu? Apa Allah salah menciptakan anak itu? Tentu tdk. Berdosakah nabi khaidir karna membunuh anak tsb? Wallahualam. Anda menyuruh sy tobat atas apa? Atas apa yg tdk sy kehendaki (diciptakan gay sama Allah)? Skali lagi sy ingatkan kpd ILa dan siapapun yg baca tulisan ini, kalau anda2 tdk memiliki cukup ilmu sebaiknya tdk usah komentar. Kalo tdk punya solusi Lebih baik diam dan doakan sj spy Allah menunjukkan jln kluar utk sy. Itu lebih bijaksana.

  16. Ali Sep 1,2009 05:50

    Asal kalian tau, diluar sana GEREJA TIBERIAS menawarkan penyembuhan gratis thd pria homosexual. Apakah kalian akan diam saja dgn tdk memberikan solusi dan tdk bertindak cepat dlm menangani ini? Apakah kalian diam saja melihat saudara kalian diambang kemurtadan? Buka mata dan hati kalian, hentikan penghujatan kpd kami dan tunjukan kepedulian kalian thd kami. Kami (terutama saya) sangat ingin hidup spt pria heterosexual lain yg mempunyai istri dan memiliki penerus keturunan. BUKA MATA DAN HATI KALIAN

  17. Pri Sep 3,2009 20:23

    Sama seperti “kenapa Allah membuat seseorang jatuh miskin?”. Apakah Allah membenci orang tsb?
    Tidak mesti. Mungkin Allah mencintainya dan PASTI akan mengujinya.
    Allah suka hambaNya yang sifat buruknya menjadikan dia merasa rendah dihadapanNya dan mau berusaha untuk memperbaikinya, daripada seorang hamba yang kebaikannya membuat dia merasa sombong thd manusia lain.
    USAHA itu yang dinilai oleh Allah. Gak peduli nanti berhasil atau tidak.

    Jadi pertanyaan “kenapa Allah menciptakan saya seperti ini?”
    Jawabannya,
    agar kita berusaha memperbaikinya. Dan Allah yang menilai usaha itu.

    Thanks,

  18. Odod Sep 5,2009 10:51

    @ Ali

    Ayo bro, kamu bisa berubah menjadi baik. Asal kamu mau.

  19. Pri Sep 5,2009 21:25

    Malu saya sama kamu, Ali.
    Kamu meminta bantuan begitu sangat kepada kami, tapi kami tak bisa membantu kamu. Kami -orang2 yang berkomentar ini- tak punya kemampuan itu. Yang bisa kami lakukan cuma mendoakan kesembuhan dan keteguhan iman kepadamu.

    Tapi Ali, bila Allah menciptakan suatu penyakit, maka Allah pasti sudah menyiapkan obatnya.
    Saran saya, cobalah kamu temui psikiater/psikolog (yang Muslim, Ali!). Minta bantuan mereka. Terapi, rehabilitasi, atau apalah namanya. Untuk sementara ini, mungkin itu yang baru bisa dilakukan.

    Jangan lupa, keep praying! Oce!
    Good Luck. Syafakallah…

  20. Ali Sep 6,2009 19:19

    Rasanya sudah kering air mata sy karna selalu menetes setiap kali sy sujud dan berdoa kpd Allah. Walaupun letih jiwa raga menahan, menekan dan membunuh perasaan yg muncul setiap kali bertemu dan berhadapan org yg disuka, tp sy tetap berusaha dan berdoa spy Allah memberikan cahaya kasih sayangNya dan melepaskan sy dr beban yg sangat berat ini. Kalian bisa bayangkan beratnya kehidupan yg sy jalani seorg diri dengan ditemani hujatan, celaan dan hinaan. Seandainya pun kalian tdk bisa membantu sy, minimal doa dan support kalian bisa menjadi penenang dan penguat hati. Saya ucapkan terima kasih kpd yg sudah mensupport dan mendoakan sy smoga Allah melimpahkan rahmatNya kpd kita semua. Amin. Wassalam.

  21. AGOSH Sep 24,2009 10:41

    emang bukan salah siapa2 klo ada seseorang yg punya sifat suka dg sesama jenis. tuh emg udah rencana tuhan. tapi tuhan memberiakn hal tsb kpa hambanya melainkan sebagai ujian. dan jika hamba tsb mampu untuk melewati ujian(menahan dan menutup rasa suka sesama jenis ato gay dalam dirinya) insya allah tuhan akan memberikan tempat yang terbaik baginya. karena sudah ada dalam ayat2 al-quran bahwa di akhir zaman nanti banyak manusia2 yang akan bergelimang dalam suka sesama jenis(gay) sperti saat zaman nabi luth dahulu. tinggal qta sendiri bg hamba allah apakah mampu untuk melewati ujian tsb. q berdoa semoga para muslim yg merasakan suka sesama jenis mampu untuk melewati ujian tsb. dan jgn sampai jatuh dalam lemah kehinaan dan kenistaan. karena alllah swt telah mengaturnya. amien……

  22. mean Dec 7,2009 22:28

    Assalamualaikum Wr Wb
    maaf sebelumnya kakak2, semoga tulisan saya ini dapat membantu kakak2 . Jujur sebenarnya saya juga merasakan apa yang dirasakan kakAli, memang benar itu sakit, tapi saya rasa tentunya Allah memiliki tujuan atas apa yang Ia ciptakan. itulah yang membuat saya bertahan sampai saat ini. memang benar homoseksual datang dari birahi bukan dari hati.

    karena saya merasakanya, saya kira homoseksual bukan merupakan cacat sejak lahir melainkan faktor-faktor lingkungan yang membentuk “kita” pada saat daya tangkap terbaik kita sewaktu masa pertumbuhan berlangsung seperti, mungkin kita kehilangan sosok seorang ayah, ataupun tumbuh dikelilingi oleh wanita. saya kira itu beberapa faktor yang membentuk “kita” menjadi abnormal (saya katakan seperti itu agar lebih sopan)

    Sebelumnya mengapa saya katakan homoseksual bukan dari hati, karena saya jatuh cinta terhadap seorang wanita saat ini, saya tak bisa tidur karenanya tapi saya tak pernah mimpi basah dengannya Maaf sebelumnya.. Entahlah tentang masa depan saya. yang pasti untuk saat ini saya sedang berusaha membenah diri, agar saya tidak mengecewakan siapapun termasuk Allah.

    Buat kak Ali. Lagi pula kan kak Ali sudah berusaha semampu kakak,terus kak jangan menyerah mungkin saja Allah sedang merencanakan hal besar terhadap kakak, Kerena saya yakin Allah tentu akan menghargai seluruh upaya umatnya yang berusaha dengan sekuat tenaga agar selalu berada di jalan yang diridhainya.

    Oh ya masalah kakak ini ada hikmahnya juga buat saya. mungkin karena saya masih muda. karena saya merasa saya gak sendirian, ada juga terdapat orang yang sedang berusaha sama dengan saya. Thank kak

    untuk semuanya
    Wassalamuaikum Wr Wb

  23. mannyu Dec 8,2009 10:50

    pada dasarnya setiap org hanya ingin hidup dengan aman dan nyaman,,tapi,,,kita tidak bisa menghalalkan apa yang diharamkan hanya utk mendpatkan aman dan nyaman,,kalo blm dicoba mmg gk akan ada yg tau bgaimana hasilnya,,,bila ada diantara kalian ad yg diciptakan menjadi seorang homo,,dan kalian merasa telah berusaha untuk sembuh,,,namun belum berhasil,,,jgnlah merasa kalau kalian gagal atau malah merasa lelah memohon kpd Allah,,,tp knp kalian tidak berpikir,,mungkin saja usaha kalian itu blm maksimal bagi Allah,,,karna gak ada yg bsa menilai usaha atau takwa ssorang selain Allah,,,cobalah berpikir bahwa kalian harus selalu berusaha lebih baik tiap saat,,,karna saya yakin gak ada yg sia” di Mata Allah,,,Allah yg paling tau umat-Nya,,,saya pny banyak teman yg notabene mereka adalah seorang homo bahkan waria,,,tapi,,,Alhamdulillah,,,banyak diantara mereka yg sekarang telah “sembuh”,,bahkan telah berkeluarga dan memiliki keturunan,,,dan sedikit banyak saya tau bagaimana perjuangan mereka untuk bisa kembali pada kodrat mereka sesungguhnya,,,memang tidak mudah,,,tapi tidak mudah itu bukan berarti tidak bisa,,,pasti bisa,,,hanya tinggal mau atau tidak,,kalau mau pasti selalu ada jalan,,walaupun itu harus dilalui dengan sulit,,,tp sekali lagi saya hanya menghimbau,,,tidak ada yang sia” di mata Allah,,,selama kita tulus melakukannya,,,Amiin,,,
    semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita,,,
    Amin yaa robbal’alamin

  24. bowo May 12,2010 13:53

    setuju banget dengan mas pri
    kenapa Allah menciptakan saya begini?
    agar kita berusaha dan biarlah Allah yang akan menilainya.. 🙂
    betul banget itu teruslah berusaha untuk menjadi yang lebih baik bagaimanapun caranya (tentunya dengan cara yang halal).. semoga Allah selalu memberikan kebaikan pada kita semua..
    saya senang sekali membaca kasus ini. kadang ada hal2 yang terlupakan oleh umat. dengan adanya kasus ini saya bisa melihat sampai di mana kepedulian umat 🙂

  25. ery May 29,2010 02:40

    Demi Allah saya ingin sembuh,saya tersiksa dgn kondisi ini,bukan karena takut di cibir oleh lingkungan tp karena saya takut azab Allah SWTbanyak orang yg menghujat kaum ini dan saya terima krn kesesatan saya,….Allahuakbar,saya ingin sembuh,doakan saja,Bismillah…Amien

  26. anmoke Jul 6,2010 09:02

    wahai gay muslim janganlah berkecil hati, ALLAH akan menolong orang2 yang mau berusaha mau sembuh, tergantung niat anda sama ALLAH. Bergaullah dengan orang orang shaleh, jangan percaya kata – kata orang yang kelihatan ingin membantu anda tetapi malah menjerumuskan anda pada laknat ALLAH. Sudah jelas dalam Alquran bahwa prilaku Homosuksual sangat dilarang dan terrmasuk dosa besar sampai-sampai Azab ALLAH menimpa Kaum Luth, padahal Nabi luth sudah memberi peringatan tetapi tidak digubris malah melecehkan Nabi Luth. Begitulah sifat manusia yang jiwanya sudah termakan hawa nafsu dari cara dia berbicara kita sudah tahu kata-katanya tidak bersandar pada Akhlak Nabi. Yang merasa Muslim bersandarlah pada Alquran dan Hadis jangan bersandar pada pemikiran seperti Non Muslim atau Barat, Ajaran Kita Mulia membimbing kita pada pribadi yang Mulia juga. Dengan berusaha ingin sembuh Insa Allah akan di catat dalam hidupnya seseorang yang ingin sembuh dan kembali kepada Ajaran Islam, bila dalam pencarian ternyata belum menemukan kesembuhan maka dalam akhir hayatnya akan dicatat sebagai seseorang yang berbuat baik.
    Salah satu pengobatan yang di ajarkan Rasulullah adalah dengan cara di Ruqiah karena menurut Ilmu Hikmah bahwa seseorang yang Gay ada Jin pendamping yang Gay juga maka kita harus menyadarkan Jin pendamping itu agar tidak menyuruh keprilaku Gay, maka carilah pengobatan Ruqiah.Jangan menyerah pada nasib karena nasib tidak akan berubah bila kita tidak berusaha merubahnya bila dalam perjuangan kita harus berkorban, bekorban melawan hawa nafsu bukan malah menikmatinya atau berputus asa dari RAHMAT ALLAH.Kita tidak ingin dilahirkan putih, hitam, pirang tapi ketentuan ALLAH adalah untuk menguji manusia mana yang beriman, Ketentuan ALLAH baik buruk harus kita terima, bila datang ketentuan ALLAH yang buruk mintala agar merubah menjadi baik, karena hanya ALLAH yang membuatnya, bila Allah berkata “Jadilah” maka akan terjadi. Kita tidak ingin hidup kita sengsara di Dunia dan Akhirat.
    SEMOGA MENDAPAT HIDAYAH DARI ALLAH.

  27. ryan Sep 12,2010 15:49

    dengan membaca website seperti ini saya yakin yg merasa gay-lesbi udah ada keinginan bagus pengen berubah,sbg sesama muslim saya terharu membaca penderitaan kalian,mgkin mdh utk berkata ngasi pendapat jika kt tidak mengalaminya,bagai orang sakit demam panas akan sgt mudah menasehatina dengan minum air putih yg byk,makan dan minum obat,tp bagi oraang yg mengalami sakit demam tidaklah mudah utk menelan makanan seenak apapun makanannya krn tidak ada nafsu makan,tidak mudah utk minum air putih byk,minum obat,dll yg bertujuan untuk penyembuhan,its not easy,saya paham itu,akan lebih nyaman tidur saja dan diam mengharapkan kesembuhan alami yg mgkn takkunjung dtg,tp ya itulah yg namanya penyembuhan,smua harus dipaksa bagai makan ketika kt sakit demam yg tentu saja se enak apapun menunya kt tak akan doyan makan,tp ya emang begitu prosedurna,mst dipaksa makan,demi kesembuhan,demikian jg bagi pengindap penyakit gay-lesbi marilah kt berikan suport kpd sodara2 kt yg terkena cobaan sakit dr Allah dengan penyakit yg tumbuh dr hati yg tentu saja bagi yg mengalami sakit ini bth kesabaran ekstra agar bisa sembuh,jgn patah semangat utk kesembuhan kalian wahai sodaraku,saya percaya Allah maha pemaaf,pengasih dan penyayang,sllu bertobatlah dan mohon kesembuhan pd Allah yg maha kuasa..smoga kalian diampuni jika bertekad kuat utk sembuh(paksakan hal yg sulit utk bs menerima lain jenis seperti yg dimau Allah,pelajari yg menarik2 dr pasangan lain jenis kt,lupakan kenangan ms lalu yg mungkin sgt menyakitkan jika itu terjadi karena suatu kekecewaan,karena klian hanya bertemu orang2 yg salah dan jahat,ga smua orang lain jenis kt gt,byk yg baik kok,mgkn akn sgt susah seperti maem makanan enak dikala sakit yg tentu saya tau tdk mudah,krn ga da nafsu mkn)..saya berdoa demi kesembuhan klian,smoga Allah meninggikan derajat kalian yg terkena cobaan penyakit hati gay-lesbi gn jika sanggup bersabar dan bisa sembuh jd orang normal seperti bapak-ibu kt,dan byk contoh lain,sbagai jawaban dari cobaan Allah.sembuhlah byangkan Allah tersenyum melihat klian berusaha keras bagai belajar membaca al quran yg blm lancar.Allah menyukainya..wallahualam.berdirilah tegak buktikan kalian mampu menghadapi penyakit hati yg bernama cinta yg terlarang,kalian bisa normal jika sungguh2 pgn sembuh,saya mendoakan itu,amiin..kl ada kesalahan kata saya mohon dimaafkan,hanya Allah yg maha bnr,saya hanyalah manusia yg pgn saling berbagi kpd sesama muslim

  28. firman Jan 8,2011 11:38

    Sebelumnya terimakasih atas support, doa, solusi n nasehat yg smuan saudara2 qu berikan ,

    Jujur aq jg sakit , aq jg ngak mau jd sperti ini , dan maaf …” malahan aq sdh berhubungan dg sesama lelaki ”

    aq sdh tau ganjaran2 dosanya , hukumannya , laknatnya smua itu sdh saya baca , tp gak tau perasaan ini aq masih nyaman sama laki-laki dibanding perempuan , aq tau ini salah ( emg sgt bodoh ya sdh salah msh dilakuin ) , aq ada kemauan tekad utk berubah , aq slalu berdoa mhn ampunan Allah terhadap apa yg aku lakuin , aq tersiksa jg dgn hidup aq yg kayak gini , aq pengen NORMAL sperti teman2 yg normal d sekeliling qu , dosa q amat besar sekali , Apakah msh ada jalan buat aq ? aq gak mau hidup terus terusan kyk gini ?

    temen2 tlg doanya ya , agar aq bs berubah ?

  29. iPenk Sep 20,2011 22:22

    aduh, lieur urang mah. gitu aja ko repot. setiap manusia yang lahir kedunia ini adalah suci, mau itu yahudi, nasrani, islam dsb. hanya lingkungannya saja yang memang merubah watak manusianya tsb, entah itu lingkungan keluarga, teman, dan lingkungan luar yang bersifat asing yang membentuk karakter LGBT bisa merajalela kembali. jgan salahkan Alloh tapi salahkan diri kita sendiri dan lingkungan yg merubah karakter diri kita menjadi buruk. manusia lahir kedunia dari mulai : (janin, bayi ,balita, anak2x, remaja, dewasa kemudian menjadi manula). akan menjadi apa, dan bagaimana karakter manusia tersebut adalah tergantung dari berbagai faktor, misal pendidikan keluarga dan sosialisasi dengan dunia luarnya. itulah sebenarnya yang membuat sifat manusia bisa menjadi seperti dua mata pisau yang berbeda, tergantung dari lingkungan masa kecil dia. ibarat kertas kosong yang blum diisi catatan, mka seperti itulah kehidupan manusia dimasa depan tergantung kehidupan dimasa kecilnya, baik dan buruknya. terima kasih, semoga membantu. wassallam.wr.wb.

  30. iPenk Sep 20,2011 22:39

    ya klo mau berubah mah, dimana-mana juga msti ada niat dulu dong, kita mau berubah tpi tidak ada niat sama juga bohong. mau pintar tpi gk belajar, mau kaya tpi gk kerja keras, mau hidup sehat tapi gk mengikuti apa syarat untuk hidup sehat, mau sukses gk ada motivasi dan usaha, mau ini mau itu dan segala macemnya gk ada niat yg ditanam dalam jiwa..impossible mas!!!!!!!!!!!!!!!……..

    klo gk ada niat sama sekali dalam diri kita untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik walaupun hal itu tidak besar, ya hanya kekecewaan, penyesalan, menggerutu, marah, dan rasa emosional lainnya yg bersiftat tidak baiklah yg ada diotak kita jadinya.

    “ada kemauan, pasti ada jalan”. ada niat pasti ada tujuan yg ingin dicapai walau kurang berhasil tetap berusaha dan jangan putus asa. inget, hidup kita cuman 1 kali didunia ini, entah sekarang,esok, atau tahun depan kita mati, lalu mau apa kita nanti dikehidupan dunia yg lain selanjutnya klo gk surga ya neraka.

Comments are closed.

%d bloggers like this: