Cahaya Islam Tak Akan Padam

gaulislam edisi 686/tahun ke-14 (29 Rabiul Akhir 1442 H/ 14 Desember 2020)

Alhamdulillah jumpa lagi bersama buletin kesayangan kamu ini. Ya, gaulislam insya Allah akan hadir setiap pekan untuk menemani kamu belajar Islam. Belajar dengan mudah dan murah (eh, iya kan, tinggal baca nggak usah beli). Mudah karena tinggal klik di website-nya, mudah juga secara bahasa yang ditulis. Eh, kamu ngerasa nggak sih? Kok saya yang nulis jadi nggak percaya. Hehehe… insya Allah tetap semangat ya belajar Islam. Mudah-mudahan buletin ini adalah teman kamu belajar Islam dengan bahasa yang pas buat kamu. Enak dibaca dan penting banget.

Bro en Sis, tentu saja kudu bangga menjadi bagian dari Islam. Apalagi Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia. Baik jumlah penduduk, maupun wilayahnya. Sebagai gambaran nih, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dukcapil) merilis Data Penduduk Indonesia Semester I 2020. Berdasarkan Data Kependudukan Semester I 2020 itu, jumlah total penduduk Indonesia per 30 Juni sebanyak 268.583.016 jiwa. Kalo akhir tahun ini belum ada rilis resmi lagi (karena saya cari di internet belum nemu).

Berapa jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam? Menurut data di ibtimes.id, ada 87.2 persen. Itu artinya ada di 234.2 juta orang. Luar biasa, ya. Alhamdulillah. Semoga bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan dakwah Islam.

Bagaimana dengan jumlah di seluruh dunia? Menurut Survei Pew Research Reports 2020, mengenai sensus jumlah pemeluk agama di seluruh dunia, pemeluk agama Kristen berada di posisi pertama dengan 31,1 persen dari total penduduk dunia. Sementara pemeluk agama Islam berada di posisi kedua dengan 24,9 persen warga dunia. Emang berapa jumlah warga dunia saat ini? Mengacu data real time perkembangan penduduk di dunia, yang dilansir Worldometer, jumlah populasi manusia di seluruh dunia sampai hari Sabtu, 12 Desember 2020, pukul 10.46 WIB (ketika tulisan ini dibuat), ada 7.831.518.300. Kelahiran manusia tahun ini sekira 132.966.330 di seluruh dunia. Ada yang lahir di hari tersebut 172.550. Ada pula yang meninggal di tahun ini 55.822.580. Meninggal di hari ini 72.585. Dan, tentu datanya terus berubah (bahkan per sekian detik, jadi yang dituliskan ini belum tentu pas di jam tersebut, perkiraan saja), karena menghitung yang lahir dan yang meninggal setiap detiknya di seluruh dunia. Walau sekadar estimasi, tetapi setidaknya kita bisa punya gambaran.

Namun demikian, tentu saja kebanggaan kita terhadap Islam dalam bentuk jumlah terbesar pemeluknya di negeri ini, jangan membuat lupa diri dan bahkan sombong. Justru harus menunjukkan jati diri sebagai muslim sejati. Sebab, kalo sekadar mayoritas jadi nggak berpengaruh apa-apa bila kenyataannya nggak menunjukkan jati diri sebagai muslim. Betul apa bener?

  Bener, lho. Jangan sampe Islam jadi dianggap lemah karena pihak lain melihat kaum muslimin yang jauh dari Islam dan malah bertingkah laku selain ajaran Islam. Islam berbeda dengan pemeluknya. Islam memang nggak akan padam cahayanya meski umat Islam banyak yang berperilaku buruk dan menyimpang dari ajaran agama. Namun, kita yang seharusnya malu. Ngaku muslim tapi nggak menunjukkan jati diri sebagai muslim. Malah bangga dengan identitas agama atau paham lain. Kan itu aneh namanya. Cahaya Islam jadi terhalangi oleh kelakuan buruk umatnya. Menyedihkan.

Jangan nodai Islam

Bagi kita kaum muslimin, di mata orang awam (termasuk yang bukan muslim), cara berpikir dan perbuatan kita dianggap ‘perwakilan’ dari ajaran Islam itu sendiri. Itu sebabnya, jangan pernah menodai ajaran Islam dengan perbuatan buruk kita. Mereka belum tentu mau mendalami Islam, yang mereka tahu bahwa ajaran Islam itu ada pada kita sebagai pemeluknya. Sehingga yang paling mudah menilai bagi mereka, adalah apa yang kita pikirkan dan yang kita lakukan. Selesai.

Itu sebabnya, bisa jadi malah kacau kalo yang mereka lihat dan nilai itu hanya dari sisi orang yang salah dalam mengamalkan ajaran Islam, lalu dipukul rata semua umat Islam begitu. Entah karena ketidaktahuan mereka, bisa juga karena sengaja mereka lakukan sebagai pencitraburukkan Islam. Jadi, memang kitanya yang kudu bener. Jangan kasih celah orang lain, terutama orang kafir, sehingga menilai buruknya ajaran Islam dari kelakuan busuk pemeluknya. Padahal, itu hal yang berbeda.

Beneran, lho. Coba kamu mikir. Jika ada satu siswa yang jadi maling, kira-kira sekolah tempat siswa itu belajar jadi tercoreng nggak? Nah, itu dia. Di sekolah diajarkan adab, kebaikan, bahkan pelajaran agama jadi kurikulum, tetapi dia malah jadi maling. Itu artinya, siswa tersebut tidak melaksanakan apa yang diajarkan pihak sekolah. Namun, ketika ketahuan siswa tersebut jadi maling, ya temannya, ya guruya, dan institusi itu ikut kena jeleknya. Nggak adil.

Namun, orang yang udah kadung jahat dan benci, mana mau melihat itu. Justru kejelekan yang kita lakukan adalah senjata untuk meruntuhkan kepercayaan siapapun terhadap ajaran Islam, padahal yang dijadikan contoh adalah yang tak melaksanakan ajaran Islam. So, kudu waspada dan hati-hati. Jangan sampe yang kita lakukan justru merugikan kaum muslimin yang lain, dan mencegah orang dari keyakinan lain untuk mendapatkan hidayah Islam. Catet ya, Bro en Sis.

Nah, yang nggak habis pikir lagi, kita ini sering juga ‘berantem’ lho. Sesama muslim. Hanya karena berbeda pilihan politik. Berbeda jagoan yang didukung pada saat pilkada atau pilpres. Berantem nggak ada capeknya, terutama di media sosial. Istilah kadrun dan cebong jadi identitas untuk menggambarkan kelompok tertentu.

Belum lama, tanggal 7 Desember 2020 lalu saat meninggalnya 6 Laskar Khusus FPI yang ditembak polisi dalam tragedi Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Saling caci dan saling maki tiada henti di media sosial. Malah ada juga yang ngaku muslim tetapi malah tertawa dan terkesan bersyukur dengan kejadian tersebut sambil melambungkan sanjung puji kepada polisi. Heran. Masih pantaskah mereka disebut muslim? Jangan-jangan udah terkategori munafik? Naudzubillah min dzalik!

Media massa aja banyak yang jadi corong rezim negeri ini. Metro TV misalnya, di hari Sabtu, 12 Desember 2020 saat Habib Rizieq Shihab datang ke Polda Metro Jaya, menggunakan pilihan kata “serahkan diri”, bukan “datang”. Berarti kan dari sisi bahasa saja udah terlihat sinis dan licik. Menggiring opini. Padahal, media massa kalo itu kategori straight news terlarang ada opini dari penulis atau penyampai berita.

Benar-benar miris, karena bisa jadi di antara mereka adalah sesama muslim. Udah gitu, orang-orang kafir ngomporin pula, orang munafik menabuh gendang perseteruan biar tambah rame. Menyedihkan. Islam ternyata dihadirkan begitu buruk oleh kelakuan pemeluknya yang imannya tekor alias bukan muslim sejati.

So, minimal nih, ya. Diri kita jangan menodai ajaran Islam dengan kelakuan buruk kita. Jangan sampe gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Tahan emosi, tahan jarimu kalo komen di medsos. Jangan sampe bikin Islam ternoda. Namun, kalo itu pesan dakwah, posting kebenaran ajaran Islam ya tetap disebarkan. Itu bagian dakwah. Tentu dengan cara yang indah dan menarik walau isinya bikin tersinggung orang. Ya, supaya mereka mikir.

Islam terus berkembang

Sobat gaulislam, insya Allah ajaran Islam akan terus berkembang. Kalo nggak di sini, insya Allah di tempat lain. Namun, kita tentu saja berharap, di sini pun di tempat kita berpijak Islam tetap berjaya. Semoga. Begitu pula di seluruh dunia.

Jumlah umat Islam di benua Eropa juga mengalami peningkatan yang signifikan alias tampak nyata. Alhamdulillah. Menurut berita di laman detik.com (14 Januari 2020 lalu), jumlah muslim di Inggris 2019 mencapai 3 juta jiwa yang merupakan terbanyak dalam sejarah. Dikutip dari The Sun, beberapa wilayah di London hampir 50 persen penduduknya beragama Islam. Angka ini merupakan analisa Office for National Statistics (ONS).

Jika tren terus berlanjut, jumlah penduduk Inggris bisa didominasi muslim dalam 10 tahun mendatang. Dalam data yang dirilis ONS untuk 2018/2019 pada Desember 2019, sebanyak 3.194.791 muslim tinggal di Inggris. Sekitar 1/3 dari jumlah tersebut berusia kurang dari 16 tahun.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional, Pew Research Center, Perancis dan Jerman adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Sampai dengan pertengahan tahun 2016, ada 5,7 juta Muslim di Perancis atau 8,8 persen dari populasi dan 5 juta Muslim di Jerman atau 6,1 persen dari jumlah populasi. Sementara Siprus adalah negara Eropa dimana persebaran Muslim begitu besar, jumlahnya 300 ribu atau 25,4 persen dari total populasi.

Selain itu, populasi Muslim di Eropa terus meningkat. Dari pertengahan 2010 sampai pertengahan 2016, jumlah Muslim di Eropa meningkat satu persen yakni dari 3,8 persen menjadi 4,9 persen atau 19,5 juta jiwa menjadi 25,8 juta. Bahkan, pada tahun 2050 populasi Muslim diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 11,2 persen atau lebih tergantung pada seberapa banyak migrasi yang diizinkan masuk ke Eropa. Kalau seandainya arus migrasi Muslim ke Eropa terhenti, populasi Muslim di Eropa tetap akan meningkat menjadi 7,4 persen mengingat jumlah pemuda dan tingkat kesuburan yang tinggi dari Muslim Eropa saat ini.

Insya Allah di tahun-tahun mendatang Islam akan terus berkembang di seluruh dunia. Bukan saja kuantitasnya, tetapi juga kualitasnya. Memberikan manfaat dan memberikan jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Insya Allah. Itu sebabnya, yuk menjadi bagian dari perubahan besar ini. Menyongsong kebangkitan Islam. Tentu, sebagai pejuang dan pembelanya, bukan sebagai penghalang kebangkitan Islam.

Sobat gaulislam, Islam udah lengkap turun dan menjadi tuntunan bukan hanya buat kaum Muslimin, tapi untuk semua manusia. Islam tuh rahmatan lil alamin alias rahmat bagi seluruh alam (termasuk umat manusia). Tentu, jika manusia mau memahami Islam dengan benar dan dari sumber yang benar.

Sebagai Muslim, kayaknya kagak pantes banget kalo kita nggak mau diatur oleh Islam dalam hidup ini. Allah Ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS al-Ahzab [33]: 36)

Hanya kepada Allah Ta’ala kita berharap dan memohon segala pertolongan. Semoga kita semua diberkahi, dirahmati, dan senantiasa dilindungi oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala nggak bakalan salah dalam mengkalkulasi amalan kita. Jadi, yuk sama-sama kita berjuang untuk membela Islam. Semoga keimanan, ketakwaan, keberanian, keikhlasan, dan semangat juang senantiasa menjadi penggerak dakwah kita. Tentu, agar Islam tetap bergema hingga akhir zaman.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya kutipkan sebuah hadis yang semoga saja kian meyakinkan diri kita dan mampu mengobarkan semangat kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Perkara ini (Islam) akan merebak di segenap penjuru yang ditembus malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun, baik gedung maupun gubuk melainkan Islam akan memasukinya sehingga dapat memuliakan agama yang mulia dan menghinakan agama yang hina. Yang dimuliakan adalah Islam dan yang dihinakan adalah kekufuran.” (HR Ibnu Hibban)

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS at-Taubah [9]: 32)

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Semoga kita semua menjadi pejuang dan pembela Islam yang ikhlas dan gagah berani, sebagaimana Muhammad al-Fatih sang pembebas Konstantinopel. Beliau dan pasukannya menaklukkan Konstantinopel alias Byzantium yang saat itu merupakan pusat kekaisaran Romawi Timur pada 1453 M (857 H).

Muhammad al-Fatih, pemimpin para pemuda yang usianya belum genap 23 tahun telah dimuliakan oleh Allah Ta’ala melalui pujian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembebas Konstantinopel: “Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang membebaskan) Konstatinopel dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.” (HR Ahmad)

Nah, sekarang tinggal Roma (Vatikan), yang belum ditaklukkan. Semoga kita semua bisa membebaskannya dari kekufuran dan menjadikannya wilayah Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyyah yang dipimpin Imam Mahdi. Siap? [O. Solihin | IG @osolihin]

Leave a Reply

  

  

  

%d bloggers like this: