Mahasiswa Pejuang Islam

gaulislam edisi 623/tahun ke-12 (1 Shafar 1441 H/ 30 September 2019)

Mahasiswa? Siapa sih, yang nggak tahu mahasiswa? Apalagi akhir-akhir ini ya, Bro en Sis. Tagar tentang mahasiswa banyak banget, tuh. Di media sosial, televisi, berita cetak, bahkan sampe di obrolan grup-grup whatsapp, supir kendaraan umum, obrolan sama emak, pokoknya di mana-mana deh.

Nah, mumpung lagi rame nih. Barangkali ada Bro en Sis yang pengen ngulik lebih lanjut tentang status ‘maha’ tadi, maka pada gaulislam edisi ini, kita bakal ngebahas tentang ‘mahasiswa’. Sudah siap? Lanjut..!

Hmm.. kita mulai dari apa itu mahasiswa, ya. Jadi, Bro en Sis, seperti yang mungkin sudah banyak diketahui, mahasiswa itu adalah sebutan bagi pelajar yang sedang mengkaji bidang keilmuan di perguruan tinggi. Artinya, ia sudah menyelesaikan program wajib belajar dari SD sampai SMA, kemudian melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Nah, itu yang disebut mahasiswa.

Nah, maka dari sisi pemikiran, mahasiswa ini seharusnya sudah sangat matang cara berpikirnya. Karena ia sudah bukan pelajar yang hitungannya adalah anak-anak di bawah asuhan guru dan orang tua. Mahasiswa statusnya sudah menjadi lebih dewasa. Setingkat dengan orang-orang dewasa pada umumnya. Walau pun ‘seperti’ masih bersekolah.

Apalagi ya, Bro en Sis. Sebagaimana fakta-fakta yang terjadi sebelumnya tentang mahasiswa, biasanya identik dengan pemikiran yang baru, berani berpendapat, revolusioner, idealis, dan lain sebagainya. Mahasiswa-lah yang mengkritik pemerintah pada periode-periode pemerintahan dari masa ke masa di berbagai tempat hampir di seluruh dunia, khususnya juga di Indonesia.

Iya juga sih, Bro en Sis. Mahasiswa kan hitungannya adalah para pemuda. Yang sudah saatnya berpikir ke depan. Pemuda itu kan berani, berjiwa muda, melakukan perubahan dan perbaikan. Dan mahasiswa-lah gambarannya saat ini. Hmm.. gitu deh kira-kira, Bro en Sis.

Ya, walaupun fakta-fakta di atas nggak bisa memukul rata semua mahasiswa. Karena bagi kalangan mahasiswa pastinya ada tipe-tipenya lagi, kan. Penjelasan di atas tadi itu untuk menggambarkan fakta yang sebagian besar terlihat ya, Bro en Sis.

Berjuang sebagai mahasiswa

Kata berjuang memang nyambung sih, Bro en Sis, kalau disandingkan sama mahasiswa. Karena, mahasiswa juga banyak berjuangnya. Tentu saja belajar juga butuh perjuangan. Apalagi sebagai mahasiswa, banyak yang mulai dikerjakan secara mandiri. Kampus, dosen, kos, bisa jadi cari penghasilan, dan banyak lagi yang lainnya. Karena tadi, mahasiswa itu mulai menapaki dunia orang dewasa.

Tapi selain keseharian dan kewajiban-kewajiban menuju dewasa, sebenernya apa sih, hal utama yang harus diperjuangkan oleh mahasiswa? Hmm.. ada ya yang seperti itu?

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Masih ada satu hal penting yang jangan pernah lupa untuk diperjuangkan. Yup! Perjuangan Islam. Wah, apalagi sebagai mahasiswa muslim (tentunya). Islam malah harus semakin digencarkan lagi perjuangannya. Masih bingung apa itu memperjuangkan Islam? Kita ulas sedikit ya, Bro en Sis. Cekidot, yuk!

Islam itu ya, Bro en Sis, seharusnya menjadi jalan hidup bagi setiap individu muslim. Sebab, kita menjalani hidup ini, sudah dipastikan bahwa semua yang kita kerjakan itu ada konsekuensinya. Baik di mana pun kita berada, di masa apa pun, siapa pun kita, semuanya pasti akan kembali kepada Allah Ta’ala. Nah, status mahasiswa pun, harus menunjukkan diri sebagai muslim sejati. Bedakan ya dengan mahasiswa yang hanya beragama Islam. Bukan sekadar itu. Tetapi jati diri kita sebagai muslim yang berstatis mahasiswa. Bisa dimengerti? Bisa, dong!

Nah, apalagi sebagai mahasiswa yang sedang dalam mode intelektual tinggi, seharusnya lebih giat lagi dalam memperjuangkan Islam. Bukan sekadar membanggakan diri karena bisa kuliah. Wah Bro en Sis, itu sih terlalu sedikit untuk bisa dibanggakan sebagai pemuda Islam. Tetapi menjadikan kesempatan bisa mengenyam pendidikan tinggi tersebut sebagai sarana mendapatkan Ilmu. Tentunya juga sebagai sarana untuk semakin semangat dalam berjuang untuk Islam.

So, jangan cuma yang penting status mahasiswa-nya aja. Sebagai pemuda Islam, mahasiswa harus menunjukkan kapasitasnya sebagai intelektual muslim, tentu, yang berpihak kepada Islam dan memperjuangkan dakwah. Dakwah kan wajib bagi setiap individu muslim, Bro en Sis. Tidak terkecuali bagi mahasiswa. Mahasiswa bahkan sepertinya lebih berpotensi untuk berdakwah, dengan segala kemampuan intelektual dan juga keberaniannya yang membara. Jadi, kenapa nggak?

Memperjuangkan Islam

Mahasiswa yang memperjuangkan Islam? Bagaimana caranya? Islam yang seperti apa yang harus diperjuangkan oleh mahasiswa? Oya, pertanyaan yang lebih tepat sih, Bro en Sis, Islam yang seperti apa yang harus diperjuangkan oleh pemuda Islam? Tentunya kita harus tahu dong. Betul!

Memperjuangkan Islam yang seperti apa ya kira-kira, Bro en Sis? Tentu saja Islam Ideologis. Gimana sih maksudnya? Islam Ideologis? Apaan tuh? Kita kupas tentang ideologi dulu deh, biar semakin jelas dan nggak nebak-nebak ya. Yuk!

Jadi, Bro en Sis, ideologi sendiri artinya adalah sebuah pemikiran mendasar yang akan melahirkan pemikiran cabang. Atau kalau di dalam kajian Islam, ideologi itu serupa dengan istilah mabda’. Kemudian menurut Fikrul Islam karya Muhammad Ismail, menyatakan bahwa mabda’ atau ideologi artinya merupakan ‘akidah rasional yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan’.

Nah, sebagai mahasiswa muslim, maka wajib untuk menjadikan Islam ideologi sebagai penggerak perjuangan dalam menegakkan Islam. Baik untuk individu, keluarga, masyarakat, bahkan negara.

Kenapa begitu? Karena, sobat Bro en Sis, Islam itu sejatinya bukan semata berisi akidah tentang keimanan kepada Allah dan rukun iman saja. Tetapi, Allah juga memberikan seperangkat aturan hidup bagi manusia untuk hidup di dunia. Iya! Seperangkat aturan bagi manusia yang berkaitan dengan dirinya sendiri, seperti makan, minum, berpakaian, dan lain sebagainya. Kemudian juga hubungan manusia dengan Tuhannya, yaitu beribadah kepada Allah. Kemudian ada juga hubungan manusia dengan manusia lainnya, seperti jual beli, interaksi lawan jenis, dan lain sebagainya. Termasuk juga dalam urusan hukum, pendidikan, ekonomi, politik, bahkan bernegara.

Allah Ta’alaa berfirman (yang artinya), “Dan Kami turunkan kepada kamu kitab ini untuk menerangkan semua perkara dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri…” (QS an-Nahl [16]: 89)

So, tujuan memperjuangkan Islam adalah supaya aturan-aturan yang Allah sudah tetapkan bisa dijalankan dengan sebenar-benarnya bagi individu, masyarakat, dan juga negara. Ya, Bro en Sis mungkin bisa melihat faktanya sekarang, masih banyak aturan Islam yang masih sulit dijalankan di dunia ini. Bener, nggak?

Wah, ternyata tugas yang harus diemban para mahasiswa muslim ini nggak main-main ya, Bro en Sis. Penting banget untuk diperjuangkan. Hmm… tapi apa sih yang harus dilakukan untuk bisa mewujudkan perjuangan itu?

Begini, yang jelas nih, Bro en Sis, mahasiswa muslim nggak boleh absen untuk terus mengkaji pemahaman Islam. Why? Karena ia harus tahu apa dan bagaimana cara memperjuangkan Islam. Tentu saja artinya mahasiswa juga harus tetap menuntut ilmu Islam. Nah, ada juga nih, tips-tips untuk bisa merealisasikan perjuangan Islam mahasiswa di dalam kegiatannya. Apa aja, itu?

Pertama, dengan mengikuti kajian-kajian keislaman di komunitas kajian Islam di kampus. Nanti di sana, akan ada transfer pemahaman Islam dengan kajian-kajian tersebut. Di sana juga akan bertemu dengan sesama mahasiswa yang sama-sama memperjuangkan Islam. Sehingga sebagai sesama mahasiswa, bisa saling mengingatkan dan menasihati. Wah… selain berpahala, kegiatan ini juga bermanfaat dan menyenangkan, loh..

Kedua, aktif di kegiatan dakwah kampus. Atau bisa juga pers Islam kampus. Supaya apa? Tentu saja untuk menunjukkan kecintaan dan keberpihakan mahasiswa muslim kepada Islam. Mahasiswa muslim harus bangga dengan identitasnya sebagai pejuang Islam. Ya, karena itu adalah suatu kedudukan yang mulia. Memperjuangkan Islam kan sama dengan berada di jalan Allah. Pastinya jalannya menuju surga, dong. Aamiin.

Kesimpulannya nih, Bro en Sis. Jangan jadi mahasiswa yang biasa saja. Tapi, jadilah mahasiswa pejuang Islam. Kita harus bisa memanfaatkan kesempatan kuliah sebagai sarana untuk mencari ilmu dan berjuang di jalan Allah. Artinya, kita harus terus menjaga semangat kita dalam mengkaji Islam. Supaya nantinya bisa kita dakwahkan. Agar tujuan yang kita ingin capai bisa terwujud. Yaitu, menjadikan Islam sebagai jalan hidup, dan memperjuangkannya agar bisa tegak di muka bumi ini. Yaa Allah.. Bantulah kami, yaa Allah.. Aamiin.. [Fathimah NJL | IG @fathimahnjl]

Leave a Reply

%d bloggers like this: