Anime dan Cowok

gaulislam edisi 518/tahun ke-10 (5 Muharram 1439 H/ 25 September 2017)

 

Wah, ada apa dengan judul gaulislam kali ini, ya? Anime dan cowok? Dua kata yang akan dibahas kali ini sepertinya sudah cukup biasa. Kalau begitu apa yang akan kita ulas? Langsung aja, yuk! Eh, tapi sebentar. Kok ngebahas ginian sih? Kan ada tema yang hot macam opini seputar PKI, narkoba yang disebar lewat jajanan anak, ada juga soal korupsi e-KTP dan peristiwa lainnya? Hehe.. sudah terlalu banyak yang bahas yang begituan mah. Buletin kesayangan kamu ini mau bahas yang dekat dengan kamu aja deh. Siap-siap ya.

Bro en Sis rahimakumullah. Buat kamu yang belum terlalu ngerti apa itu anime, di Wikipedia dikatakan, anime adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime merupakan singkatan dari “animation” dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi. Di luar Jepang, istilah ini digunakan secara spesifik untuk menyebutkan segala animasi yang diproduksi di Jepang. Jadi intinya, anime adalah animasi dari Jepang.

Anime, termasuk juga manga (komik Jepang), dari dulu hingga sekarang ternyata banyak juga yang meminatinya. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki atau perempuan. Bahkan ada orang-orang yang benar-benar mendalami diri mereka dengan hobinya itu (dan ada yang sampai kebangetan alias fanatik). Mungkin kamu pernah mendengar istilah Otaku. Nah, itu dia!

Nggak hanya di Jepang, bahkan bisa terhitung banyak lho remaja di Indonesia yang bisa dicap sebagai Otaku ini. Bisa dibuktikan dengan melihat event-event bertema anime yang banyak sekali. Orang-orang sesama pecinta anime berdatangan. Bahkan ada yang datang dengan kostum karakter anime. Kayaknya kamu pernah mendengar kata cosplayer deh. Bener apa betul?

 

Cowok suka anime

Awalnya, saya juga penasaran, kenapa kebanyakan ulasan yang didapat adalah tentang cowok yang suka anime. Padahal tidak jarang juga, loh, cewek yang suka anime. Ternyata, permasalahan yang serius atau bisa disebut agak tidak masuk akal adalah pada hubungan antara cowok dan anime itu. Wah, seserius apa, sih?

Kira-kira kenapa cowok suka anime? Karakter anime seperti apa yang disukai para cowok? Sama halnya dengan tayangan-tayangan lainnya, anime memiliki daya tarik tersendiri. Anime sendiri memiliki banyak genre dan jenis. Karena anime ini berasal dari negara yang bisa dibilang kurang sensornya, tentu saja anime ada yang aman-aman aja buat dikonsumsi, tapi ada banyak juga yang harus disensor di sana-sini. Ada tema-tema tertentu pada animasi asal Jepang ini yang tidak boleh ditonton. Hati-hati, loh!

Berdasarkan hasil riset kecil-kecilan dari berbagai sumber, ternyata ada beberapa alasan kenapa cowok menyukai anime. Alasan pertama tentu saja karena ia menonton acara anime tersebut. Entah karena iseng-iseng atau secara tidak sengaja. Tapi yang jelas ketika ia menontonnya, ia menyukainya. Bahkan nggak sedikit yang menjadikannya sebagai hobi.

Alasan kedua adalah karena terpaksa. Wah maksudnya gimana, nih? Misalnya, ia berteman dengan kelompok yang menyukai anime. Maka obrolan-obrolannya menyangkut tentang itu juga. Mau tidak mau, ia harus mencari tahu juga tentang anime agar bisa disebut gaul. Maka obrolan di antara mereka juga mulai deh dihiasi dengan segala hal terkait anime. Misalnya tentang ship, canon, tsundere, crack pair, hikikomori, OTP, yandere, kuundere, Shonen-Ai, Shojou-Ai dan masih banyak lagi. Ada yang biasa sampai yang pornografi. Eh, saya nggak nonton yang aneh-aneh lho. Itu semua saya dapatkan di internet. Sekadar contoh nih, OTP adalah singkatan dari One True Pairing, yaitu pasangan yang kamu ship yang menurut paling cocok dan ditakdirkan satu sama lain. Misalnya, Araragi Koyomi X Senjougahara dari Monogatari Series. Contoh lainnya nggak perlu ditulis di sini, kebanyakan (hehehe..). Itu sebabnya, tidak menutup kemungkinan bahwa lama-kelamaan ia juga akan menyukai yang namanya anime itu. Ada juga sih beberapa alasan lainnya namun tidak terlalu penting. Intinya? Ya begitu, deh. Lho, kok? Iya, itu soal selera dan juga pengaruh media dalam menyuburkan budaya pop, khususnya seputar anime.

 

Apakah buruk cowok menyukai anime?

Mungkin Bro en Sis bertanya-tanya, apakah menikmati anime itu sesuatu yang buruk bagi cowok? Sebelum dijawab, kamu perlu ingat bahwa semua hal memiliki aturan dan batasan. Bukan hanya bagi cowok. Cewek juga begitu. Selama suatu hal itu belum ada yang mengharamkannya, maka boleh-boleh saja kita menggunakannya. Nah, beda lagi hukumnya kalau sesuatu itu malah membawa mudharat atau keburukan bagi kita atau yang sudah jelas diharamkan, maka harus dihilangkan. Misalnya, nih. Ada loh, anime-anime yang menggambarkan tokoh rekaannya dengan tampilan busana kelewat minim, bahkan ada yang terkategori pornografi tingkat parah. Wah, bahaya itu kalau cowok-cowok yang nonton. Eh, bagi para cewek bisa bahaya juga kalo punya orientasi seksual lesbian. Ih, nggak banget, deh!

Contoh lainnya yang menjadikan anime itu menjadi mudharat adalah ketika dapat melalaikan kewajiban. Kadang orang yang udah terikat banget sampai menjadikan anime itu sesuatu yang sangat penting, bisa benar-benar lupa dengan dunia. Seriuuus banget waktu main sama gadget atau laptopnya. Kuat berjam-jam duduk nonton anime, atau ada yang rela ngeluarin banyak uang untuk membeli barang-barang berbau anime. Nah, ini yang nggak bagus. Wajib dijauhi alias jangan kamu lakuin. Nggak ada manfaatnya sama sekali.

 

Syndrom otaku

Sobat gaulislam, sampai juga kita pada pembahasan otaku. Loh, kok malah nyambung ke otaku? Iya, Bro en Sis, ternyata orang yang disebut otaku itu biasanya adalah cowok. Sebenarnya apa, sih, otaku itu? Menurut Wikipedia nih, otaku itu adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi. Dalam hal ini adalah hal-hal seperti manga, anime, J-pop, dan segala hal yang berbau Jepang.

Menjadi cowok otaku kadang-kadang menimbulkan beberapa syndrome yang aneh-aneh. Misalnya, ia merasa kalau dirinya memiliki kekuatan supranatural seperti karakter anime idamannya, atau ia menjadi orang yang anti-sosial, tidak mau keluar kamar dan berbicara dengan orang lain, dan lain-lain. Bahkan ada yang lebih parah, Bro en Sis. Ada syndrome ketika cowok yang saking sukanya dia sama suatu karakter, ia bahkan menjadikannya sebagai kekasih khayalan. Wah, kalau ini emang udah error kayaknya.

Kalau di Indonesia, mungkin tidak terlalu terlihat kerusakannya di luar. Karena biasanya, mereka menjadikan hobinya itu di dunia maya atau di kehidupan pribadinya atau ke sesama penyuka anime saja. Jarang yang ditampakkan secara kehidupan luarnya. Walau pun ada, biasanya akan dianggap sebagai orang yang aneh. Bener, kelihatan dari kelakuannya.

Di Jepang, ada fakta tentang pecinta anime yang tidak masuk akal dan sangat menggelikan. Bahkan di Jepang, para cowok pecinta anime ini sampai benar-benar berkencan dengan kekasih khayalannya itu. Bantal-bantal bergambar karakter anime, boneka, dan bentuk-bentuk lain dijadikannya objek pelampiasan rasa suka dan cintanya sebagai kekasihnya. Yang lebih parahnya lagi, kini ada fitur untuk menikah dengan karakter anime. Kayaknya emang ada yang sudah rusak dengan akalnya. Ngeri!

 

Islam pedoman hidup

Sobat gaulislam, khususnya yang penikmat anime, nih, ayo kita sadarkan diri kita! Menikmati anime itu boleh, kok. Asal itu tadi, jangan sampai membuatnya menjadi mudharat bagi kita. Hati-hati dalam memilih anime yang ingin ditonton. Sensor-sensor harus selalu diaktifkan. Walau pun itu hanya gambar kartun, bisa-bisa terjerumus ke arah pornografi, loh. Eh, emang sudah terkategori pornografi untuk jenis atau genre amine tertentu kok.

Oya, jangan sampai deh kita menjadikan diri kita terlalu mendalami hal-hal yang sedikit manfaatnya. Dalam hal ini adalah manga dan anime. Kalau dipikir-pikir, manfaat anime itu apa, sih? Mungkin ada yang menjawab dengan alasan-alasan bikinannya (sesuai hawa nafsu, pula). Tapi pasti semuanya hanyalah untuk kesenangan. Parahnya, semua kesenangan dan kesalahan bisa saja dibuat-buat alasan untuk meloloskannya.

Nggak banget kalo sampai mengkhayalkan kekasih virtual. Jangan sampai, deh. Sadarlah, brothers! Itu nggak ada gunanya. Kita harus meninggalkan hal yang sia-sia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya), “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR Tirmidzi)

Selain itu nih, harus selalu diingat, bahwa semua hal yang kita kerjakan, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Artinya, bukan orang lain yang harus menanggungnya melainkan diri kita sendiri. Apa yang kita lakukan di dunia ini sebelum Hari Penghisaban amal, semuanya akan dimintai pertanggunganjawabnya. Apakah semuanya bermanfaat untuk membuat kita mendapatkan hasil yang baik? Memang benar amalan wajib sudah dikerjakan, namun apakah itu menjamin terhapusnya dosa-dosa yang tidak kita sadari jika hanya ibadah minimal yang dikerjakan? Think about it! Coba deh, kita renungkan dalam diri sendiri.

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Di dunia ini, semua kenikmatan yang ada hanyalah sementara sifatnya. Kesenangan-kesenangan dunia itu sebenarnya justru adalah ujian bagi kita. Untuk menguji, apakah kita pantas mendapatkan surga di akhirat nanti atau jadi orang yang merugi. Dunia ini milik Allah, diri kita juga milik Allah, apa yang kita lihat di dunia ini adalah ciptaan Allah. Allah telah memberikan petunjuk untuk menjalani hidup. Maka sudah pasti dan pantas jika kita menjalani hidup kita sesuai dengan ketentuan dari Allah Ta’ala.

Hanya aturan Islamlah yang wajib jadi pegangan. Karena dalam Islam, kita akan menemukan semua petunjuk untuk menjalani hidup di sisa usia kita. Dua sumber utama pedoman hidup adalah dari al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam.

Maka, boleh saja kita menikmati kegiatan-kegiatan yang mubah, tetapi kegiatan wajibnya diselesaikan dulu dengan optimal. Menuntut ilmu, berbakti kepada orangtua, mencari nafkah bila sudah dibebankan, termasuk juga ibadah-ibadah wajib lainnya. Ibadah Sunnah juga diutamakan. Baru setelah itu yang mubah. Itu juga harus ditimbang lagi manfaatnya. Bisa, kan? Mestinya sih begitu!

 

Bangga jadi muslim

Sobat gaulislam, sebagai remaja muslim, kita harus mulai belajar tentang Islam dan mencintainya. Seperti yang udah dijelaskan di atas, kita harus menyempurnakan kewajiban kita dulu baru hal mubah yang lainnya. Kita cintai dulu Islam sebagai ideologi dan jalan hidup kita. Gimana caranya? Sama aja dengan saat kita menyukai anime dari mengetahuinya. Maka kita harus tahu dulu tentang Islam, lalu mempelajarinya dan mengamalkannya. Percaya, deh! Islam itu sesuai dengan fitrah manusia.

Yup, Islam itu menentramkan, sesuai fitrah manusia dan memuaskan akal. Asal kita mau menerimanya dulu, dan harus tunduk pada ajaran Islam. Apalagi Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah. Perlu ditekankan, hanya Islamlah satu-satunya. Maka kita harus bangga ketika dapat memeluknya. Betul? So, nggak asik banget tergila-gila anime hanya karena ingin dianggap gaul atau memuaskan diri semata, tapi akibat dari itu semua malah menjauhkan diri dari Islam. Naudzubillahi min dzalik. Catet, Bro! [Fathimah NJL | Twitter @FathimahNJL]

Leave a Reply

%d bloggers like this: