Gagal SBMPTN? Biasa Aja, Lagi!

gaulislam edisi 560/tahun ke-11 (3 Dzulqa’dah 1439 H/ 16 Juli 2018)

 

Assalaamu’alaikum, Bro en Sis sekalian! Udah pada masuk sekolah beluuum? Wah, minggu-minggu ini emang waktunya buat pelajar-pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah untuk memulai sesi-sesi pembelajaran lagi, setelah liburan yang cukup panjang sehabis ujian kenaikan kelas kemarin. Waktunya ‘Back to School’, nih.. Yeaaay! Semoga kamu semua udah mempersiapkan semangat belajar di sekolah lagi, ya. Eh, atau jangan-jangan liburannya belum cukup? Waah.. Jangan kelamaan otaknya diistirahatkan, Bro en Sis. Nanti tumpul, looh. Hihihi..

Nah, buat kamu yang sekarang udah lulus SMA/MA/SMK, selamat, yaa. Bukan selamat karena udah selesai belajarnya, loh. Belajar tetep nggak boleh berhenti. Karena belajar itu nggak cuma di sekolah aja. Tapi di mana pun dan kapan pun, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berada di dunia ini. So, maksudnya, selamat menempuh jalan kehidupan kalian yang baru, ya.

Sobat gaulislam, kalo menurut adat kebiasaan manusia saat ini, kalo udah lulus sekolah di jenjang SMA dan sederajat, normalnya kan kita lanjut kuliah, ya. Ya, walau pun pilihannya nggak harus kuliah, sih. Ada beberapa pilihan buat kamu-kamu yang baru lulus sekolah. Tapi di sini, kita bakalan berfokus pada persoalan yang ini, nih, Bro en Sis. SBMPTN!

Nah, SBMPTN ini adalah susunan huruf-huruf yang ceritanya populer banget di kalangan pelajar yang pengen masuk ke perguruan tinggi negeri. Buktinya apa? Lihat aja, deh. Berapa orang yang ikut seleksi besar-besaran satu negeri ini. Kayaknya jumlah pesertanya menyentuh angka 6 digit. Apa lebih, ya? Ya, pokoknya banyak banget deh, yang ikutan. Halooo.. Bro en Sis sekalian ada yang menjadi ‘Pedjoeang SBMPTN 2018’?

Nah, karena emang jumlah bangku kosong di perguruan tinggi negeri itu nggak sebanyak dengan jumlah peserta yang mau masuk, jadinya cuma sedikit, deh, yang berhasil lolos. Sisanyaaa..? Bye-bye! Ciao! Gugur, deh. Hiks…

 

How to reacting ‘Pengumuman SBMPTN’?

Mungkin Bro en Sis udah pada tau, sih. Buanyaaak banget, bentuk-bentuk pengekspresian para pedjoeang SBMPTN dalam menghadapi kenyataan yang didapat masing-masing. Waduh! Lagi-lagi bahasanya kenapa, yak? Cuss, laah.. Apa lagi nih, waktu laman website pengumuman SBMPTN udah selesai loadingnya. Yang bakal ditemuin, sih, cuma dua. Kalau tulisannya bukan ‘SELAMAT’, ya ‘MOHON MAAF’. Dan kalian pasti ngerti kan, maksudnya apa.

Wuiss.. Responnya macem-macem, Bro en Sis! Ada yang histeris, ada yang terpekik, ada yang terkulai, ada yang langsung meledakkan tangis, ada yang malah ketawa-ketawa nggak jelas, ada yang datar-datar aja, ada juga, nih, yang langsung screenshoot layarnya, wkwk.. Bahkan, yaa.. ada yang nggak berani buka websitenya. Yah.. Pokoknya macem-macem, lah.

Reaksi seperti itu emang masih nggak terlalu jelas artinya apa. Lulus nggak sih, dia? Ekspresinya itu sebelas-duabelas gitu, deh. Sama-sama bae. Belum lagi sanak keluarga dan temen-temen yang langsung tanya-tanya. “Gimana hasilnya?”. Kalau menurut riset pribadi, nih, ya. Kalau jawabannya “Alhamdulillah” plus dikasih emotikon senyum, kayaknya perlu disetop, deh, nanyanya. Tunggu dia siap kasih jawabannya. Biar nggak baper. Riset apaan, dah?

So, selamat yaa, buat Bro en Sis yang sudah berhasil dalam tes SBMPTN tahun ini. Semoga keberhasilan kamu menjadi jalan terbaik untuk kehidupan yang lebih baik lagi ke depannya. Karena tentunya Bro en Sis juga sadar, bahwa ketika lulus tes SBMPTN ini, berarti Bro en Sis harus siap untuk melangkah masuk ke dalam arena perkuliahan (lengkap dengan pernik kehidupan di dalamnya) yang bakal dihadapi. So, tetap fokus, yaa..

Oya, tentunya juga buat temen-temen yang belum berhasil di dalam tes ini, jangan putus asa, ya. Gagal dalam SBMPTN bukanlah akhir dari segalanya. Malah mungkin jalan terbaik bagi kalian untuk melanjutkan jalan hidup ini bukanlah dari tes tersebut. Kita harus meyakini, Insyaa Allah, pasti Allah telah menyiapkan jalan cerita lain yang lebih baik. Apa pun hasilnya, kita harus tetap bersyukur atas segalanya. Bisa, kan? Bisa, yaa!

 

Ternyata ini baru awal

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulisalm. Setelah mengalami euphoria sesaat ketika menghadapi pengumuman SBMPTN, tentu akan terpikirkan rintangan selanjutnya. Ya, karena ketika berhasil mendapatkan kursi di perguruan tinggi yang kita daftarkan dalam tes SBMPTN ini, tentunya itu adalah kesempatan bagi kita untuk mengambilnya. Mungkin ada di antara temen-temen yang menjadi pedjoeang SBMPTN 2018 yang sebenarnya tidak yakin dirinya akan lolos. Tentu saja ia berharap dan berdoa, namun ketika ternyata berhasil, itulah tantangan barunya.

Loh? Kok disebut tantangan baru? Bener banget, Bro en Sis. Why? Sebab, khususnya bagi temen-temen yang baru lulus dari sekolah nih, dunia perkuliahan itu adalah sesuatu yang baru. Tidak hanya di dalam proses pembelajarannya saja, tetapi juga cara hidup dunia mahasiswa yang bukan dunia remaja unyu-unyu alay lagi (eh, tapi masih ada aja sih mahasiswa yang alay). Idealnya, dunia kampus itu adalah pintu gerbang untuk memasuki dunia orang yang lebih dewasa. Apalagi, buat temen-temen yang mendapatkan perguruan tinggi idaman yang jauh dari rumahnya, alias dia harus ngekos, dan sebagainya. Belum lagi kita bakal bertemu dengan orang-orang yang baru, yang bisa jadi berbeda cara hidupnya dengan kita.

Eit, ini bukan nakut-nakutin, ya. Tapi memang begitulah keadaannya. So, kalian harus selalu siap. Jangan malas-malasan. Upayakan semaksimal mungkin dalam menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh. Pastikan tujuan kamu belajar itu untuk meraih keridhoan Allah Ta’ala, untuk kian mendekatkan diri kita dengan Allah Ta’ala dalam ketaatan tersebab ilmu yang didapat.

Itu sebabnya, di kampus yang baru nanti, kamu kudu banget untuk tetap menunjukkan jati diri sebagai seorang muslim sejati. Gimana, tuh? Ibadahnya tetap rajin dan semangat, kegiatan dakwah nggak ditinggalkan, belajar dengan semangat pol sehingga mendapatkan hasil yang baik, dan lain sebagainya dalam beramal shalih. Siap, Bro en Sis? Insyaa Allah kalian bisa! Tetap semangat, ya!

 

Gagal itu tak selalu buruk

Lanjut nih, buat temen-temen yang belum berhasil dalam tes SBMPTN tahun ini, jangan bersedih, Bro en Sis. Gagal di tes ini, bukan berarti kita gagal segagal-gagalnya. Bukan! Gagal di dunia itu tidak selalu artinya buruk. Karena kita sebagai hamba Allah sejatinya tidak tahu, bagaimana jalan yang telah disiapkan Allah yang terbaik bagi kita. Apa pun hasilnya, kita harus senantiasa bersyukur. Insyaa Allah, itu adalah jalan yang terbaik dari Allah Ta’ala. Allah pasti punya rencana yang lebih baik buat temen-temen, ya, kita semua.

Mungkin Bro en Sis ada yang berpikir bahwa lulus SBMPTN itu adalah sesuatu yang terbaik bagi kalian. Tetapi tidak semua yang manusia kira itu baik, adalah baik menurut Allah. Begitu juga tidak semua yang manusia kira itu buruk, adalah buruk menurut Allah. Kita harus senantiasa menyerahkan segala urusan dunia kita kepada Yang Memiliki Dunia dan Akhirat, yaitu Allah Ta’ala.

Sebagaimana yang seharusnya, nih, Bro en Sis, kita harus selalu percaya dan mengimani rukun iman yang keenam. Karena yang diberikan atau ditetapkan oleh Allah, itu pasti yang terbaik untuk kita. Nah, persoalannya, kita percaya atau tidak? Kita beriman atau tidak?

Kita mestinya berpikir bahwa, bisa jadi menurut Allah bagi kita nggak terlalu baik kalo masuk ke perguruan tinggi negeri. Mungkin kita itu cocoknya dan akan lebih optimal jika mengambil keputusan lainnya lagi.

Contohnya gini, nih. Ada kan, orang yang sebenarnya bisa dan punya kemampuan untuk belajar secara bagus, walau pun tanpa harus berada di dalam kelas saja. Nah, mungkin Allah menunjukkan kegagalan di tes SBMPTN ini, supaya ia mengambil jalan lain yang lebih sesuai dengan kemampuan dia. Kan sayang kalau kelebihan dia dalam belajar itu, cuma dihabiskan di kelas saja. Atau banyak deh, contoh-contoh lain. Buat Bro en Sis yang masih bersedih hati, coba renungkan lagi. Percaya, deh, sama Allah. Insyaa Allah, Allah nggak akan bikin hamba-Nya kecewa dan bersedih hati. Asalkan kita percaya kepada Allah. Setuju, kan?

 

Jangan putus asa

Sobat gaulislam, fenomena SBMPTN sebenarnya adalah satu dari banyak sekali pelajaran dalam kehidupan ini yang bisa kita ambil hikmahnya. Ya, hikmah. Ini adalah kunci agar kita tetap bersyukur dan semangat, Bro en Sis. Selain itu, juga agar kita selalu optimis dalam kehidupan kita. Bukan hanya sekadar gagal SBMPTN aja, tetapi dalam banyak hal, kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.

Bahkan Allah Ta’ala telah melarang kita untuk berputus asa dari kasih sayang-Nya. Di dalam al-Quran disebutkan (yang artinya), “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS az-Zumar [39]:53)

Masya Allah. Kasih sayang Allah itu luaaaas sekali. Bahkan bagaimana luasnya saja seluruh alam tidak akan bisa menyimpulkannya. Keadaan kita sebagai manusia yang dimuliakan, bahkan di atas para malaikat, adalah satu dari banyaaak sekali kasih sayang Allah. So, nggak asyik banget kalo cuma karena gagal di SBMPTN lalu kita langsung bersedih dan berputus asa. Hanya orang kafir yang berputus asa. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf [12]:87)

So, tetap semangat dalam kehidupan ini ya, Bro en Sis! Kita harus selalu ingat, bahwa kita harus punya pegangan yang paling kuat, yakni akidah Islam. Ya, di mana pun kamu berada, akidahmu harus tetap terjaga. Jangan sampai goyah. Kalau kita punya pegangan yang kuat, sekali pun ada ujian yang menjadi penghambat jalan kehidupan kita, Insyaa Allah, Allah akan selalu membantu kita untuk kembali kepada jalan utamanya. Sekali lagi, kalau kita percaya.

Jadi, Gagal SBMPTN? Biasa aja, lagi! [Fathimah NJL | IG @FathimahNJL]

Leave a Reply

%d bloggers like this: