Thursday, 11 August 2022

gaulislam edisi 741/tahun ke-15 (29 Jumadal ‘Ula 1443 H/ 3 Januari 2022)

Lagi rame nih, boneka arwah alias Spirit Doll. Sebenarnya nggak ada yang baru soal ini, tetapi karena ‘di-endorse’ banyak selebriti, jadinya viral (menurut istilah sekarang). Ivan Gunawan, Ruben Onsu, Nora Alexandra, dan Celine Evangelista adalah beberapa selebriti yang tercatat ‘mengadopsi’ boneka arwah yang ‘diasuh’ oleh Furi Harun, salah satu—katanya sih, indigo populer—di tanah air. Furi Harun yang sempat mengunggah videonya di Youtube pada pertengahan tahun 2020 lalu, sudah mengoleksi ratusan boneka arwah yang dipelihara dan diasuhnya.

Menurut Furi, seperti yang ditulis kaltengtoday.com, bahwa siapapun bisa mengadopsi boneka arwah dengan komitmen akan mengasuh dan merawat spirit doll tersebut layaknya anak sendiri. Diberi cinta kasih, dan rasa sayang yang tulus.

Ia percaya bahwa bayi arwah yang dirawat dengan hati akan memberi keberuntungan, rezeki, dan melindungi pemiliknya. Bahkan boneka tesebut dapat memberi isyarat jika ada orang yang jahat dan akan mencelakakan orang yang merawatnya.

Wah, kalo bener faktanya seperti ini, jelas bisa membahayakan akidah umat yang belum kuat. Bisa terjerumus ke dalam kesyirikan. Bahaya banget, Bro en Sis!

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Muhammad Cholil Nafis bicara soal boneka arwah ini. Dia menyebut tidak boleh memelihara makhluk halus.

“Punya boneka mainan itu boleh, tapi kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah musyrik tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin,” kata Cholil kepada wartawan, Senin (3/1/2021, detik.com).

KH Cholil juga menilai, tidak seharusnya memperlakukan boneka layaknya anak karena boneka adalah benda mati. Selain itu, ia menyarankan umat Islam tidak terjebak hal mistis dan menuhankan selain Allah Ta’ala.

“Baiknya uang yang dimiliki disumbangkan kepada anak yatim dan duafa dari pada memelihara boneka yang mistis itu,” ucapnya. (detik.com, 3/1/2022).

Mistis bikin miris

Sobat gaulislam, di akhir zaman ini banyak fenomena aneh tetapi membahayakan dan merusak, khususnya bagi akidah. Sebenarnya, dukun-dukun di zaman dulu juga sering menggunakan media berupa boneka untuk menyihir. Pernah dengar boneka voodoo? Ya, boneka voodoo adalah sebuah mainan berbentuk manusia yang sudah diisi dengan sebagian jiwa seseorang. Boneka ini dipakai untuk melukai dan mengontrol korban yang dituju. Orang-orang Indonesia sih kerap menyebutnya sebagai boneka santet. Namun, konon kabarnya masih jadi perdebatan istilah terkait boneka voodoo ini, apakah benar sebagai bagian dari ilmu hitam atau bukan.

Menurut sejarahnya, istilah Voodoo (Vodun di Benin juga Vodou, Voudou, atau ejaan lain yang bunyinya serupa di Haiti; Vudu di Republik Dominika) diberikan kepada cabang-cabang dari suatu tradisi keagamaan spiritis animis yang berasal dari leluhur bangsa Afrika Barat. Menurut ajaran Voodoo, dukun ilmu hitam atau pendeta voodoo yang disebut bokor bisa menghidupkan kembali manusia yang sudah mati. Zombie tidak memiliki kemauan sendiri sehingga selalu berada di bawah kendali sang majikan. “Zombi” juga merupakan nama untuk dewa ular voodoo yang bernama Damballah Wedo asal Nigeria-Kongo yang dekat dengan kata Nzambi yang dalam bahasa Kongo berarti “dewa”.

Kalo Jelangkung pernah dengar? Mungkin ada yang pernah lihat filmnya, ya. Boneka Jelangkung sering disebut permainan supranatural untuk memanggil roh. Selain itu ada juga jenglot. Benar atau tidaknya, di masyarakat kita ada ceritanya.

Nah, gimana kalo boneka arwah? Ini model baru di zaman kekinian kayaknya. Diperhalus pula jadi bentuk yang menarik macam bayi atau anak-anak (eh, tapi ada juga yang seram macam boneka Chucky). Kalo sekadar boneka biasa, ya nggak apa-apa. Namun, kalo “diisi” dengan makhluk halus dari kalangan jin? Ya, itu jatuhnya bisa bahaya. Berteman dengan manusia saja adakalanya dikerjain. Lha, ini ‘berteman’ dengan jin yang nggak kelihatan wujudnya? Kudu ati-ati. Apalagi jika menganggap merawat boneka arwah untuk meraih keberuntungan, rezeki dan menjaga pemiliknya, itu sih udah jatuh ke syirik, ya. Waspadalah!

Oya, tadi sempat kita bahas Furi Harun, salah satu indigo, ya. Apa sih sebenarnya indigo? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), karakter manusia yang dicirikan dengan kecerdasan dan kemampuan spiritual yang tinggi, seperti dapat melihat masa depan, melakukan telepati, berkomunikasi dengan alam gaib, dan membaca pikiran. Kira-kira dengan definisi seperti ini, bisa dikategorikan dukun atau tidak? Ya, seperti dukun, sih.

Kita nggak boleh alias dilarang memercayai para dukun atau peramal, sehingga apa yang mereka beritakan wajib tidak dipercayai. Sebab, mereka berbicara tentang perkara gaib dengan menerka-nerka atau mendatangkan jin untuk meminta bantuan kepadanya terhadap apa yang mereka inginkan. Mereka ini dihukumi sebagai kafir dan sesat, ketika mereka mengklaim mengetahui perkara gaib. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barang siapa mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda (yang artinya), “Barang siapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR Abu Daud)

Oya, di masyarakat kita juga dikenal istilah “jin khadam” alias jin pembantu. Jadi tugasnya ngebantuin manusia yang berteman dengannya. Emang boleh berteman dengan jin? Berteman dengan manusia aja kudu ati-ati apalagi berteman dengan jin. Manusia ada yang suka berdusta, bisa jadi kan mereka juga berdusta.

Realita tentang jin yang patut kita waspadai adalah mereka bisa melihat kita, namun kita tidak bisa melihat mereka. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka…” (QS al-A’raf [7]: 27)

Di pihak lain nih, jin memiliki tipikal pendusta. Dia bisa mengaku ingin menjadi teman manusia, mengaku mau membantu manusia, namun sejatinya dia ingin menipunya. Kalo di masyarakat kita ada istilah “tidak ada makan siang gratis” ketika merujuk pada sebuah bantuan atau lobi-lobi tertentu, maka dalam urusan ini juga hampir sama. Bisa jadi malah jin yang lebih diuntungkan, karena bisa menekan manusia yang meminta bantuan kepadanya. Itu artinya menusia yang justru mengabdi kepada jin. Bahaya besar ini, sih.

Mengutip dari laman konsultasisyariah.com, bahwa yang umum terjadi adalah penyimpangan, bukan kerja sama dengan cara baik-baik. Bentuk penyimpangannya, manusia melakukan pengabdian dan penghambaan kepada jin, kemudian jin membantunya untuk mewujudkan keinginan manusia. Jadilah jin bertambah sombong dan manusia bertambah hina dan bergelimang dosa karena melakukan berbagai kesyirikan atas permintaan jin tersebut. Inilah yang diakui oleh jin, sebagaimana yang Allah Ta’ala ceritakan di surah al-Jin ayat 6:

Bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Dan ketika di hari kiamat, mereka dikumpulkan dan saling menyalahkan. Allah memasukkan mereka semua ke dalam neraka, karena melakukan kerja sama yang diawali dengan kesyirikan. Allah Ta’la berfirman (yang artinya), “Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS al-An’am [6]: 128)

Upgrade iman kita

Sobat gaulislam, hati-hati dan kudu waspada. Di zaman sekarang ini, yang kategorinya udah akhir zaman, kita perlu mempertebal keimanan kita. Meningkatkan kualitasnya. Jangan anggap enteng kondisi ini, karena berpotensi terjerumus kepada kesyirikan. Bagi kaum muslimin yang tipis iman, bisa aja sih kemudian merawat boneka arwah dengan harapan mendapat keberuntungan, rezeki, atau mendapatkan perlindungan dari kejahatan.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menerangkan, “Iman yang hakiki merupakan rangkaian dari memahami syariat yang diajarkan oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam memercayainya dengan penuh keyakinan, mengikrarkannya dengan lisan, tunduk patuh kepadanya dengan kecintaan dan kerendahan diri, mengamalkannya lahir dan batin, menghayatinya serta mendakwahkannya dengan semaksimal mungkin. Iman menjadi sempurna dengan cinta dan benci karena Allah, memberi dan menahan atas dasar perintah Allah, dan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya sembahan. Adapun jalan menuju Allah adalah dengan totalitas mengikuti Sunnah Rasul-Nya lahir batin dan menjaga kalbunya agar tidak berpaling kepada selain Allah dan Rasul-Nya.” (dalam al-Fawaid, hlm. 103)

Bagi kamu yang masih ragu soal boneka arwah (apakah boleh atau nggak), segera istigfar aja. Jangan bimbang. Sebab, bimbangmu pada sebuah fakta yang sudah jelas keharamannya, khawatir ada bisikan dan godaan setan. So, tetapkan hatimu pada kebaikan dan tauhid.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tauhid dapat menghilangkan akar kesyirikan. Sedangkan istighfar dapat menghapuskan cabang-cabang kesyirikan tersebut. Maka pujian termulia untuk Allah adalah ucapan “Laa ilaaha illallah” (tiada ilah yang berhak diibadahi dengan sebenarnya selain Allah). Sedangkan doa yang paling mulia adalah ucapan “astaghfirullah” (aku memohon ampunan-Mu ya Allah).” (dalam Majmu’ al Fatawa, jilid 11, hlm. 697)

Selain itu, karena ini jadinya muncul tiba-tiba, seolah ada peristiwa lain yang sedang ditutupi, sehingga luput dari pengamatan netizen. Sepertinya media massa serentak bahas soal ini. Eh, buletin ini juga ikutan bahas. Cuma, memang dari sudut pandang Islam, sih. Kita ada keberpihakan kepada kebenaran Islam. Jadi walau membahas, tentunya sebagai pembanding. Bukan sekadar memberitakan tanpa ada solusi.

Oke deh, cukup dulu, ya. Intinya fenomena boneka arwah ini bisa berpotensi membahayakan akidah kaum muslimin, khususnya dari kalangan awam. Ini juga bagian dari kesyirikan yang wajib dihindari. Dekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan memperbanyak doa, berzikir pagi dan petang, membaca al-Quran, dekat dengan ulama, banyak belajar akidah (tauhid) kepada orang-orang alim di sekitar kita. Jangan ikut-ikutan tren yang membahayakan, bahkan merusak akidah kita. Waspadalah! [O. Solihin | IG @osolihin]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Edisi Lainnya

%d bloggers like this: